Dia Kapten Hatiku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Sastra
Lolos moderasi pada: 10 May 2017

“Pada rindu, wajahmu serupa senja, Captain of my heart. Sungguh, menutupi air mata dengan bayang hitam yang pekatnya tak lebih pekat daripada penantian.”

Sudah barang tentu aku mulai menyadari, rasa ini laksana tirani dedauan yang berguguran berserakan tertiup angin. Yakni tak ada artinya sama sekali.
Aku tak peduli pada kenyataan yang entah pahit atau manis. Karena kau merupakan sebuah sajak tak bertepi, denganmu aku ingin melayari bahtera mimpi, iya sebatas mimpi yang menggugah semangat diri.
Semoga kau akan sandar lagi lain hari, di sini, di pelabuhan hati.

Lama aku tidak berpuisi, sajakku menghilang seakan karam, pada entah aku dan segenap hatiku selama dua minggu ini terusik oleh perasaan.

Tiba-tiba saja, ada sesuatu
Begitu menganggu ketenanganku, padahal ku tahu diriku fokus menyelesaikan ‘surat tanpa nama’ novel keduaku.
Namun untuk menyelesaikan novel tersebut tidak semudah yang aku bayangkan, aku tidak mau terburu-buru jikalau alhasil cerita mengecewakan! Aku menulisnya dengan santai dan sangat menikmati.

Malam ini, hatiku bertanya? Siapakah dia, ada bayangan yang tak asing selalu mengisi mimpiku, dia masa lalu. Apakah aku harus mengatakan: aku masih rindu dan selalu rindu kapten. Kau sandar, kembali sandar di hati. Dan pada akhirnya kita bicara, bercerita tentang rindu, masa lalu dan cinta yang karam.

Ahh kau!
Mengapa kau lakukan. Kau berjanji kita hanya sekadar duduk saja di kedai kopi pinggir pelabuhan ini, namun yang kulihat lain kapten. Mengapa? Ku tanya mengapa kau memelukku sebegitu erat seakan ada tujuh ratus rindu yang kau tunpahkan ke dalam pelukanmu, dan yang mengejutkan kau mengecup keningku seakan cinta itu masih mekar seperti bunga mawar dikala pagi.

“Aku melihatmu telah bahagia dengan dia,” kau mengawali pembicaraan. Seperti biasa sikapmu dingin. Aku hanya tersenyum lalu menyeduh secangkir kopi.
“Rupanya kamu telah banyak berubah,” kataku setelah beberapa saat diam.
“Oh iya? Apakah kamu melihat sosok Justin Bieber di diriku?”
“Salah! Aku melihat sosok Jono Bubel, berkumis, jelek dan seperti itu.”
“Haha kamu! Anyway kamu juga berubah. Tambah endut tambah tambah.”
“Semua orang pasti akan melewati fase perubahan Jon.”
“Ada yang tak bisa berubah Jingga,”
“Apa, jika ada, tolong beritahu aku?”
“Di sini,” katamu seraya menunju jantung hatimu. Aku tersenyum kamu tidak.
“Perasaan dan hati,” Katamu lagi.

Kapten, sekali lagi aku katakan. Bahwa ribuan puisi tercipta untukmu, menciptakan ruang kerja dalam jiwaku untuk memulangkan ingatakan tentang segala yang ku lupa mengenai kau masa lalu. Adapun jikalau kembali, entah apakah hati kita masih utuh atau…

Cerpen Karangan: Nicma Faneri
Blog: Nicmafaneri.blogspot.com

Cerpen Dia Kapten Hatiku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Disinilah Hal yang Baru Itu di Mulai

Oleh:
Disini adalah sesuatu. Saat kesedihan itu datang karna seseorang yang gw sayang harus berurusan dengan polisi karna kasus narkoba,tempat ini lah yang gw pilih untuk tinggal,menetap, bekerja dan memulai

/Empuan

Oleh:
Hai Nona, aku punya sebuah cerita, cerita dari negeri seberang, negeri dimana kau tidak akan mengenal siapa kau, bahkan aku juga bisa-bisanya akan dibuat bingung olehnya. Sekarang Nona hanyalah

Baru Enam Tahun Kok Mah

Oleh:
“Happy anniversary!” Lulu tersenyum lebar “Hehe, makasih lu. Kapan nih kita double date?” Tanya Nik “Ummm… enggak tau. Belum ada yang pas aja” “Yah, padahal gue pengen banget kalo

Gara Gara Pertunangan

Oleh:
“hai, bro. Sudah lama disini? Belum ramai ya?” kata seorang gadis berumur 21 tahun baru datang dari kostnya dengan mengenakan pakaian tukang parkirnya kepada rekan rekan tukang parkir bersamanya

Cinta Di Villa

Oleh:
“Marsya… marsya, cepat bangun.” kata kakaku memanggilku dari meja makan “kevin, jangan berteriak saat di meja makan. Cepat naik ke atas dan bangunkan adikmu” tegur mamaku pada kakak Dengan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *