Cukup Sampai Di Sini

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 9 May 2017

Entah kapan aku akan bebas, ketika dulu kau tak mau bersaksi di pengadilan untuk kesalahan yang kau buat sendiri aku tak menyalahkan kau jikalau kau datang ke pengadilan waktu itu. Ini salah kau, mengapa hatiku yang kau penjarai? 3 tahun lamanya hati ini terpenjara sendiri, tapi aku yakin kau akan datang untuk membebaskannya. Lama aku menunggu kau yang tak kunjung datang. Hati ini menanti kau, hati ini ingin bebas dari kau, tolong cepat datang! Aku bosan di sini memikirkan kau yang tak pernah memikirkanku. Aku hanya membutuhkan kau untuk membebaskan hati ini lalu kau boleh pergi jauh tanpa harus kembali lagi.

Aku tahu, bahwa kau tak menyadari kesalahan yang kau buat karena hanya aku yang mengharapkanmu dan aku tahu, aku hanya pelarian ketika kau tak memiliki siapa pun. Kau membuat tiap malamku indah. Kau mengajakku ngefly hingga langit ke tujuh, tapi ketika kau memiliki seseorang kau melepaskanku, hingga aku terpental jauh ke bumi ini lagi lalu terpenjara sendiri dengan sejuta kenangan yang aku pun tak sanggup untuk menghapusnya.

Masih di sini, di tempat dulu kau membuatku selalu bahagia tiap malamnya, namun sekarang aku di sini sendiri dengan hati kosong. Aku menyadari apa yang aku lakukan tiap hari di sini. Aku hanya berharap satu, kau datang untuk membebaskan hati ini dan aku yang akan pergi jauh.

“hay sudah dong, apa yang kamu harapin datang ke tempat ini lagi?” suara itu membuyarkan lamunanku malam ini
“kamu juga tahu apa yang aku tunggu” jawabku dengan nada memelas
“dengan bodohnya kamu tunggu dia di sini yang sudah jelas nggak akan pernah datang” balasnya
“cha kali ini aku mohon biarkan aku di sini”
“selalu itu jawaban yang aku dengar kali ini, kali ini dan kali ini”
“aku mohon”
“baiklah” dan pada akhirnya kata itu yang akan terucap dengan berlalunya marsha dari hadapanku.

Pagi ini masih sama seperti pagi-pagi sebelumnya, berlalu begitu saja. Ting-ting! Kubuka pesan yang tertulis dari marsha “ntar jam tujuh aku jemput kamu, kita jalan-jalan ke taman” tanpa kubalas pesan singkatnya. Sebelum jam tujuh marsha sudah di rumah, kami berangkat.

Di taman begitu ramai orang berlalu lalang tapi aku tetap merasa sepi. Berjalan terus berjalan sampai akhirnya langkah kami terhenti. Aku terdiam, orang yang selama tiga tahun ini bersalah kini tepat di depanku. Terdiam di tengah keramaian, tapi aku ingin menamparnya, aku ingin mencaci makinya, aku ingin terus memukulnya sampai kau sadar bahwa kau yang bersalah tapi semua hanya ada dalam pikiranku saja. Apa yang harus kulakukan? Apa aku harus meninggalkannya begitu saja? Atau aku harus memarahinya di tengah keramaian seperti ini? Aku bingung.

Lagi-lagi marsha yang membuyarkan lamunanku.
“apa yang kamu pikirin widya?” tanyanya
“entah apa yang harus kulakukan saat ini cha” jawabku, masih belum percaya dia ada di depanku.
“apa yang mau kamu omongin?” tanya dery. Iya dery lelaki yang bersalah selama ini
“entah harus dari mana aku mulai, tapi terima kasih sudan datang dan membebaskan hatiku” butiran bening menghujani pipiku.
“sesuai janjiku, aku akan pergi jauh ke tempat yang tak akan pernah kamu datangi dery” sambungku
“sejauh apapun kamu pergi aku pasti menemukanmu, di manapun itu widya”

Apa yang kau rencanakan sekarang. Kata-kata apa yang baru kau keluarkan. Aku hanya diam terpaku, namun tetap saja air mata menghujani pipiku. Cukup, cukup sampai di sini aku takut kau melakukan hal yang sama, aku takut merasakan sakit untuk kesekian kalinya. Aku akan perjauh membawa lembaran yang penuh dengan coretan kenangan manis kita, tak akan pernah kubuang dan kulupakan. Sementara kau stay here ku mohon! Tetap di sini Dery Wahyuh Hugraha.

Cerpen Karangan: Widya Oktora
Facebook: Widya
lebih seneng nulis cerpen yang pernah dialami gtu, semoga senang membacanya

Cerpen Cukup Sampai Di Sini merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kamu Aja Deh

Oleh:
“Allahu akbar Allahu Akbar” “Hoaammmmm, masih ngantuk nih,,” Suara Adzan Subuh itu lagi. Suara yang biasa membangunkanku seperti pagi ini, pusing bener rasanya, ku paksa kucek-kucek mata yang masih

My Enemy My True Love

Oleh:
Kriiingg… Suara alarm memecah keheningan, sebuah tangan dari balik selimut menggapai dan mematikannya. Annisa beranjak ke kamar mandi, ia akan bersekolah pagi ini dan bertemu dengan teman-temannya yang menurutnya

Gagal Move On

Oleh:
Kring! Kring! Kring! Alarm di kamarku sudah berbunyi, itu tandanya aku harus segera bangun dan bersiap-siap untuk sekolah. Aku langsung ngambil handuk dan langsung pergi ke kamar mandi setelah

Cerita Bersama Hujan

Oleh:
Air hujan membasahi tanah bumi hari ini, lebih tepatnya jam 18:45. Aku termenung di sofa dekat jendela kamarku, sesekali tanganku merasakan rintikan air itu, dan sesekali pula mataku tak

Terluka Karena Mu

Oleh:
“Ya Tuhan, berikan aku kekuatan dan kesabaran, kalau dia memang kau berikan untukku, maka kuatkanlah aku untuk menghadapinya.” rintihku menahan air mata yang sudah membendung di antara keduanya. Pesan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *