Cowok Istimewa

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 7 February 2018

Hai guys!!! Namaku Rain, aku sekolah di SMP 2 Jati, dan sekarang aku kelas 9. Aku punya sahabat cowok namanya Pratama. Aku berharap persahabatan kita bertahan dan selalu bersama dalam suka maupun duka. Aku juga sedang mengagumi cowok. Yah namanya Wijaya, dia mantan Ketua Osis di sekolahku. Di mataku dia itu istimewa, tampan, baik, dan cerdas.

Suatu hari di kelas..
“Hai Rain, kok ngelamun, mikirin apa sih? Aku tau pasti mikirin Wijaya kan?” tebak Pratama
“Apaan sih? Siapa juga yang mikirin Wijaya,” elakku
“Iya udah, aku mau ke kantin, kamu ikut nggak?” tanya Pratama

“Ehm.. ada Wijaya nggak?” tanyaku balik
“Wijaya mulu, kan masih ada aku sahabatmu, hehehe.” Pratama
“Iya udah deh aku ikut,” jawabku

Di kantin kami beli camilan. Lalu kembali ke kelas. Saat akan ke kelas, kita bertemu Wijaya. Dia nyapa kita sambil senyum. Senyumnya itu manis banget, bikin aku klepek-klepek.

“Hai Rain! Hai Pratama!” sapanya
“Hai juga Wi,” balas kita
“Nanti kita pulang bareng yuk!” ajaknya
“Oke, siap bos!” jawabku. Lalu dia berlalu pergi dan kita pun kembali ke kelas.

Di dalam kelas aku ngobrol sama Pratama. “Prat, Wijaya itu manis, ya? Senyumnya menghidupkanku kok, hehehe,”
“Manisan juga aku Rain,” sambil nunjukin senyum pepsodent
“Cielah, terserah kamu aja deh,” pasrahku

Lalu bel masuk berbunyi tanda pelajaran akan dimulai. Apalagi guru yang mengajar nyebelin lagi, tambah bosen dah. Setelah dua jam bel pulang berbunyi. Yah aku menghampiri Wijaya untuk pulang bareng sampai aku melupakan sahabatku.

“Hai Wi! Udah nunggu lama ya? Sorry yak,” maafku.
“Eh, nggak kok Rain, Pratama mana?” jawabnya
“Aku kok bisa lupa ninggalin dia ya,” jawabku. Tiba-tiba Pratama datang sambil marah-marah.
“Rain, aku kok ditinggal, gimana sih kamu!” marahnya

“Aku lupa Prat, maaf ya, please” masang muka melas
“Iya deh,” Pratama
“Ayo pulang!” ajak Wijaya
“Ayo!” jawabku dan Pratama serentak

Di jalan kita nggak ngobrol, kita masing-masing berpikir soal UN yang akan datang. Sampailah aku di rumah tercinta. Aku langsung masuk dan ganti pakaian lalu makan siang. Setelah makan, aku buka hp dan ternyata ada sms dari Wijaya, pesannya gini..
“Hai Rain, besok kan ulang tahunnya Pratama, gimana kalau besok kita kerjain dia?” Wijaya
“Oh ya? siap bos!” balasku

“Aku tunggu di taman pukul 06.00 WIB” balasnya
“Pokoknya beres, aku akan datang tepat waktu” aku
“Okay, udah dulu ya!” Wijaya
“Iya” aku

Lalu aku tertidur dan besoknya aku bangun. Hari ini adalah Minggu, aku janji sama Wijaya mau ngerjain Pratama di hari ultahnya ini. Aku bergegas mandi dan menemui Wijaya di taman.

“Hai Wi! Sorry lama, biasa cewek kalau dandan kan lama, hehehe” crewetku
“Ih crewet banget sih kamu! Aku cubit pipimu lho!”
“Biarin, sini kalau berani! Aku tonjok duluan, baru tau rasa” Aku

“Iya deh, ayo kita ke rumah Pratama!” ajaknya
“Ayo!” jawabku semangat

Sesampainya di rumah Pratama kita nyiapin kejutan buat dia. Kita ketuk rumah Pratama, lalu kita sembunyi. Dia keluar lalu masuk lagi karena tak ada orang. Saat dia putar badan.. Baaa! kita mengagetkan dia sambil ngucapin selamat ulang tahun buat dia.

“Selamat ulang tahun ya Prat, udah tambah tua aja nih kayaknya” ucapku
“Ih kamu mah gitu Rain” sambil nonjok lenganku
“Selamat ulang tahun ya bro!” Wijaya
“Iya Wi, makasih yah” Pratama

“Nih kuenya, tiup lilinnya dong, jangan lupa make a wish!” kataku
“Iya bawel”

Setelah kita selesai di rumah Pratama, kita pamit pulang. Rasanya badan capek semua. Sampai aku tertidur di kamar(namanya juga tidur pasti di kamar lah). Malamnya hpku berbunyi tanda ada sms masuk dan ternyata dari Pratama.
“Rain, makasih atas semuanya ya” dia
“Iya Prat, sama-sama” balasku

“Aku mau ngomong serius sama kamu boleh nggak?” dia
“Ngomong aja, kayak sama siapa aja deh” aku
“Sebenarnya Rain dari awal kita kenal aku suka kamu. Kamu mau nggak jadi pacarku?” dia
“Oh..” aku

“Gimana Rain?” dia
“Ehm.. tapi kan aku sukanya sama Wijaya, aku tak mau nyakitin hati kamu, maaf ya Prat, lebih baik kita sahabatan aja deh” aku
“Iya udah” dia
Mulai saat itu Pratama tak pernah menyapaku. Dia tidak pernah menghubungiku lagi. Aku berusaha meneleponnya tapi direject.

Dan aku dapat message dari dia iya Pratama.
“Aku tak bisa menjadi sahabatmu lagi.”
“Kenapa?”
“Lebih baik kita berteman saja”

“Tapi aku mau tetap jadi sahabatmu”
“Aku tak bisa Rain”
“Maafkan aku Prat, berilah aku kesempatan lagi”
“Aku udah memaafkanmu, tapi aku tak bisa menjadi sahabatmu lagi”

“Berikan kesempatan lagi Prat”
“Terlalu banyak kesempatan yang kuberi padamu”
“Please Prat, kumohon”
“Maafkan aku Rain”

“Iya udah terserah kamu. Saranghaeo Pratama” akhirku

Persahabatan kita berakhir di hari ultahnya. Yah, sekarang kita jauh sekali bagaikan matahari dengan bumi. Aku terlambat dalam memahami perasaannya. Sekarang aku dan Pratama seperti orang yang tidak saling mengenal sama sekali. Namun, aku akan tetap menyayangi Pratama. Yah benar saat dia telah pergi dariku, aku mulai mencintainya. Maafkan aku Pratama. Aku mulai mencintaimu. Saranghaeo OPPA PRATAMA.

Cerpen Karangan: Nur Khalim
Facebook: Khalim Nur Arveeme
TTL: Kudus, 8 Desember 2001
E-mail: nurkhalim[-at-]gmail.com

Baru pemula, butuh kritik dan sarannya. Sekian terima kasih. Khalim always wait you, Boy.

Cerpen Cowok Istimewa merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tunggu Aku Kembali

Oleh:
Khoirotunnisa adalah temanku teman yang baik dan cantik tentunya. Dia adalah salah satu orang yang sangat pengertian padaku tapi di sisi lain dia tidak begitu care terhadapku karena yang

Selalu Bersama Cinta

Oleh:
“Angin berlalu meninggalkan bayangmu yang berbentuk semu indah di sana. Aku masih setia terduduk di sini. Di sebuah cafe favorit kita. Bergeram tangis dan juga luka, sesekali memendung rindu

Gadis Lili Putih

Oleh:
Hans memandang ke cangkir kopi di hadapannya. Kini cairan hitam pekat itu tinggal bersisa seperempat dan pemuda pirang tersebut hanya perlu meneguknya sekali agar substrat kental dengan kadar kafein

Teratai’s Book

Oleh:
Musim hujan baru saja menyapa dunia ini, tanah pun belum kering akibat hujan semalaman, membuat semua orang malas beranjak dari balik selimutnya pagi-pagi buta seperti ini, suara ayam yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *