Dia Yang Ku Sayang

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Penyesalan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 18 April 2014

Waktu pertama kali aku kenal dia waktu aku baru menjejakan kaki di smp 5.. Waktu itu aku tak tau mengapa aku sebenci itu pada seorang lelaki yang bernama avan kakak kelas ku, karena waktu itu dia memiliki cewek, dan sering mesra di depan khlayak ramai, ihhh males inget itu lagi.

Dan waktu terus kujalani dengan hari hari yang membenci lelaki itu. 2 tahun setelah itu aku telah kelas 3 smp, dia telah lulus dari smp itu dan sekarang dia bersekolah di sma 3 kelas 2. Sewaktu 3 bulan sebelum un entah mengapa aku berfikiran membuka akun facebook ku waktu itu, dan avan menyapa ku lewat chatting. Hal itu membuat ku senang.. Entah mengapa ku senang padahal dia orang pertama yang sangat ku benci waktu smp.

Dan setelah kami ngobrol lewat chat, tiba tiba dia minta cariin cewek ke aku, anehnya posisi ku disana sangat sedih, terus aku bilang ke dia ya “zahra siap cariin cewek buat bang avan.. Emang kriteria cewek bang avan kaya apa sih? Biar zahra lebih gampang cariin yang sesuai kriteria bang avan”
Sebenarnya hati ini miris mengatakan itu adanya.. Avan pun membalas chat nya, dan dia bilang “ceweknya yang kayak zahra aja” di situ perasaan ku senang dan sedikit sedih. Aku bilang “mana ada cewek yang kayak zahra bang, zahra ya satu ini yang begini” sambil bergurau denganya.. Dan saat itu dia bilang “zahra abang mau off dulu ya, boleh abang minta nomer hp zahra gak?”. Nah saat itulah terbesit di fikiranku agar ku bisa dekat lebih jauh denganya.. “ya boleh bamg”.

Sore harinya aku sedang asik nonton d kamar, tiba tiba sms masuk dan itu sms dari avan.. Betapa senang hati ini.. Dan kami smsan, banyak bercerita.. Setelah lama bercerita denganya, dia bilang kalau sebenarnya dia suka sama aku. Aku di situ sangat senang, bimbang dan takut..

Karena sebentar lagi aku akan melaksanakan un, aku tak mau memikirkan pacaran dulu, dan aku mau fokus dengan un yang akan datang. Dia pun aku tolak, disana dia merasa kecewa. Tapi dia bilang “abang akan nunggu zahra sampai selesai un, tapi jika slesai un zahra masi gak mau nerima abang sebagai cowok zahra, abang pasrah”.

Dan un pun telah dekat. Waktu hari sabtu lagi belajar tambahan aku cabut dan dapat sangsi dari sekolah. Bahwa hari senin aku harus membawa pupuk kompos, aku pun tak tau mau cari dimana, tapi bang avan bilang “biar abang cariin zahra, nanti abang antar ke rumah ya”, ternyata dia baik dan sangat perhatian, di situ aku merasakan sesuatu, dan aku tak percaya kalau aku mencintainya.

Dan un pun telah datang, setiap harinya dia mensuport aku.. Itu yang buat ku bahagia.. Un pun berakhir dengan senyuman manis di pipinya avan.. Saat perpisahan dia datang sebagai alumni smp 5, aku dan dia sangat akrab, menyanyi di kelas dengannya, berfoto denganya, saat itu aku sangat mencintainya, dan dia bilang “zahra mau kan jadi cewek abang”, dan itu kata yang aku tunggu tunggu. Aku mengatakan “ya bang, zahra mau..”

Saat pemberian tanda kelulusan, pengumuman peringkat peringkat sekelas 3, aku termasuk rangking 10 dari 180 siswa kelas 3 smp 5. Saat itu orangtuaku, avan, bangga padaku. Itu karena suport dari avan dan orangtua ku. Sepulang itu aku diantar avan pulang. Aku sangat senang telah bisa mengenalnya dengan baik.

Pendaftaran masuk sma pun telah dibuka, aku melamar di sma 3 tempat cowok ku sekolah, dan aku diterima disana. Awal ku masuk sekolah kami semua ada kegiatan yang disebut mos (masa orientasi siswa) yang kami pelajar baru dikerjain habis habisan sama osis sma 3. Kakak kakak di sma 3 yang ramah banyak bertanya “oh ini ceweknya avan, cantik ya” di situ aku tersipu malu. Ternyata dia tidak malu mengakuiku sebagai perempuan yang dicintainya.

Dan setelah aku resmi menjadi pelajar sma 3, setiap harinya avan ke kelasku untuk bercerita, bercanda dan belajar denganya. Dia tak sungkan dengan membuatkan peerku, megajarkanku. Sampai sampai hujan pun dia tetap berusaha mencarikan tugas ku dan mengantarkanya padaku denagan wajah pucat dan tubuh basah, aku sayang dia, bukan dari segi materi ataupun segi fisik, aku sayang dia dari perhatian dan kasih sayangnya terhadapku.

Setiap hari libur aku dan avan menyempatkan diri untuk pergi main. Kami sering bercanda. Dan kalaupun aku marah dia akan sabar dan tak mau bersikap egois. Setelah 1 tahun 4 bulan aku dan avan jalani hubungan kami sering ada masalah yang dasarnya dari keegoisan diriku yang tak bisa ku ubah. Saat itu aku menyukai lelaki lain. Dan aku lebih memilih lelaki itu. Avan pun melepaskan ku dengan rasa luka yang juga dapat aku rasakan. Dan waktu itulah terakir avan bersikap penuh kasih, sakit, luka yang penah aku lakukan padanya.

Saat ini aku pun lost contact denganya, inginku bisa kenal dan dekat lagi denganya, tapi itu mustahil karena kebencianya padaku mukin telah terlalu dalam.

Cerpen Karangan: Zahratul Ferliandini
Facebook: Zabranie[-at-]yahoo.co.id

Cerpen Dia Yang Ku Sayang merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Je T’aime (Aku Mencintaimu)

Oleh:
‘Lima tahun, bukankah waktu itu terbilang cukup untuk bisa berada di dekatmu. berdiri di sampingmu dan mencoba membuat hal-hal indah bersama.’ Catatan itu masih tersimpan rapi di laciku dalam

Cewek Mobile

Oleh:
“krenteng, teng, teng, teng, teng!” berisik bunyi motor vespa kesayangan si Rian hentikan obrolan kami saat itu di sebuah kedai kopi pinggiran jalan ijen malang. Kami, gue (Tole), Katon,

Purnama Rengganis

Oleh:
Ini sudah lebih dari setengah jam tetapi laki-laki itu masih saja berdiam diri. Ia tersenyum sesekali atau sekedar berkedip. Memandangku dari ujung rambut hingga kaki. Aku sudah terbiasa dengan

Cinta Pada Lelaki Yang Sama

Oleh:
Pagi itu, sahabatku, Clara menghampiriku. “Ra, bagaimana menurutmu kalau aku mempunyai seorang pacar?” tanyanya. “Tergantung siapa orangnya kan?” balasku. “Ya,” “Memang, siapa yang menyatakan perasaan padamu?” tanyaku. “Ah, tidak.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *