Cinta Untuk Sahabat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 31 August 2012

Malam begitu sunyi ketika ku berjalan di sisi kota tua itu…yang terasa hanya dingin menyengat jiwa-jiwa yang kesepian…

Jalan_jalan itu nampak sepi..Hanya terlihat beberapa kendaraan yang lalu lalang…hmmm…benar-benar malam yg sangat sunyi…sampai ku putuskan untuk duduk sejenak di sebuah kursi taman tua yang rapuh…

Ya,aku hanya duduk termenung dan melihat sekeliling yang kosong tanpa kehidupan…hari itu begitu cerah..terlihat bintang dan bulan….Tuhan begitu indah ciptaan’Mu..dalam benak ku….Setelah puas menikmati malam di lorong jalan itu..ku putuskan untuk melanjutkan perjalanan malam ku…

Disana nampak ramai…nampak terang oleh lampu..terdengar musik melayu mengalun dari sebuah kedai dengan lampu remang-remang…banyak orang disana..perempuan setengah baya berbaju merah sedang asyik bercengkrama dengan seorang laki-laki tua….mereka terlihat tertawa-tawa asyik bercengkrama dan sesekali meneguk minuman digelas itu…entah apa yang dibicarakan oleh mereka…aku hanya memperhatikan mereka dari kejauhan saja…Sesudah itu mereka berlalu pergi entah kemana….

Setelah puas melihat keramaian itu aku memutuskan untuk melanjutkan perjalanan malam ku…masih sendiri..dan masih merasakan sunyi yang tiada bertepi…ku lihat jam ditangan ku…waktu menunjukan pukul 23:30 wib…Tak terasa ternyata malam semakin larut…Dan tentunya semakin dingin…Sampai ku putuskan untuk mencari sebuah tempat untuk sekedar membeli minuman hangat dan menyalakan rokok….

Ya..akhirnya ku temukan tempat untuk sekedar singgah…dan menikmati malam ney…yang dalam pikiran ku hanya ingin melepaskan penat ku yang dialami selama ini…pekerjaan ku,masalah tentang hatiku…dan banyak lagi…

memesan minuman hangat sudah tentu bisa menghilangkan rasa dingin ini…sambil menyalakan sebatang rokok…hoooo…dingin sekali malam ini…itu yang selalu ada dalam pikiran ku…sambil sesekali ku menengok ke sekeliling ruangan tempat ku singgah…hanya terlihat beberapa orang yang sedang bercengkrama sambil tertawa-tawa dengan teman-temannya…aku lebih memilih tempat pojokan yang tidak terlalu bising,yang enak dipake untuk berpikir dan melamun sambil berleha-leha…Aku hanya melihat seorang gadis jelita duduk dipojok sambil merokok…Hmmm…dalam pikiran ku ternyata ada juga yang suka duduk dipojok sambil melamun…sambil melepas penat…ya aku duduk saja disebelahnya….

Saat duduk gadis itu hanya menengok sambil tersenyum…Matanya terlihat sembab…seperti habis menangis…Hmmm…sudahlah tak perlu ikut campur dengan urusan orang…sambil duduk dimeja sebelahnya…Hot coklat yang ku pesan malam itu…sambil menyalakan rokok aku duduk bersandar…Tempat duduk ney langsung menghadap alam…dan terlihat lampu-lampu kota kelahiran ku..owh..indahnya….Berpikir sejenak tentang masalah_masalah yang rumit dalam kehidupan ku…kenapa Tuhan..???itu yang terbesit dalam pikiran ku…apakah aku berhak bahagia..dan melewati semua masalah ini…Tempat kerja yang sangat tidak nyaman..hubungan ku yang tidak pernah berhasil..dan lain-lain…itu yang terus aku pikirkan….

Terlelap sejenak dalam lamunan ku…sambil terus menyalakan rokok dan sesekali minum minuman hangat yang tadi ku pesan….Haaaaaaaaahhhhhhh…sambil menghela nafas panjang….Tiba-tiba terhenyak kaget oleh tangan yang menepuk pundak ku…Boleh kah aku meminta rokok…terdengar suara dibelakang ku…sambil terperanjat dari kursi aku membalikan badan…Tak ku duga gadis itu menghampiri ku…ya gadis disebelah ku..yang tadi terlihat sedang menangis…

oww…silahkan…tapi yang ada cuma rokok ini jawab ku…tak apa kata gadis itu lirih…sambil mengambil sebatang rokok….sendiri..???? itu yang dia tanyakan pada ku…ya…aku menjawab singkat…dan kamu..ya aku juga sendiri…boleh bergabung..gadis itu berbicara lirih…siiiipppp…itu yang ku jawab…

Sambil ngeloyor pergi mengambil barang-barangnya dimeja sebelah…ini hari ulang tahun ku…oww..aku menjawab singkat lagi…bolehkah aku merayakan ulang tahun ini bersama kamu…bolehkan…aku sedang sedih kata gadis itu sambi menangis…blehkah aku bercerita…aku hanya berdiam diri…dan gadis itu memeluk ku…sambil menangis

suadahlah ceritakan apa yang mau ceritakan…ceritakanlah kepada ku..menjawab pelan dan sambil melepaskan pelukan itu..

Harusnya aku merayakan dengan keluarga ku…harusnya aku disini bersama teman-teman ku..dan harusnya pacar ku ada disini…kata sang gadis sambil berurai air mata…lalu kemana mereka sekarang…itu tanya ku kepada gadis itu…oww iya nama ku “JELITA”..aku diusir oleh orang tua ku karena aku melakukan kesalahan besar…pacar ku meninggalkan ku dengan perempuan lain…teman-teman ku sibuk dengan urusan sendiri…Aku bingung harus kemana dan berbuat apa…??dan harus berkeluh kesah pada siapa…???aku benar-benar bingung…aku hanya berpikir ingin mati saja…setelah semua ku ceritakan beban ini…kembali dia menyalakan sebatang rokok..maaf mungkin aku baru mengenal mu tapi aku sudah memberikan beban ini pada’mu…aku hanya bisa membisu mendengar cerita itu…

tak tersa waktu sudah dini hari…gadis itu masih menangis…dan tak lama mengeluarkan secarik kertas dan pena…lalu dia menulis..aku taak tahu apa yang dia tuliskan dalam kertas itu…ada dua kertas yang dibagi menjadi dua..lalu dia melipat kertas itu…dia hanya bilang…bolehkah sekali lagi aku menyusahkan mu…tolong berikan dua surat ini ke alamat yang sudah ku tulis dikertas ini..oke…aku hanya bilang seperti itu…..dan kemudian gadis itu berpamitan pergi…dan hanya berbicara..aku yang bayar bill ini semua…aku pamit,…semoga kamu bisa bahagia dan menemukan laki-laki yang tepat buat kamu…dan terimakasih atas bantuan mu dan mau mendengarkan keluh kesah ku…terima kasih..aku hanya tersenyum…setelah menhabiskan minuman dan sebatang rokok terakhir aku memutuskan untuk pulang dan beristirahat..sambil sesekali ku lihat alamat di kertas itu…hmm…besok pagi saja aku mengantarkan surat ini…

karena kurasa badan ku sudah tak saggup untuk melukan perjalan malam…dan hari pun sudah menjelang pagi…

Esok hari tepat jam 10:00Wib…aku memutuskan untuk mengantarkan surat yang sudah diamatkan kepada’ku..Hanya tertulis teruntuk mama’qu tersayang dan surat yang satu lagi adalah belahan jiwa ku “BIMA”…

ku putuskan ku antarkan ke alamat BIMA orang yang paling Gadis itu kasihi…Dan menyebabkan jelita menangis dihari ulang tahunnya…sesampai di alamat itu aku tidak bertemu langsung dengan laki-laki brengsek itu…itu yang ada dalam pikiran ku…hanya ingin menamparkan muka laki-laki itu klo pun bertemu…yang menerima surat itu adalah seorang ibu tua dengan memakai kebaya jaman dulu…Bu,aku titip surat ini untuk mas BIMA..iya…ndo…menjawab dalam bahasa jawa yang kental…

Hmmm…tinggal satu lagi dalam pikiran ku…kelar sudah amanat ini…sambil berlanjut pergi mengendarai motor ku yang selalu menemani aku setiap melakukan perjalanan malam ku…

ternyata cukup jauh juga alamat yang dituju ini…sampai-sampai aku nyasar-nyasar…dan ku putuskan untuk bertanya kepada warga sekitar…alangkah terkejutnya aku ketika warga sekitar menunjukan rumah sakit besar itu alamat yang dituju…tanpa berpikir lain-lain…aku menuju rumah sakit yang ada ditengah kota itu…mungkin orang tuanya bekerja dirumah sakit itu…

setelah sampai aku langsung menuju lobi dan mencari ruang informasil…barangkali ada dokter yang bernama Nyonya.Maria..dan yang lebih bikin aku sulitnya hanya tertulis disurat itu…teruntuk mama tersayang…nyonta maria…dibougenviel 1…suster hanya tersenyum ketika aku bertanya alamat itu…disini tidak ada dokter yang bernama itu…tapi kalau alamat yang tertera disitu benar alamat rumah sakit ini…dan kalau bougenviel itu sendiri nama ruangan VIP dirumah sakit kami…aku terdiam sejenak…lalu suster itu menanyakan kembali bagaimana mba…mau saya antar ke ruangan itu…sedikit kaget dan bingung aku memutuskan untuk menuju ruangan itu bersama suster itu…ya mba…saya coba lihat kesana…siapa tahu ada yang bernama nyonya maria…

Tetap berpikir dan bingung sambil menyusuri lorong-lorong rumah sakit…dan menaiki lift…ketika sampai diruangan itu…ku lihat papan diatas tertulis bougenviel 1..terlihat seorang ibu memakai long dress terduduk dikursi ditemani seorang laki-laki tua berdasi…mereka terlihat duduk termenung..dan c ibu sesekali menangis..dan laki-laki tua itu hanya melihat ke jendela pintu lalu duduk kembali di kursi itu…

lalu ku putuskan untuk menyapa mereka….Bu apakah ibu yang bernama Ibu Maria…Ibu itu berdiri dan terperanjat kaget…sambil bicara kenapa kamu tahu nama saya…lalu aku menyerahkan surat itu…ini untuk ibu dari jelita…Lalu Ibu maria membuka kertas itu…dan membacanya..kapan kamu bertemu jelita…????Tadi malem ibu…sesudah membaca tulisan itu ibu maria memeluk ku sambil menangis…dan berbisik…jelita sudah koma selama 1 minggu karena percobaan bunuh diri…kemarin adalah hari ulanh tahun nya..mari tante kenalkan kepada jelita…lalu aku memasuki ruangan itu…terlihat wajah yang tadi malam bertemu dengan ku di kedai itu…tergolek lemah tak berdaya dengan selang-selang yang diperbantukan untuk pernafasannya…Tuhan…Apa ini…siapa yang bertemu aku tadi malam..apakah benar dia..???itu yang ada dalam benak ku…

aku tak mampu berkata-kata…dan ikut dalam suasana dan menangis…ternyata aku masih bisa berpikir dengan logika ketika semua masalah menghampiri ku…Ibu maria pun bercerita panjang lebar kenapa sampai menentang hubungan itu…suku,agama dan harta..itu yang menjadi alasan utama nya..

Setelah seminggu aku hanya mendengar sahabat satu malam ku meninggalkan dunia ini untuk selamanya…selamat jalan JELITA…sahabat ku satu malam…semoga kamu tenang sekarang tanpa beban di alam sana..

Teruntuk jelita sebuah lagu….

saat bahagiaku duduk berdua denganmu

hanyalah bersamamu hmmm

mungkin aku terlanjur

tak sanggup jauh dari dirimu

ku ingin engkau selalu

tuk jadi milikku

ku ingin engkau mampu

ku ingin engkau selalu bisa

temani diriku sampai akhir hayatmu

meskipun itu hanya terucap

dari mulutmu oooh dari dirimu

yang terlanjur mampu bahagiakan aku

hingga ujung waktu selalu

seribu jalan pun ku nanti

bila berdua dengan dirimu melangkah bersamamu

ku yakin tak ada satu pun

yang mampu merubah rasaku untukmu

ku ingin engkau selalu

tuk jadi milikku

ku ingin engkau mampu

ku ingin engkau selalu bisa

temani diriku sampai akhir hayatmu

meskipun itu hanya terucap

dari mulutmu oooh dari dirimu

yang terlanjur mampu bahagiakan aku

hingga ujung waktu selalu

mungkin aku terlanjur

tak sanggup jauh dari dirimu

ku ingin engkau selalu

jadikan aku

ku ingin engkau mampu

ku ingin engkau selalu bisa

temani diriku sampai akhir hayatmu

meskipun itu hanya terucap

dari mulutmu oooh dari dirimu

yang terlanjur mampu bahagiakan aku

hingga ujung waktu

Nama Penulis: Ika A Suhandi Ikok

Cerpen Cinta Untuk Sahabat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


No Others (Part 1)

Oleh:
Hai,ini cerpen perdana! Memang ada sentuhan korea nya sedikit ^^ mungkin ada typo(kesalahan pengetikan) dan adegan-adegan yang kurang greget, mianhae(maaf).. Masih percobaan. Yang udah mampir, baca ya? Nah kalo

Inikah Pengorbanan Cinta

Oleh:
Langit malam begitu indah. Di sebuah lubang persegi di atas jendelaku terlihat bintang bertaburan di langit gelap itu. Sungguh indah cahaya bintang itu. Terpikir di benakku, Ibuku mungkin ada

Pengagum Rahasiaku

Oleh:
Huahh.. Aku menggeliat terbangun. Aku mengerjapkan mata, menyesuaikan dengan kondisiku kamarku yang temaram. “Heii.. Si Neva belum bangun?” aku beranjak turun dari ranjang dan berniat untuk membangunkan Neva. Dia

Mode of Women Cosplay ( Part 1 )

Oleh:
Hei namaku arif, aku mengambil jurusan ekonomi di universitas bandung. Saat itu aku masih menginjak semester 4. Cerita ini diambil pertama kali ketika aku pernah mengenal wanita cosplay bernama

Memaafkan Pengkhianatan

Oleh:
Salsa dan Rendy, mereka adalah sepasang kekasih yang baru 6 bukan bersama. Canda tawa selalu menghiasi hari-hari mereka, bahkan selama 6 bulan itu mereka belum pernah bertengkar untuk masalah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *