Di Acara Kawinan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Lucu (Humor)
Lolos moderasi pada: 10 October 2018

Secercah sinar memasuki indra mataku. Dengan gerakan pelan, mata yang tertutup itu terbuka.
Tak ada yang berubah.
Dan seperti biasa, aku hanya bangun. Duduk di tepi ranjang, meminum segelas air di nakas dan mengecek jam.
Pukul 9 pagi

Gila! Aku ngebo selama itu

TOK TOK TOK
bunyi ketukan pintu tak sabaran itu membuatku berdecak pelan. Pasti ibu deh.

“Dek… Udah bangun??”
“Hmm, kenapa bu?”
Pintu pun kubuka perlahan. Tampaklah ibu dengan dua kotak berukuran besar di tangannya.
Apa itu?
Sarapan?
Banyak banget

“Ini apa bu?”
“Lupa? Tadi malem ngapain aja? Skripsi lagi? Udah cepet siap-siap… Antar ke rumah Sari! Kakaknya kan nikah hari ini”
“Ohh” Jawabku pelan.
Namun sedetik kemudian aku membulatkan mataku.
“Ibu kenapa baru bangunin sih!!!” Ujarku sambil berteriak dan berlari menuju kamar mandi. 1 menit, ya cukup 1 menit. Kemudian aku menyambar kebaya Pink yang sudah tergantung di lemari.

Kring Kring
Lagi-lagi aku mendengus kesal.
“Halo sar…”
“Lo di mana Oriza!!!”
“Gue lagi pake kebaya…”
“Lo kenapa baru pake kebaya bego!”
“Gue ketiduran”
“Pokoknya lo harus nyampe cepat! Ini rombongan pengantin pria sama keluarganya udah nongol!”
“Bacot dah”

“Lo lama banget sih Za! Udah keburu noh uang empengnya dilempar ama sepupu gue” kata Sari dengan wajah betenya.
Aku menarik nafas dalam-dalam dan memberikan 2 kotak berisi pempek pada penjaga stan kosong di sampingku.

Namaku, Oriza
Apa urusanku dengan pempek? Ya karena kak indah, kakaknya sahabatku ini ingin ada hidangan khas palembang itu di stan (perasmanan) acara pernikahannya. Kebetulan ibu pinter banget buatnya.

“Udah gue jelasin kan? Lagian gue gak minat mungut uang empeng. Kalo uang lembaran 100 ribu gue mau” Ujarku sambil meminum segelas es mentimun. Lelah sekali mengendarai motor sambil mengenakan kebaya begini. Belum lagi tadi hampir nabrak tukang sayur. Sari sih enak, acara di rumah dia.
“Ye!! Itu mah maunya lo! Udah sana, ke meja penyambut tamu!”
“Iya nek lampir”
“Kampret lu!”
“Astagfirullah ngucap sar” ujarku dengan menampilkan wajah pura-pura terkejut. Kemudian aku berlari menahan tawa karena Sari sudah siap dengan semangkuk cuko (kuah pempek) yang akan melayang padaku.
“Syalan lo Za!”

Btw tentang kak indah, dia kakak senior sewaktu aku SMA. Bang Rakha adalah teman sekelasnya dulu. Dan siapa sangka jika mereka berdua yang dulu suka ngerjain angkatanku saat MOS itu, berjodoh. Sari, adiknya aja mana tau hubungan mereka. tiba-tiba aja bang Rakha datang buat ngelamar.

Aku tersenyum tipis saat kak Indah melambaikan tangannya padaku. Cantik banget. Banyak orang bilang, wanita pasti bakal jauh lebih cantik pada hari pernikahannya. It’s true.

“Nama?” Tanpa menatap orang di hadapanku pun aku tau, ni orang pasti bego banget. Dia gak pernah ikut acara kawinan apa?
“Iya, Kak. Di sebelah sini” Ujarku sambil menunjukkan ruang kosong pada buku tamu di nomor urut 215.
“Bukan, maksud gue siapa nama lo?”
Aku tersentak kaget, aku kenal suara bass ini. Tapi gak mungkin kalo orangnya…., gak! gak mungkin!
Aku mendongakkan kepalaku,
Deg

Aku masih di alam mimpi kali ya. Atau ini efek karna skripsiku kena revisi mulu. Atau mungkin mataku udah rabun, kok bang Vano ada di sini?

“Terpesona ya?”
“A-apa??”
Hahahahha kayaknya kepalaku habis terbentur dinding deh, kok aku lupa kalo bang Vano satu angkatan dengan kak Indah dan bang Rakha. Trus ini kenapa bang Vano jadi tambah ganteng dan… Pede tingkat dewa?

“Lo Oriza bukan?”
“I-iya”
Lah ini aku harus ngapain? Aku jadi terbata-bata gini ngomongnya. Aku berani jamin jantungku sekarang lagi gak stabil.

“Santai aja Za. Hahahahha” Ujarnya sambil menulis dibuku tamu. Sedangkan aku? Masih menatapnya takjub. Akh, aku jadi ingat dulu sering ngestalk dia. Astagahh, ampunilah jaman jahiliyahku dulu.

“Gue harap lo gak kabur nanti” Kata bang Vano sambil berlalu dengan senyum bangsatnya. Tak lupa pula ia mengambil souvenir gantungan kunci berbentuk merpati.

Intinya aku bingung dengan ucapannya, kabur? Mau kabur ke mana diriku?
Tapi kayaknya habis ini aku harus ke Rumah Sakit deh, bunyinya jantung udah gak karuan karena liat senyum bangsatnya tadi.

Aku mengambil buku tamu itu dan mataku terbelalak melihatnya. Tu kan, bang Vano bego banget. Buku tamu isinya tanda tangan. Lah dia? Nulis yang gak berfaedah tapi cukup membuat jantungku kehilangan bunyi.

‘Gue tungguin lo sampe pulang ya. Habis itu kita jalan’

Ini bener deh, gue harus ke rumah sakit.

END

Cerpen Karangan: Sekar Nadya Utami
Facebook: Sekar Nadya Utami

Cerpen Di Acara Kawinan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mencintainya Dalam Diam

Oleh:
Nama yang setiap hari aku bisikkan dalam sujudku, nama yang setiap aku menyebutnya membuat hatiku mengerang kesakitan, membuat air mataku berlomba untuk menyatu dengan bumi. Entah keajaiban apa yang

Air Mata Penyesalan

Oleh:
Nama gw Riko, gw kuliah disalah satu universitas di batam.. And gw pnya cwe Namanx Debby. Selama ini gw sll sempatin waktu ketemu Debby meskipun cuma bentar aja. Kami

Antara Sahabat Dan Cinta (Part 1)

Oleh:
Lisa… biasa namanya dipanggil icha oleh sahabat sahabatnya.. Sekarang lisa sudah kelas tiga di salah satu SMA paling favorit di Jakarta. Terlahir dari kedua orangtua yang mampu, namun sifat

Kenangan

Oleh:
Maaf maryam, surat ini mungkin telat datang kepadamu. Maklumlah, sekarang aku cukup sibuk dan lelah meratapi kenyataan tentara-tentara sekutu yang ternyata memboncengi Belanda itu sempat membuatku terkejut. Mereka sudah

Pewujud Imajinasi (Alvin)

Oleh:
Kenapa aku menjulukimu sebagai Pewujud Imajinasi? Hanya ada satu alasan. Ya! Kamu telah mewujudkan segala imajinasi-imajinasi indah yang selalu ku tuliskan dalam puisi. Sebelum mengenalmu, puisi itu bagai gumam

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *