Claudy And Shine

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 3 May 2016

Dia adalah Violina Estian, banyak orang yang menginginkan hidupnya seperti kehidupan Violina, karena orangtua Violina adalah seorang wiraswasta yang sukses bahkan mereka mempunyai banyak cabang perusahaan di luar negeri. Namun di balik itu semua ternyata Violina mengidap penyakit kanker. Saat itu Vio tengah menceritakan masalahnya kepada Septy sahabat karibnya, kini Septy juga memikirkan masalah sahabatnya tersebut, sesaat kemudian situasi menjadi hening, Vio dan Septy melangkahkan kakinya menuju kelas. Tiba-tiba suara bel bertanda semua siswa diharapkan berkumpul di halaman upacara, suara-suara siswa yang menggerutu mulai terdengar, memang tidak seperti biasanya ada peringatan pengumuman jam 11 siang apa lagi harus berjemur di halaman upacara yang begitu panas.
Sesaat semua siswa mengikuti dan mendengarkan pengumuman tersebut dan kembali ke kelas.

“Vio, kamu jangan lupa siapkan pidato pengucapan selamat datang untuk mahasiswa yang akan datang nanti.” Kata Mr. Steven. “Ok Mr. Steven, I will give the best,” jawab Vio.

Entah kenapa waktu hari itu berjalan begitu cepat hingga kini saatnya Vio menyampaikan pidatonya, dengan bahasa inggris yang memadai dia menyampaikan pidatonya dengan bahasa inggris yang lantang. Kini beban yang ada di pikiran Vio telah hilang, Vio berjalan pulang menunggu sopirnya menjemput namun tiba-tiba ada seseorang yang memanggilnya.

“Violina Estian,” tanya seseorang kepada Vio.
“Iya, ada apa?” Jawab Vio sambil menolehkan kepalanya, namun tiba-tiba Vio terkejut melihat orang yang ada di hadapannya itu.
“Hai, kenapa terkejut, aku bukan hantu Vio,” kata seseorang itu yang ternyata dia adalah Festyvian Astman.
“Astman, kamu di sini kok bisa, ngapain kamu di sini?” tanya Vio dengan penuh ceria, hingga dia lupa akan rasa lelahnya.
“Aku itu salah satu mahasiswa tadi, dan andai kamu tahu 3 bulan nantinya aku akan menjadi pengamat di SMA kamu ini.” Jawab Astman.

“Nona Violina, selamat siang tuan sudah menunggu nona di rumah,” suara sopir Vio sudah terdengar.
“Ya sudah Vio kamu pulang saja, oh iya aku minta pin kamu agar kita bisa chatting,” pinta Astman.
“5b118fef Astman, jangan lupa ya, aku pulang dulu, assalamualaikum Astman,” kata Vio.
“Walaikumsalam Vio.” Jawab Astman.

Setelah kejadian sore itu Vio semakin senang di rumah karena tepat di depan rumahnya sekarang adalah apartement milik Astman. Astman sekarang menjadi pengisi dalam hari-hari Vio namun hal itu membuat Vio semakin sakit hati. “Astman itu terlalu berarti buat aku, aku takut suatu saat nanti Astman tahu tentang penyakitku ini,” kata Vio sambil membenarkan syall yang ia kenakan. Sekarang ini Vio masih dalam masa penyembuhan penyakit yang cukup akut, Vio terus melamunkan diri mengingat kenangan yang pernah ia lewati dengan Astman, tiba-tiba lamunan Vio hilang karena ada dering di handphone-nya.

“Hai vidolt,” chat dari Astman.
“Kok vidolt, aku kan Vio Astman,” Vio balas chat dari Astman.
“Itu nama panggilan ku sekarang Vio, biar kita semakin akrab,” balas chat Astman.
Setelah membaca chat dari Astman Vio semakin tersenyum-senyum.
“Ok, manvenn, hehe,” Vio membalas chat Astman.
Chat antara Vio dan Astman terus menerus hingga Astman dan Vio semakin dekat dan erat layaknya sepasang kekasih.

Mentari pagi ini membuat hati Vio semakin berdebar-debar namun setelah dia sampai di sekolah bukan tersenyum bahagia, justru tetesan air mata membasahi pipi Vio, dilihatnya di sana seorang wanita berparas cantik duduk di kursi roda sembari menangis menatap Astman yang telah jongkok di depannya, tiba-tiba Astman membasuh tetesan air mata wanita itu lalu memeluk wanita itu di hadapan Vio. Kini ada rasa sakit yang luar biasa yang tengah dirasakan Vio, tiada disadari Vio kini berjalan melewati Astman dan wanita itu.

“Violina,” panggil Astman.

Vio sudah tidak menghiraukannya, Vio semakin mempercepat langkahnya dan menyeka air matanya. Astman tidak bisa berbuat apa pun di hadapannya telah ada dua wanita cantik telah mengharapkan Astman, dan wanita itu dia adalah Wasty dia kini menderita leukimia dengan stadium akut, namun tiada dapat dipungkirinya bahwa orang yang telah membuat Astman jatuh cinta adalah Violina, namun kini kematian seseorang yang mengharapkan Astman telah di depan mata. Kini hari-hari Astman digunakan untuk menemani Wasty yang semakin hari semakin membaik, namun kini kanker yang diderita Vio semakin memburuk. Hal ini terjadi setelah Wasty menemui Vio beberapa hari yang lalu saat itu Wasty menangis di hadapan Vio untuk melepaskan Astman karena meskipun Astman dan Vio belum jadian tapi Wasty tau mereka itu saling mencintai.

“Kenapa ya, Vio sekarang sulit dihubungi?” tanya Astman pada dirinya sendiri.
Astman pun kini dirundung pilu, dia tidak bisa bersama wanita yang ia cintai justru dia harus bersama dengan seseorang yang tidak dicintai tapi Astman harus menjaga agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan dengan Wasty karena keluarga Wasty sudah menitipkan Wasty padanya.
“Permisi,” kata Astman di depan rumah Vio.

Bel berbunyi berkali-kali tapi tidak ada satu pun orang yang membukakan pintu, bel pun terus dipencet oleh Astman, perasaan khawatir kini menghantui Astman. Dan tiba-tiba gerbang dibuka, seorang perempuan sedikit tua muncul.
“Ada yang bisa Bibi bantu Den?” tanya bi Diah.
“Bi, Vio ada tidak Bi, kalau ada saya mau ketemu Bi,” kata Astman.
Bi Diah tidak langsung menjawab tapi justru tetesan mata yang ke luar.

“Den, Den ini apa Astman? Non Vio sedang tidak ada di rumah Den.” Kata bi Diah sambil menghapus air matanya.
“Iya Bi, saya Astman. Vio ke mana Bi?” tanya Astman.
“Non Vio sedang..” Belum selesai bi Diah tiba-tiba mamanya Vio ke luar dan melanjutkan perkataan bi Diah, “Vio sedang belajar di luar negeri, ini ada titipan buat kamu Astman,” kata mamanya Vio.
“Iya Tante, makasih,” kata Astman.

Sesaat setelah itu, Astman lalu membuka titipan Vio tadi yang ternyata itu adalah tiket konser papinka, yang dulu ingin sekali ditonton Vio bersamanya, saat Astman tengah membayangkan hal itu tiba-tiba Wasty datang di depannya, Wasty menceritakan padanya akan kejadian yang ia lihat di rumah sakit.

“Jadi, Vio sakit kanker?” tanya Astman dengan nada menyesal.
“Iya, Astman, Astman aku tahu kau dan Vio saling mencintai, sekarang aku sadar aku tiada berhak bersamamu!” Kata Wasty. “Maafkan aku Was, aku tiada dapat membohongi diriku kalau aku mencintai Vio,” Kata Astman.
“Astman sekarang kau berhak bersama orang yang kamu sayang, temui Vio sekarang dia berada di rumah sakit melati Astman,” kata Wasty sambil memegang erat tangan Astman. “Terima kasih Wasty, aku yakin suatu saat nanti kamu akan bahagia dengan seseorang yang lebih baik.” Kata Astman.

Astman lalu pergi menemui Vio tapi untuk bertemu dengannya memerlukan hal yang sulit, namun setelah Astman menjelaskan semuanya orangtua Vio baru memberikan kesempatan. Di kamar rawat itu kini dilihatnya oleh Astman sosok wanita yang ia cintai tengah terbaring lemas tiada berdaya dengan selang hijau di hidungnya, lalu ia duduk di samping Vio dan memandang Vio dengan penuh penyesalan, Astman mulai menjelaskan semuanya meski ia tahu Vio tak akan mendengarnya, namun ia yakin kekuatan cinta akan melebihi segalanya.

“Vio, maafkan aku, tapi kamu hanya perlu tahu, kamu adalah orang yang aku cintai di dunia ini,” kata Astman sambil memegang erat tangan seorang yang ia cintai. Mungkin ini yang namanya keajaiban cinta, Allah AWT telah menurunkan anugerahnya hingga kini Vio sadar, dan nama pertama yang ia panggil adalah Astman.
“Iya Vio, aku di sini, maafkan aku Vio,” Kata Astman.
“Iya Astman, aku tahu kamu melakukan semuanya demi kebahagiaan orang lain.” Jawab Vio dengan lemah.
“Vio aku hanya ingin kamu tahu di sini aku mencintaimu dengan tulus, dan andai kamu tahu Wasty telah merelakan aku bersamamu Vio,” Kata Astman.
“Alhamdulillah, Astman, aku juga mencintaimu, tapi aku tiada yakin aku bisa menemanimu dengan lama,” kata Vio.
“Yakinlah Vio Allah SWT bersama kita dan Allah dan memberimu kesembuhan.” Kata Astman.

Kini kekuatan cinta mengalahkan rasa sakit yang telah diderita Vio, dan hari demi hari sekarang menjadi lebih cerah karena seseorang yang diinginkan Vio untuk menemani hidupnya telah ada di sampingnya, hal ini mulai memuncak saat Astman menyatakan kesungguhan cintanya kepada Vio di hadapan para penggemar papinka saat konser papinka.

Cerpen Karangan: Lisa Frikugeana
Facebook: Lisa Frikugeana
Yakinlah rasa sayang dan cinta akan muncul dengan bergilirnya waktu.

Cerpen Claudy And Shine merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Willy And The Forgetful Girl

Oleh:
Willy tengah duduk di pinggir lapangan bersama sahabatnya, Juno. Yang kini tengah sibuk meneguk sebotol air mineral di tangannya. “Jadi… sekarang tinggal beberapa hari lagi menuju O2SN,” gumam Juno

Sesuatu Yang Hilang

Oleh:
Sebelumnya, gue mau ngucapin selamat hari jadi dulu buat gue dan pacar gue, Euis, yang kedua tahun tepat 9 oktober kemarin. Gue bahagia bener, soalnya ini pertama kalinya gue

Cinta Nayang (Part 3)

Oleh:
Pagi-pagi sekl gue udah bangun, gue segera turun ke meja makan, yang gue lihat mama sama ayah udah ada di meja makan “pagi mah…!!” sapa gue “pagi sayang.. tumben

Alita dan Cintanya

Oleh:
Panggil saja gue Alfiansyah Ababil. Teman-teman suka memanggil gue Alfian atau Inyong. Entah awalnya bagaimana tiba-tiba gue di panggil Nyong Inyong. Sempat gue tanyain, mereka hanya menjawab muka gue

Tuhan Kumohon Sekali Lagi (Part 1)

Oleh:
“Naaaahh….” Teriak Fatir. Melempari ular karet ke annisa “Aaaa.. ka Fatir” Jerit anisa kesal. “Hahaha…” Tawa fatir meledek annisa yang kaget. Annisa pun kesal melihat tingakah Fatir yang mentertawainya,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *