Dia Yang Indah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Lucu (Humor)
Lolos moderasi pada: 23 October 2013

Saat itu di siang yang panasnya cetar membahana. Gue lagi enak-enaknya minum es campur yang gue pesen.. Emh tapi yang mesen sih temen gue sendiri, guenya sih diem-diem aja nungguin duduk nyantai hhaha. Tapi siang yang panasnya cetar membahana sekita hilang lalu berubah jadi sejuk, sesejuk ketika lu minum es campur ini di kutub utara tanpa baju.. Brrr..

“oh… Subhanallah..” ucapku dalam hati… Apa yang kulihat ini.. Seorang wanita yang begitu… Oh kata tak dapat mengungkapkan semua itu.. Oh subhanallah…
Wanita itu lalu mendekati dan bertanya. “de, maaf numpang tanya. Kalau rumahnya ibu tinah dimana ya?”
Gua masih bengong karena mengkhayalkannya.. “oh indahnya” ucapku dalam hati.
Temanku yang sedari tadi diam mengagetkanku.. “woy panjul, ditanya tuh lu malah diem aja”
“eh.. Hah.. Astagfirullah.. Eh maaf mba rumahnya bu tinah ya, itu yang temboknya warna ijo” sahutku
“oh itu ya. Makasih ya de”
“nah kalau yang tembok orange itu rumah saya mba” timbalku
“oops gua keceplosan. Bego bego. Dia nanya juga kagak.. Malu-maluin lu ju” sahutku dalam hati
“oh, iya nanti mba mampir deh ke rumahnya” timbal dia sambil ketawa kecil karena gua bicar ceplos.
Ia lalu berlalu menuju rumah bu tina.

“ple, ple… Malaikat ple malaikat” kataku pelan dengan mimik terkagum-kagum.
“eh panjul, lu baru liat cewek gitu aja udah mabuk kepayang and bahagia kaya orang abis ulang tahun”
“tapi yang ini beda ple, dia begitu anggun, manis, mempesona, dihijab pula.. Ooh subhanallah”
Sampai 30 menit gua nyerita keanggunan si mba itu, temen gua ngilang tanpa sepengetahuan gue.

6 bulan sejak pandangan pertama itu gue masih belum tau aja nama si mba nya, karena gue malu mungkin buat pdkt-an.
Sampai suatu sore saat gue pulang main basket, gue liat dia lagi nyiram tanaman.
“hmm.. Indahnya” gumam gue.

Lalu gue perlahan mencoba mendekati. Ia yang sedang bergeser kesana-kemari menyiram tanaman gak sengaja terjatuh nginjek kulit pisang.
Sebelum tubuhnya jatuh ke tanah. Tanganku sudah menompang bahunya.
Dan saat itu gue bisa menatap wajahnya yang indah. Lalu ia pun menatapku. Berdua kita memandang satu sama lain.
Jantungku berdegup lebih cepat, mataku tak berhenti menatapnya.
Kurasa inilah cinta

Tamat

Cerpen Karangan: Agung Juniar
Facebook: facebook.com/AJPjuniar

Cerpen Dia Yang Indah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


One Special Love For Mom

Oleh:
“Fel.. gue boleh nanya sesuatu nggak sama lo?” tanya Bram di tengah langkah mereka saat mereka telah melakukan rutinitas seperti biasanya. Yaitu, latihan band bersama. “Tanya aja pake izin.

Perasaan Yang Terbalas

Oleh:
Krysan menatap wajah lelaki yang berdiri di depan papan tulis, lelaki itu menjelaskan presentasinya ke depan kelas tanpa ia sadari ia tersenyum kagum ke lelaki itu. Nama lelaki itu

Lelaki Lamunan

Oleh:
Di pagi hari yang mendung karena hujan turun kemarin malam dengan suasana yang tak nyaman karena kuman yang datang menemani hidung yang tak ada batangnya membuat nafas menjadi tak

Dear Love

Oleh:
Menunggumu bukanlah suatu hal yang mudah. Sudah lama aku duduk di bawah pondok ini, sekitar 2 jam aku menikmati angin sore yang menembus kulit ku. Hal ini sudah menjadi

Cinta Putih Abu-Abu

Oleh:
Berseragam putih abu-abu terasa paling menyenangkan dari hal lainnya. Masa Remaja menuju masa dewasa. Banyak teman-teman baru, suasana yang baru dan cowok-cowok keren di sekolah. Awal memasuki masa ini,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *