Dari Kenalan Menjadi

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 10 January 2015

Aku turun dari mobil, suasananya tampak lain dari biasanya. Ya, saat ini aku berada di majenang tepatnya kota kecil di cilacap barat, suasana di kota ini tampak lain dari kota jakarta. Tak ada kemacetan tak ada pula polusi berlebih. Lalu aku masuk sekolahan baruku yaitu smk komputama majenang, pada saat itu aku pura-pura lugu seperti anak-anak desa pada umumnya, lalu aku mencari ruang guru, lalu aku menemui wali kelas xi tkj1 yaitu bu yulia lestari. Tak beberapa lama bel tanda masuk berbunyi, dan aku diantarkan ke ruang kelas baruku, ternyata banyak anak yang tersenyum melihatku, lalu aku balas dengan senyumku, aku masuk ruang kelas dan aku melakukan perkenalan di depan kelas

“haii, kenalin, aku khaiz… Dari smkn 80 jakarta,”

Lalu aku disuruh duduk di samping anak cewek cantik dan kayaknya baik hati,

“hai, kenalin nama aku syila melanika, cukup panggil aku syila ajah” kata dia sambil menjulurkan tangannya mengajak kenalan
“hai juga, aku khaiz,” kataku dengan senyuman dan bersalaman

Bel tanda istirahat pun berbunyi

“hai syila, ke kantin yuk?” kataku
“maaf ya khaiz, aku lagi puasa. Mending main wifi disini sambil nyari informasi di internet” kata syila
“wahhh, aku gak bawa laptop tuh” kataku
“ough, ya gak papa, kalo kamu mau ke kantin silahkan, tapi kalo kamu mau bareng aku duduk nih di samping aku”
“ok syil…” kataku

Ternyata syila tidak cantik saja tapi juga baik dan banyak yang suka padanya…

“ngomong-ngomong alamat kamu dimana?” kataku
Rumah aku di padangjaya, aku sebenernya asli orang purwokerto” kata syila

“nanti pulangnya bareng yuk? Kebetulan aku bawa mobil sendiri” kataku
“makasih yoo, tapi maaf aku gak bisa” kata syila
“why?” kataku
“kata orangtuaku aku gak boleh jalan ama cowok sembarangan, apalagi baru kenal, karena di lingkunganku termasuk zona merah buat berduaan” kata syila
“hah? Emanya kita pacaran, ampe berduaan segala, hehehe” kataku
“bukan itu maksud aku, kamu tau kan maksudku??” tanya syila
“ya dah, terserah kamu mau pulang bareng aku, pulang bareng siapa hak kamu” jawabku

Bel tanda masuk pun berbunyi, saatnya pelajaran yang aku hindari yaitu matematika yang diajar oleh pak tatang purwana

“ayo kumpulkan tugas kalian!!!” ucap pak tatang dengan keras
“belum pak!!!” sebagian kelas ngomong dengan kompak
“kenapa sih kalian? Pasti anak-anak itu saja yang belum, ngomong-ngomong ada anak baru nih?”
“hehehe, iya pak” jawabku dengan agak malu
“ayo perkenalkan dirimu” pinta pak tatang

Lalu aku perkenalkan kembali, namun parahnya aku disuruh mengerjakan soal di depan

“khaiz, coba kamu kerjakan soal ini persamaan 4y + 6x = 60y dan 6y + 9x = 70x” tanya pak guru
“matilah gua” ucapku dalam hati

Sekitar 10 menit aku di depan kelas, aku gak bisa ngerjain

“maaf pak, saya tidak bisa” kataku dengan agak ragu
“syila, coba bantu khaiz” kata pak tatang
“baik pak.” kata syila

Syila ternyata dengan mudahnya mengerjakan soal itu tidak ada 5 menit..!!!

“bagus, silahkan duduk” kata pak tatang

Sepulang sekolah aku belanja dulu di laksana baru swalayan yang tak jauh dari sekolahan aku, setelah belanja aku pulang, namun ternyata syila masih di depan sekolahan dengan tingkah bingung

“sylia? Kok kamu masih disini?” tanyaku
“bru rapat osis, gak da bus, mungkin jam segini dah gak da lagi” jawab syila
“trus kalo gak ada bus kamu minta dijemput?” tanyaku lagi
“tidak, aku biasanya jalan kaki” jawabnya
“busettt, klo gak keberatan ikut aku aja yuk? Kebetulan kita searah”

Dengan terpaksa syila pun mengikuti kemauanku. Lalu sampai di rumah syila aku mencoba jelasin ke orangtuanya agar tidak salah paham

“maaf bu, saya tadi lihat syila kebingungan tidak ada bus, lalu saya ajak syila untuk pulang bareng” kataku
“ough, makasih ya de, ayo masuk de” kata ibunya syila
“maaf bu, dah sore, kapan-kapan aja kalo sempet” kataku sambil salaman sama ibunya syila
“oh ya, hati-hati di jalan ya de, makasih udah nganterin” kata ibunya syila
“sama-sama bu” ucapku

Aku lalu pulang, sampai di rumah aku mandi dilanjutkan buka laptop untuk buka fb dan ternyata ada beberapa permintaan pertemanan dan pesan
Lalu aku konfirm dan buka pesannya, aku terkejut karena isi pesannya mengancamku
“eh lo, anak baru, jangan coba-coba deketin syila ya, syila itu milik gua” kebetulan dia masih online. Kemudian aku bales
“hak-hak aku donk, perasaan syila belum punya pacar” tak beberapa lama, dia pun bales
“syila emang gak punya pacar. Tapi kelak dia akan menjadi milik gua. Hahaha”

Aku tak sadar tertidur, jam 2 malam aku terbangun dan ada sms masuk

087736636xxx
“makasih khaiz atas tumpangannya, kamu termasuk beruntung karena gak dapet marah dan boleh main ke rumahku. Biasanya anak cowok yang main ke rumah aku malah dapet marah. Hehehe” (syila)

Lalu aku bales

“gpp kok, hehehe. Syukur atuh” kataku dalam sms tersebut

Ternyata dia bales

“iya, kamu tugas b. Indonesia dah belum? Itu kan dikerjakan berkelompok dan satu kelompoknya 2 orang, gimana kalo kita kerjain bareng?” katanya
“boleh, kok jam segini belum tidur?” kataku
“baru shalat tahajjud nih, kamu sendiri?”
“aku tadi ketiduran, aku malah bangun sekarang: udah ya aku mau tidur lagi, bye…” kataku
“ok, see you next time” kata dia

Skip

Pulang sekolah aku ke rumah dia dan ngerjain pr bersama. Diam-diam aku suka sama dia. Satu-satunya temen di sekolahan cuma syila saja…

Sesampainya di rumah aku disambut hangat oleh orangtuanya

“ayo, masuk udah ibu persiapin” kata ibunya syila
“oh, gak usah repot-repot bu,” kataku
“gak papa kok, ayo dicicipi de” kata ibunya syila
“makasih buuu” jawabku

Setelah itu kami pun mengerjakan soal bahasa Indonesia. Wow dia sangat cerdas dan pintar, gak salah banyak cowok yang ngejar-ngejar dia

Setelah selesai aku pun pamitan dengan orangtuanya. Paginya pas pelajaran kimia ternyata syila belum masuk. Aku pun mulai khawatir apalagi ini pelajaran kimia gurunya super-duper killer. Tak berapa lama pun syila datang dengan wajah ngos-ngosan

“maaf bu, saya terlambat” kata syila
“kamu gak tau klo di pelajaran saya tidak ada kata terlambat” kata guru itu
“saya tau bu, tapi tadi gak ada bus bu” jawab syila
“sekarang kamu berdiri di depan tiang bendera sampai istirahat pertama!, kalo sampai tangan kamu lepas dari dahi kamu. Akan ditambah sampai istirahat kedua, paham!?”
“baik bu” jawab syila dengan lesu

Aku gak tega lihat syila dihukum sendirian, karena aku sayang sama dia, aku pun nyari akal buat nemenin syila agar dihukum bareng

“ayo kumpulkan tugas kalian!” kata guru
“maaf bu, tugas saya belum dikerjakan” kataku
“ouhhh, berarti kamu mau nemenin temen kamu di luar!” kata guru
“i..Ii…Ya bu” kataku pura-pura gagap

Kemudian aku nyusul syila

“loh..? Kok kamu dihukum juga?” tanya syila
“iya syil, aku pura-pura gak ngerjain pr, lagian aku gak tega liat kamu sendirian dihukum disini” kataku
“idihhh, perhatian banget, hehehe” kata syila
“biarin, emangnya gak boleh ya perhatian ke kamu?” tanyaku
“dibalik kata perhatian katanya sih ada perasaan, hahaha” jawab syila
“ada,” kataku
“apa?” kata syila penasaram
“aku sayang sama kamu, kamu mau gak jadi pacar aku?” tanyaku

Syila agak bingung, lalu dia jawab

“aku juga sayang ama kamu iz? Jujur, cuma kamu yang bisa membuat aku terasa nyaman” kata syila
“jadi gimana nih? Terima atau tidak?” tanyaku
“gimana ya? Sebenernya ortu aku merestui hubungan kita, karena kamu tuh anaknya sopan. Jadi…” kata syila
“jadi apa? Terima atau tidak?” tanyaku
“maaf, aku gak bisa…” jawabnya lesu…
“ough, ya dah” kataku lesu juga
“gak bisa nolak maksud aku”

Aku langsung semangat lagi, tak sadar tangan aku memegang tangan syila,

“khaiz!!!, syila!!! Karena tangan kalian dah lepas hukuman akan aku tambah sampai pulang sekolah!!!” kata guruku

Bukannya sedih malan gembira.. Yeeee

The end

Cerpen Karangan: Khaiz Badaru Tammam
Facebook: www.facebook.com/khaizlpu

Cerpen Dari Kenalan Menjadi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Jogja dan Kenangan

Oleh:
Jogja, Kota yang penuh pesona dan keindahan yang menghipnotis, tidak heran jika banyak pendatang tersihir untuk menyusuri setiap jengkal kota ini lebih dalam lagi. Namun bagiku, seorang perempuan yang

Secercah Harapanku

Oleh:
“kamu ingat, 13 tahun yang lalu tepat nya saat kamu berusia 4 tahun, waktu itu kamu menangis dan terus menangis karena sakit, dan dokter bilang di otak kamu ada

A Mysterious Boy

Oleh:
“Bu, aku tahu ini hari pertamaku, tapi kan aku ingin pergi sendiri.” Dengusku kesal. Ibuku hanya tersenyum matanya masih fokus dan tetap berkonsentrasi dengan laju mobilnya. Aku terdiam dengan

Salam Rindu Di Album Kenangan

Oleh:
Malam ini aku masih menikmati malam yang begitu indah menatap bintang-bintang yang bertaburan di langit, angin kumbang pun terasa dingin mendesir menggugah pori-poriku. Namun, semua itu bertolak belakang dengan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *