Confused (Part 3)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 27 March 2018

Akhirnya Rendy dan Debby sampai di kota tercintanya. Namun, mereka tak langsung pulang tetapi mampir dahulu ke sebuah kedai santai.
“Ren, bentar lagi aku yakin pasti kamu dapetin dia.” ujar Debby dengan santai.
“Amin, doain aja ya Deb.” sahut si Rendy dengan senyuman manis.
“Tentu dong, gua akan selalu doain yang terbaik buat sahabatku. And then, lo pasti akan jauh sama gua bahkan mungkin nggak akan ada waktu lagi buat gua.” ujar Debby sedikit bersedih.
“Deb, gua janji akan kasih waktu sehari buat lo. Gua nggak akan jauhin lo, dan lo akan tetap jadi sahabat gua. Jangan nangis dong, Rendy akan selalu ada buat Debby.” ujar Rendy kemudian sambil menghapus air mata Debby.
“Ya, kamu janji begitu sekarang. Tetapi kalau nanti kamu berbeda, aku nggak apa-apa kok. Gua juga nggak akan benci ke kamu Rendy.” Debby tersenyum manis.

Sehari setelahnya tak disangka bahwa Alya Anisa satu kampus dengan Rendy juga Debby.
“Hai, kalian di sini juga ternyata. Apa kabar?” terlihat senyuman manis terpancar dari bibir Alya.
“Alhamdulillah kita sehat, eh ya Ren. Gua tinggal dulu ya, takut ganggu.” ujar Debby kemudian sambil berjalan meninggalkan mereka.

Tak lama Aldy berpapasan dengan Debby.
“Ettsss, sahabat gua yang cantik ini kenapa wajahnya lesu gitu?. Lo sakit Deb?” tanya Aldy dengan spontan.
“Aku agak nggak enak badan Al, itu siapa Al?. Pacar lo?” tanya Debby melihat seorang cewek disamping Aldy.
“Iya, kenalin dia Arena Aulia. Dia pacar baru gua.” ujar Aldy.
“Hai, kenalin gua Debby. Sahabat Aldy,” ujar Debby tersenyum manis.
“Hai Debby, gua Arena. Pacar Aldy, salam kenal ya” terlihat senyuman manis Arena.
“Ya udah ya, gua pergi dulu. Soalnya gua harus nemuin dosen nih, see you guys!!” ujar Debby kemudian.
“Oke, see you to.” sahut Aldy dan Arena.

Tetapi Debby malah pergi duduk menyendiri lonteng atas gedung kampus. Banyak orang di atas sana, tetapi Ia memilih untuk menyendiri.
“Ya Allah, andaikan ini rencana-Mu. Biarkanlah dia bahagia bersama pilihannya, dan biarkanlah aku bahagia dengan seorang yang terindah untukku.” ujar Debby dengan memohon pada sang pencipta.

Tak lama kemudian, seorang cowok datang menghampiri Debby. Ia membawakan sebuah botol minuman untuknya.
“Hai Debby, tumben sendirian aja.” ujar Yudha cowok sekelas Debby.
“Iya nih Yud, gua lagi pengin sendiri. Gua lagi galau,” ujar Debby pada Yudha.
“Galau?, soal cinta pasti ya?” tanya Yudha lagi.
“Iya Yud, tau lah. Aku putus harapan udah Yud, tapi aku nggak ingin terlarut dalam kesedihan.” ujar Debby dengan penuh belas kasih.
“Oh begitu, kebetulan gua punya kakak sepupu ganteng banget. Dia kuliah kedokteran juga di sini. Tapi kakak tingkat kita satu tahun, lo mau gua kenalin?” tanya Yudha kemudian.
“Boleh aja Yud, yang penting bisa buat hati gua bahagia.” ujar Debby kemudian.

Sampai akhirnya Debby bertemu dengan Deon cowok yang dikenalkan oleh Yudha.
“Lo Debby ya?” tanya Deon saat melihat Debby duduk sendiri di taman kota.
“Iya, gua Debby. Lo Deon ya?” tanya Debby dengan sedikit terkejut.
“Gua boleh duduk di sebelah kamu?” tanya Deon dengan santai.
“Tentu saja boleh, silahkan.” Debby tersenyum manis

Sore harinya, Rendy menelepon Debby padahal waktu itu Debby bersama Deon.
Kringgggg… dengan cepat Debby mengangkat ponselnya
“Hallo, assalamu’alaikum Ren. Kenapa ya?” tanya Debby via telepon.
“Deb, gua di depan rumah lo nih. Lo di mana?” tanya Rendy via telopon.
“Gua lagi keluar nih, sorry gua nggak bisa temenin lo.” sahut Debby dengan santai.

Hampir setiap hari Debby melakukan penolakan ajakan Rendy karena dia merasa bahwa Rendy tidak untuknya. Sampai akhirnya Debby mendengar kabar bahwa Rendy telah jadian dengan Alya Anisa.
“Deb, serius lo nggak tau?” kaget Felicia salah seorang teman kelasnya.
“Gua serius lah Fel, buat apa juga gua bohong?. Nggak ada gunanya kan?” ujar Debby yang sedikit kecewa.
“Lo sebenernya suka kan ma Rendy?” secara tiba-tiba Felicia bertanya.
“Udah lama banget Fel, tapi buat apa kalau dia nggak suka ma gua. Cukup kok gua jadi sahabatnya, cukup gua lihat dia bahagia dengan cewek lain.” ujar Debby dengan senyuman manis.
“Salut gua ma lo Deb, lo bener-bener cewek yang baik. Semoga lo juga dapet cowok yang baik pula.” ujar Felicia sambil merangkul Debby.

Tiba-tiba salah satu teman kelasnya yaitu Sheilia datang membawa undangan.
“Guys, besok dateng ya. Gua ultah, jangan lupa besok malem jam 7. Don’ forget!!” ujar Sheilla pada Debby beserta Felicia.
“Oke Fel, kasih kita sajian yang enak ya.” ujar Felicia dengan godaan.

Malam ini, Debby terlihat duduk sendiri di teras lantai atas.
Kringgg… ponsel Debby berbunyi
“Hallo Deon, gua lagi di teras nih. Ada apa?” tanya Debby via telepon.
“Debby, maukah kau jadi kekasihku?. Aku sekarang dibawah, lihatlah ke bawah.” ujar Deon yang langsung dengan cepat Debby menoleh ke bawah.
Tanpa pikir panjang lagi, Debby menjawab “Iya”.

Lalu, keesokan hariya Debby embali ke kampus. Di kampus Ia bertabrakan dengan Rendy, yang sekarang ini sibuk dengan kekasih barunya.
“Debby?. Lo nggak apa-apa kan?” tanya Rendy penuh perhatian.
“Nggak apa-apa kok Ren, lo nggak apa-apa kan?” tanya Debby penuh perhatian juga.
“Iya, Oh iya Deb. Nanti malem temenin gua ke pesta Shelia ya.” ujar Rendy pada Debby.
“Sorry Ren, gua nggak bisa. Lo sekarang udah milik Alya, dan gua juga sekarang udah punya Deon. Jadi ajakin Alya buat temenin lo.” ujar Debby dengan cukup tegar.
“Tapi Deb, gua nggak mau. Gua ingin pergi bareng sahabat gua.” ujar Rendy kembali.
“Sorry, gua nggak mau ikut campur urusan lo dengan Alya. Gua buru-buru nih, ada kelas sekarang. Permisi.” Debby meninggalkan Rendy, serta terlihat penyesalan di raut wajahnya.

Malam pun tiba, Debby pergi bersama Deon.
“Hay guys, kenalin dia Deon. Pacar gua,” ujar Debby memperkenalkan Deon pada teman-temannya.
“Sayang, aku ke belakang sebentar ya.” Deon meminta izin pada Debby. Tetapi Ia tak kunjung menemui Debby.
Sampai akhirnya acara tiup lilin tiba, namun Shelia belum bisa memulainya karena pacarnya belum datang.
“Deonnn?” kaget Debby yang ternyata pacar Shelia adalah kekasihnya.
“Apa-apaan ini Deon?. Kamu kenal Debby?” tanya Sheilia dengan cepat.
“Enggak, aku nggak kenal sayang.” ujar Deon dengan egoisnya.
“Apa?. Tega ya kamu Deon, tega kamu!!. Aku pacar kamu Deon!!.” tegas Debby lagi.
“Apaan sih lo Deb?. Jelas-jelas dia pacar gua!!!” ujar Sheilia yang tiba-tiba menampar Debby.

Tetapi Rendy datang dengan cepat, dia membela Debby.
“Cukup Sheill!!. Apaan sih lo!!. Oh jadi lo Deon?, cowok yang dibanggain Debby!!. Lo pacar Debby?. Mending sekarang, jauhin Debby!!. Debby nggak butuh cowok kayak lo!!” tegas Rendy sambil menggampar Deon.
“Cukupppp!!!” Debby berlari pergi meninggalkan pesta sambil menangis.
Rendy mengikutinya, dan Ia memang datang sendiri ke pesta.
“Debby, Debby, Stopp!!!. Berhenti Deb!!” ujar Rendy paa Debby.
“Ngapain sih lo kesini?. Gua nggak butuh lo Rendy!!.” tegas Debby pada Rendy sambil menangis.
“Gua tahu akhir-akhir ini lo berubah sikap ke gua!. Semua karena cowok bregsek itu kan?” tegas Rendy sambil menatap kedua mata Debby.
“Semua bukan karena dia!!. Dan semua ini salah gua, please Rendy. Tinggalin gua!!” Debby menyuruh Rendy pergi.
“Oke, gua akan pergi!!” ujar Rendy kemudian.

Hampir 2 minggu Debby tidak berbicara maupun chat dengan Rendy. Sampai akhirnya ada acara kemping.
“Sayang, nanti seru kali ya disana?” ujar Alya pada Rendy yang berada tepat di belakang bangku bus Debby.
“Mungkin juga sayang,” jawab Rendy dengan santai.

Tiba-tiba Ferdy datang mendekati Debby.
“Lo sendiri kan Deb?. Boleh gua duduk samping lo?” tanya Ferdy dengan santai.
“Tentu Ferdy, kamu udah nggak cuti?. Aku kangen banget sama kam Fer!!” Debby menempel pada bahu Ferdy.
“Aku juga Debb, kamu yang aku kangenin. Sahabat baikku, tapi sayangnya Aldy nggak ikut ya. Dia lagi ada acara keluarga.” ujar Ferdy kemudian.
“Iya nih, nggak ada dia nggak asyik ya.” Debby berbicara pelan.

Lama perjalanan, akhirnya rombongan sampai di sebuah bukit.
“Yeeeeee!!!. Sampai sayang, asyikkk!!” ujar Alya dengan riang.
“Hemmm, iya bagus banget sayang!!” ujar Rendy kemudian dengan raut bahagia.
Sementara terlihat Ferdy, dan Debby berjalanan bersamaan.
“Gua lihat, hubungan lo dengan Rendy renggang. Why?” tanya Ferdy pada Debby.
“Nggak apa-apa kok Fer, kita baik-baik aja.” ujar Debby dengan wajah ceria.
“Gua tahu dari raut muka lo, lo pura-pura tak ada apa-apa. Yah nggak apa-apa kalau lo nggak mau cerita.” ujar Ferdy pada Debby kemudian.

Tak ada yang berkesan pada kemping kali ini untuk Debby, dan malam ini ada jerit malam yang rutenya telah diatur. Namun, kecelakaan terjadi. Debby terpeleset ke dalam jurang yang cukup dalam, dan di sana ada sebuah desa berpenduduk. Warga menemukan Debby keesokan harinya, dan membawanya ke sebuah rumah.

“Gimana pak?. Belum ada kabar mengenai Debby?” tanya Ferdy pada Tim Sar yang mencarinya.
“Tidak Dek, saat ini Debby belum kami temukan.” ujar salah satu anggota Tim Sar.
“Pak, tolong cari Debby semaksimal mungkin. Kami akan berusaha turun, dan mencarinya di sekitar desa lereng bukit ini.” terlihat rasa khawatir dari raut wajah Rendy.

Hampir seminggu pencarian Debby, namun Debby belum ketemu juga. Tim Sar bahkan telah menyerah, namun wajah khawatir para sahabat Debby masih terasa. Di rumah pun Rendy masih menyebar berita melalui sosmed, dan brosur di jalan-jalan.
Tiba-tiba seorang mengetuk rumah Rendy, dan Rendy pun membukanya.

“Silahkan masuk Fel, kenapa kamu ke sini?” tanya Rendy pada Felicia yang tiba-tiba datang ke rumahnya.
“Rendy, karena keadaan begini. Aku perlu jujur, kalau Debby pernah cerita tentang kamu. Dia bilang dia rela kehilangan cintanya demi kebahagiaan orang lain, walau Ia harus sakit sekali pun. Gua salut ma dia Ren, dia sayang banget dengan lo. Dia mencintai lo, tapi apa?. Lo nggak pernah melihatnya, lo selalu pandang orang lain Ren!!. Aku yakin bahwa Debby itu selamat, ayo Ren!!. Kita berjuang mencarinya!!” ujar Felicia secara langsung.
“Ya Allah, kenapa selama ini aku nggak tahu dia mencintaiku?.” ujar Rendy sambil meneteskan air mata.

Lalu Rendy mengajak sahabatnya ke sebuah desa di bawah bukit yang sekiranya dilalui saat jurit malam waktu itu. Benar saja, dia menemukan Debby.
“Bu, benar teman saya di sini?” tanya Rendy memastikan pada warga yang menemukannya.
“Iya Den, itu foto neng geleuis. Sudah seminggu dia tak sadarkan diri, dan dia kadang menyebut nama Rendy. Tetapi setiap hari neng geleuis saya mandikan, karena di sini jauh dari rumah sakit” ujar Bu Inah seorang warga yang menemukan Debby.
“Baik Bu, saya masuk ya Bu.” ujar Rendy bersama sahabat-sahabatnya.
“Assalamu’alaikuummm!!” sapa sahabat-sahabat Debby bersamaan.
“Debby sayang, maafin aku ya. Maafin aku udah salah ke kamu, please. Please bangun Debby, bangun sayang. Aku ingin kita kayak dulu.” Rendy mencium kening Debby sambil memegang tangannya.

Setengah jam kemudian, Debby terbangun.
“Ren, Ren, Rendy” Debby meneteskan air mata.
“Debby jangan takut, aku di sini. Maafin aku udah salah ke kamu, aku nggak tahu perasaanmu selama ini. Jujur, aku sayang banget ma kamu Debby. Aku cinta kamu, aku sadar kalau ternyata aku sangat kehilangan kamu. Kamu mau kan hiasi hariku sebagai kekasihmu?” tanya Rendy sambil menggenggam tangan Debby sambil menangis.
“Aku nggak bisa Ren, aku nggak mau sakitin hati Alya.” ujar Debby kemudian.
“Gua di sini Debb, gua rela kok. Gua tahu gua salah, gua udah ancam lo. Maafin gua” ujar Alya dengan senyuman.
“Aku mau Ren, aku mau jadi kekasihmu.” ujar Debby yang disambut dengan ciuman bibir oleh Rendy.
“THE END”

Sahabat itu tidak egois, dan sahabat itu harus saling menyayangi. Ketulusan cinta dalam hati itu akan berarti untuk orang yang kita cintai. Namun akan berarti lagi, jika perasaan itu tidak dipendam dalam hati.

Cerpen Karangan: Ambarwati
Facebook: Ambar Wathie
Namaku Ambarwati, terlahir dari sebuah kota kecil bernama Kutoarjo, Purworejo, Jawa Tengah pada 20 Mei 1998. Sejak kecil aku sudah hobi menulis cerpen, puisi, maupun menggambar. Kini saya duduk di bangku perkuliahan di STIKES Muh Gombong prodi D3 Keperawatan. Sekian profil singkatku, dan Selamat Membaca!!!

Cerpen Confused (Part 3) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sehangat Serabi Solo

Oleh:
Pasar Klewer. Huh, kenapa siang-kerontang begini aku malah kemari? Mengendarai motor matic-ku yang seakan menderu lelah mengantarkanku kesana-kemari di bawah terik matahari? Ohya, benar. Aku kemari karena kakakku. Ia

Kudapatkan Apa Yang Kumau (Part 1)

Oleh:
Kenalin nama aku yuri, usia aku 17 tahun. Cerita ini berawal saat aku jatuh cinta pandangan pertama dengan seorang laki-laki di daerah rumahku, nama dia kiki, entah kenapa aku

Jendela Kaca Kelas ini

Oleh:
Duduk di pojok bangku deretan belakang tepat di samping jendela kaca yang tembus pandang langsung menuju kelasnya. Dari sana pula aku mulai mengenal paras cantiknya dari balik jendela kaca

Seperti Menyentuh Strawberry

Oleh:
Aku bodoh hanya karena cinta. Setiap hari, aku menunggunya. Waktu-waktuku terbuang sia-sia. Aku mengorbankan waktu yang menurut sebagian orang berharga hanya untuk melihatnya. Aku menunggu dia pulang, aku mengintip

Sahabat Bagiku

Oleh:
Namaku Ricky aku hidup di pinggir kota terpencil letaknya di ibukota Jakarta, aku masih berumur 12 tahun dan masih duduk di bangku sekolah 1 (satu) SMP, dan aku mempunyai

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Confused (Part 3)”

  1. Mery Ananta says:

    ya Allah akhir yg indah..pdhl masih bnyk hal yg menarik kalau ga di endingin .. masih bisa terjadi hal² yg membuat pembaca deg²an dan menerka nerka apa yg kan terjdi hihi..
    super buat cerpennya ku tunggu karya berikutnya untuk Ambarwati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *