Cinta Yang Berawal Dari Pertemuan Pertama

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 5 October 2015

Pagi yang cerah, saat aku jalan-jalan mencari udara yang segar. Sewaktu di jalan aku bertemu dengan cowok yang begitu tampan, hatiku deg-degan saat lewat di depannya. Aku berkata
“oh.. cowok itu begitu tampan, seandainya dia jadi milikku begitu bahagia hati ini.”

Berawal dari pertemuan pertama itu aku mulai menyukai dia. Aku berharap bisa ketemu dia setiap hari. Malam sudah tiba, aku berdiam di depan rumah melihat indahnya langit yang penuh dengan bintang yang begitu cerah sambil menikmati secangkir kopi. Jam sudah menunjukkan 08.00 malam, waktunya aku tidur. Tidak terasa sudah pagi, aku beranjak untuk membereskan kamar tidur dan membantu ibu memasak, setelah masak selesai aku beranjak untuk mandi. Aku sudah tidak sabar untuk bertemu cowok itu. Aku berharap bisa ketemu dia lagi. Aku pun langsung pergi ke tempat pertama aku ketemu dia, ya Allah semuanya jadi kenyataan, aku bisa ketemu dia tapi sayang aku belum tahu namanya.

Waktu itu ada cowok yang menghampiriku, dia bernama Rangga. Dia mengajak berkenalan denganku, dan dia minta nomor hp-ku. Aku pun memberikannya, tidak lama kemudian hp-ku pun berdering, dan mendapat pesan dari Rangga, pesan itu berisi.
“kamu mau gak jadi pacarku?”

Aku bingung mau nerima atau mau menolaknya. Jujur aku gak suka sama dia aku sukanya itu sama temannya. Tapi ya udah ah, aku terima dia. Mungkin lewat Rangga aku bisa mengenal dia lebih dekat. Aku bertanya-tanya tentang dia ke Rangga, ternyata cowok tampan itu adalah Risky.

Beberapa minggu aku pacaran sama Rangga aku gak ngerasa bahagia, malah aku ngerasa tersiksa. Aku langsung mutusin Rangga, tapi Rangga gak mau. Beberapa detik kemudian, hp-ku berdering, ternyata ada sms dari nomor yang tak dikenal. Pesan itu berisi kata-kata yang begitu romantis, aku tanya kamu siapa, ternyata dia adalah Risky. Hatiku sangat senang akhirnya dia sms aku juga. Aku begitu bahagia.

Beberapa hari pendekatan, aku mulai sayang sama dia. Aku mendapat sms dari dia yang isinya, “kamu mau gak jadi pacarku?” hatiku sangat senang, aku langsung jawab iya. Inilah keinginan aku, aku sangat mengharapkan dia jadi kekasihku.

Dia begitu romantis, aku tambah cinta dan sayang. Ku lewati hari-hari ini berdua, selalu bersama saat sedih dan senang. Sampai saat ini aku masih dengannya. I Love You and I Miss You.

Cerpen Karangan: Ratna
Facebook: Ratnazari

Cerpen Cinta Yang Berawal Dari Pertemuan Pertama merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hap Hap Tangkap

Oleh:
Suasana hening diikuti suara angin sepoi-sepoi mengiringi pekarangan sekolah, aku menari nari sambil bernyanyi “hap… hap… hap.. hap…”. tiba-tiba terdengar suara lelaki “tangkap… tangkap…”. Melanjutkan lirik lagu nyanyianku. aku

Sepuluh Tahun

Oleh:
Perjalanan kali ini sungguh terasa berat bagi seorang pria muda bernama Benjamin. Sudah beberapa tahun sejak ia meninggalkan Hindia Belanda, kini ia harus kembali kesana untuk meliput negeri masa

Ada Cinta di Perpustakaan

Oleh:
Sejak aku melihat matanya yang sekelam langit malam. Hati ini dengan lancang menempatkan namanya di ruang hati yang belum pernah terisi ataupun tersentuh oleh tangan lain. Dan mata ini

Cewek Manis Penjual Jagung Bakar

Oleh:
Perkenalkan nama ku Chika. Siang ini seperti biasa aku akan berjualan jagung bakar manis di pinggir jalan raya. Tempat dimana aku mencari nafkah untuk keluarga ku. Iya maklumi saja,

Confetti

Oleh:
Kepingan uang logam itu jatuh dengan suara denting yang merdu. Pertarungan antara hidup dan mati pun terjadi. Dua tangan kecil berebut satu keping uang logam yang sama. Teriakan mewarnai

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *