Di Hatiku Ada Namamu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Nasihat, Cerpen Perpisahan
Lolos moderasi pada: 1 June 2013

Cuaca hari ini panas sekali, aku, rena, dan prita. Kami mulai sibuk menghilangkan keringat yang mengucur di dahi kami, udah 1 jam kami mengantri beli tiket untuk naik turnado, karena liburan sekolah jadi taman hiburan ramai pengunjung.
“duh, Ran, sampai kapan kita berdiri terus disini, capek tau” keluh prita
“sabar bentar lagi giliran kita kok” ucapku
O ya hai namaku Ransya Melati, ini temanku Rena saputri, dan Ananda Prita, kami adalah siswa Smk Bintang. Karena liburan sekolah kami memutuskan untuk pergi taman bermain, biarpun udah remaja tapi kami suka banget pergi ke taman bermain.
“iya, Ta, sabar dikit napa.” Ucap rena.

Selang beberapa menit giliran kami pun tiba. Selatelah mendapat kan tiket kami bertigapun meluncur ke Turnado, wuuh pengunjungnya banyak banget mungkin kalau aku sendirian bisa hilang di antara kerumunan pengunjung. Belum sempat aku ingin mengatakannya pada rena dan prita, aku udah berdiri sendirian.
“Ren, prita” ucapku sambil melihat sekeliling berharap mereka tak meninggalkanku, karena banyak pengunjung jadi aku malah bingung. Aku berjalan di antara pengunjung. Ren, prita kalian dimana. Coba kalau gak seramai ini aku udah teriak manggil nama mereka. huuufff Saat aku berjalan karena masih terfokus mencari rena dan prita, aku menabrak seseorang.
“upzz, maaf” ucapku
“Ran?, kamu ngapain sendirian?” ucapnya kepadaku, eh ternyata dia Bagas teman sekelasku.
“gak tau nih, aku tadi sama Rena dan Prita tapi tiba-tiba aku terpisah, la kamu sendiri ngapain di tempat seperti ini?”
“oh, aku lagi liburan sama keluarga, males sih sebenernya” Yapz aneh banget seorang bagas ada di taman bermain, dia tuh anaknya cool dan nggak suka basa-basi.
“ooowwcchh”
“ya udah kamu ikut aku aja dari pada sendirian” ucapnya
“gak apa-apa nih” ucapku. Dia tak menjawab tapi malah menarik tanganku. Bagas ini selain baik dia juga popular di sekolahan ku, banyak anak cewek yang naksir dia, alasannya mudah karena dia ganteng, pinter, cool, dan kapten tim basket juga. Jadi kalau dekat dia pasti jantung dag dig dug, apalagi kalau lihat senyumannya. Seperti yang ku rasakan saat nih, dag dig dug, gak kebayang dia pegang tanganku.

Jadi ingat waktu pertama kali kenal bagas, waktu itu pas Ospek, aku dan bagas sama-sama terlambat jadinya kami di hukum, tapi bukannya kesel kami malah tertawa karena senior kami sedikit tulalit. Saking tulalitnya dia ninggalin aku dan bagas di belakang sekolah, katanya mau kasih hukuman tapi kami Cuma di suruh berdiri. Hampir satu jam tapi kakak senior itu nggak muncul-muncul. Karena merasa bosan ya aku mencoba berbicara dengan bagas.
“hei, apes banget sih kita” ucapku
“ya udah lah nikmatin aja” ucapnya sambil mengambil posisi duduk, akupun ikut-ikutan duduk.” o iya namaku Bagas, kamu?”
“Ran” ucapku sambil membalas uluran tangannya.
Itulah awal perkenalan kami. Nggak sampai disitu aja, ternyata kami sama-sama mendapatkan satu kelas, sebelum aku mengenal rena dan prita yang aku kenal hanya bagas. Tetapi karena dia mulai popular setelah mengikuti ekstra basket, jadi kami jarang berbicara, padahal awalnya kami akrab, selang beberapa bulan aku mendapatkan teman yang klop yaitu rena dan prita, biarpun kami dijulukin anak Cupu tapi kami have fun aja. Tetapi bagas tetap menyapaku jika bertemu denganku.

Sebenarnya aku mempunyai rasa padanya tetapi kayaknya aku menghilangkannya, karena banyak cewek-cewek di sekolah yang suka padanya bahkan lebih cantik dan kaya dari aku. Aku sudah cukup senang menjadi temannya, seperti hari ini dia juga masih baik padaku.
“Gas, kita mau kemana sih?” tanyaku karena aku merasa dari tadi kami hanya muter-muter.
“bingung, habis rame banget, disana sini penuh orang, aku sendiri juga nggak tau posisi kelurgaku dimana” ucapya
“yah, trus kita ngapain, duduk di situ aja yuk.” Ajakku. Bagaspun meng-iyakan. Akhirnya kami duduk di tepi air mancur, aku juga berharap bisa melihat rena dan prita, aku yakin mereka pasti nyari aku. Aku dan bagas hanya dapat menikmati pemandangan pengunjung yang datang di taman bermain, ada yang datang bersama keluarga, pacar, teman, bahkan ada juga segerombolan anak-anak kecil yang datang tanpa orang tua.
“kamu sering datang kesini? Tanya bagas kepadaku
“iya, hampir tiap hari libur aku kesini, waktu smp aku juga sering kesini bersama orang tuaku, tapi kalau sekarang sama rena dan prita, biarpun dikatain kayak anak kecil ” ceritaku
“emang, kalau nggak karena sita adikku, aku juga males, o ya kenapa kamu nggak telepon mereka aja” ucapnya
Hehehe, “hp ku dibawa mereka” jawabku sambil tersenyum. Lalu bagas mengeluarkan hpnya dan menyuruhku menelepon mereka, akhirnya akun menelepon mereka.
“hallo, Ren aku Ran”
“hallo, Ran kamu dimana, kita nyariin kamu tau” ucap rena, tapi karena suara yang rame jadi suaranya sedikit tak terdengar.
“Ren, aku didekat air…” kata-kataku belum selesai, rena udah menutup teleponnya. “mancur” lanjut ucapanku, kemudian aku mengembalikan hpnya ke bagas,
“gimana?”
“tau ah” ucapku yang sedikit sebel, aku yakin mereka lagi berada di rumah hantu, karena aku mendengar jeritan prita. Huuufff padahal kan yang pingin ke rumah hantu aku.

Sampai sore aku juga tidak bertemu dengan rena dan prita, akhirnya bagas mengantarku pulang, awalnya aku menolak karena dia kan datang kesini bersama keluarganya, tetapi tadi saat bertemu dengan keluarga bagas, mereka malah menyuruh bagas mengantarku pulang, kecuali adiknya sepertinya tidak ingin kalau di tinggal bagas, tapi bagas membisikan sesuatu kepada gadis kecil itu, akhirnya dia mau juga pulang duluan bersama ayah dan ibunya.
“Ta, jahat banget sih kalian” teriakku di telepon.
“ya maaf ran, habis kita nyariin kamu gak ketemu, ya daripada kita rugi gak ngapa-ngapain disana, jadi kita main berdua” ucapnya
“ya tapi..” belum sampai aku bicara prita udah nrocos
“eh, iya kamu tadi sama bagas, iya kan hayoo ngaku, wah kemajuan tuh” ya jelas aja dia tau tadi kan pake nomornya bagas.
“apa-apaan sih, biasa aja kali” ucapku yang membela diri, jujur emang aku naksir bagas, tapi ya sudahlah, lupain.
“ciiiee ciiiee” goda prita, kemudian aku langsung menutup telepon, kalau di terusin aku bisa salting sendiri soalnya berhubungan dengan bagas.

Aku kemudian berbaring sambil mendengarakan lagu.
Malam sunyi ku impikanmu ku lukiskan kita bersama, namun selalu aku bertanya adakah aku dimimpimu Dihatiku terukir namamu cinta rindu beradu satu namun selalu aku bertanya adakah aku di hatimu
Lirik lagu ini emang sesuai dengan perasaanku sekarang, emmm cinta itu misterius bagiku, ketika aku melihatnya saja aku sudah bahagia tetapi saat dia dekat denganku aku malah takut. Aku ingin sekali mengungkapkan persaan ini tapi aku takut. Tapi jika aku tidak mengungkannya. rasa ini akan selamanya terkubur, apalagi tinggal beberapa bulan kita lulus Smk. Aku yakin kami akan jauh. Rena dan prita juga bilang padaku kalau aku harus mengatakan perasaanku.

Tibalah acara yang sangat tidak aku inginkan, yaitu Perpisahan kelulusan, tak terbayangkan hampir 3 tahun aku sekolah di Smk Bintang. Dan pastinya aku sedih karena aku harus berpisah dengan Rena dan prita. Rena melanjutkan Kuliah di bandung, sedangkan Prita kuliah di Luar negri, dan aku hanya disini aja. Selama acara perpisahan aku, rena, dan prita hanya berpegangan tangan terus, berharap waktu dapat berputar 1 tahun lagi, dan saat acara puncak para anak-anak paduan suara menyisakan lagu perpisahan, air mata kami tak bisa di tahan lagi, hampir semua anak cewek menagis. Tapi ini emang akhir dari masa putih abu-abu.

Setelah acara selesai aku keluar untuk pulang, aku melihat sosok yang sangat aku harapkan agar tetap disitu biar aku dapat melihatnya terus, tapi harapanku sia-sia di berjalan memasuki sebuah mobil dan meluncur bersama mobil itu. Akhirnya akupun pulang.
bila saja engkau tau
dihatiku ada kamu
bila saja kau mengerti
tiap waktu ada kamu
aku tak bisa dustai hatiku
untuk mu menepikan semua rasaku
dan kini ku ingin dirimu tau
dihatiku ada namamu

Mungkin ini jawabannya, aku harus mengubur perasaan ini dalam-dalam. Bagas terimakasih karena kamu aku mengerti arti cinta dan kesabaran, tapi aku juga menjadi orang yang tak jujur dengan perasaanku sendiri, semoga kamu dapat meraih impianmu.

Jangan pernah takut mengatakan sesuatu apalagi itu berhubungan dengan hatimu, apakah harus mengatakannya saat dia udah jauh dari kamu, itu hanya akan membuat kamu menyesal, so ungkapkanlah perasaanmu sebelum terlambat

Selesaiii… ( Ganbatte !!! )

Cerpen Karangan: Anitrie Madyasari
Facebook: Anitrie Ganbatte Pholephel

Cerpen Di Hatiku Ada Namamu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Geng Motor In Love (Part 1)

Oleh:
Bruum, bruum, suara bising kenalpot motor yang mengagetkanku, seketika langsung ku semburkan kopi yang ku minum. Aku yang santai duduk di teras rumah, langsung beranjak dari kursi tempat aku

Lukisan Terburuk

Oleh:
Ruang perpus yang dingin ini selain membuatku mengantuk juga mengingatkan kepadaku suatu momen. Tiga tahun lalu saat aku melihat sosok tegap, tampan, berkacamata yang pikirku pasti cowok itu pintar

Masa Abu Abu Cimon

Oleh:
Ketika matahari mencapai puncaknya, rasa bosan ini juga mencapai puncaknya. Diam bermenung, mungkin hanya itu yang dapat aku lakukan saat ini. Hufftt.. Hanya angin sepoi-sepoi yang menemaniku ketika duduk

Maafkan Dela Bunda

Oleh:
“Bunda! Dela mau minum, tolong ambilkan!” Perintah Dela kepada Bundanya. “Tapi kan, Dela bisa ambil sendiri. Bunda lagi cuci piring, nak.” Jawab Bunda lembut. “Argh!” Gerutu Dela kesal lalu

Ketika Sahabat jadi Cinta

Oleh:
Dina Bergegas menyetater motor kesayanganya untuk segera melaju ke rumah Reno, sahabat dekatnya sedari duduk di bangku SD. Ia Berencana melakukan belajar Fisika bareng di rumah Reno. Belajar bersama

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Di Hatiku Ada Namamu”

  1. ahmad rafiq. says:

    Suka sekali

  2. Enny says:

    I like Cerpenn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *