Dia buta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 4 March 2014

Sungguh dia cantik sekali, rambutnya terurai ke bawah, matanya bening, dan dia begitu menawan. Hanya satu yang tak pernah ku lihat darinya, senyumnya. Aku tak pernah melihat itu. Sudah sebulan aku melewati rumahnya untuk sekedar melihat parasnya yang elok, aku tak pernah melihat dia tersenyum.
“gadis yang sombong” terlontar kata-kata itu dari mulutku ketika ku lemparkan satu senyuman untuknya tetapi dia tak membalas sama sekali.

Dia selalu duduk di kursi panjang di taman rumahnya, dan selalu memandang lurus. Pandangannya kosong, aku tidak mengerti apa yang dia fikirkan.

Suatu siang, kulihat dia menangis, ingin sekali ku seka air matanya dan menanyakan langsung kepadanya, apa yang terjadi. Tapi aku takut. Bahkan namanya saja aku tak tau.

Air matanya semakin deras, ada apa dengannya? Ada rasa tak rela dari hatiku melihat butiran air mata bidadari itu jatuh percuma. Aku tak suka melihat pemandangan ini, ku beranikan diri mengahmpirinya. Ku pegang pundaknya, dia terkejut.
“sss.. ssiapa kau? Kau bukan malaikat yang ingin mencabut nyawaku sekarang kan?” Tanyanya, badan nya gemetar
“hey, tenanglah! Aku hanya ingin menjadi temanmu, apa kau tak melihatku?” aku mencoba mengajaknya berbasa basi.
“gelap! Semua gelap, aku tak melihatmu. Pergi kau! Aku takut kau adalah malaikat yang ingin mencabut nyawaku!”

Aku tak bisa berkata apa-apa, yang ada di fikiranku saat ini. Ya tuhan dia buta! Aku menyukai bidadari buta. Aku tak habis fikir, aku meninggalkan gadis itu dengan tangisannya.

Esoknya, tak kulihat lagi dia. Yang kulihat hanya bendera kuning yang tertancap di depan rumahnya. Mungkin malaikat telah menjemputnya, gadis buta.

Cerpen Karangan: Winny Asriyani
Facebook: Winnie Asriani

Cerpen Dia buta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pasir di Pucuk Ilalang

Oleh:
Gelap malam yang begitu menyelimuti bumi kecil dengan warna hitamnya yang menggugah kalbu, untuk terus menyebut asma-NYA seiring deras hujan bak air terjun dari pegunungan dan kilatan petir yang

Dalam Kebisuan Hujan

Oleh:
Gelap telah menyapu langit yang berwarna jingga kebiruan. Rintik-rintik hujan kembali menghujam bumi, laksana jarum-jarum bius yang berusaha ‘menidurkan’ aktivitas manusia. Aku menatap kosong ke arah ‘jarum-jarum’ itu. Sorotan

Diana Oh Diana

Oleh:
Diana sedang berjalan menuju taman sekolahnya, tiba-tiba ia melihat seorang cowok yang tidak asing lagi bagi dirinya sedang duduk di sebuah bangku di taman tersebut. Diana segera menghampiri cowok

Kabarnya

Oleh:
Sepertinya kau sudah lupa denganku, atau mungkin kau sekedar pura-pura tidak tahu. Entahlah apa yang merasuki diriku, menuliskan pesan ini padamu. Dunia memang banyak berubah tapi aku ingat selembar

Ibu

Oleh:
Lagu “Afika – you’re my everything” mengalun mesra, Senja kembali hadirkan suasana hening, cahayanya menembus jendela kaca menerpa mataku. Aku terbangun dengan cepat ketika guyuran air comberan menggigilkan tubuh

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Dia buta”

  1. ika meidayanti says:

    ceritanya bagus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *