Dan Bila Dia Datang

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 22 May 2013

Panggil saja aku saskya, Sekarang aku sedang memasuki semester enam buat menyelesaikan study akuntansiku di suatu universitas terbuka di kota Yogyakarta. Ceritaku berawal semenjak aku mengenal dirinya tanpa sengaja aku mengenali dirinya hanya lewat jejaring sosial facebook yang berawal hanya sekedar chat biasa, Dan tanpa di sadari ternyata dirinya satu universitas dengan diriku, Tetapi hanya saja dirinya beda jurusan dengan aku. Tanpa menyadarinya lama kelamaan aku mengenali sosok seorang BVR, setelah perkenalan lewat chat tersebut aku dan BVR pun semakain dekat saja, dan pada suatu hari saat aku dan dirinya lagi chat bersama tiba-tiba BVR meminta nomor handpone ku walaupun hanya lewat chat facebook kami.
“saskya, aku boleh minta nomor handpone muu”
“Iyaaa” Tanpa berpikir lagi aku pun langsung memberi nomor handpone ku kepadanya,

Semenjak perkenalan dari chat itu lah BVR sering peneleponku dan terkadang dia sering menyayikan lagu untuk ku walaupun hanya lewat telepon genggam milik nya. Dan tiba pada suatu malam BVR mengajak ku kencan dan menjemputku di suatu kost-kostan di mana aku tinggal. Tanpa kusadari ternyata dia mengajak ku nonton di bioskop, Aku masih teringat jelas pada waktu itu aku dan BVR menonton flim “(pocong juga pocong)” Aku masih mengingat semua itu, Walaupun pulangnya sudah larut malam tapi aku sangat menikmati kencan pertamaku dengan dirinya.

Mulai saat berkencan itu lah BVR semakin memperhatikan ku dia sering Sms, Menelpon dan mengajak ku kencan. Dan hubungan ini masih sangat dekat, Tapi walaupun hubungan ini sangat dekat antara aku dan BVR tetapi kami tidak mempunyai hubungan yang special antara aku dan BVR. Seiring berjalannya waktu tak terasa begitu cepat waktuku di semester enam ini, Dan tak lama lagi aku akan memasuki semester tujuh di mana semester tujuh ini aku sudah mengambil kuliah kerja nyata ku atau kkn, Saat BVR menelpon ku aku memang senagaja membahas soal kkn bersama nya dan ternyata pada semester itu dia juga sudah bisa mengikuti kuliah kerja nyata tersebut dan kami bermaksud untuk kuliah kerja nyata bersama.
BVR pun menyutujui ajakan ku untuk kulai kerja nyata bersama dirinya, dan akhirnya seiring berjalannya waktu semester enam pun usai, Aku dan BVR masih sanggat dekat. Memang waktu berjalan sangat cepat secepat aku mengenali sosok BVR.

Akhirnya semester enam pun usai…
Dan tiba akhirnya aku memasuki semester tujuh, pada semester ini aku dan BVR pun masih sangat dekat, Setelah beberapa bulan aku mengikuti kuliah dan aku memasuki yang namanya kkn (kuliah kerja nyata), aku dan BVR pun sudah lama membicarakan pada saat kkn tersebut akan satu group bersama diriku, Walaupun BVR bukan mahasiswa akuntansi tetapi BVR bisa satu group bersamaku, BVR merupakan mahasiswa pertambangan yang sangat terkenal di universitas kami. Memang sudah syaratnya seperti itu untuk melaksanakn kulia kerja nyata.

Kulia kerja nyata (kkn) pun tibaa…
Semenjak kkn berlansung di sanalah aku semakin menyukai sosok seorang BVR, dan menggagumi dirinya, aku berfikir aku memang menyukainya, Tapi pandangan BVR terhadap ku tak seperti yang kurasakan, aku mengharapkan BVR ada perasaan yang lebih padaku tapi ternyata perasaan itu hanyalah perasaan teman dan tak lebih dari seorang teman. Tapi BVR pun tak ambil pusing soal itu, Soal perasaan ku padanyaa. walaupun teman-teman nya sudah mengetahui kalau aku menyukai BVR, Tapi dirinya masih cuek saja tanpa menghiraukan gurawaan teman-teman nya, Aku berharap saat teman-temanya bergurau itu lah BVR akan mengetahui semuanya, Tapi pada akhirnya dia tak menghiraukan gurawan teman-temanya itu (dalam hati ku berkata aku kecewa saat itu) pada sikap BVR yang begitu cuek.

Hari terus berganti dan sampai lah di mana kkn ini akan berakhir, Kkn berakhir buat tugas ku sebagai mahasiswa, Sampai semuanya berakhir BVR tak pernah menghiraukan semuanya tentang perasaan ku padanya.

Kulia kerja nyata (kkn) pun berakhir…
Kkn pun berakhir BVR pun berakhir juga buat aku, Sampai setelah kkn berakhir sampai itu juga dia tak pernah memberi kabar pada ku, jangankan buat menelpon lagi, atau menyayikan ku lewat telepon gengamnya, Sms pun tak pernah lagi, Dan aku berharap setelah kkn ini berakhir. Perhatian dan sebagainya yang sudah BVR berikan padaku dulu jangan berakhir pula, tapi semuanya tak seperti yang ku harapakan. Aku mengharapakan sosok BVR yang dulu yang pertama aku mengenal BVR pertama kalinya, tapi BVR berubah drastis saat itu juga, Cuma kecewa lah yang aku dapat dari sosok seorang BVR.

Sampai lah di ujung di mana aku di sibuk kan dengan tugas akhir kuliaku, dan aku harus menyelesaikan skripsi ku, Aku berharap sampai sejauh ini BVR ada menanyakan kabar tentang diri ku, Tapi kekecewaan lagi yang ku dapat (aku bergerutu dalam hati) kemana sosok seorang BVR yang dulu ku kenal, kenapa kkn berakhir, BVR berakhir juga buat aku.
Bukan waktu yang sangat singkat untuk aku melupakan sosok BVR dalam hidupku, Dan tiba lah aku di penghujung tugasku sebagai mahasiswa di universitas swasta ini, aku dapat menyelesaikan semua tugas ku sebagai mahasiwa tepat waktu,

Setelah ujian pendadaran (ujian akhir) ku berharap sosok BVR ada memberiku ucapan, selayaknya teman-teman ku yang lain, Dan aku berharap sosok BVR bisa datang pada hari itu. Sampai beberapa hari aku sudah melaksanakan tugasku sebagai mahasiswa tingkat akhir, tapi sampai sejauh ini juga aku tidak mendapatkan kabar dari dirinya. Jangankan datang memberi selamat, ucapan dan melihat ujian akhirku, keberadaan dan kabarnya pun aku tidak tau lagi.
Kali ini aku mendapat kekecewaan lagi dari dirinya, Dan saat itu aku berfikir apakah aku bisa melupakan seorang BVR. Sepertinya BVR memang menjauh dari aku, bahkan aku menyadari samuanya itu.

Dan tiba lah pada hari yang ku tunggu-tunggu itu, hari yang selama ini aku perjuang kan selama tiga setengah tahun, Hari yang merupakan hari bersejarah dalam hidup ku, dan hari itu juga hari di mana aku memasuki hari kenyataan buat aku, dunia nyata bagiku dan tepatnya hari itu hari sabtu, 20 april 2013, itu lah hari mana aku mendapat gelar SASKYA .SE, aku berharap dalam hati. Di hari ini aku pengen sosok BVR datang menemui diriku, mengucapkan selamat, dan memberikan ku setangkai bungga, dan aku berharap bisa melihat dia.

Dan di hari ini juga hari di mana hari kebahagiaan ku sosok BVR yang ku harap kan datang menemui ku, Sampai acara selesai sosok BVR yang selama ini aku harapkan, aku menunggu dia datang pada saat wisuda ku, dan ternyata dirinya tak datang untuk menemui diriku. Jangankan menemuiku, sms atau menelpon pun gak ada dia kirim buat aku, Pada saat itu lah aku sangat-sangat kecewa atas sikap BVR terhadapku, Aku gak bisa bicara apa-apa lagi saat mengetahui seseorang yang selama ini aku tunggu, aku kagumi dan seseorng yang aku sukai gak hadir di acara wisuda ku ini, tapi apa yang ku dapat, kekecewaan lagi yang ku dapat dari sesosok BVR yang selama ini aku harapkan.
“Dan bila dia datang” aku akan tersenyum, sangat senang, dan mengucapkan terima kasih padanya karena dia sudah meluangkan sedikit waktunya untuk hadir pada acara wisudaku, tapi kenyataannya berbalik dan tak sesuai dengan yang ku harapkan.

Dan akhirnya aku berfikir, sepertinya BVR memang ingin pergi dari hidupku. Mungkin di balik semua ini tuhan sudah merencanakan yang lebih indah untuk ku, tanpa harus menunggu, menunggu… dan menungguu… balasan perasaan BVR terhadapku. Aku mencoba untuk melupakan sosok BVR dalam hidup ku, walaupun ini sanggat sulit bagiku. Saat di mana aku harus benar-benar melupakan sosok BVR, tanpa harus mengingatnya lagi dan tanpa mengharapkannya kembali lagi.
Terima kasih BVR kamu sudah mengajarkan ku bagaimana artinya bersabar, dan menungguu…

Cerpen Karangan: Haryanti
Facebook: girls_haryanti[-at]yahoo.co.id / haryanti yanti
twiter: haryanti18

Cerpen Dan Bila Dia Datang merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


My Bestfriend, My True Love

Oleh:
Sebelumnya, aku tidak pernah tahu makna cinta, karena menurutku yang lebih indah dari semua itu adalah persahabatan. Persahabatan lebih dari apapun, karena mencari sahabat sejati begitu susahnya, seperti mencari

Sebuah Ikatan

Oleh:
Moodku hilang. Berubah seketika ketika kau ucapkan hubungan kita tak akan berujung. Selama ini? Aku membuang waktuku denganmu. Menanti pagi, bermain dengan siang hingga senja, lantas berpisah ketika malam.

Confused (Part 3)

Oleh:
Akhirnya Rendy dan Debby sampai di kota tercintanya. Namun, mereka tak langsung pulang tetapi mampir dahulu ke sebuah kedai santai. “Ren, bentar lagi aku yakin pasti kamu dapetin dia.”

Awan Vs Jingga (Part 2)

Oleh:
Hari ini Awan memang sedang tidak ada jadwal kuliah. Namun dia tetap pergi ke kampus untuk menemui Jingga. Saat sedang menunggu Jingga di taman kampus, Awan bertemu dengan kekasihnya,

Isi Surat Itu

Oleh:
Keinginanku untuk menulis ini berawal ketika aku yang baru saja pulang dari suatu tempat rekreasi bersama teman-temanku. Sebenarnya aku tidak berencana mengajak teman-temanku mampir di rumah, tapi karena kebetulan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *