Cintaku Ada di Dekatku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 22 November 2017

Karanina Suwardi atau yang akrab dipanggil bu nina adalah calon guru yang magang di sekolahku. Jujur saat pertama kali bertemu aku sudah menyukainya. Ya faktor utamanya karena dia cantik. Di mataku dialah wanita paling cantik yang pernah aku lihat seumur hidupku.

Waktu itu aku sedang membawa setumpuk buku dari perpustakaan menuju ruang kelas. Karena terburu-buru aku tak melihat ada orang di depanku aku menabraknya dan buku pun jatuh berserakan ke lantai. Tapi dia tidak berlalu dia membantuku membereskan buku yang berserakan. Saat akan mengucapkan terimakasih aku memandang wajahnya dan aku kaget subhanallah cantiknya dia. Apalagi setelah dia membalas tatapanku aku pun melihat matanya dan tatapan matanya itu teduh, sungguh menyejukan hati.

Dia pun bertanya padaku yang sedang melongo “kamu kenapa dek?”
aku kaget dan menjawabnya terbata-bata. “Enggak bu, saya Cuma mau bilang terimakasih, dan sebelumnya saya minta maaf”.
“gak usah minta maaf, ini salah ibu juga kok” jawab dia dengan lembut
“ibu, guru baru di sini ya? Kok saya belum pernah lihat ya” tanyaku
“belum, ibu belum jadi guru, di sini ibu pkl dan ini hari pertama ibu. Ibu kebingungan lagi nyari kelas. Kamu tau gak kelas XII IPA 3?” Tanya dia
“oh kebetulan itu kelas saya bu, jadi buku bahasa Indonesia ini untuk pelajaran ibu”
Dia pun mengangguk, kami pun berjalan dan masuk ke kelas bersama.
Dan apa yang aku rasakan juga dirasakan oleh teman laki-laki sekelasku juga, mereka sama-sama mengaggumi kecantikan bu Nina.

Waktu telah berlalu, hari telah berganti. Tapi perasaan suka ini tak pernah hilang malah seiring berjalannya waktu semakin bertambah. Akhirnya aku menyadari bahwa aku mencintainya. Dia yang telah merubah hidupku. Aku yang tadinya tidak menyukai pelajaran bahasa Indonesia. Karena dia yang mengajar aku jadi menyukainya. Malahan nilai bahasa Indonesiaku jadi yang tertinggi di kelas. Dia juga telah merubah penampilanku. mana mungkin dia akan melirikku kalau penampilanku seperti ini. Itu yang terpikir di benaku. Akhirnya aku yang culun berusaha merubah diri untuk tampil jadi keren. Aku kini tidak lagi memakai kacamata, rambut dan pakaianku pun sudah lebih rapi. Dan setiap akan ke sekolah aku tidak lupa memakai parfum. Dan tidak hanya itu dia juga telah membangkitkan rasa percaya diriku yang telah lama terkubur. Itu terbukti ketika ujian seni budaya untuk menyanyikan lagu bebas di depan kelas. Dan aku yang pertama kali tampil. Aku menyanyikan lagu Makhluk Cantik dari Frans Dangdut Academy Satu. Aku dipenuhi rasa cinta yang begitu dalam. Saat aku menyanyi aku membayangkan tidak ada seorangpun di kelas ini kecuali aku dan bu Nina yang cantik yang tepat di depanku. Aku bergaya bak Frans di Video klipnya. Semua orang memuji penampilanku. Dan ibu guru pun menyarankan aku untuk tampil di acara perpisahan sekolah nanti.

“wey keren” puji dini teman sebangkuku yang tomboy
“iya dong” jawabku santai
“Dari aku temenan sama kamu, sejak smp sampai sekarang kelas 3 sma. aku gak pernah lihat kamu sebahagia ini. Mungkin kamu punya pacar? Ah, dari dulu kamu gak pernah pacaran, dan kamu hanya sibuk dengan buku-bukumu itu. Atau bener ya? Siapa? Kenalin donk?”
“ada deh, ah kamu kepo banget sih, udah kita ke kantin yuk! Udah bel tuh.

Aku merasa semua usahaku untuk bu Nina selama ini sia-sia. Sampai tibalah hari itu.
Hari itu di kelas pelajaran bu Nina. Entah kenapa saat itu aku gak Fokus untuk belajar. Aku hanya fokus memperhatikan wajahnya yang cantik. Sampai masuklah aku ke alam khayalku.

Aku sudah berada di hutan belantara. Aku bertanya pada diriku kenapa aku ada di sini. Dan alangkah kagetnya aku segerombolan harimau sedang mengelilingiku dan siap untuk menjadikanku santapan paginya. Saat itu aku hanya pasrah saja. Tapi untung dari kejauhan ada kesatria yang menembakkan busur panahnya ke arah harimau-harimau itu. Harimau–harimau itu mati dan sisanya lari. Dan ternyata kesatria itu wanita. Wanita itu wajahnya mirip dengan bu Nina. Belahan jiwaku. Dan namanya juga hampir mirip. Cuma nama depannya di tambah Raden Ayu. Jadi Raden Ayu Karanina Suwardi. Dia suka berburu seperti ayahnya. Dimana seharusnya seorang putri itu berias atau membatik di istana. Dia mengobati lukaku dan membawaku ke isatananya. Aku dijadikan pengawal pribadinya. Sebelumnya aku berterus terang bahwa aku tidak tahu tempat ini dan tidak kenal siapa-siapa di sini.

Seiring dengan berjalannya waktu semakin dekatlah kami. Aku mengajarkan padanya keahlianku yaitu melukis dia mengajarkanku keahlian memananahnya.

Pagi itu sang raja mengumumkan akan mengadakan sayembara. Dimana hadiahnya adalah putrinya sendiri. Dimana hal ini dia lakukan karena dia tidak setuju kalau putrinya dipersunting oleh pangeran Arnold. Pangeran jahat dari negeri seberang. Tapi tak ada satupun rakyat atau penduduk yang berani maju untuk melawan pangeran Arnold.

“Tuan putri, apa sih pertarungan yang dilombakannya” tanyaku
“Pokemon go”. jawabnya
“Hah, pokemon go?” aku heran.

Raja pun melanjutkan pidatonya
“oke, kalau begitu, pangeran Arnold lah yang berhak menikahiku dan sekaligus menggantikkanku sebagai raja…”
Belum sempat raja melanjutkan pidatonya aku menyela
“tunggu, aku siap untuk melawan pangeran Arnold” aku pun melangkah penuh keberanian. Dalam hatiku, ini untuk membuktikan cintaku pada tuan putri.

Pertandingan pun dilakukan di belakang istana. Kami dibekali alat penangkap pokemon. Mirip seperti alat penangkap hantu ghost buster. Tidak memakai gadget. Seperti di dunia nyata. Pokemonnya pun nyata, mereka hidup.
”peraturannya setiap peserta harus menangkap pokemon yang ada di dalam labirin ini. ini namanya labirin kematian, di dalamnya ada tiga tempat berbahaya, rawa siluman, danau buaya, dan lumpur hisap raga. Kalian diberi waktu satu jam. Untuk menangkap pokemon sebanyak mungkin. Jumlah pokemon di labirin ini ada 100.”

Pertandingan pun dimulai. Kami berdua memasuki labirin itu. Tak kusangka pangeran Arnold itu curang. Aku beberapa kali ditipunya. Memang dia dikenal hebat dan berpengalaman. Tapi bukan hebat kalau curang. Pertama aku disuruh mengambil apel karena dia bilang dia lapar. Aku pun mengambil apel itu tak kusangka apel itu merupakan kunci gerbang ke rawa siluman aku pun tersedot masuk ke dalam rawa itu. Siluman-siluman itu akan merasuki orang yang masuk rawa itu dan orang yang dirasuki akan bunuh diri. Tapi aku selamat. Karena aku menaburkan garam ke rawa itu, rawa itu pun dan juga silumannya mendadak menghilang. Garam adalah salah satu benda yang diberikan putri dari tiga benda yang diberikannya.

Pangeran Arnold juga menyuruhku untuk memakai jaket yang dia berikan. Aku menurut saja. Aku pikir dia baik karena cuaca di sini dingin. Dia rela kedinginan asalkan aku tidak. Aku tidak tahu kalau itu salah satu pantangan di sini. Boleh memakai jaket tapi harus memakai topi. Dan pantas saja ngapain dari tadi dia pakai topi kan di sini dingin. Ttidak panas. Dan inilah jawabannya. Ketika aku memakai jaket seketika itu juga aku masuk ke dalam danau yang penuh buaya dan buayanya besar-besar. Aku berhasil berenang, melarikan diri dan menepi ke darat. Tapi buaya itu terus mengejar dan buaya yang paling besar melompat dan menerkamku Dan aku pun menyemprotkan minyak wangi tepat ke arah mata buaya yang paling besar itu sesuai perintah putri. Dan danau beserta buaya itu pun menghilang. Seperti hilangnya kepercayaanku pada pangeran Arnold.

Waktu tersisa tinggal setengah jam lagi. Dan aku belum mengumpulkan satu pun pokemon itu.
Untuk ketiga kalinya aku masuk dalam bahaya. Tapi ini bukan karena pangeran Arnold. Tapi salahku sendiri. Aku dihadapkan pada 3 buah pintu. Dan aku harus memilih salah satunya. Dimana dari ketiga pintu itu hanya satu yang benar. Pintu pertama dijaga oleh Bu guru Nina, pintu kedua dijaga oleh tuan putri Nina dan yang ke tiga oleh sahabatku Dini. Aku memutuskan untuk memilih antara no 1 dan 2 tanpa mempedulikan yang no. 3. Meski Dini berkata hanya pintu yang dia jaga yang benar. Tapi aku tetap tak peduli. Aku pun menjatuhkan pilihan pada no 1. Meski no 1 dan no 2 memiliki wajah yang sama dan nama yang mirip tapi yang pertama aku cintai no 1. bu guru Nina. Dan aku salah. Aku pun masuk ke dalam lumpur hisap raga. Dimana orang yang terhisap akan tinggal selamanya di sana. Tapi untung saja aku sempat memakan bawang putih. Aku pun selamat.

Waktu menunjukan 15 menit lagi. Putus asapun mulai menghampiriku. Saat itu aku mendengar suara minta tolong. Dan ternyata itu adalah suara seorang kakek yang digantung di atas pohon toge setinggi lima meter oleh cucunya sendiri. Aku tidak tahu bagaimana cara menolongnya. Tapi si kakek menunjuk-nunjuk pada sebuah toples yang ada di meja di luar gubuknya. Aku pun mengerti dan segera menaburkan garam itu ke bawah pohon tersebut. Dan perlahan-lahan pohon toge yang keras itu pun melemas dan si kakek itu pun selamat.

Si kakek itu berubah dan ternyata dia adalah raja pokemon yang ada di labirin ini. Sebagai tanda terimakasihnya dia akan mengabulkan satu permintaanku. ”aku hanya ingin sisa pokemon yang belum ditangkap pangeran Arnold. Itu saja.” Ucapku.

Waktu telah habis. Pangeran Arnold telah lebih dulu keluar dari labirin dan dengan sombongnya mengumumkan bahwa pesaingnya telah tewas yaitu aku. Jadi dia berhak mempersunting putri dan menjadi raja. Alangkah malunya dia ketika aku keluar dari labirin dan selamat.

Waktu perhitungan pun tiba. Dan tak di sangka akulah pemenangnya. Selisih poin kami hanya beda sedikit dimana aku mendapat 50 pokemon dan pangeran Arnold 49 pokemon. Karena malu pangeran Arnold melakukan harakiri atau bunuh diri.

Pesta pernikahan pun digelar, resepsi yang mewah selama 40 hari 40 malam. Dan tibalah pada saat yang kutunggu-tuggu. Yaitu malam pertama. Di malam pengantin itu aku bertanya pada tuan putri apa benar dia mencintaiku sambil kucium tangannya. Tapi tidak ada jawaban, dia hanya diam membisu. Jadi aku cium tangannya berulang-ulang Tapi yang ada hanya suara dari luar yang berbunyi “cie, cie” ternyata itu suara dari alam nyata. Itu suara teman-teman sekelasku. Alangkah malunya aku. Itu hal paling memalukan dalam hidupku. Dari tadi aku mengigau mengucap kata “Nina I Love You” berulang-ulang sambil menciumi tangan bu guru yang hendak membangunkanku, karena sudah waktunya pulang.

Aku sengaja meninggalkan kelas belakangan karena ingin minta maaf pada bu guru atas kejadian tadi. bu guru pun memaafkanku. Lalu dia memberiku surat undangan dan itu ternyata undangan pernikahannya minggu depan. Alangkah hancur hatiku ketika aku membacanya tapi aku berusaha tegar di hadapan dia. Padahal kalau tidak ada siapa-siapa aku ingin menangis sekeras-kerasnya.

Eh aku baru sadar Dini ke mana ya? Sejak aku bangun dia gak ada. Eh tapi tasnya masih ada berarti dia belum pulang. Mungkin dia ke toilet kali. Ah lebih baik aku susul ke toilet sekalian aku kembaliin tasnya dia. Keburu kelasnya dikunci. pak idrus dari tadi melototin terus. Sebentar ya pak ucapku pada pak Idrus si penjaga sekolah. saat aku hendak mengambil tas Dini bukunya keluar berhamburan ternyata tasnya lupa ditutup resletingnya. Dan ada satu yang ganjil. Aku melihat buku yang cukup tebal. Ternyata itu buku diarynya, yang dia tulis sejak smp, hampir semuanya membahas tentangku, dan aku baru sadar selama ini dia menyukaiku. Dia mencintaiku namun aku tidak pernah peka.

Aku termenung di taman sekolah dengan diarynya di pangkuanku. Sambil mengingat mimpi itu. Akhirnya aku mengambil keputusan.
Dini pun menghampiriku dengan mata sembab sepertinya dia habis menangis.
“mana tasku”
“ini”
“kamu habis menangis ya?”
“iya”
“din kamu suka ya sama aku”
“kegeeran banget kamu, jangan mentang-mentang kamu udah ganteng sekarang aku suka sama kamu”.
Dini berlalu sepertinya dia masih marah sama aku atas kejadian tadi. Tapi aku memegang tangannya.

“Kamu gak usah bohongin perasaan kamu Din! Aku udah tahu semuanya.” ucapku sambil menunjukan buku diary miliknya.
“Iya, aku suka sama kamu, dari dulu, kamunya aja gak pernah peka.”
“Kenapa kamu gak ngomong jujur sih aku?”
“Yang harusnya ngomong itu lelaki bukan cewek. Masa sih kamu gak peka. Yang selalu belain kamu waktu kamu di buli, aku. Yang pertama kali menjenguk waktu kamu sakit, aku. Yang selau bantuin kamu bayar uang spp waktu ayah kamu belum kirim uang, aku, yang selalu bantu kamu waktu ujian aku. Apa gak cukup seluruh perhatianku ini buat kamu selama ini?”
“Ok, din aku minta maaf aku terlambat menyadari itu. Tapi sekarang aku sadar. Aku ingin kamu jadi pacar aku. Cinta pertama dan terakhir aku. Karena aku merasa kamulah yang terbaik, hanya lelaki bodohlah yang tega nyia nyiain kamu.”
“Maaf aku gak bisa” jawab Dini sambil berlalu.
Dan dia pun menghilang dari pandangan.

Aku mengendarai motorku setengah melamun menyesali apa yang telah terjadi. Aku menyadari itu. Bahaya nyetir sambil melamun. Aku pun menepikan motorku sebentar, dan tiba-tiba nada sms hpku berbunyi. Ternyata itu pesan dari Dini isinya “maaf ya aku gak bisa, gak bisa bohongi perasaanku selama ini. I Love You Erick. Aku tunggu kamu di café tempat biasa kita nongkrong untuk merayakan hari jadian kita.”

TAMAT

Cerpen Karangan: Kartono Anwar
Blog / Facebook: Kartono_Bilang.blogspot.com / Kartono Anwar Nasution

Cerpen Cintaku Ada di Dekatku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ganda

Oleh:
Namaku Reyhan. Lengkapnya kau tidak perlu tahu. Hanya seorang mahasiswa biasa di sebuah Universitas biasa. Begitulah kehidupanku, terdengar membosankan. Memang, aku selalu merasa jenuh dengan apa yang ku lakukan

Permintaan

Oleh:
Rian mengambil tas ranselnya. Semua tugas sudah selesai. Ekskul piano juga sudah usai. Jam sudah menunjukkan pukul 3 sore. “Eh, lo belum pulang, Ri?” tanya seorang gadis dengan rambut

Ini Bukan Akhir

Oleh:
Yura adalah cewek yang punya sedikit kebiasaan di luar cewek lainnya. Yura bisa dibilang termasuk tipe cewek bandel dan agak sedikit usil. Nama lengkapnya Yura Monique. Dia sekarang SMA,

Bidadariku

Oleh:
Semua berawal dari kejadian itu. Kejadian yang mungkin sulit untuk ku lupakan. Seorang ‘Bidadari’ jatuh tepat dihadapanku dan menyapaku lembut “Selamat pagi!”. Ah..lupakan itu kejadian tempo hari yang membuatku

Perpisahan Yang Tak di Duga

Oleh:
“Mengapa kita dipertemukan jika akhirnya kita harus dipisahkan?” Benar kata orang bahwa bumi tidak pernah berhenti berputar. Begitu juga ini terjadi pada kehidupan kadang kita berada diatas dan kadang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *