Confused (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 27 March 2018

Cowok keren yang satu ini ialah Rendy Ferdinant yang merupakan seorang mahasiswa fakultas kedokteran semester tiga di salah satu perguruan tinggi di Bogor, Jawa Barat. Ia juga seorang mahasiswa yang selalu mendapat IPK terbagus di kampusnya. Selain pintar Ia juga dikelilingi harta yang berlimpah, selain hartanya berlimpah Ia juga dikelilingi oleh cewek-cewek cantik. Tetapi statusnya kali ini masih saja melajang alias jomblo.

Sahabat-sahabatnya juga tak kalah kece. Sahabat Rendy yang pertama adalah Aldy Pratama, dia merupakan seorang mahasiswa yang mengambil prodi yang sama dengan Rendy. Namun si Aldy ini benar-benar pandai dalam adu pinalti alias sepak bola. Bagaimana tidak, tubuhnya kerempeng bagai mumi hidup. Sahabat Rendy yang kedua ialah Ferdy Anggara, dia ini seorang mahasiswa yang amat mencintai lingkungan. Bahkan si Ferdy ini juga diangkat sebagai aktivis lingkungan sehat di kampusnya. Walau begitu, Ia suka sekali dengan dunia perkemahan. Ia juga cukup terkenal di antara cewek-cewek cantik. Dan sahabat terakhir Rendy ialah seorang mahasiswi cantik dari fakultas kedokteran yang sama dengan Rendy. Namanya ialah Debby Reviola, Ia adalah mahasiswi berbakat dalam taekwondo. Waduh-waduh si Rendy, Aldy, dan Ferdy bisa kalah nih sama Debby. Tau deh si Ferdy, dan Aldy yang jelas si Rendy tak akan bisa kalah dengan Debby. Bagaimana bisa ya?. Rendy juga merupakan mahasiswa yang sangat berbakat dalam karate. Sehingga tak semudah begitu saja Debby bisa terkalahkan. Bagaimana menurut kalian?. Siapakah di antara mereka yang akan memenangkan pergulatan ya?

Mentari telah menyapa, suara nyanyian ayam jago telah lama berlalu. Saatnya Rendy untuk pergi ke kampus.
“Bi, saya berangkat dulu ya. Assalamu’alaikum!!” ujar si Rendy pada asisten rumah tangganya.

Sesampainya di kampus, terlihat kerumunan mahasiswa telah berada di papan mading. Tentu saja, Rendy segera mengikuti teman-teman sekampusnya.
“Renn, baru dateng lo?” sapa Ferdy yang sudah lebih awal stand by di depan madding.
“Iya nih Sobb, gue kesiangan. Si Aldy belum dateng?” tanya si Rendy kembali.
“Mana gue tahu Sobb!!” sahut sahabat karibnya itu.

Tak lama kemudian terlihat si Aldy dengan Debby berjalan menuju papan mading.
“Kalian dari mana aja?. Jangan-jangan ini karena lo ya Debb?” tanya Ferdy dengan sedikit candaan.
“Kok gue?. Mana gue tahu lah, gue kan ketemu Aldy juga di kampus. Habis gue cari kalian nggak ketemu malah ketemu si krempeng.” sahut Debby dengan logat polosnya.
“Emang isi madingnya apaan si guyss?” tanya Aldy kemudian dengan iringan rasa penasarannya.
“Kita akan kemping guyss!!!. Ke daerah Bandungg!!!” seru si Rendy kemudian.
“Serius Renn?. Asyikk nihh, seru deh kayaknya. Tapi jangan tinggal gue kayak dulu ya, gue trauma tahuu!!” sewot si Debby.
“Iya Debby sayang!!” sahut Aldy kemudian.
“Apaa?. Sayang, sayang gue cuma buat someone. Bukan buat lo keless!!” sahut Debby yang tak terima.
“Emang lo punya someone Debb?. Gue jadi penasaran, siapa sih someone loo?” sahut si Rendy kemudian.
“Ada deh, kepo loo!!. Udah kita ke kelas yuk, eh ya nanti pulang kuliah kita ke mol dulu yuk!!. Kita Shopping buat besok pagi, bagaimana Guyss?” tawar Debby dengan pasang muka ceria.
“Oke, no problem.” sahut sahabat-sahabatnya.

Akhirnya jam kuliah mereka selesai, saatnya mereka berbelanja.
“Lo beli apa Debb?” tanya si Ferdy yang penasaran.
“Biasa cewek itu ribet,” sahut Debby dengan begitu santainya.
“Lo kayak nggak tahu cewek aja si Fer!!!” tambah si Aldy yang berada persis di samping Debby.
“Bukannya gitu All, masalahnya dia beli belanjaan banyak banget mau buat apa coba?” sahut si Ferdy yang tak terima.
Namun bukannya Debby meladeni mereka, Ia justru mengajak si Rendy pergi mencari baju.

Debby beserta Rendy kemudian pergi ke toko pakaian yang berada di salah satu sisi mall tersebut.
“Lo mau cari baju model apa Ren?” tanya Debby dengan begitu manis.
“Gue sih simpel aja, yang penting cocok buat gue Deb.” sahut Rendy dengan manis.
“Oh gitu, gue pilihin sebentar ya!!” sahut Debby dengan senyuman.
“Siap, kalau gitu gue juga pilih deh. Pilihin buat gue yang bagus ya Debb!!” ujar si Rendy dengan senyuman.
Kemudian Debby menemukan sebuah baju yang terlihat cocok untuk sahabatnya.
“Gimana Renn?, bajunya bagus nggak?” ujar Debby saat Ia menemukan baju yang sekiranya pas untuk sahabatnya.
“Bagus kok, gue cobain deh!!” jawab si Rendy sambil menerima baju yang dipilih oleh Rendy.

Akhirnya mereka berdua selesai berbelanja, namun saat Ia kembali ke toko pakaian perempuan antara Aldy serta Ferdy sudah tak ada di sana.
“Mereka ke mana sihh!!” keluh si Debby saat melihat kedua sahabatnya sudah tak ada disana.
“Gue juga nggak tahu Deb, mendingan sekarang kita cari mereka.” sahut Rendy yang sama bingungnya dengan Debby.
“Ayooo!!” ajak si Debby kemudian bergegas meninggalkan toko tersebut.

Lama mereka mencari, namun tak ada hasil. Apalagi handphone mereka juga lobat sehingga mereka tak dapat menghubungi Aldy beserta Ferdy.
“Gimana nih Ren, apa kita pulang aja?” tanya si Debby karena mereasa bingung.
“Oke, kita pulang aja Deb. Gue yakin mereka juga udah pulang.” sahut si Rendy kemudian.

Keesokkan harinya kampus mereka mengadakan kemping ke Bandung, walau tidak cukup jauh namun bagi mereka kemping itu sangat menyenangkan. Setelah melewati perjalanan panjang, mereka pun sampai di tempat tujuan.
“Alll, si Debby mana ya?” tanya Ferdy pada sahabat karibnya itu.
“Cieee, yang cariin gebetan nih ya?. Tuh dia di sana!!!” sahut Aldy dengan penuh godaan.
“Thank you brooo!!!. Gue ke sana dulu ya!!” Ferdy terlihat tersenyum manis.
“Dasar, Ferdy!!. Bisa aja tuh anak ya!!” kemudian Aldy berjalan menemui Rendy.

Sampai akhirnya Aldy menemukan Rendy yang sedang asyik membuat tenda.
“Ngapain lo cariin gue All?. Kangen ya lo?. Sorry aja ya, gue nggak kangen sama lo!!” belum Aldy menyapa si Rendy sudah menjawab dengan cetus.
“Wah, rese ya lo bro!!. Ya udah deh, gue nggak jadi ngomong.” terlihat si Aldy sedikit kesal.
“Emang lo mau ngomong apa sih?. Penting banget ya?” sahut Rendy yang sedikit penasaran.
“Jelas donk, super IGD!!” sahut Aldy lagi.

Kemudian Rendy terlihat serius, Ia mengajak Aldy duduk di pohon tumbang.
“Kenapa si muka lo ketekuk gitu?. Ada masalah?.” tanya Rendy kemudian.
“Jelas broo!!. Nih udah gawat super darurat banget!!” ujar Aldy lagi.
“Kenapa sihh?. Lo putus cinta?. Apa kenapa?” tanya Rendy dengan serius.
“Ini nih, ini yang gue takutin. Si Ferdy, sahabat kita!!” terlihat si Aldy semakin serius.
“Memang kenapa dengan Ferdy?. Kayaknya dia fine-fine aja tuh!!.” Rendy terlihat santai.
“Fine kata loo?. Dia gawat Ren, dia itu jatuh cinta sama si Debby!!!” Aldy terlihat bersikeras.
“Terus?. Masalah?. Nggak kan, biarin aja kalau mereka saling cinta. Oh, gue tahu nih. Lo juga cinta kan sama si Debby?” ujar Rendy dengan spontan.
“Enak aja, nggak gitu juga. Masalahnya kalau mereka ada masalah pasti kita yang kena imbasnya, dan persahabatan kita akan hancur.” jelas Aldy secara mendetail.

Tak lama kemudian, Debby datang membawa syal.
“Hay Ren, Al. Kalian sibuk ya?” tanya Debby dengan santai.
“Nggak kok, gabung sini Deb. Pasti lo kesepian ya?” tanya Aldy dengan ramah.
“Nggak juga, kita ramai kok. Hanya gue lupa kasih ini ke Rendy.” terlihat si Debby memberikan syal yang telah dibawanya pada Rendy.
“Lo bawain gue syal Deb?. Gue malah lupa nggak bawa. Pasti mahal harganya ya Deb?” tanya Rendy pada Debby.
“Nggak kok, itu gratis. Syal itu gue rajut sendiri, cuma beli benang wolnya aja. Gue tahu pasti lo lupa bawa syalnya kan?. Padahal, lo tahu sendiri kalau lo kedinginan itu kayak apa.” jelas si Debby panjang lebar.
“Thank you Debby, makasih juga lo udah bela-belain bikin syal ini buat gue.” Rendy tersenyum manis.
“Sama-sama Ren, kalau gitu gue balik tenda dulu ya!!.” ujar Debby kemudian.
“Tunggu Deb, ini gue juga punya gelang ini. Konon katanya gelang ini bisa lindungin orang dari roh jahat karena ini gelang terbuat dari bambu kuning. Ini buat lo Deb, dan gue juga punya ini.” Rendy memberikan gelang itu pada Debby.
“Oh, begitu ya. Makasih Ren, gue balik dulu ya.” tambah Debby yang berjalan meninggalkan Rendy.
“Wahh, kalian romantis banget sih. Kalian selalu bikin gue iri, !!” ujar Aldy yang melihat kebersamaan Debby, dan Rendy.
“Itulah sahabat Aldy!” tegas Rendy kemudian.

Tak lama kemudian si Ferdy datang, Ia datang membawa kayu bakar.
“Yah lo Fer, lo kata mau ketemu Debby?” kata Aldy yang langsung berdiri saat melihat sahabatnya datang.
“Emang tadinya sih gitu, tapi gue malah disuruh cari kayu oleh pak Rangga. Emang Debby nggak ke sini?” tanya Ferdy sambil melihat sekeliling.
“Tadi dia kesini, tapi bukan buat temuin lo. Dia bawain syal buat Rendy tuh!!” ujar Aldy dengan entengnya.
“Ren, kenapa bisa sih dia begitu nempel sama lo?. Apa lo dan Debby pacaran?” tanya Ferdy dengan sedikit tatapan tajam.
“Apaan sih lo broo!!. Kita itu sahabat, nggak lebih!!. Lo jangan cemburu gitu dong sama gue!!. Gue nggak mau ya, kita musuhan cuma karena alasan tak jelas.” ujar si Rendy sambil meminum kopinya.
“Nohh!!. Dengerin tuh kata bro kita!!. Lo itu emang jadi orang gampang banget emosi ya Fer!!. Jangan karena cinta, persahabatan kita hancur.” kata Aldy yang juga sambil duduk menyeruput kopi hangatnya.

Malam ini adalah acara api unggun. Semua orang yang ada di sana kumpul, namun tak terlihat Debby di sana.
“All, gue kok nggak liat sahabat cantik kita ya?. Dia ke mana ya Al?.” tanya Rendy sambil melihat ke arah cewek-cewek.
“Iya ya!!. Coba deh lo ke tenda, barangkali dia ada di sana.” ujar Aldy kemudian.
“Ya udah, gue temuin Debby dulu ya!” ujar Rendy yang langsung pergi.
Lalu Rendy sampai di tenda anak perempuan.

“Deb, Debb!!!. Kamu di mana Debb!!” panggil Rendy dengan perasaan khawatir.
“Rendyy!!. Aku ada di sini Ren!!” terdengar suara Debby dari salah satu tenda.
“Lo ngapain sih di sini sendiri?. Teman-teman kamu ada disana. Ngapain kamu di sini aja?.” ujar Rendy dengan rasa cemasnya.
“Gue, tadi gue kegigit ular. Beruntung bukan ular yang mematikan. Kaki aku sekarang sakit Ren, dan kepala aku pusing.” Debby terlihat pucat serta tubuhnya sangat lemas.
“Kenapa lo nggak bilang gue?. Ya udah, lo tiduran ya. Gue buatin susu, kali-kali bisa netralin racunnya. Bentar ya!!.” ujar Rendy dengan senyuman.
“Iya, makasih ya Ren!!. Kamu sahabat terbaikku.” terlihat Debby memeluk sahabatnya dengan erat.

Setelah membuatkan susu, Rendy kembali.
“Ini susunya, diminum mumpung masih anget. Santai aja, nggak ada racun sianidanya kok!!.” kata Rendy sedikit candan.
“Makasih susunya, membuatku jadi lebih baik.” senyuman Debby membuat Rendy merasa sedikit lega.
“Ya udah, lo sekarang tidur. Biar gue pijatin kepala kamu ya.” perlahan Rendy memijat kening Debby agar Ia tak merasa pusing.
“Makasih Rendy, dari dulu sampai sekarang kamu selalu peduli denganku.” Debby tersenyum karena Rendy memijat keningnya.
“Lo itu kan sahabat gue, jadi gue wajib peduli sama lo. Lo inget nggak Deb?. Dulu kita sahabatan berdua, hampir 8 tahun kita bersahabat. Eh, kita nemu tuh dua bocah di kampus baru.” kata Rendy yang masih memijat lembut kening Debby.
“Iya Ren, gue inget banget. Dan selama itu juga kamu baik banget sama aku.” kembali Debby tersenyum dengan manisnya.
“Kamu bisa aja Deb, kamu tahu nggak?. Dulu waktu gue SMA kelas 2, gue jatuh cinta sama Alya Anisa?. Dan lo tahu, gue masih juga cinta dia sampai sekarang.” ujar Rendy dengan begitu sumringah.
“Hemm, iya gue ngerti. Dia kan temen kita dari kelas IPS 2 kan?.” sahut Debby kembali.
“Iya, sekarang dia di mana ya?. Pasti dia makin cantik, dan gue juga masih penasaran. Siapa sih someone lo itu?. Terus dia ganteng nggak?. Dan, namanya siapa?” desak Rendy yang mulai penasaran.
“Lo itu udah tahu siapa dia, kenal banget. Kamu tahu tentang kesukaannya, hobinya, tipe cewek idamannya, dan terakhir gaya dirinya. Dia begitu spesial untukku, sampai nanti waktu yang akan mengungkap semuanya.” curhat Debby penuh perasaan.
“Gue selalu doain yang terbaik buat sahabat tercantikku ini.” Rendy kembali memijat lembut keningnya.

Cerpen Karangan: Ambarwati
Facebook: Ambar Wathie
Namaku Ambarwati, terlahir dari sebuah kota kecil bernama Kutoarjo, Purworejo, Jawa Tengah pada 20 Mei 1998. Sejak kecil aku sudah hobi menulis cerpen, puisi, maupun menggambar. Kini saya duduk di bangku perkuliahan di STIKES Muh Gombong prodi D3 Keperawatan. Sekian profil singkatku, dan Selamat Membaca!!!

Cerpen Confused (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Willy And The Forgetful Girl

Oleh:
Willy tengah duduk di pinggir lapangan bersama sahabatnya, Juno. Yang kini tengah sibuk meneguk sebotol air mineral di tangannya. “Jadi… sekarang tinggal beberapa hari lagi menuju O2SN,” gumam Juno

Sebuah Harapan Untuk Nya

Oleh:
Seorang perempuan berambut sebahu mendorong pintu kayu bergaya minimalis itu. Melangkah masuk dengan langkahnya yang lunglai. “Sori, gue telat.” Semua pandangan mata menatap ke arahnya yang berdiri dengan tampang

Senja Kelabu

Oleh:
Aku 22 tahun. Dan gadis itu 20 tahun. Gadis itu akan berdiri di pinggir jembatan Sungai Gamping tepat pada pukul lima sore. Kedua tangannya mencengkram erat pembatas jalan, seolah-olah

Cinta Untuk Cinta

Oleh:
Sofie menolak Rien, teman sekantornya untuk diperkenalkan dengan salah seorang teman laki-lakinya, saat dia diberikan pesta kejutan di kantornya pada ulang tahunnya yang ke-28. Rien mengatakan kalau temannya tersebut

Nay’s Love Story

Oleh:
“Peringkat satu diraih oleh … Ananda KEYSHA MUTIARA.” seru Bu Laila. Nay termangu. Bukan dirinya, bukan dirinya yang meraih peringkat satu kali ini. Tapi, sahabatnya… “Mut, lo hebat banget,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Confused (Part 1)”

  1. Mery Ananta says:

    wih cukup seru ceritanya .. tpi aku blm bisa menyimpulkan sblm baca part 2 dan 3 nya hhi .thank sangat menghibur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *