Dia Memilihnya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 29 December 2016

Di suatu SMP kelas 2E, hiduplah seorang siswi bernama Berlin. Dia adalah gadis yang cantik dan baik hati. Dia mempunyai banyak teman karena dia ramah kepada siapapun. salah satu temannya bernama Tory. Tory adalah gadis yang baik, pintar, berkacamata dan mudah bergaul. Dia memiliki banyak kenalan dan sahabat. Walaupun baru saja kenal, tapi Tory sudah mengajaknya banyak bicara. Berlin dan Tory pun menjadi sahabat.

Di kelas 2 ini, mereka akan mengambil ekstrakulikuler menari. Pada hari Kamis adalah ekskul menari tradisional. Sedangkan tari modern atau dance dilaksanakan pada hari Sabtu. Pada hari pertama masuk ekstra, yang mengikuti ekstra tari ini sungguh banyak. Tory yang mudah bergaul langsung ingin berkenalan dengan teman-teman di belakangnya. Diantaranya adalah Galih, Rangga dan Yusuf sang kakak kelas. Saat pertama kali melihat Yusuf, Berlin tertarik padanya. Ia adalah lelaki yang tampan, gagah dan manis. Berlin pun berharap memilikinya.

Saat pertama kali berkenalan, Tory sudah mulai akrab dengan Galih dan Rangga. Galih adalah siswa kelas 2D yang tampan dan famous jadi banyak cewek yang menaksirnya. Sedangkan Rangga adalah siswa kelas 2D (sama dengan Galih. Mereka duduk sebangku) yang tidak terlalu tampan, suka ngelawak, dan hidup sederhana dengan bahasa lokalnya, bahasa jawa. Sebelum guru menari datang, mereka berlima (Galih, Rangga, Yusuf, Tory dan Berlin) asyik mengobrol dan sudah akrab satu sama lain. Jadi meskipun mereka selalu bersama tapi tidak ada rasa cinta satu sama lain, selain Berlin dan Yusuf. Tetapi sampai kapan pun kalau belum tiba masanya Berlin terus menyembunyikan perasaannya itu karena kalau tidak, jika Yusuf tidak mencintainya pasti ia akan menjauh dari Berlin.

Setelah mengobrol asyik beberapa menit, guru menari pun datang. Namanya Bu Farida dan Pak Krib. Bu Farida dan Pak Krib menentukan pasangan menari (1 orang laki dan 1 orang cewek). Setelah ditentukan, Berlin mendapat pasangan Galih, Tory dengan Rangga, dan Yusuf dengan Melina. Berlin cemburu dengan Melina, mengapa bukan ia saja yang menjadi pasangan menarinya Yusuf. Berlin paling cemburu saat Yusuf ngedance berpasangan dengan Melani. Wajah mereka saling bertatapan dan memberikan senyuman. Sepertinya mereka saling menaruh hati. Saat menari berpasangan dengan Berlin, Galih merasa detak jantungnya berdebar keras. Apakah Galih mulai ada perasaan dengan Berlin? Galih selalu menatap wajah Berlin. Rangga pun merasakan dan melakukan hal yang sama seperti Galih. Tetapi Berlin dan Tory biasa saja dengan mereka. Sepertinya Berlin dan Tory belum peka dengan perasaan mereka.

Beberapa hari kemudian Melanin sakit dan tidak bisa masuk sekolah maupun ekskul selama beberapa hari. Karena Yusuf saat menari tidak ada pasangannya maka Bu Farida melakukan pergantian pasangan menari sementara. Yusuf jadi berpasangan dengan Berlin. Galih dengan Tory dan Rangga dengan Sasa. Berlin senang karena akhirnya bisa berpasangan dengan Yusuf walaupun hanya sementara. Di lain kesempatan, Galih merasa cemburu karena Yusuf berpasangan dengan Berlin. Melihat Berlin yang sangat bahagia menari dengan Yusuf membuat Galih semakin naik pitam. Naman ia tidak bisa berbuat apa-apa. Karena masalah jodoh hanya Yan Kuasalah Yang Tau. Namun ada yang aneh dengan Tory saat berpasangan dengan Galih. Mengapa saat menari denahnya jantungnya berdebar kencang. Apakah ini yang disebut cinta pertama? Rangga yang melihat Tory berpasangan dengan Galih dan sepertinya jarak mereka itu semakin dekat membuat Rangga tak tahan lagi melihatnya. Ia hanya bisa berharap semoga Tory peka dengan perasaannya selama ini yang memendam rasa.
Karena khawatir dengan keadaan Melani, Yusuf menjenguk Melani di Rumah Sakit. Melanin senang karena ada teman yang menjenguknya.

“Yusuf? Itu kah kamu?”
“Ya aku Yusuf. Bagaimana kabarmu sekarang?”
“Alhamdulillah sudah mulai membaik. Semoga saja berguru sampai seterusnya. Lagian aku akan masuk lagi ke sekolah hari Senin besok kok” Jelas Melani
“Maaf nak Melani. Sekarang saat nya anda makan siang dan minum obat” kata suster yang tiba tiba masuk ke kamar Melani
“Oh ya suster biar aku saja yang menyuapi dan memberikan obat” kata Yusuf menawarkan diri. Lalu sang suster itu pergi. Yusuf pun menyuapi dan membantu Melani minum obat dengan penuh kasih sayang. Sebenarnya sudah lama ia suka dengan Melani dan ini saatnya untuk menyatakan perasaannya itu. Tapi sayangnya saat ingin menyatakannya ada orang yang mengetuk pintu dan ternyata itu adalah keluarga Melani. Jadi Yusuf harus bergegas pulang karena nanti bisa mengganggu kebersamaan Melani dengan keluarganya dan dia pun tidak bisa menyatakan perasaanya sekarang.

Setelah beberapa hari, Melani pun sembuh dan bisa masuk sekolah kembali. Yusuf yang mengetahuinya pun senang. Pulang sekolah nanti Yusuf akan menyatakan perasaannya pada Melani.
“Hai Mel!” sapa Yusuf
“Iya hai juga” sapa kembali Melani dengan malu-malu
“Errr kamu dah sembuh total?” tanya Yusuf basa basi
“Sudah kok” jawab Melani singkat
“Berarti bisa donk pulang sekolah nanti pergi bareng” ajak Yusuf
“Pergi bareng? Ama siapa?” tanya Melani penasaran
“Hanya ada kamu dan aku. sebelum pergi kamu harus ganti seragam dulu. Nanti aku jemput di rumahmu. Gimana?”
“Boleh”
“Ya udah sampai ketemu nanti!” kata Yusuf meninggalkan Melani

Pulang sekolah Melani segera bergegas ganti baju lalu pergi ke restoran bersama Yusuf. Di sana, ternyata Yusuf nembak Melani. Melani pun kaget dan terkesan malu. Tapi malu-malu tapi mau. Karena Melani merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan Yusuf saat pertama kali bertemu dengannya. Melani pun merasa nyaman ketika menari berpasangan bersama Yusuf.

Di sekolah sudah tersiar kabar bahawa Melani dan Yusuf pacaran. Berlin yang mengetahuinya pun cemburu. Beberapa hari ini Belin terlihat sedih. Tory sebagai sahabatnya yang mengetahuinya pun mencoba menghibur Berlin tapi Berlin masih aja bersedih. Saat jam istirahat, Tory bertemu Galih. Tory sangat senang. Apalagi Galih saat itu mengajaknya nongkrong bareng di kafe pulang sekolah nanti.

Di kafe, mereka mengobrol asyik sampai menuju ke pembicaraan yang serius.
“Lih, jujur deh kamu itu sekarang suka cewek kaya’ apa?” tanya Tory serius
“Haha kamu kok tiba-tiba tanya kaya’ gitu?” Tanya Galih kembali
“Lih, aku serius ngomongnya jangan dianggap bercanda donk”
“Ya … sebenarnya aku suka cewek yang suka nari, baik, pinter, menyukai aku apa adanya. Udah itu doank”
“Lha terus cewek yang seperti itu menurutmu siapa?” tanya Tory
“Berlin” jawab Galih singkat
“Berlin?”
“Ya sebenarnya aku ngajak kamu ke sini suapaya kamu bisa pdkt in aku ama Berlin kamu kan sahabatnya. Jadi kamu bisalah bicara kepadanya tentang aku, tapi yang baik-baik. Bisa nggak?” tanya Galih. Tory yang mendengarnya pun hanya melamun meratapi bahwa selama ini cowok yang ia suka mencintai sahabatnya sendiri. Sungguh hati yang terluka
“Ya bisa sih. Tapi itu kaya’nya susah deh. Gara-gara sepertinya sekarang Berlin itu menyukai Yusuf. Iya karena semenjak tersiar kabar kalau Yusuf pacaran sama Melani, dia sedih banget sampai berhari-hari. Sampai sekarang pun dia masih sedih. Tapi aku akan berusaha mempererat hubunganmu dengan Berlin” kata Tory meskipun di dalam hatinya sakit tapi demi sahabatnya apasih yang enggak
Lalu Tory pergi ke rumah Berlin.

“Hai Ber!” sapa Tory melihat Berlin duduk di teras
“Hai Tor! Tumben kamu ke rumahku?” tanya Berlin
“Iya aku kesini buat ngomongin sesuatu tentang kamu, Yusuf dan Galih”
“Ada apa emangnya?” tany Berlin penasaran
“Aku tau kalau kamu selama ini menyukai Yusuf kan? Dan kamu selama ini sedih karena Yusuf lebih mencintai Melani. Aku tau itu. Tapi kamu nggak usah berputus asa gitu donk. Ayo kamu harus bangkit, kalau ada yang lebih bagus dibanding Yusuf”
“Lebih bagus dari Yusuf? Siapa?”
“Galih”
“Galih?”
“Ya, selama ini lelaki yang mencintaimu adalah dia. Dia mencintaimu dengan tulus. Sampai-sampai dia menyuruhku untuk mendekatkan kamu sama Galih. Selama ini dialah yang rela nemanin kamu ke mana-mana. Dia selalu ada di sisimu Ber. Dia selalu melindungimu. Saat kamu tak bisa mengikuti gerakan menai dia yang mengajarimu. Kau sungguh beruntung memiliki teman seperti dia. Dan ini saatnya untuk kamu membalas kebaikannya dengan apa yang ia inginkan. Dia ingin kamu menjadi pendamping hidupnya” nasihat malaikat Tory
“Ya sepertinya begitu. Tapi aku nggak cepat berpaling dari cowok yang udah aku sukai. Lagian cinta itu nggak butuh perlindungan. Perlindungan bisa didapat dari diri sendiri maupun sahabat. udah ah lagian aku malas ngebahas ini. Mending kamu pulang aja hari udah malam. Lagian besok kita nari” kesal Berlin. Lalu Tory pun pulang ke rumahnya.

Keesokan harinya saat pelajaran menari, yang dibimbing oleh Pak Krib, Berlin terlihat tidak fokus. Pak Krib yang mengetahuinya pun ingin bicara dengan Berlin setelah jam menari selesai. Selain Berlin, Tory pun diajak bicara karena selaku sahabatnya Berlin. Lalu Pak Krib pun memulai pembicaraan.
“Berlin, aku tau kau bersedih karena sedang dilanda masalah cinta kan?” tanya Pak Krib. Berlin hanya diam dan di dalam hatinya kepikiran dari mana Pak Krib tau.
“Dari mana Pak Krib tau itu tidak penting tapi, kamu sudah cukup dewasa. Kamu tau apa itu cinta?” tanya Pak Krib kembali. Di dalam hatinya Berlin dan Tory ternyata Pak Krib bisa membaca pikiran orang. Berlin dan Tory hanya bisa diam dan mendengarkan nasihat Pak Krib.
“Baiklah, kalau kalian tidak mau menjawab. Biar Pak Krib beri tau. Cinta adalah perasaan yang diberikan Tuhan pada sepasang manusia untuk saling mencintai, saling memiliki, saling memenuhui, saling pengertian dan saling melindungi. Belum tentu bahwa orang yang kamu cintai adalah cinta sejatimu. Cinta adalah sesuatu yang murni, putih, tulus dan suci. Pak Krib tau kalau kamu mencintai Yusuf dengan tulus. Tapi dia sudah memiliki seseorang. Sebaiknya kamu memikirkan orang yang lebih tulus mencintaimu. Yang lebih perhatian darimu. Jika kalian terkena masalah pasti Tuhan dan orang itulah yang memberikan motivasi untuk menghadapi masalahmu itu. Selain sahabat, pasti di kehidupan kalian ada orang yang lebih dari sahabat” Jelas Pak Krib panjang lebar. Pejelasannya itu diresapi oleh Berlin maupun Tory.
“Baiklah. Selesaikan masalahmu itu sebelum hari esok saat pensi” kata Pak Krib membangkitkan semangat mereka sambil meninggalkan mereka berdua.

Di aula menari Berlin dan Tory masih memikirkan apa tadi yang dikatakan Pak Krib. Lalu Berlin dan Tory sadar bahwa mereka telah mencintai orang yang salah. Berlin teringat bahwa selama ini yang peduli dan perhatian padanya, mengajarinya menari, membangkitkan semangat, setia menemani adalah Galih. Dialah orang yang selalu ada di sisinya. Tory juga teringat selama ini yang telah membuatnya tertawa, mengajarinya menari, belajar bersama, peduli, menolongnya saat ia pertama kali menari lalu terjatu dan semua orang menetawakannya adalah Rangga. Berlin dan Tory pun menjadi peka atas perasaan Galih dan Rangga selama ini. Kemudian saat pulang sekolah Berlin mengajak Galih makan malam di restoran sedangkan Tory mengajak Rangga bersepada bersama di taman saat sore-sore dengan alasan Tory hanya mau olahraga persiapan pensi besok.

Sore harinya Tory dan Rangga bersepeda bersama.
“Tor kok tumben sih kamu ngajak aku sepedaan sore?” tanya Rangga
“Ya aku cuma buat merilekskan badan sih besok kan ada pensi. Ya udah yuk kita ke sana aja sunsetnya lebih terlihat jelas” ajak Tory

Di bawah hangatnya matahari sore, Tory dan Rangga turun dari sepeda kemudian tiduran di padang rumput sambil mengamati hangatnya sore serta burung-burung yang pulang menuju sarangnya.

“Indah ya matahari sore-sore begini” ucap Rangga memulai pembicaraan
“iya. Sebenarnya aku kemari ada yang ingin aku katakan takan sih” kata Tory
“sebenarnya aku juga ingin mengatakan sesuatu” kata Rangga
“Kamu duluan” kata mereka berdua bersamaan saling menunjuk. Mereka pun tertawa
“Aku duluan” kata mereka berdua bersamaan lagi saling menunjuk diri mereka sendiri. Mereka lalu tertawa
“Sebenarnya aku menyukaimu. Maukah kamu menjadi pacarku?” kata mereka berdua bersamaan lagi saling memandang dalam jarak dekat. Lalu mereka pun tertawa, lagi-lagi bersamaan. Emang udah ditakdirkan bersama.
“Ya aku mau” kata mereka berdua bersamaan. Lalu mereka saling berpelukan di bawah hangatnya sunset. Sungguh pemandangan yang indah.

Malam harinya, Galih dan Berlin berdandan cakep-cakep. Lalu mereka berangkat ke restoran. Di restoran, Galih lebih datang duluan daripada Berlin. Saat Berlin datang, Galih sangat terpesona dengan penampilan Berlin.
“Berlin? Kamu cantik banget hari ini” kata Galih
“Iya makasih. Kamu juga keren kok hari ini” ucap Berlin
“Em… sebenarnya ada yang ingin aku omongin sih” Kata Galih
“Aku juga, kamu duluan aja” kata Berlin
“Ya sebenarnya… aku dari dulu suka sama kamu. Dan… aku berharap kamu jadi pacarku. Maukah kamu menjadi pacarku?” tanya Gaih
“Sebenarnya aku juga mau ngatain itu. Tapi kamu duluan yang menyatakannya. Jadi, jawabannya ya jelas aku mau” kata Berlin

Keesokan harinya, saat pensi tiba mereka menari sesuai pasangan mereka masing-masing. Yusuf dengan Melani, Galih dengan Berlin dan Rangga dengan Tory. Mereka menari perpaduan antara dance dengan tari tradisional. Sungguh penampilan yang perfect. Apalagi mereka sangat menikmati tariannya dengan orang yang mereka suka. Para penonton pun terpukau dengan penampilan mereka dan memberi tepuk tangan yang meriah.

Cerpen Karangan: Dinda Mutiara Az Zahra
Facebook: endang setyowati
IG: @D’zahra_kf
Tolong follow dan like fotonya

Cerpen Dia Memilihnya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Karena Kamu Innocent

Oleh:
Hari ini mas Adin pulang telat lagi. Sudah hampir jam sebelas malam dia belum sampai rumah. Hal ini terjadi satu minggu termasuk hari ini. Huft. Aku menghembuskan napas. Aku

Menadah Cinta Neptini

Oleh:
Pagi itu 23 Juni 1987, matahari sudah mulai memancarkan sinar lembutnya di Kota Bengkulu. Dang remaja baru tamat sekolah menengah pertama masih lelap tertidur di kamar, di balik selimut

Menanti Hadirmu Kembali

Oleh:
Setiap sore aku ngaji, aku mempunyai teman cowok paling rusuh, namanya Ahmad, dia beda angkatan untuk sekolah walau sekolah kita beda tapi ngaji kita satu angkatan dan dia yang

Edelweis

Oleh:
Sejak kepergian Ayah, Ibuku adalah tulang punggung keluarga. Memang tidak terlalu berat. Karena, di dalam keluarga, hanya aku yang selalu merepotkannya dengan segala urusan sekolah hingga pribadi. Aku sayang

Kenapa Harus Dia

Oleh:
ELENA POV Pagi ini aku senang sekali, karena aku sudah mendapat keluarga baru, bukannya aku tidak senang karena tinggal di panti asuhan dengan ibu Sesil, ibu panti yang sudah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *