Dear Mantan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 6 August 2018

Kau tau? aku sangat merindukanmu malam ini, berharap kau pun begitu, merindukanku atau bahkan mengingatku sebagai tokoh dalam sejarah cintamu tahun lalu. Ahh.. bodohnya aku yang sangat sulit melupa meski disakiti berulang kali, seperti halnya mendengar kau dekat dengan sahabatku sendiri. Aku kembali mengalah…

Dua tahun yang lalu aku masih kelas 3 smp van, kau lelaki pertama yang membuatku percaya akan cinta. Siang itu sepulang sekolah ada sebuah chat dari nomor yang tidak kukenal dan kau tau itu siapa? itulah kau. Chat itu yang akhirnya membuat kita saling kenal. Tidak… bukan chat salah sambung, kau sengaja mengirimkannya padaku karena oliv memberikan nomorku padamu. Sungguh aku mengingatnya, lucu sekali! ketika itu kekasihmu bertunangan dengan wanita lain, aku yang terbilang masih kecil bisa apa? oh, mungkin kau mengingat bagian yang ini. Kau berterima kasih padaku karena aku berhasil membuatmu tersenyum.

Kita menjadi dekat dan semakin dekat hingga tibalah masa kau ungkapkan isi hatimu terhadapku. Sebatas lewat chat kita tidak pernah bertemu. Sebuah lagu RAN yang berjudul dekat di hati menemani hari hariku mungkin juga kau. Akhirnya kau menjanjikan pertemuan seusai PSG. Ahh… rasanya seluruh penantianku sia sia van, tepat hari pertama UN jelita menghampiriku.

“Ki, apa kau mengenal nauvan?” tanyanya ketika itu
“Nauvan siapa?”
“Dia bersekolah di SMK TECHNO”
“Oh iya memangnya kenapa?”
“Tidak aku hanya bertanya”
“Kau pacarnya ya?” Tanya oliv, jelita berlalu dengan tersenyum.

Kau tau van? sikapnya sudah sangat mengartikan bahwa kau memiliki hubungan yang spesial dengannya. Sungguh sakit rasanya, ternyata aku mulai mencintaimu entah sejak kapan aku tidak menyadarinya. Sulit sekali menjauhimu van sehingga membuatku menangis berhari hari. Hingga akhirnya kita bertemu untuk yang pertama kalinya di sekolah, tidak van kau tidak pernah berniat menemuiku dan hatiku patah berulang ulang melihat kau dengannya.

Bulan bulan selanjutnya setelah kenyataan pahit itu kau menghubungiku kembali seolah tidak pernah melakukan kesalahan apapun, bahkan kau mengajakku bertemu dan bodohnya aku malah menyetujuinya. Untuk yang pertama kalinya kita berdekatan, dapat kutatap kau lebih dekat, kalimat kalimat bersahutan dari bibir kita, aku sungguh tak dapaf menjelaskan bagaimana aturan detak jantungku. Kau mengingat hari selanjutnya van? kau semakin membuat jantungku berdetak tidak beraturan. Iya van, peristiwa itu terjadi di pasar malam, kau menyentuh jemariku perlahan kemudian menggenggamnya erat seakan tak ingin melepaskanku.

“Ki aku menyayangimu” ucapmu malam itu, wajahmu teduh sekali memandangku.
“Apa kau mau menjadi kekasihku?” ucapmu lagi semakin membuat tubuhku meleleh di hadapanmu.

Hari hari selanjutnya kau jadi tokoh utama dalam duniaku, kau segalanya bahkan takkan pernah terganti pikirku. Mungkin aku yang terlalu bodoh dalam waktu 17 hari kita menjadi kau dan aku. Ujung dari penantian panjangku hanya seperti itu van! kau tau bagaimana lelahku van? tidak! bahkan kau takkan pernah tau karena kau hanya bisa bermain. Teruslah bermain main! patahkan saja hatiku berulang ulang! lelehkan seluruh air mataku! tak perlu berhenti! aku semakin ingin membencimu.

Dan sekarang inilah hidupku, hidup yang masih kau patahkan sekian kalinya. Apa dunia terlalu sempit? baiklah kuperkenalkan dea sahabatku yang kini tak jauh beda dari kau. Bermain mainlah sesukamu karena sejujurnya karma tak kan pernah salah alamat!!

Cerpen Karangan: Rizki dwi lestari
Blog / Facebook: Ki rizki

Cerpen Dear Mantan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Yara

Oleh:
Lembaran demi lembaran dibuka yara, satu persatu kata yang terangkai manis di dalam buku kecil itu dia baca, perlahan, mengingatkan ia akan banyak hal, Senyum simpul di bibirnya tak

Kenangan Dan Hujan

Oleh:
Hallo, kenalkan namaku Ardhania Septia Raini. Ardhania artinya suci, Septia diambil dari bulan September, dan Raini yang diambil dari adaptasi rain yang berarti hujan. Biasa dipanggil nia, umur 17

Janji di Pelabuhan

Oleh:
Sore itu ia duduk di teras rumah, bertemankan kopi yang sekali-dua diseruput dengan mata tetap tertuju pada deretan abjad dari sebuah novel. Tiba-tiba pandangannya berkhianat pada sosok perempuan muda

Pos

Oleh:
Sore itu, Felly kembali terdiam di depan meja kerjanya. Ia tak dapat memikirkan bagaimana kondisi pekerjaannya saat ini. Riska yang terus berkobar akan job yang menggerayai Felly terus menerus

Matahariku Telah Pergi

Oleh:
Bulan tersenyum padaku, bintang menari-nari di atas awan, terlihat sangat bahagia. Waktu berlalu begitu cepat, tanpa ku sadari saat ini aku telah berusia 16 tahun lebih, ya sebentar lagi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *