Daun Yang Gugur

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Jepang
Lolos moderasi pada: 27 April 2013

Ini adalah kisah cintaku yang ketujuh. Semua bermula dari cinta lokasi. Dia bernama Akegami Tomoe. Aku melihat Tomoe pertama kali, saat Tomoe melewati kursi yang aku duduki. Aku melihat wajahnya dan senyuman begitu manis. Aku rasa Tomoe orang yang baik, awalnya aku kira begitu. Hingga pada akhirnya, Tomoe memberiku sebuah pelajaran, tentang rasa yg semu. Dan pandanganku tentang dirinya pun berubah.

Sejak saat itu, aku selalu melihatnya. Hingga suatu kejadian, membuat hubungan antara aku dan dia berada dalam konteks yang aku sendiri tidak mengerti. Kejadian itu terjadi saat aku dan Tomoe mengikuti KBM (Kemah Bakti Mahasiswa), yang berlokasi di Boso No Mura, Jepang. Di hari pertama, yang aku rasakan, sejak bis mulai berangkat hingga berhenti di Lembah, dalam diriku timbul perasaan selalu ingin di dekatnya. Ingin jauh lebih mengetahui tentang dirinya. Ingin melihat senyumannya dan aku menyukai senyuman itu.

Aku dan teman-teman seangkatanku menghabiskan malam dengan bersenang-senang. Bernyanyi bersama, turun kelantai dansa bersama meski penuh dengan lumpur, maklum aja sih soalnya di alam bebas. Saat makan malam, aku makan bersama teman 1 kelas. Suasananya yang menyenangkan, hangat, dan penuh tawa, kekompakkan yang terjalin diantara kami semua, mengubahnya menjadi seperti sebuah keluarga. Aku dan Tomoe bernostalgia dengan kisah cinta kami di masa lalu. Malam berikutnya, Sahabat ku, Akane Yoshimori, mengajukan pertanyaan yg jawabnya membuatku mulai berharap. Akane dan Nanami Kagaya, mereka sahabat terbaikku, dan mereka tau apa yang aku rasakan kepada Tomoe.

“Hei Tomoe-Kun~ .. jujur ya.. Kamu udah punya pacarkan?” Dengan ekspresi tawanya yang khas.
“Ah gak.. kata siapa? Aku lagi jomblo.. mana ada cewe yang mau sama aku ya gak Shou”. Tomoe menjawabnya dengan candaan. Begitulah Tomoe, Selalu bercanda dan tertawa. Aku merasa laki-laki yang selalu tertawa ini suatu saat sangat membahayakan dan sulit ditebak. Sho Jinguji, adalah sahabat karib Tomoe, dimana ada tomoe disitu pasti ada Shou, bahkan mereka sampai dijuluki “suami-istri” yang harmonis.

“Udahlah Tomoe-Kun.. Ngaku aja..”. Akane mulai serius.
“Iya Akane-chan.. aku serius.. aku jomblo” Tomoe pun menjawab denngan serius.
Aku yang duduk disamping Akane, mendengar percakapan keduanya dengan sangat jelas, tanpa ada yang menyadari aku tersenyum senang dalam kegelapan.

Meski malam sudah larut, Aku, Akane, dan Nanami, tetap terjaga. Ada alasan lainnya juga kami masih terjaga, selain tidak bisa tidur, kami sebenarnya tidak kebagian tempat untuk tidur, karena tenda yang kami dapat kebanjiran dan basah. Kami duduk di warung, sambil menikmati kopi hangat. Kemudian, Dai Tsuyomi, menghampiri kami, setelah dari toilet.
“Hai Minna-san.. kalian kenapa gak tidur?”
“Hahaha kebanjiran dan kehabisan tempat, yah beginilah jadinya haha” Akane masih tetap semangat meski sudah jam 1 pagi.
“Eh Dai-kun.. Panggil yang lain dih, kalo mereka belum tidur” Usul Nanami.
“Hai chottomette” (Iya tunggu ya)

Beberapa saat kemudian Dai-kun muncul, Shou, Kagami, dan tomoe menyusul dibelakangnya. Mereka langsung mengambil tempat duduk yang masih kosong disekitar kami. Dan Tomoe duduk disampingku.
“Kalian kenapa belum tidur” Tomoe langsung bertanya setelah duduk
“Kebasahan dan kehabisan tempat haha” Nanami menjawab pertanyaan itu.
Sementara aku kedinginan. Bakka. Kenapa aku tidak bawa sarung saat keluar tadi ya -_- Tomoe yang melihatku pun bertanya.
“Daijobu da yo? (Kamu baik-baik saja ?)
“Hai Nandemonai.. Cuma kedinganan aja hahaha” (Iya gak apa-apa)
Tomoe memakaikan sarung nya kepadaku.
“Pakai ini.. Biar gak kedinginan lagi”. Setelah mengatakan itu, dia tersenyum dengan lembut padaku. Memakai miliknya, Jika di komik-komik ini seperti aku dipeluk oleh nya. Aku dapat mencium aroma Tomoe di sarung ini.

Akhirnya acara KBM pun berakhir. Perkuliahan dimulai seperti biasanya. Meski acara sudah berakhir, keakraban diantara kami semakin erat. Aku dan Tomoe pun juga semakin dekat. Hingga, suatu hari aku memberanikan diriku untuk menyatakan perasaanku pada Tomoe. Bahwa aku menyukai dirinya. Bagiku, yang seorang cewek, Menyatakan perasaan duluan terhadap cowok bukanlah hal yang memalukan, juga bukan hal yang agresif. Aku hanya ingin orang yang aku sukai itu tau tentang perasaanku padanya. Tomoe-kun membalasnya atau tidak itu bukan masalah.

Meski Tomoe tau tentang perasaanku, kami masih bersikap seperti biasa. Hanya saja, aku mulai merasakan tatapan mata Tomoe padaku, mulai berubah. Ada sesuatu dimata yang tulus padaku. Kelas Teknisi dimulai, dibagi atas dua group, yaitu A dan B. Aku berada dalam group A dan Tomoe dalam group B. Saat pertukaran group A dan B, Tomoe menarikku masuk ke ruang teknisi, Akana dan Nanami yang jalan duluan di depanku tak sadar bahwa aku menghilang.

Tomoe menahanku untuk pulang. Dia menggenggam tanganku. Dan mengerjai aku. Tomoe memaksaku duduk di kursi dosen. Pintu masuk di jaga oleh Kagami. Dan aku di tahan oleh Tomoe.
“Ngapain pulang cepat-cepat.. Main-mainlah di sini dulu”. Saat menatap matanya, lagi aku merasakan sensasi itu. Ada sesuatu yang ingin disampaikannya padaku. Tapi aku merasa tidak enak dengan anak-anak group B yg lain. Aku berusaha kabur dan berhasil.

Saat aku sampai di rumah. Aku mendapatkan email dari Tomoe.
To : HikaruYamashita@gmail.com
Subject :
From :AkegamiTakara@gmail.com
Tadi kenapa buru-buru pulang? padahal aku mau mengatakan sesuatu yang penting secara langsung.. tapi lain kali saja ya ^^

Maaf Tomoe. Aku sangat menyesal atas kejadian ini. Hingga kini, “Sesuatu” itu tidak pernah aku ketahui. Hubungan ku dan Tomoe, bisa di bilang seperti pacaran, itu dari banyak pertanyaan yang aku terima dari anak-anak. Padahal sebenarnya tidak. Ada Suatu kejadian yang mendebarkan buatku. Di depan pintu kelas, setelah jam kuliah selesai, tomoe-kun menggendongku dengan ala princess sampai lantai bawah. Aku kaget dan terkejut, ternyata tangan laki-laki kuat, dan kekar. Seberapa besar tenaga yang tersimpan dilengannya itu. Sampai aku dirumah pun, Genggamannya di punggung ku pun masih terasa. Ini pengalaman pertamaku digendong oleh seorang Laki-laki.

Aku mulai menanyakan kepastian hubunganku dengan Tomoe. Tapi, Tomoe selalu mengatakan “belum waktunya”, “tunggu sebentar lagi”. Hingga akhirnya aku tau, perbedaan terbesar diantara kamilah yang membuatnya merasa bimbang. Meski kami sama-sama memiliki perasaan yang sama, sama-sama saling mencintai dan menyayangi. Perbedaan yang menghalangi kami terlalu besar. Selama seminggu, aku merasakan dia mulai menjauhi ku secara langsung. Meski dia tetap membalas email dariku, dan menjawab apa yang aku inginkan.
Hingga suatu pernyataan dan kejujurannya, membuatku merasa bodoh.

“Hikaru-chan.. aku ingin tanya.. bagaimana cara mengembalikan perasaan yg hilang?”
“yah.. mencoba ingat-ingat apa yang terjadi.. dan tetap bersama, pasti rasa itu akan kembali dengan sendirinya.. ini cerita siapa Tomoe-chan?”
“Sebenarnya ini tentang kita.. Sejak empat hari yang lalu, tiba-tiba saja perasaanku berubah padamu. Rasa sayang itu berubah menjadi rasa yang biasa”.
“Perasaan manusia bukanlah sesuatu yang bisa dipaksakan. Rasamu padaku telah berubah, tidak ada yang bisa aku lakukan lagi. Aku bukannya menyerah, aku hanya tidak ingin memaksakan cinta pada orang yang aku sukai. Bagimu ini akan terlihat bahwa perasaanku padamu dangkal. Tidak apa-apa.” Sambil mengatakan itu, dalam hatiku menangis, dihadapannya aku kuat dan tegar.

Kesedihan dan tangisanku, meledak saat aku bersama dengan Akane dan Nanami. Aku menceritakan semuanya. Mereka menghiburku, dan berusaha menghentikan tangisanku. Saat sedih dan terluka seperti ini, aku ingin mandi hujan, dan alam mendengarkan keinginanku. Akane dan Nanami hanya melihat dan mengawasiku bermain hujan. Meski berada di tempat yang berbeda, Aku, Akane, dan Nanami, memikirkan hal yang sama. Bahwa Tomoe tega melakukan hal ini kepadaku. Di Balik senyum, tawa dan candaannya, Dia memiliki “sesuatu” seperti ini. Kebaikkanya kepada semua orang, tidaklah salah. Tetapi terkadang, terlalu baik juga akan membawa masalah. Dia bersikap sangat baik padaku, memperlakukan aku seolah-olah aku adalah sesuatu yang berharga. Memberikanku sebuah harapan palsu. Tomoe tidak bersalah. Akulah yang salah. Kenapa aku begitu kegeeran dengan kebaikannya? Kenapa aku tenggelam dalam senyumannya, dan kenapa aku hanyut dalam tatapan matanya.

Meski Tomoe tidak akan menyadarinya, tidak akan menyadari air mata yang aku korbankan untuk dirinya, tidak akan sadar dengan pelajaran yang dia berikan kepadaku, bahwa perasaan manusia setiap saat dan kapan saja bisa berubah. Cinta dan suka bisa hilang kapan saja. Tapi Tomoe, yang harus kamu tau, Aku, Hikaru Yamashita, saat aku mengatakan “Aku Menyukaimu” aku benar-benar menyukaimu, serius hanya mellihatmu saja. Terima kasih telah memberiku pengalaman dan pelajaran yang sangat berharga dalam kehidupan cintaku. Semuanya tidak akan aku lupakan, karna ini adalah kenangan kita.

Cerpen Karangan: Kinoshita Chacha
Facebook: http://haruryuga[-at-]gmail.com
Nama samaran adalah Kinoshita Chacha, hobi melukis anime dan membuat cerita-cerita yang berhubungan dengan jepang. Saat ini masih kuliah di universitas swasta, jurusan mangament informatika.

Cerpen Daun Yang Gugur merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Paralis

Oleh:
Aku menyusuri lorong bercahaya itu. Lampu-lampu di lorong asing itu begitu terang untuk mataku, hingga aku memicingkan mataku sesipit mungkin untuk dapat melihat keadaan di sekitarku. Lorong itu begitu

Kisah Cinta Si Minky

Oleh:
Di tengah-tengah sebuah hutan, tinggallah seekor monyet bernama Minky. Suatu hari, Minky sedang berjalan-jalan di taman bunga dekat sungai. Di taman itu ia melihat seekor monyet betina yang menurut

Lying By Boyfriend

Oleh:
Uh… mama pasti bakal ngomel lagi kalau tahu anak semata wayangnya pacaran, di usiaku yang menginjak 17 tahun ini aku selalu menunggu datangnya panggeran. Aku selalu berharap memiliki kekasih

Cinta Terpendam

Oleh:
Cinta tak harus memiliki karena dia memang bukan jodoh kita. Tak apa meski ini sangat menyakiti, dan begitu melukai. Namun itulah garis terbaiknya untuk kita sebagai hamba-Nya yang harus

Dia Yang Tidak Bisa Aku Lupakan

Oleh:
Menurutku ungkapan cinta tidak harus memiliki itu benar, seperti itulah yang aku rasakan. Ada seorang pria yang sangat aku kagumi dia bernama Radit. Rasaku itu bermula ketika ada suatu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *