Cinta Tuan Kura Kura

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 30 November 2014

Cinta pertamaku berawal dari sebuah gantungan kura-kura yang begitu lucu. Ya, saat itu aku kelas XI IPA. Namanya Aidil. Sekitar pertengahan semester di kelas XI aku mendapatkan sebuah gantungan kunci berbentuk kura-kura dari kakakku. Aku mendapatkannya dengan susah payah karena aku harus menggunakan rayuan seribu bahasa supaya bisa minta gantungan lucu itu dari kakak. Kebetulan kakak sehabis pulang dari liburan ke pantai, eh pulang ke rumah cuman mau memamerkan gantungan itu padaku. Jelas saja naluri kecewe’an aku timbul gara-gara jatuh hati pada gantungan itu. Setelah sekian hari merengek karena mau banget gantungan itu, akhirnya my bro (kakak) luluh juga dan merelakannya untukku. Yes.. (ucapku dalam hati dengan memasang wajah yang begitu merekah berbunga-bunga).

Back to school. Pagi yang begitu cerah dengan wajah yang berbinar aku berangkat dengan menggunakan sepeda motor karena harus menempuh jarak 8 km untuk sampai ke sekolah. And gak lupa memasang si kura-kura manis supaya menggantung indah di tasku.

“Waahh lucunya!” seru temanku begitu aku sampai. “Iya donk!! Mau? Beli sendiri aja sana” ejekku pada Ahma, sahabatku yang biasa menemaniku di sekolah. “Yaahh begitu banget” ucapnya. “Ya sudah ayo duduk, sudah mau bel masuk” sambungnya.

Bel masuk pun berbunyi tepat pukul 7.45. Pelajaran pun dimulai sampai jam istirahat pukul 10.00.
“Ihhh lucunya” ucap Aidil sambil memegang kura-kura yang menggantung di tasku. “Hehe iya, lucu kan” jawabku. “Waah mau donk Ifa” ucapnya. “gak boleeh, enak aja” jawabku cuek. “jangan sentuh-sentuh, mahal” ucapku sambil tersenyum bercanda. “Yahh” ucapnya dengan nada kecewa tapi tetap memberikan senyum yang begitu manis terlihat saat itu.

Entah kenapa semenjak itu Aidil sering kali menggangguku dengan permintaannya pada si kura-kura. Hal itu lumayan mengganggu tapi aku tak pernah bisa marah karena dia selalu memberikan senyuman yang begitu membuat hatiku tenang. Deg deg seperti ada sesuatu yang terjadi pada diriku yang tak biasa. “Aaaaa ada apa denganku???” tanyaku dalam hati. “Semenjak ada si tuan kura-kura di tas ini, aku malah dekat dengannya” gumamku sambil mengacak-acak rambutku sendiri di kamar.

Teet bunyi getar sms masuk dari Ahma.

Ifa, besok habis pulang langsung ngerjakan tugas fisika ya di rumah Ika.

Teet sms masuk lagi.

Hei mau donk kura-kuranya jangan pelit sama aku donk. Ntar hilang loh!

Ternyata sms dari Aidil. Entah kenapa membacanya membuatku menjadi senyum-senyum sendiri. Tapi supaya dia gak GR aku cuekin aja sms darinya.

Sepulang sekolah aku dan yang lainnya langsung pergi ke rumah Ika mengerjakan tugas fisika yang tinggal beberapa hari lagi dikumpulkan, tapi tugasnya begitu menumpuk. Sesampainya, lepas sepatu dan kaos kaki, taruh tas keluarkan buku tugasnya eyang Einstein. Tapi sebelum ngerjakan mau makan sama-sama dulu karena kelaparan. Setelah kenyang akhirnya go buat tugas sampai waktu menunjukan pukul 16.30 dan saatnya untuk pulang. Sebelum pulang aku mengantarkan Ahma dulu ke rumahnya setelah itu aku baru pulang. Sesampainya di rumah aku tiba-tiba panik gara-gara si tuan kura-kura menghilang. “kakak, gantungannya hilang” ucapku dengan begitu sedih pada kakakku. “Nah kan, sudah diberi malah dihilangkan” jawab kakak. Aku hanya tertunduk sedih. Sementara kakakku hanya senyum saja melihat adiknya bermuka kecewa. “hemmm gimana nih, jangan-jangan hilang di jalan” ucapku sedih. Tiba-tiba ada sms masuk, biasa dari Aidil yang tetap kekeh sama si tuan kura-kura tanpa tau kalau tuan kura-kura sudah dadah Bye Bye dari tasku. “Pokoknya kalau aku temukan lagi, aku janji tuan kura-kura ku kasih Aidil” ucapku dalam hati.

Esoknya.
“Hey manis, kenapa sedih gitu mukanya?” tanya Ahma. “kura-kura ku hilang habis ngantar kamu pulang Ma” jawabku. “Eh ada keselip di tasmu gak, siapa tau aja tersangkut” tanyaku dengan muka penuh pengharapan. “Kura-kura? Setau aku pas kamu ngantar aku sudah gak ada lagi di tasmu” jawabnya sambil mengingat-ingat. “Yahh” ucapku kecewa. “Ifa…” teriak Ika dari jauh begitu melihatku. “Ini punya kamu kan” sambil mengeluarkan sebuah benda. “ahhhhh kura-kuraku” seruku bahagia. “di mana?” tanyaku. “kemarin pas aku nyapu, aku lihat. Dan itu pasti punya kamu kan” jelas Ika. “Makasih.. makasih..” sambil memegang tangan Ika. Akhirnya wajah bahagiaku kembali sambil menyimpan tuan kura-kura di dalam tas. Pandanganku kembali menjadi ceria. Dan saat memandang sekeliling tiba-tiba jantungku deg degan saat mataku bertemu dengan seseorang, Aidil. Deg degannya begitu terasa saat Aidil semakin dekat denganku. “Hai” sapanya. Aku hanya tersenyum datar karena aku begitu deg degan saat itu. “Aidil” panggilku ketika aku menguasai diriku kembali. Aidil berbalik badan menatapku yang saat itu hanya ada aku dan Aidil di luar kelas. “Nanti tunggu sebentar pas pulang sekolah ya” ucapku sambil berjalan masuk kelas meninggalkannya yang masih berdiri menatapku.

Sepulang sekolah. Begitu ramai siswa-siswa keluar kelas karena bel pulang sudah berbunyi. Dengan santainya aku keluar kelas bareng Ahma dan yang lainnya. Sampai di depan kelas XII IPA aku menyuruh Ahma duluan karena aku mau menghampiri Amy, kakak kelasku yang biasanya pulang denganku. Saat berjalan menuju gerbang ternyata Aidil menungguku. “Hai ada apa?” tanya Aidil. “Mana tanganmu, buka tanganmu” ucapku. Dengan wajah bingung Aidil mengulurkan tangan kanannya dengan terbuka. Ku ambil sesuatu dari tasku lalu ku tutupkan tanganku ke tangan Aidil. “begitu kulepas, genggam ya” ucapku. “Ini Fa..” ucapnya sambil menggenggamkan tangannya. Aku pun tersenyum. “Untukmu,” ucapku dan dia pun kembali tersenyum begitu manis padaku. “Ifa, si kura-kura ini benar-benar buatku semakin menyukaimu. IFA AKU MENYUKAIMU.. SUKA SUKA SEKALI” ucapnya dan hal itu membuat jantungku semakin deg degan namun kali ini membuatku tersenyum tersipu malu.

Cerpen Karangan: Nia Kurnia Latifah
Facebook: Nia Kurnia Latifah
Nia mencoba nulis lagi, semoga pembaca suka.. 😀

Cerpen Cinta Tuan Kura Kura merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Merangkai Bingkisan Kalbu

Oleh:
“Ju, jangan di kamar terus! Sekali-kali liburan gitu. Jangan belajar terus, nanti capek lo!” “Nggak Ma, Juania masih banyak tugas.” Liburan memang tak ada di mata Juania. Baginya waktu

Kereta Senja

Oleh:
Sudah hampir setengah jam Die diam duduk di depan teras rumahnya. Semua keluarga Die bingung dengan kelakuan Die hari ini. Aneh, semenjak akan di tinggal Byan pacar Die yang

Rindu Yang Menyatukan

Oleh:
Gitar itu terus dimainkan olehnya, dengan sedikit gerakan mengikuti alunan musik yang berbunyi. Ini sudah beberapa kali ia mainkan, ketika musik itu mengingatkan dengan seseorang. Dia sebenarnya bukan tipe

Promise You

Oleh:
Matahari bersinar begitu cerahnya, seorang wanita paruh baya membangunkan gadis yang sedang menginjak remaja, arisya cahya putri. Seorang anak SMP kelas 8, yang tengah berada di atas pulau kapuknya

Love in A Matter of Time (Part 3)

Oleh:
Tangisan itu mulai mereda, ia sudah tak lagi menangis dengan kencang seperti tadi. Ia mulai kembali tenang. Ia melepas pelukanku, namun aku tetap menahannya. Tangisannya memang sudah reda hanya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *