Cinta Trapesium

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 1 July 2017

Aku Renata Gittashafira, sangat biasa dipanggil Rere, dan inilah kisah sederhanaku di luar rumah tapatnya itu di sekolah, sebuah kisah sederhana yang kusebut itu cinta.

Arbian Anggara Putra, seseorang yang membuatku tak hanya jatuh hati, tapi membuatku terjun, tampan, tinggi, putih, bermata indah tak terlalu belo tapi menuju sipit, bergaya rambut kekunoan tapi kekinian dan tidak menghilangkan syariat islam satu lagi rambutnya terbelah dengan sisi kiri lebih banyak, atlit voli di sekolah, pendiam, pintar, dan rajin sholat berjamaah di sekolah ketika bel istirahat menggerutu, dia tak seperti siswa lelaki lain yang menghabiskan istirahatnya untuk bersenang-senang. Oh God, indahnya ciptaanmu itu.

Menatapnya dari jauh adalah sebuah hobiku, dan melihat senyumnya adalah bonusnya, kau tau senyumnya begitu mahal, namun sekali tersenyum saja mampu membuatku seakan terlepas dari tulang rusukku, lemas tapi membarakan semangat, he makes a earthquake in my world.

“It’s time to begin the second break”
Bel istirahat kedua telah mengisyaratkan kepada siswa JHS 1 Nusa Indah, semua siswa berhamburan bak aksi damai 212 kemarin. Aku? Aku hanya menjalani hobi luar biasaku. Aku hari ini tak ke masjid sekolah karena aku sedang istimewa. Kelasku berhadapan langsung dengan masjid sekolah dan itu membuatku merasa… hmm… sesuatu kataku.

Oh ya aku punya sahabat benama Prasmara Dara, aku memanggilnya Dara, menurutku dia memiliki keperibadian lebih baik daripada aku. Sahabat yang selalu mendengar apapun yang aku keluhkan, bersamaku walau dalam keadaan terberatku sekalipun dan dia tahu kalau aku menyukai Arbi.

“Dara, lihat dia, senyumnya begitu luar biasa apalagi wajahnya baru saja dibasuh oleh air wudhu yang secara otomatis menambah level kegantengannya, ya kan, Ra?” kataku sembari memandang lelaki itu tanpa berkedip sekalipun.
“Iya, Re, kamu benar, kamu memang tak salah dalam menjadikannya seseorang yang kau kagumi” ucap Dara padaku.

Pulang sekolah kulihat papan pengumuman yang dikerubungi oleh para warga sekolah, aku dan Dara menerobos kerumunan itu dan mencoba melihat papan pengumuman itu. Ternyata isi pengumuman itu adalah pengumuman nilai peringkat UAS semester 1 kelas X, dengan usaha keras akhirnya kudapatkan bahwa aku rangking 27 dari 360 siswa, dan tepat di bawahku peringkat ditempati oleh Arbian. Dan Dara peringkat jauh di atasku yaitu 12. Cukup pintar bukan?

Saking semangatnya aku berjingkrak-jingkrak dan berlari dan akhirnya menabrak Arbian dan tak sengaja menjatuhkan beberapa buku miliknya tak sengaja aku melihat salah satu bukunya yang terbuka tertempel foto Dara. Dan itu membuatku sakit dan aku tak ingin mengatakannya pada Dara atas hal ini.

Kejadian tabrakan tadi siang yang kukira akan seindah di FTV ternyata justru membuatku menahan sesuatu yang mengejutkan dan menyakitkan aku.
“Dan aku tak punya hati untuk menyakiti dirimu dan aku tak punya hati tuk mencintai dirimu yang slalu mencintai temanku, walau dia tau diriku suka kepadamu” nyanyiku diiringi gitar akustik milikku dan sedikit mengubah lirik lagunya agar sesuai dengan kisahku semakin membuatku sedikit lebih baik karena ditemani oleh bintang-bintang dengan melodi yang indah.

Nyanyianku berhenti ketika BBMku berbunyi.
“Ping”
Kulihat ternyata pengirimnya adalah Kevin, yang kuketahui dia adalah sahabat dekat Arbian.
“Pong”
“Lagi ngapain?” tanyanya.
“Lagi santai”
Dan Kevin dan aku pun silih berganti bertanya dan terkadang bercanda kecil yang mampu melarutkan sedikit kesedilihanku.

Matahari telah menembus tirai kamarku, memaksaku segera berkemas ke sekolah tak kutinggalkan sarapan pagiku.

Sesampainya di sekolah Dara mengejarku dan memanggil keras namaku aku pun menoleh dan menghampirinya.
“Ada apa Ra? Tak seperti biasanya kau seperti ini, biasanya kita kan berbincang di kelas?” tanyaku penasaran.
“Kau tahu Re, sebenarnya aku menyukai Kevin, satu hal Re yang membuatku sedih, Kevin menyukaimu Re, aku sangat terluka ketika aku mengetahui bahwa Kevin menyukaimu sejak lama, aku kecewa, aku berfikir lebih baik kita hentikan pertemanan gila yang kita sebut persahabatan ini Re, aku tak tahan…” celotehnya dengan raut muka yang tak menyenangkan.
“Tapi, Ra, apakah kau tau justru Arbian lebih menyukaimu daripada aku, kau tahu itu?” sahutku.
“Apakah kau percaya dengan semua itu?” tanyanya bebarengan dengan tetesan air yang keluar dari kedua matanya.
“Aku percaya Ra, aku melihatnya sendiri, aku melihat buku Arbian yang tak sengaja terbuka dan di dalam buku itu terdapat foto-fotomu Ra, dan itu tak hanya sekali, seharusnya kita mengakhiri semua ini aku tak ingin menambah buruk luka yang menggores hati ini lagi Ra. Kita sekarang bukanlah sahabat lagi, kita hanya teman biasa bukan sahabat. engkau yang memberi keputusan ini, dan aku harap engkau seperti Dara yang dulu tanpa ada aku di hidupmu” kataku sambil meninggalkan Dara.

Cinta trapesium, cinta yang merenggut persahabatanku. Cinta yang melibatkan aku, Arbian, Dara, dan Kevin. Kisah ini biarlah tetap menjadi kisah sederhana yang tertuang dalam sebuah lagu berjudul Teman Saja.
“Aku suka sama kamu, kamu suka sama dia, dia suka sama temannu, temanmu suka sama aku. Kalau maunya hatiku sudah saja kamu sama aku, tetapi kalau, kalau begini lebih baik kita semua teman saja”

Cerpen Karangan: Eva Nugraeni
Facebook: Eva Drew

Cerpen Cinta Trapesium merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Akhir Liburan Kelas 7 di Anyer

Oleh:
Huaamm… Matahari bersinar terang pagi ini, aku harus bangun karena hari ini aku mau pergi bersama sekolahku ke anyer, bersama teman-teman ku kami semua menaiki bus yang telah disiapkan

Teman Menjadi Pengkhianat

Oleh:
“Non Angel, bangun non sudah pagi waktunya berangkat sekolah” kata bibi yang berusaha membangunkanku “Oh, iya bi” kataku Aku mandi dengan air hangat yang sudah menjadi tradisi ku setiap

Best Friend

Oleh:
“Aku melihat Mas Aldi menunggangi kuda putih. Ia datang menghampiriku, Fit. Mengajakku berkeliling. So sweet banget.” Dengan wajah sumringah Siska menceritakan mimpi indahnya semalam. Mimpi indah bersama sang pujaan

Love History

Oleh:
Terima kasih Vena Albella Dua tahun empat bulan lamanya hubunganku berjalan. Sebut namanya Vena. Ia gadisku. Aku sangat mempercayainya. Sangat menyayanginya. Dan rencananya, Desember tahun ini aku dan Vena

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Cinta Trapesium”

  1. faridah says:

    Bagus banget,kalau ada lanjuttannya pasti tambah bagus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *