Dia Adalah Gadis Manisku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 7 November 2018

Ada banyak hal tentang cinta tapi sedikit dari mereka yang paham tentang cara menyambutnya. Cinta adalah sebuah misteri kehidupan, tak tahu kapan tiba dan pergi, ia datang seperti air hujan yang turun ke permukaan bumi, jatuh dan mengalir begitu saja. Aku sempat jatuh di dasar kata sakit hingga aku sulit ketika bangkit tanpa aluran tangan siapapun begitu juga dengan dia.

Aku mengenalnya sudah cukup lama, dia adalah teman kecilku ketika kita duduk di bangku sekolah dasar. Semua mengalir begitu saja, tidak ada hal yang istimewa. Kita hanya sekedar anak kecil yang tidak paham apa itu cinta dan bagaimana cara menyambutnya, kita mengatas namakan semua hanya sebagai teman, kita berteman tanpa ada yang harus diistimewakan, seperti hati atau rasa.
Kita beriringan tanpa harus bergandeng tangan
Kita tersenyum tanpa ada yang ingin menjadi salah satu alasannya
Kita tertawa tanpa harus mengerti tentang hal yang akan dikenang nanti
Kita bermain tanpa ada yang merasa dipermainkan oleh rasa

Dulu tidak seperti itu, Kita selalu mengatas namakan itu hanya masa kecil yang lucu dan amat manis untuk dilalui dengan semua teman. Tidak ada hal yang harus diprioritaskan, karena kita semua sama.
Masa itupun kini berlalu dan menghilang, sejak kita semua menjadi manusia dewasa dengan kesibukan duniawi yang luar biasa, tak memiliki waktu hanya sekedar berkumpul ria dan mengenang hal apapun mengenai masa kita dulu.
Tapi rupanya perpisahan kita tak terlalu membebani fikiranku, karena memang nyatanya ini hanya kenangan yang kita buat untuk dikenang pada nantinya.

Waktupun berjalan, haripun berganti, minggupun beranjak, bulanpun berlalu dan tahunpun bergulir kian cepat.
8 tahun lamanya kita berpisah dan tak bertatap mata, tak ada kabar satu dengan yang lainnya, seakan semua benar-benar terpisah seakan semua benar-benar menjadi kenangan yang tak perlu difikirkan apalagi diutamakan.

Amat kebetulan setalah aku merindukan masa ini, dengan momen bulan puasa yaitu diadakan acara buka bersama, ini menjadi momen kita untuk berkumpul dan mengenang lalu tertawa bersama. Menceritakan kehebatan masing-masing dan pengalaman mereka masing-masing, rupanya kita semua suduh cukup dewasa. Dengan ramainya kita tertawa bersama dan meyakinkan dunia bahwasanya kita memiliki masa kecil yang luar biasa hingga mampu menggelitik kita ketika mengingatnya.

Kita berkumpul sama dengan yang lainnya di ruangan ini. Entah mengapa setelah lama melihatmu di ruangan yang sama denganku, pandanganku seakan tertuju hanya untuk kau. Seakan bola mataku tak ingin berkedip ketika menatapmu. Terpaku lalu diam seketika, itu adalah gambaranku saat melihatmu.
Aku merasakan cinta jumpa pertama. Terlalu cepat memang untuk menyatakan hal ini. Tapi tak tahu mengapa ini tercetus di dalam hatiku, seakan hatiku sangat yakin dengan apa yang ia lihat saat ini.
Kau kini rupanya sudah tumbuh besar. Dan menarikku untuk terpikat pada keindahan yang kau miliki, senyummu menjadi canduku untuk terus dan terus melihatnya di bibir tipismu itu, tak kusangka semanis itu kau di mataku.

Aku pernah sedikit bercerita pada alam ketika malam, bahwa aku sangat menyukai wanita yang memiliki senyum manis.
Aku tak begitu paham apakah alam menceritakan pada Tuhan, hingga Tuhan mempertemukanku pada sosokmu. jika ini hanya kebetulan, dan kupastikan ini adalah kebetulan yang sangat sempurna. Ketika aku mampu membangkitkan hatiku untuk dapat membuka hati dan membuka mata, bahwa ia yang lalu tak mempunyai hak untuk tak memberiku kesempatan agar bangkit lalu bahagia.

Aku pernah jatuh sampai di dasar kata sakit, hingga aku memiliki rasa takut untuk memulai cinta yang seharusnya selalu bisa kusambut ketika ia datang, tapi rasa sakitku menutup segala mata hatiku untuk melakukan hal itu, semua terasa amat gelap. Aku tak bisa membedakan apakah cinta yang sebenarnya, ketika cintaku terkhianati lalu pergi begitu saja, ini adalah hal terburuk yang pernah kudapat.

Hadirmu mampu mengubah seluruh rasa sakit yang selalu kutakuti, seakan senyummu meyakinkan pilihanku bahwa kau adalah gadis manis yang selalu kunantikan kehadirannya, selalu kunantikan untuk dapat membawaku ke dalam dunia yang penuh dengan warna indah, aku menantikanmu wahai gadisku…

Setelah acara buka bersama itu selesai tak mengakhiri semuanya, itu seakan menjadi awal kita untuk saling mengenal dan bercerita lebih dalam. Kedekatan kita semakin terlihat ketika kau lebih sering mengirim pesan singkat untukku, kita berkirim pesan hingga larut malam, sampai lupa bahwa rembulan malam ini sangatlah terang benderang, seperti hatiku yang seketika di terangi oleh sinarmu. Ini adalah harapan awalku yang sangat indah bukan? Jika kau merasa demikian, berarti hati kita sudah menemukan titik awal atas apa pencarian yang selalu kita lewati hari demi hari.

Berbincang lebih lama dan menatap matamu lebih dekat adalah keiginan yang sangat ingin kuwujudkan. Rupanya kau sangat menarik untuk kuperjuangkan. Tidak ada yang berlebihan dengan apa yang kuucapkan ini, pada nyatanya kau adalah gadis yang berbeda dengan yang lainnya. Aku tak ingin melewatkanmu seperti pria yang melewatkanmu dan membiarkan airmatamu terjatuh begitu saja dan terluka sendiri.

Aku harap kau mampu menerima segala kesediaaanku untuk dapat masuk kedalam kehidupanmu, aku harap kau mampu merasa walau hanya serasa. Aku selalu mengharapkan hal itu untuk kumiliki bahkan kunikmati kenyataannya.

Harapanku sangat tinggi untuk membawamu pada kata “bahagia”. Menggenggam erat tanganmu seolah tak memberi ruang bagi yang lain untuk melepaskannya, lalu aku berbisik “aku mencintaimu wahai gadisku”
Aku tak pernah lelah untuk memohon pada Tuhan atas apa yang ingin ku tuju, dan itu adalah kau.
Berdampingan denganmu adalah keandaian yang ingin kuwujudkan, jikalau kau memintaku untuk meyakinkanmu itu bukanlah masalah untukku. Karena perlu kau tahu tidak ada kata bercanda tentang kesungguhan cinta. Ketahuilah, karena Tuhan tidak pernah bercanda untuk menciptakan segala ciptaan-Nya, lalu mengapa kita harus bercanda? Sedangkan cinta perlu kesungguhan untuk menyambutnya.

Keberanianku untuk memilih dan memperjuangkanmu tak pernah ku sesali, karena dirimu begitu berbeda, kau memiliki hobi yang tak semua gadis lain menyukainya, kau memiliki hobi yang semua pria terkagum olehmu, dan ternyata kita memiliki hal yang sama di sini, boleh kusebutkan hobimu? Agar mereka yang membacanya mengetahui bahwa gadisku adalah seseorang yang memiliki kemampuan yang gadis lain tak miliki. ‘futsal’ itu adalah hobi yang sama denganku. Aku menyukai itu begitupun kau. Semoga hati kita sama seperti hobi ini. Tapi memiliki arti dari semua ini. Bahwa kita harus lebih kuat, tangguh, dan yakin bahwa kekuatan kita untuk bersatu sekuat kita saat berada di tengah lapangan dalam menghadapi lawan.
Daya tarikmu mampu menarikku sampai jatuh di dasar hatiku sendiri, dan tidak ada keraguan dengan pilihan ku kini. Aku mencintaimu!

Semoga kesungguhanku mampu meluluhkan hatimu yang sempat kacau oleh cinta yang membuatmu jera dengan kata cinta, tapi yakinlah kata cintaku ini takan menyakiti hati siapapun termasuk dirimu.
Tapi apalah dayaku, kekecewaanmu terhadap pria membuatku cukup sulit untuk dapat masuk dalam kehidupanmu, yang kutahu bahwa ada pelangi nan-indah di dalamnya. Ketakutanmu membuat pelangi yang kau miliki menjadi redup dan tak nampak terlihat. Tak ada yang harus kau takuti untuk membuka hati dan membuka mata bahwa banyak pria pemujamu di luar sana, termasuk aku ini, karena tidak ada yang sama untuk seseorang yang ingin mengobati lukamu bahkan untuk sekedar memberimu senyuman manis.

Kedekatan kita masih belum kau sebut istimewa, entahlah apa penyebab dari keraguanmu yang berlarut-larut dan mengombang-ambingkan rasaku untuk selalu meyakinkanmu bahwa aku mampu membawamu keluar dari ruang kehampaan. Segala upaya kulakukan, waktu ku luangkan, hati kutuahkan, dan perhatian kucurahkan. Tak kunjung juga membuatmu luluh dengan kesungguhan rasa yang ku punya.

Perjuanganku cukup panjang untuk sekedar membuatmu lupa tentang rasa sakitmu. Kau terlalu terhanyut oleh rasamu sendiri kau terlalu cemas oleh fikiranmu sendiri hingga keburukan kenanganmu mampu merasuki jiwamu sendiri dan membuat semuanya seakan amat kacau balau hingga kau tak mampu untuk mengatasinya. tetapi kau tak perlu khawatir, genggamanku takan pernah kulepaskan.

Ini adalah akhir penantian panjang dari segala pertanyaan yang selalu membutuhkan jawaban yang pasti, dan itu kau beri. Kepercayaanmu untuk menitipkan hati takan ku siakan, semoga kan selalu seperti dengan janjiku.
“Hati ini tak lagi kosong, hati ini menemukan rumah baru untuk bersinggah dan beristirahat, hati ini memiliki warna yang tak biasa, hati ini memiliki sinar yang tak kalah bersinarnya seperti bintang dimalam hari”.

Kini ada sesuatu yang indah di setiap harinya, dan ternyata kau sudah menjadi keandaian yang kuwujudkan, jalinan kita belum cukup lama, tetapi kenapa banyak masalah yang berkunjung? Bukankah kita baru beristirahat sejenak di perjalanan yang cukup sulit untuk mencapai kata “satu”? atau ternyata ini menjadi awal dari pemulaan kita yang kemarin? Dan semoga ini menjadi kekuatan kita.

Kau rupanya pergi untuk mengejar cita-citamu. Aku tak mungkin untuk menghalanginnya, karena aku tak ingin menjadi pria bodoh yang menahan kesayanganku untuk tetap maju dengan segala harapannya. Ini cukup membuatku menjadi lapang dada dalam menerima kenyataan berat ini. Terpisah di kota yang berbeda, dan terpisah oleh sebuah jarak. Tak terbayang olehku untuk menahan rindu dalam waktu yang lama.

Kesepakatan kita dalam menjalin hubungan yang cukup sulit ini menjadi keputusan akhir kita. Bahwa kita mencinta untuk jarak yang jauh bahkan untuk waktu yang tak sempurna. Aku bahkan kau berharap takada kecelakaan hebat yang mampu memecahkan komitmen yang kita buat ini.

Perlu kalian tahu, hubungan jarak jauh merupakan suatu hubungan diantara salah satunya yang tak selalu mengemis perhatian, tak memohon pertemuan, dan tak memaksa rindu bertatap. Ini tak mudah, banyak dari mereka gagal dalam menjalin hubungan ini. Tapi tak menggentarkan hatiku untuk merubah pilihanku ini.

Ada satu hal yang sulit untuk kuketahui, bahwa ayahmu tak menyukai hubungan kita ini, karena beliau tahu kelemahan darimu tentang hubungan cinta. Kau selalu lemah ketika dihampar kata sakit, dan selalu tak berselera makan ketika terdampar sendiri. Itu yang menjadi penyebab restuku di mata beliau ini tak diberikannya.

Tapi kau selalu meyakinkan ayahmu dengan kata “aku sayang dia”. Haruku menjadi luluh lantah mendengar alasanmu untuk membuatku dapat masuk di kehidupan kalian semua. Ini semangat yang menjadi pemicu untuk selalu mempertahankannya, karena restu adalah sesuatu yang sulit digenggam oleh pria yang tak mapan seperti ku ini.
Waktu ini pun tiba, kita mulai terpisah oleh ketakutan yang selalu kita perbincangkan. Oh Tuhan kuatkan pendirian kami untuk menetap pada satu ketetapan “kita”.

Kau mulai sibuk untuk mengemaskan keperluanmu di sana, dan entah mengapa waktu aku berkunjung ke rumahmu, tak disangka kakakmu menawarkanku untuk ikut mengantarmu ke sana. Takperlu berfikir panjang aku pun mengiyakan ajakannnya. Mungkin dengan cara ini Tuhan memberiku kesempatan agar lebih dekat dengan keluargamu. Dengan uang seadanya dan itu tak menjadi beban beratku. Entahlah mungkin itu tertutup dengan rasa bahagiaku.

Setiba di tempat tujuan kita, ah rasanya perpisahan takingin ku wujudkan, sejauh ini kita terpisah? Terbatasi waktu, beberapa kota, dan beberapa kesibukan.
Kesemogaan selalu kuharapkan untuk tidak bertemu dengan apapun masalah yang akan memisahkan kita. Semoga kemenangan adalah akhir dari perjuangan kita yang cukup rumit untuk bersatu dengan kata cinta.

Ternyata kesemogaanku ini tak menjamin segala apapun yang menghadang kita, dan ini jauh lebih rumit, berawal dari salah paham yang berujung perpecahan pendapat masing-masing, kita kalah oleh ego kita masing-masing, kita kalah oleh amarah yang dengan mudah meruntuhkan segalanya, termasuk pendirianku untuk bertahan denganmu.

Perlu kau tahu ada beberapa hal yang taksempat ku jelaskan dengan segala kesalah pahamanmu untuk hal yang hanya kau lihat sekilas, dan beberapa hal yang takmau kau dengar hingga menimbulkan pendapat yang buruk di fikiranmu. Disinilah yang membuat semuanya menjadi amat rumit.

Apa karena jarak semuanya menjadi sulit untuk kau pahami? Aku selalu coba memahami dari segala rutinitasmu yang sangat sibuk, aku selalu memahami tentang pergaulanmu yang terkadang membuatku cukup khawatir, aku tak ingin gadis kesayanganku tersentuh oleh pria manapun. Ini adalah kekhawatiran yang menghambat tidurku di kala malam hari, memikirkanmu yang sangat jauh dan tak bisa ku awasi secara nyata.

Aku selalu menepis segala kenegatifan yang timbul difikiranku, karena apa? Karena aku selalu percaya apapun yang kau jelaskan untukku, aku selalu percaya bahwa kau takan mengingkari komitmen kita untuk bertahan di sebuah jarak yang jauh.

Apa kau bisa seperti itu? Menanamkan rasa percaya dan mencoba memiliki fikiran yang positif tentang ku disini, aku hanya mencintaimu. Dan kau harus percaya itu. Semua yang dekat denganku di sini, ia hanyalah pelipur kesepianku untuk tak jenuh dengan menantikanmu disini, dan mereka adalah para sahabatku yang tak membedakan pria maupun wanita, mereka temanku yang memiliki posisi sama di kehidupanku, dan posisi itu berada di bawah posisimu di hidupku.

Rupanya penjelasanku ini tak merubah keputusanmu, kesimpulanmu lebih utama dibanding penjelasanku, kau kalah dengan amarahmu, dan aku kalah oleh rasa sayangku. Terdiam-mengiyakan-mengalah-lapang dada hanya itu yang bisa kulakukan ketika perpisahan menjadi akhir dari kisah yang rumit ini.

Satu hal yang perlu kau ingat, pulanglah ketika kau lelah dengan mereka yang tak memeberikanmu kenyamanan, pulanglah ketika kau sudah lelah dengan pencarianmu, dan ku harap aku adalah rumahmu yang menjadi tempat akhir dari segala tujuanmu. Aku menantikanmu dan lelah tak pernah kurasa, aku mencintaimu bersama seluruh rasa sakitnya.

Cerpen Karangan: Faisal Dwi Rachmawan
Blog / Facebook: Faisal Dwi Rachmawan

Cerpen Dia Adalah Gadis Manisku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pertemuan Di Reuni

Oleh:
Lampu-lampu kota menghiasi gelapnya malam. Dorongan angin perlahan membuat motor yang dikendarai Farah dan tiga orang temannya berhenti di pojok parkiran sebuah taman, di tengah kota. Rupanya sebagian teman

Hortensia

Oleh:
Andy mengusap puncak kepalaku. Dan mengapa aku harus menangis? Itu karena Andy, satu-satunya sahabat terbaikku akan berangkat ke Amsterdam. Andy mendapat beasiswa kuliah di sana. Aku? Tidak jauh-jauh dari

Siapa Aku?

Oleh:
Beberapa hari ini aku merasakan ada sesuatu yang hilang dari diriku, aku bertanya pada diriku apa yang hilang tapi tak kutemukan juga jawabanya. Jujur aku bahkan tak mengenal diriku

My Facebook Boyfriend

Oleh:
Kriiing… Kriiing… Kriiing, jam alarm berbunyi sangat nyaring seakan ingin mengusik mimpi pemiliknya. Jam menunjukkan angka 10, dengan malas Vera mematikan alarm itu dengan mata masih setengah terbuka. Saat

Between You

Oleh:
Hampir dua jam. Aku duduk di bangku taman segi panjang yang hanya terbuat dari semen di samping pohon Akasia. Menunggu. Berharap seseorang yang ku puja itu datang menemuiku disini,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *