Demam Pembawa Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 14 December 2016

Demam tinggi datang menghampiriku lagi. Mama-papaku panik melihat keadaanku.

“Bintang, kamu tidak apa-apa?” tanya papa.
Aku hanya tarik selimut menutupi mukaku. Papa meraba keningku. Dan bukan main suhu panas menempel di seluruh mukaku.
“Kamu demam lagi, Bintang?”
Aku hanya bisa mengangguk dan menangis.

Mamaku sibuk ke sana-sini mencari obat. Namun paracetamol tak memberi efek apa-apa pada demamku. Akhirnya mama pergi ke rumah Bidan, malangnya nasibku diwaktu yang sama ada orang yang mau melahirkan. Jadi hanya mengandalkan kompres di keningku.

Malam itu pun aku tidur bareng mama dan papa. Gak tau kenapa, hatiku terasa haru. Betapa khawatirnya mereka hingga tak mau sedikitpun meninggalkanku. Aku bahagia namun air mata tak bisa aku bendung. Sungguh mereka sangat menyayangiku.

Pagi harinya, aku dirawat di klinik wilayah. Lima kali suntik barulah ketemu nadi buat dimasukan infus. Aku selalu sulit kalau berhubungan dengan infus karena aku memang sangat takut dengan jarum.

Dua hari aku dirawat, namun tidak ada perubahan pada tekanan darahku. Akhirnya mama menelepon cowokku yang ada di kota untuk membelikan sate kambing. Katanya sate kambing itu baik buat penambah darah.

My prince datang menemuiku, namun karena dia tahu aku paling gak suka daging kambing, dia hanya membawakan chicken fried. Dia memang selalu tahu tentangku.

“Maaf ya, aku gak bawa sate kambing. Kamu gak suka kan?” Tanya cowokku.
Aku mengangguk lemas.

Demam ini membuatku sadar cinta mereka begitu besar terhadapku. Thanks so much, i love u so much, Mama papa & my prince.

Cerpen Karangan: EH Sucipto
Facebook: Ela Heni Sucipto

Cerpen Demam Pembawa Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku Sendiri Karenamu

Oleh:
“Felly! Ini berkas-berkas surat izin dari Kepala Sekolah sebelum kita berangkat tugas,” ucap Riska dengan senyuman manisnya. “Sejak kapan lo meminta berkas beginian?” “Udah dari kemarin! Tapi, beruhubung gue

Aku Rindu Ibu

Oleh:
Jam berdeting makin cepat tanpa sarat, jantungku berdetak dag… dig… dug… bak pacuan kuda yang berenergi. Langit seperti menunjukkan suatu kesedihan kepada dunia, ilalang-ilalang sekitar jalan tak berterbangan, menunduk

Awal Pertemuan Cintaku

Oleh:
Masa Orientasi Siswa Baru (MOS) telah usai. Putri kini telah beradaptasi dengan lingkungan barunya. Dia sudah mempunyai banyak teman baru disana. Kini dia mempunyai teman akrab di kelasnya yaitu

Cerita Untuk Hujan

Oleh:
Senja itu ku susuri jalanan yang berair karena hujan. Huft hujan, entah mengapa ketika nama itu ku sebut seluruh peredaran darahku terpacu dengan kerasnya sampai-sampai terasa menyakitkan. Tenang-tenang, aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *