Coffee For Two

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 20 December 2015

Aku tiba di stasiun. Ku lihat jam tanganku, masih lima belas menit lagi sebelum kereta datang. Hari menjelang petang dan tampak mendung. Sedari siang tadi, awan kelabu memang sudah terlihat menutupi matahari yang bersinar hangat. Aku berjalan menuju peron. Hujan kemudian turun. Di peron, menyapu pandangan ke segala arah, seketika mataku terhenti pada sesosok laki-laki yang tidak asing. Mengingatkanku pada sosok seseorang yang dulu dekat denganku.

Tidak salah lagi, laki-laki itu memang dia, mantan kekasihku. Serta-merta, tanpa bisa menahan diri, aku meyapanya. Dia menoleh dan menatap kaget. Membalas sapaanku, dan membuang rok*knya. Sekedar saling menyapa, dan mendengar suaranya, seketika kebekuan di antara kami yang dulu ada pun mencair dalam hangatnya sore di musim panas. Sesaat kami saling menatap dalam diam.

Aku tidak tahan untuk tidak menanyakan kabarnya sejak kami berpisah dulu. Saling menanyakan kabar, aku menjawab jika aku baik-baik saja, begitu juga dengan hidupku. Dia tersenyum dan mengatakan hal yang sama. Karena asyik mengobrol, beberapa saat kemudian kami baru menyadari, kereta yang kami tunggu baru saja berlalu pergi. Kami kembali saling tatap dan mendengus geli. Sembari menunggu kereta berikutnya, aku mengajaknya untuk minum teh bersama, dan dia tidak menolaknya.

Di kafetaria, dia memesan dua gelas kopi. Ia juga memasukkan dua sendok teh gula ke cangkir kopi yang kemudian diulurkannya padaku. Aku tidak bisa tidak tersenyum. Ternyata, dia masih mengingat apa yang menjadi kebiasaanku. Dia lalu menyisir rambutnya dengan jemarinya. Sungguh pemandangan yang menggetarkan hati. Semua kenangan di masa lalu kembali muncul. Sekarang, terasa begitu tidak masuk akal. Alasan kami berpisah dulu adalah, karena waktu itu kami masih sama-sama terlalu muda dan belum paham akan cinta yang sebenarnya. Aku berharap kami bisa saling memaafkan.

Jika diingat-ingat lagi, sebenarnya aku tidak pernah berhenti mencintainya. Perasaanku masih sama sebagaimana dulu. Dia juga masih menatapku dengan hangat. Meski kami telah berpisah, dan berjalan mengejar impian masing-masing. Pertemuan ini, sungguh membangkitkan kembali rasa yang pernah ada. Aku merasa sangat beruntung, bisa kembali bertemu dengannya. Aku juga merasa gembira, bisa kembali menikmati kopi untuk berdua sambil berteduh dari hujan.

Cerpen Karangan: Dee Anne
Facebook: https://www.facebook.com/dee.anne.5

Cerpen Coffee For Two merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bayang Kenangan

Oleh:
Ombak silih berganti ke pinggir pantai menyentuh pasir, aku masih saja termenung di sini mengingat kembali kesalahan yang pernah aku buat. Angin menerpa tubuhku memaksa untuk mengingat kenangan semua

Pesan Untuk Kekasihku

Oleh:
“Enda…” Suara pangilan yang di dengarnya, ia menoleh melihat siapa yang memangil namanya ternyata Arinda teman Aritsyah yang juga teman nya tapi lain jurusan, Enda mengambil jurusan agama sedangkan

Malaikat Dari Perpustakaan SMANSAGI

Oleh:
Pagi itu terasa jam sangat cepat berjalan, aku berlari-lari menuju kelas. hufffttt, sampai di kelas nafasku terengah-engah seperti orang habis lari karena di kejar-kejar hantu saja. Itu sudah jadi

Ah, Bertemu Lagi

Oleh:
Hari menjelang petang, di sana duduklah seorang remaja cantik di ujung jalan, tengah dermaga. Ia sedang menatap mentari yang sebentar lagi menghilang. Wanita itu duduk dengan posisi yang menyedihkan,

November

Oleh:
Dimas hanya bisa terdiam, pandangannya lurus ke depan dengan tatapan yang kosong. Pikirannya melayang entah ke mana. Ia teringat akan kejadian dua tahun yang lalu, dimana masa-masa indah itu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *