Cintaku Mengalir Di Syair Lagunya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 19 March 2016

Siang itu, aku benar-benar merasa kesal. Ketika naik bus untuk pulang ke rumah, aku tidak mendapatkan kursi untuk duduk! Apa lagi bau-bauan yang tercampur, antara bau parfum dan bau badan yang membuatku agak mual. Ditambah, suara petikan gitar seorang pengamen yang menambah deritaku. Aku terpaksa untuk naik bus pulang, karena mobilku sedang rusak dan diperbaiki di bengkel. Beberapa saat kemudian, suara petikan gitar dan nyanyian itu berhenti. Tak lama setelah itu, seseorang menyodorkan kantung plastik ke arahku. Aku pun merogoh sisa uang yang ada di dalan sakuku.

Sebenarnya masih ada beberapa di dompet tetapi dompetku ada di dalam tas. Ketika aku memberikan uangku pada pengamen itu, aku pun sempat melihat wajah pengamen itu. Tiba-tiba.. Deg! Astaga! Ini pengamen atau artis? Wajah pengamen itu mengingatkanku pada seorang artis yang sedang naik daun sekarang, wajahnya benar-benar mirip! Gumamku dalam hati sambil memandangi wajah pengamen ini tanpa berkedip. Namun hanya sesaat saja aku menikmati wajah itu, karena sang pemilik wajah itu kemudian turun dari bus. Sungguh menyesal, kenapa aku tidak memperhatikannya dari tadi..

Hingga beberapa hari setelahnya, aku masih naik bus. Dan seperti telah diatur, setiap hari juga kami bertemu. Kalau tidak pulang sekolah, mereka bertemu siangnya. Sungguh senang hatiku bisa bertemu dengannya, walau hanya saling lempar senyum tanpa saling sapa. Aku mulai merasakan sesuatu di hatiku, sepertinya aku telah jatuh cinta padanya sejak pandangan pertama. Hari ini, aku kembali tidak dapat kursi. Dan karena berdesakan, tanpa ku sadari aku terdorong hingga hampir terjatuh. Untung saja, saat itu ada tangan kekar yang menangkapku hingga aku tak terjatuh.

“Kamu gak apa-apa?” tanya orang itu.
“Aku gak apa-apa kok.. ” Tunggu dulu,sepertinya aku kenal dengan suara ini. Pemilik dari suara ini adalah, pengamen itu! Astaga, itu adalah orang yang setiap hari ku rindukan.
“Kamu pulang sekolah ya?” tanya pengamen itu. Ih, lucu banget sih. Udah tahu pake seragam sekolah, masa pulang dari kebun.

“Iya,”
“Sendirian aja?”
“Gak, yang di belakang itu juga temen aku semua kok,”
Kemudian, aku menoleh ke arah pengamen ini.
“Kamu gak ngamen?” sebenarnya aku tidak tega juga bertanya seperti, tapi aku tidak tahu harus bicara apa.
“Lagi nggak. Eh, kok tahu sih kalau aku ngamen? Suka perhatiin ya?” ucapnya sedikit geer.
“Geer!” Sentakku. Dia tertawa, keras tapi enak di telingaku. Ah.. Sejuknya tawa itu. Aku masih ingin menikmati kebersamaan dengannya, tapi rumahku udah kelihatan.
“Yuk!” Ajakku.
“Turun di sini?”
“Ya.”

Sejak saat itu, aku dan dia jadi semakin dekat, dekat, dan dekat.

The End

Cerpen Karangan: Yunika Anggriani
Facebook: Yunika Anggriani
Nama aku Anggi, atau lebih lengkapnya Yunika Anggriani. Sekarang aku duduk di bangku jelas IX-C dan hampir lulus, semoga. Kalau pengen berteman sama aku, add ya facebook aku: Yunika Anggriani 😉 Sorry ya, kalau ceritanya agak kurang menarik. Baru belajar soalnya ^_^

Cerpen Cintaku Mengalir Di Syair Lagunya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sahabat Jadi Cinta

Oleh:
Pagi yang cerah. Dimana terdapat burung-burung yang berkicau dengan merdunya. Ku terbangun dari tidur lelapku semalam dan mandi untuk bersiap-siap berangkat ke sekolah. Setelah mandi dan memakai seragam SMA-ku,

Penolong Misterius Rara

Oleh:
Hal yang paling ibu khawatirkan tengah terjadi saat ini. Dua orang pria berbadan besar dan berpakaian hitam terus saja berlari di belakangku. Sepertinya mereka orang jahat, entah apa yang

Ara Forever Love

Oleh:
Tring……..tring………tring……… suara jam weker berbunyi sambil bergetar diatas meja, jarum jam telah menunjukkan pada angka 5. rahma selalu menyetel wekernya pada pukul 5 agak dia bisa bangun pagi. ”astaga

Ada Cinta di Bis Kota

Oleh:
Pagi ini aku buru-buru berangkat sekolah. Aku hampir lupa kalau hari ini ada jam tambahan pelajaran pagi. Yups, aku sekarang kelas XII SMA dan wajib mengikuti jam tambahan pagi.

Kita Berbeda

Oleh:
“Apa yang ada padamu tak kumilikki, dan apa yang ada padaku kau tak memilikinya. Di semua aspek perbedaan, kenyataan, takdir, atau kesempatan atau apapun itu mereka menyatukan (kita)” Di

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *