Cukup Cintamu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 11 January 2017

Hari terus berganti, aku masih saja terjebak dalam statusku dengannya, entah mengapa hubunganku dengannya hanya bertahan empat bulan saja. Padahal aku sangat sayang dan mencintainya, apapun akan aku lakukan tapi, sayangnya dia lebih memilih orang lain.

Aku cuma bisa tersenyum dan bergumam mungkin dia bukan jodohku, mungkin tuhan akan memberikan wanita yang bisa menerimaku apa adanya.

Hari-hari yang kulewati kini menjadi gelap, semuanya telah aku ubah. Duniaku seperti dunia ilusi yang hanya bisa kulihat sendiri. Selain itu aku juga asik bermain-main dengan wanita, tak cukup satu orang. Duniaku hancur karena dia.

Entah mengapa aku sangat kesal pada Ambar, kenapa wanita itu selalu saja ada dalam pikiranku, berulang kali aku mencoba menghilangkan wajahya dari ingatanku tapi selalu saja gagal, entah karena dia cantik, manis, tapi ahhhh entahlah mungkin aku telah gila.

“Hai” sapaku setelah aku berhasil menemuinya, cukup sulit tapi harus begitulah karena, ceweknya rese sapaanku pun tak ia jawab dan senyum-senyum sendiri bikin orang salting aja.

“Ngapain kamu disini?” tanya Ambar agak tersenyum membuat aku agak terlena karenanya. Dan yang lebih mengejutkan aku adalah saat mamanya bilang kalau aku calon menantunya, haduhhh! Mau kujawab apa nih? Aku sekali lagi tersenyum.

“Udah biarin dia di sini, dia pacar kamu kan, udahlah ngobrol aja” timpal mamanya membuat wajahnya berubah menjadi datar.

“Kalau aku mau melamarmu boleh nggak?” entah mengapa aku sangat bodoh, kenapa aku mengucapkan itu padanya, tapi kenapa Ambar tersenyum atau jangan-jangan dia juga suka dan mau menerima lamaranku?

“Tentu saja, kenapa tidak”

Begitu bahagianya aku mendapatkan Ambar, ya walau terkadang nyebelin tapi kenapa dia selalu ada dalam pikiranku, mungkin karena aku benar-benar sayang padanya,
Tapi aku melupakan satu hal yang sangat penting yaitu memberitaukan dia tentang statusku yang masih mempunyai istri, apa yang harus aku katakan! Apa? Apakah aku harus jujur ataukah aku harus menyimpan semua ini sendiri? Ini sungguh membingungkan aku.

Dan hari ini aku memutuskan untuk menemuinya, aku bersandar di bahunya,
Ambar melihatku serius “Ada apa? Tumben kamu menyuruhku datang menemuimu, apakah kamu mau mengatakan sesuatu?”

Mendengar hal itu aku pun mengumpulkan keberanian untuk mengatakan tentang statusku padanya,
“Sebenarnya aku mau jujur sama kamu, tapi kamu tak akan ninggalin aku kan” tanyaku mencoba untuk memastikan.

“Enggak, aku enggak akan pernah ninggalin kamu, emangnya kamu mau bilang apa?”

Aku diam memandang wajahnya, aku sejenak berpikir apa yang terjadi setelah dia mengetahui jika aku sebenarnya masih mempunyai istri. Apakah dia akan meninggalkan aku? Atau marah padaku? Dengan grogi aku mengatakan semuanya, rasa cemasku pun datang setelah aku selesai memberi taukan semuanya.

“Masa lalu biarlah berlalu, jangan mengungkitnya lagi, sedari awalkan aku sudah bilang, aku menerimamu apa adanya, sudah jangan sedih gitu ah” Ambar membelai rambutku dengan lembutnya. Membuatku merasa sangat tenang bila aku di dekatnya, dan satu hal yang paling aku kagumi dari dia adalah dia wanita yang kuat, wanita yang mampu melewati semuanya bersamaku.

Dan pada akhirnya istriku yang meninggalkan aku pun merusak semuanya, aku dituduhnya sebagai suami tak bertanggung jawab, padahal yang meninggakan semuanya adalah dia sendiri, dia lebih memilih bersama sekingkuhannya dari pada bersama dengan suaminya sendiri. Yaitu aku. Dan, kini mengapa dia datang dan mengaku sebagai istriku di depan tunanganku padahal aku juga tau dia juga telah mempunyai tunangan sendiri. Ia melabrak Ambar dan berkata kepada semua orang jika Ambar telah merebut suaminya!

Door
Sebuah petir menyambar dadaku apa yang harus kulakukan semua ini gara-gara dia, mengapa dia datang disaat yang tak tepat. Tapi Ambar tau yang salah bukan aku tapi dia.

Ambar mengorbankan semuanya. Cacian, makian bahkan hinaan tak membuat rasa sayangnya luntur. Dan aku bahkan tau cukup hanya cintamu yang bisa menguatkanku,

Cerpen Karangan: Ion Ajjah
Facebook: Ion Ajjah

Cerpen Cukup Cintamu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku dan Kau

Oleh:
Sebelum kau hadir di kehidupku hidupku terasa hampa, tak ada kebahagian yang membuat diriku tersenyum lepas bahagia, hanya kenangan pahit di pikiranku, masalaluku yang kejam dan tetesan air mata

Pertama Kali

Oleh:
Sore itu, hujan datang membasahi bumi. Hujan yang datang cukup besar. Seisi sekolah telah kosong, tapi aku belum dijemput. Aku baru saja selesai dari ekstrakurikuler matematika, pelajaran favoritku sejak

Endless Love

Oleh:
Sudah 5 bulan berlalu, kesedihanku belum juga terobati setelah aku putus dari pacarku Sandi dan sudah hampir 5 bulan juga aku tidak pulang ke kampung halamanku di Banten. Nah!

July in Love

Oleh:
Waktu menunjukkan pukul 12.00 WIB dini hari saat aku terbangun dari lelapnya tidur malam ini. Suara penggorengan yang beradu dengan spatula milik abang nasi goreng saat itu yang membuat

Kesahatan itu Mahal Harganya

Oleh:
Nisa menarik nafas dalam-dalam. Pikirannya kosong menerawang ke langit. Dua mata pelajaran hari ini menguap begitu saja. Bahkan sampai jam terakhir, tidak ada satupun materi masuk ke otaknya. Otaknya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *