Destiny

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 6 March 2017

Namaku Amala, aku adalah anak kelas 3 di SMA. Semua teman-temanku memanggilku “Si Macan Jones” Hei!!! Siapa yang mirip macan?!!! Walaupun aku tidak suka sebutan itu, tapi aku harus bagaimana?
Menurut teman-temanku aku terlalu galak dan kasar untuk bisa disebut sebagai perempuan. Itulah sebabnya aku dipanggil macan dan sebab itu juga aku jadi jones alias jomblo ngenes sampai sekarang. Siapa suruh jadi cowok kok alay banget. Selfie-selfie gak jelas, upload video yang udah jelas gak ada gunanya. Aku merasa bersyukur mereka bukanlah salah satu yang aku sukai. Tapi terkadang aku juga membutuhkan sosok cowok yang akan menemaniku saat aku galau ataupun sedang bahagia, apa lagi saat malam mingguuu… Semua temanku berpasangan, sedangkan aku? Seperti permen yang jatuh ke bawah kemudian terinjak-injak. Tidak ada yang akan memungutnya lagi.

Teman-temanku sudah beberapa kali mencomblangkan aku. Tapi semua itu selalu berakhir dengan makian yang keluar dari mulutku. Bahkan yang terakhir aku tendang bagian pribadinya karena berusaha menciumku.

Sampai waktunya kelulusan, aku tetap tidak mempunyai pacar. Teman-temanku sudah sering mengingatkanku untuk merubah sikapku agar cowok-cowok tertarik padaku, tapi aku tidak pernah mendengarkan mereka. Jika ada orang yang mampu membuatku jatuh cinta padanya, saat itulah aku akan berubah…

Satu tahun kemudian…
Aku sudah menjadi pegawai tetap di salah satu bank Indonesia. Keadaanku tidak banyak berubah, masih jadi macan jones.
Suatu hari aku bertemu seorang anak SMA yang selalu tersenyum padaku jika kami tak sengaja bertemu di jalan. Awalnya aku mengabaikannya, tapi semakin ke sini aku mulai penasaran pada anak itu. Aku tau tidak seharusnya rasa penasaran itu ada.

Hari itu hari libur, saatnya untuk pergi jalan-jalan agar otakku yang udah semrawut ini jadi fresh lagi. Namun seperti takdir, aku dipertemukan dengan anak SMA itu lagi. Akhirnya kami berkenalan. Namanya Andriana dia anak kelas 2 SMA. Hari-hari selanjutnya terasa lebih menyenangkan untukku. Aku merasa telah jatuh cinta padanya. Perhatiannya membuatku seperti melayang di udara. Malam itu Andriana menyatakan cinta padaku. Betapa senangnya aku saat itu, tapi aku juga masih ragu akibat perbedaan usia kami yaitu 3 tahun. Tapi dia meyakinkanku hingga aku percaya dan menerima cintanya.

Hari demi hari rasanya sangat indah, sangat berwarna. Aku pun mencoba merubah sikapku menjadi lebih ramah dan penuh perhatian. Aku bahkan merubah penampilanku menjadi lebih feminin agar Andriana terus menyayangiku. Untuk pertama kalinya aku benar-benar jatuh cinta.
Amala & Andriana… Apakah ini benar takdir?

Belum genap satu bulan Andriana minta putus. Alasannya hanya karena “Aku terlalu baik”. Aku tau itu hanyalah sebuah alasan tak berarti, alasan untuk meninggalkanku…
Kebahagiaanku selama satu bulan ini lenyap begitu saja dalam sehari. Inilah yang dinamakan patah hati. Saat aku benar benar mencintai seseorang bahkan rela merubah penampilanku untuk dia, tapi dia malah mempermainkan hati dan perasaanku. Aku membencinya, tapi aku lebih benci pada diriku sendiri karena aku telah jatuh cinta pada orang yang salah. Aku sakit hati, hatiku hancur, tapi aku tetap merindukannya…

Hatiku tetap bodoh meskipun dia kini sudah mempunyai pacar baru. Aku tetap berharap semua ini salah. Aku tak percaya takdir itu lagi…

Namun setelah waktu yang cukup lama, aku mulai melupakannya dan memulai kehidupanku yang baru. Suatu hari, dia meminta maaf dan ingin bersamaku lagi. Tapi aku menolaknya, bukan karena aku masih membencinya tapi karena aku telah menemukan takdirku yang sesungguhnya yaitu tunanganku, orang yang akan menjadi suamiku. Dia akan menjadi takdirku yang baru…

Tamat

Cerpen Karangan: Yuyun Komalasari
Facebook: Yuyun Komalasari

Cerpen Destiny merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cerita Bintang

Oleh:
Aku menyesal telah berkata semua yang sudah berlalu tidak bisa kita ulangi kembali, padanya.. Sebagaimana kebiasaannya yang sangat menyukai pemandangan langit, kali ini aku tidak menyangka bahwa saat ini

Ku Pilih Sahabat di Banding Dia

Oleh:
Pagi yang cerah menyapa. Burung yang indah kian bersiul, layaknya sedang membisikkan suatu kiasan kata. Geby, seorang gadis penghuni kota ‘Bandung’ terbangun karena sang mentari begitu menyorotnya. “Huaah… Ngantuk

Umur 25 and Still Counts

Oleh:
Seminggu lalu gua dikirimin undangan pernikahan dari temen deket. Dia temen semeja gua waktu SMA. Dari WA, gua ngucapin makasih dan minta maaf karena gua gak bisa dateng. Pas

Pengagum Rahasiaku

Oleh:
Huahh.. Aku menggeliat terbangun. Aku mengerjapkan mata, menyesuaikan dengan kondisiku kamarku yang temaram. “Heii.. Si Neva belum bangun?” aku beranjak turun dari ranjang dan berniat untuk membangunkan Neva. Dia

Tutup Botol

Oleh:
Sejak saat itu ruas jalan terasa sangat panjang. Perjalanan waktu dua kali lebih lama. Sejak ku dengar, “Jaga diri ya,” Panggil saja aku Nilam, dua bulan telah berlalu sejak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *