Di Tengah Hujan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 8 September 2017

Kenalin aku Aya duduk di bangku kelas 3 SMP, aku punya teman namanya Dana dia sama kaya aku kelas 3 SMP juga. Aku berteman dengannya sudah lama. Sejak kami duduk di kelas 4 SD. Dana tinggal di Yogyakarta. Sedangkan aku, tinggal di Salatiga.

Suatu malam, di hari imlek, Dana memberiku pesan singkat setelah 5 tahun tak berjumpa.
“Hai, Aya. Apa kabar?. Libur imlek ini aku main ke Salatiga, buat nengokin nenek, kangen aku sama nenekku”
Lalu aku membalas pesan singkat tersebut dengan menggoda Dana, “Hai juga Dana… ciee kangen sama neneknya atau sama aku nih?”
Mungkin Dana berfikir kalau aku ke-ge-er-an. Tapi ternyata Dana membalas pesanku lagi, “Kok kamu tau? Iya aku kangen kamu, 5 tahun aku gak ngasih kabar ke kamu, rasanya bersalah banget”.

Tiba-tiba “Assalamualaikum” aku seperti mengenal suara itu, apakah dia Dana? batinku.
“Iya, waalaikumsalam, eh Dan. Masuk, Aya di dalam” jawab mama. “hayoo kenapa ngalamun?” tanya Dana kepadaku sambil membangunkanku dari lamunanku. “Ih apaan sih? kok kamu bisa sampai sini?” jawabku kesal. “um, kasih tau nggak ya?” sambil mengglitikiku. “Ih geli Dan, kasih tau dong” jawabku sambil memohon. “Iya deh, aku kangen kamu” jawabnya sambil mengedipkan sebelah matanya kepadaku. “Ih apaan sih, gombal ah” jawabku malu. “cie pipinya merah nih?” sambil mencubit pipiku. “Aduh, sakit pesek” jawabku kesakitan sambil mencubit pipinya.

Akhirnya kami berdua saling bertukar cerita selama 5 tahun, ternyata Dana masih mengingatku, aku kira Dana telah melupakanku karena sudah lama tidak bertemu. Tetapi masih saja dia tetap menggodaku.
“Kamu kok nekat, hujan-hujan gini kamu ke rumahku?” tanyaku kesal. “Iya, demi kamu, apapun akan kulakukan” jawabnya gombal. “Dana, nanti kalau kamu sakit gimana? terus kalau kamu nggak bisa pulang gimana? terus siapa yang bakalan ngurusin kamu? masa kamu gak mikir sampai situ?” cerewetku. “Ih iya bawel, cerewet, tandanya kamu masih sayang sama aku sebagai sahabat” Dana menjawab sambil tersenyum tipis padaku. Aku ingin kita lebih dari sahabat Dan, aku ingin kamu punya rasa sepertiku, batinku dalam hati.

“Aya, aku boleh ngomong sesuatu?” tanya Dana. Jawabku, “boleh”. “Kamu ko tambah gendut?” ledek Dana sambil tertawa. “Kamu mah sukanya ngeledeki aku mulu” kesal jawabku. “Bercanda Aya” sambil mengelus-elus rambutku. “Iya udah mau ngomong apa?” tanyaku penasaran. “Kamu masih ingat? Saat kita pergi bersama waktu kelas 4 SD dulu bareng kakak kakakmu?” tanyanya. “Ingat” jawabku. “Saat itu, kamu ketiduran di pundakku, aku merasa aneh dalam diriku, saat aku membuka mataku dan melihat kamu tertidur nyenyak di pundakku, hatiku berdebar serasa mau copot” jawabnya. Hatiku mulai tak karuan saat Dana berbicara seperti itu, apa dia?, batinku. “Aku suka sama kamu Aya, sudah lama aku suka sama kamu, tapi aku takut mau bilang ini dulu, karena aku pikir kamu bukan tipe cewek yang suka pacaran” jawabnya. Ternyata benar, Dana juga merasakan apa yang aku rasa selama ini, batinku. “Aku lelah menunggumu, aku lelah menunggumu untuk berbicara itu kepadaku Dan, aku juga menyukaimu, sejak lama dulu, tapi aku gengsi untuk mengatakannya” jawabku sambil menangis. “Aya, kenapa kamu nggak bilang? kalau kamu bilang aku pasti seneng dengernya” jawabnya sambil menghapus air mataku. “Dana, aku nggak berani” tangisku deras. “Udah, jangan nangis, kamu mau nggak jadi pacar aku? kita LDR-an sampai lulus nanti, aku akan SMA di sini?” harapnnya. “Beneran? iya, gak papa, aku seneng banget, makasih Dana” jawabku sambil memeluknya.

Ingat, jika kalian suka dengan seseorang, katakanlah, jangan gengsi. Gengsi tak bisa untuk mengalahkan kita

Cerpen Karangan: Marchela Bunga Soraya
Facebook: Marchela Bunga
Maaf kalau kurang menarik, the first cerpen…
Dan apabila ada kata yang salah, mohon dimaafkan.

Cerpen Di Tengah Hujan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pesan Untuk Kekasihku

Oleh:
“Enda…” Suara pangilan yang di dengarnya, ia menoleh melihat siapa yang memangil namanya ternyata Arinda teman Aritsyah yang juga teman nya tapi lain jurusan, Enda mengambil jurusan agama sedangkan

Rinduku

Oleh:
Kerinduan ini membuat detik, menit, jam dan hari menjadi bisu rasanya. Aku bangun tapi tak tahu ini pagi, siang, sore atau malam. Seperti ditelan oleh kebisuan yang luar biasa.

Kebahagiaan Dibalik Mimpi Buruk

Oleh:
Sedih rasanya ketika kebahagiaanku bersama sahabatku direngut paksa oleh ego dari diri kita masing-masing. Masalah ini bermula pada saat temanku menanyakan sesuatu, tetapi aku menjawabnya dengan kebohongan. Bukan berarti

Cinta Memang Gila

Oleh:
“Dasar cewek murahan, pokoknya sekarang kita putus” itu isi sms singkatku sesaat setelah aku melihat Devani mantan pacarku pacaran sama om-om di taman. Aku sengaja memutuskannya lewat sms karena

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *