Dear Heart, Why Him?

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 20 March 2018

If what we had was real, how could you be fine?
Andai yang dulu kita punya nyata adanya, bagaimana bisa kau baik-baik saja?
Cause I’m not fine at all
Karena aku tak baik-baik saja

5 Second of Summer – Amnesia

Pernahkah kamu merasakan perasaan aneh? Rasa rindu yang sangat sulit dimengerti, rasa rindu yang tak akan pernah terobati.

Bagaimana jika kamu wanita yang hanya merindukan pria yang tak mungkin lagi dapat kamu temui? Tanyakan pada pria itu, bagaimana cara agar aku dapat mengatasi rindu ini?

Dulu, kamu berusaha melakukan sesuatu dengan cara yang selembut sutra agar aku tak lagi hadir di kehidupanmu. Dengan cara -dingin-

Tapi sekarang, kamu terus saja menghantuiku dengan bayangmu. Bagaimana bisa kamu membiarkanku terpuruk oleh rindu bahkan ketika kamu tak menginginkan kehadiranku? Atau kamu yang merindukanku jauh di sana? Karena hati ini bukanlah lagi milik kamu.

Kamu, kamu tak pernah tahu kan betapa kerasnya perjuangan hati ini untuk berlari jauh dari cinta yang terpaku jauh di dalam lubuk sana untuk kamu? Kamu tidak tau kan bagaimana susah payah aku membangun benteng pertahanan dan mengubur dalam-dalam semua rasa itu?

Hanya agar membiarkan semua berlalu, berlalu seiring berjalannya waktu agar kita bisa saling menemukan jalan hidup yang indah dengan perjalanan masing-masing.

Aku menghapus dengan kasar air mata yang menetes di pipiku. Entah mengapa rasanya hati ini bagai terhantam. Rasa sakit itu masih tersisa di dalam hati ini, sakit, kecewa, rindu, dan cinta?

Tidak! Aku tidak akan memberikan cinta yang telah kuberi untuk pria lain untuk kembali kepada kamu. Meski pada akhirnya sama, aku tidak akan mendapat balasan rasa cinta. Tapi setidaknya, aku tidak berdiri pada satu pusat kehancuran. Setidaknya aku tidak akan merasakan sakit yang selalu sama.

Dear Heart, Why Him?

Cerpen Karangan: Prapti Ayu Ningrum
Blog: praptiayu.blogspot.com
Follow ig @ayu_hemmings

Cerpen Dear Heart, Why Him? merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kado Akhir Tahun

Oleh:
Disaat sedang mengumpulkan sisa – sisa pikiran, di saat kepala masih pening, di saat pagi yang dingin. yang sebenarnya enggan untuk bangkit menuju kamar mandi, enggan terkena air. Tapi

Saat Purnama Mulai Hilang

Oleh:
Badan tanpa jiwa Belia senantiasa namun renta belaka Selalu bergerak namun bergeming tiada Nampak nyata namun terlihat semu.. Entahlah sampai kapan kenangan itu mampu terhapus begitu saja. Aku yang

Pengorbanan Cinta

Oleh:
Hidup ini penuh dengan pengorbanan, mencintaimu juga butuh pengorbanan, ketika rasa cintaku ke kamu sudah mulai ada, ketika itulah aku berani mengorbankan cintaku ke kamu… Banyak yang sudah aku

Menghitung Hari

Oleh:
“1.043” Tidak terasa, sudah hamper 3 tahun aku terus seperti ini. Setiap pagi kerjaannya hanya merobek kalender yang aku buat khusus dengan angka yang aku tulis manual hingga ribuan.

I’m Pecundang Hero (Part 2)

Oleh:
Sepanjang perjalanan aku tidak berkata sepatah kata pun, namun dia banyak sekali bercerita tantang kehidupannya yang baru pertama kali ini naik motor, terus pulang selarut ini dan diantar oleh

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *