Cinta Yang Singkat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Penyesalan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 2 January 2017

Cinta mungkin bisa dikatakan ilusi tapi nyata dan berbentuk, yang berawal dari kenyamanan dan kelembutan. Hari pertamaku dipertemukan denganmu, hari pertamaku mengenalmu, mengenalmu dalam diam, mengenalmu dari kejauhan dan mengenalmu dalam mimpi indahku.

Seorang Nisa Febriati yang sangat mengagumi penulis cerpen mingguan di mading kampus. Nisa dipertemukan dengan Roy yang sedang sibuk kerja tugas di kampus. Entah mengapa pertama Nisa melihatnya, jantung Nisa deg-degan. Nisa kagum dengan Roy yang sederhana namun Ramah dan Sopan.

Dipertemuan kedua, Nisa berpapasan dengan Roy di mading, Roy menempel cerpen, cerpen yang sering Nisa baca di mading, cerpen yang sangat ingin Nisa tau siapa penulisnya dan berfoto dengannya, tapi jantung Nisa seaakan berhenti sejenak disaat mengetahui bahwa Roy-lah penulis cerpen mingguan di mading kampus.

Dipertemuan ketiga, Nisa bertemu dengan Roy di depan tangga, Roy yang sibuk membaca buku sambil berjalan berjalan, dan Nisa yang sibuk dengar musik, saling bertabrakan. Disinilah Nisa memberanikan diri berkenalan dengan Roy, dan disinilah awal mulai hidup Nisa berwarna.

“ehh maaf kak, saya tidak sengaja, sekali lagi maaf.”
“ohh iya gak apa-apa.”
“kenalin kak saya Nisa. Kakak, kak Roy kan yang suka menempel cerpen di mading.” seraya mengulurkan tangan
“iya.”
“Saya suka loh baca cerpen kakak, cerpen kakak bagus, menyentuh banget lagi.”
“makasih pujiannya Nis, aku duluan yah.”
“iya kak sama-sama.”

Di hari-hari selanjutnya mereka sering ketemu di kampus, cerita-cerita bareng, tukaran Pin BB, nonton, makan, bahkan nganterin Nisa pulang setiap harinya.
Perasaan Nisa yang memang dari awal ada untuk Roy, kini makin bertambah dan bahkan makin mendalam, Nisa benar-benar tertarik dengan Roy, perasaan Nisa muncul semenjak kenyamanan itu juga muncul. Mungkin terlalu cepat mencintai, tapi rasa nyaman itu datang dengan sendirinya dan membawa cinta.

Waktu terus berjalan, setiap hari mereka lalui bersama, penuh suka dan cita, penuh canda dan tawa. Tepat seminggu mereka dekat, disaat itu juga mereka pacaran, di tempat pertama kali kenal yaitu di depan mading.

Minggu pertama hubungan mereka manis, sangat manis dan minggu kedua masih manis, masuk minggu ke tiga manisnya berkurang dan minggu keempat bahkan manisnya hilang. Roy capek dan bosan dengan sikap Nisa yang selalu ingin dimanja, selalu ingin diperhatikan, selalu ingin dimengerti dan selalu marah-marah. Roy memilih untuk menjauh dan tidak mengabari Nisa.

Dua hari kehilangan kabar dari Roy, Nisa menyadari kalau Roy berbeda dengan biasanya, Roy yang biasanya setiap saat ngasih kabar tapi sekarang malah jarang ngasih kabar bahkan gak ngabarin sekalipun. Seminggu Nisa lalui tanpa kabar dari Roy, Nisa masih sabar tapi di minggu kedua Nisa mulai muak dengan status yang tidak jelas ini. Nisa putuskan untuk menemui Roy di rumahnya, awalnya Roy tidak mau bertemu tapi Nisa bersikeras tidak mau pulang sebelum menemui Roy dan akhirnya Roy pun menemui Nisa. Roy berpikir hubugannya dengan Nisa harus diakhiri, Nisa hanya bisa diam, hanya bisa nahan air mata tapi sekuat-kuatnya Nisa, air mata itu tetap saja menetes. Nisa gak mau putus, Nisa janji bakalan merubah semua sikap yang Roy tidak suka tapi Roy hanya diam. Keesokan harinya, Nisa yang egois dan dramatis tiba-tiba berubah jadi manis manja. Roy yang sudah nekat untuk putus dengan Nisa melakukan berbagai cara untuk menghindar dari Nisa.

Roy yang duduk di taman bertemu dengan seorang gadis yang bernama Rara yang memiliki jalan percintaan seperti dengan Roy, Rara yang juga tidak tahan dengan sikap pacarnya yang dramatis. Roy dan Rara begitu dekat, sering jalan bersama dan akhirnya Roy dan Rara sepakat untuk pacaran karena mempunyai jalan cinta yang sama, tapi saat itu Roy belum putus dengan Nisa. Nisa yang tahu hal ini histeris, dan menemui Roy. Roy hanya berkata “maaf Nis, aku sudah gak bisa, aku gak tahan sama sikap overdramatis kamu”. Nisa diam dan langsung pergi sambil megusap air matanya.

Hari-hari Nisa lalui dengan rasa sakit hati karena perlakuan Roy yang tidak menghargai perubahan Nisa. Sedangkan di sisi lain Roy melalui hari-harinya dengan Rara yang dia pikir lebih baik dibanding Nisa tapi nyatanya Rara malah jauh lebih Overdramatis daripada Nisa dan bahkan saat motor Roy mogok, Rara malah pergi dan ninggalin Roy dengan cowok lain.

Roy menyesal, bahkan sangat menyesal karena menyia-nyiakan Nisa. Akhirnya Roy menemui Nisa dan meminta Nisa untuk memberi Roy kesempatan memperbaiki semuanya. Tapi Nisa hanya tersenyum dan menjawab “Maaf Roy, aku bukan cewek yang sempurna, aku jauh dari kata sempurna. Dulu kamu mutusin aku karena aku dramatis kan? Tapi nyatanya Rara jauh lebih dramatis. Dan kamu juga bilang aku ini Egois tapi nyatanya yang lebih egois kamu Roy. Kamu ninggalin aku dan lari ke Rara tapi pas kamu sadar kalau Rara itu tidak cocok, kamu juga ninggalin dia kan? Dengar yah Roy, gak ada cewek sempurna di dunia ini, cewek seperti itu hanya ada di dongeng-dongeng”. Roy terdiam, dan hanya mengangguk sambil menyesali perbuatan.

Cerpen Karangan: Risna Karmayanti
Facebook: R Ky
Nama Lengkap: Risna Karmayanti
Nama Panggilan: Risna
Tempt Tanggal Lahir: Mallasoro, 15 Desember 1998
Alamat: Jeneponto
Status: Mahasisi di Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar

Cerpen Cinta Yang Singkat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Rival Bohongan

Oleh:
Risa dan Evan selamanya musuh besar. Dari anak-anak kelas sepuluh, sampai kelas dua belas juga semua tahu kalau pernyataan itu benar. Kalau ditanya siapa murid yang paling sering masuk

Senja di Pagi Hari

Oleh:
Siang itu, seperti biasa aku berkeliling pasar untuk melihat-lihat ikan di salah satu pasar hewan di kota Malang. Kebetulan sudah tidak ada jadwal kuliah lagi. Satu-satunya kelas hari itu

Kebahagiaan Merenggut Nyawa

Oleh:
Pagi hari yang cerah tampak seorang remaja yang sedang merenungi hidupnya di pekarangan rumah. Remaja tersebut bernama Agus yang masih duduk di bangku SMP di kota Mataram, Nusa Tenggara

Orang Ke 3

Oleh:
“Maju Sar, MAJU! Lo gak mungkin disini terus” well, itu adalah salah satu kalimat yang sama sekali gak asing dalam hidup gue. Oh ya, nama gue Sarah. Cewek yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *