Dia

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 24 March 2013

Hari-hariku bersama teman baruku terkesan biasa saja. Mereka terlalu sibuk dengan urusan mereka sendiri, bahkan untuk menyapa pun seakan tidak ada waktu. Hampir sebulan aku hanya duduk di bangkuku tanpa melakukan interaksi dengan teman kelasku. Sampai suatu hari, kami pun saling mengenal karena mendapat tugas dari guru waktu pelajaran. Sejak hari itulah, aku tidak sendiri lagi, mereka sering menyapaku bahkan menghampiriku untuk sekedar ngobrol saja. Kukira sebagai siswa baru, aku tidak akan mendapat banyak teman dalam waktu cepat. Ternyata Tuhan sangat baik padaku.Thank’s good Tuhan…

Sekarang ini aku merasa semangat untuk ke sekolah, karena aku mempunyai banyak teman yang sangat baik padaku dan dengan cepat aku bisa akrab dengan semua teman di kelasku. Oh… tidak, ada satu orang yang bahkan sampai sekarang tidak pernah mengajakku berbicara. Dia adalah seorang pria yang dingin, jutek tapi pintar. Kadang aku mencari informasi tentang dia dari teman-temanku. Menurut informasi yang ku dapat, ternyata dari dulu dia memang jarang berbicara kepada semua orang, apalagi teman wanita di kelas. Bahkan untuk menatap mata wanita saja dia tidak sanggup. Ternyata tanpa sadar, aku telah tertarik dengan kesehariannya.

Suatu hari, aku iseng menatap matanya. Aku ingin membuktikan perkataan temanku. Ternyata benar, ia tidak ingin bertatapan denganku. Awalnya aku kira dia itu cowok yang cupu, tapi ternyata aku salah menilainya. Aku semakin tertarik dengannya, bahkan setiap hari aku selalu menatapnya untuk lucu-lucuanku bersama temanku, dan setiap hari juga ia selalu risih dan salah tingkah.

Hingga suatu hari aku merasa bersalah padanya atas semua candaan yang telah ku buat padanya. Dan kupuskan untuk minta maaf padanya. Disaat yang kurasa tepat setelah ku hilangkan keegoisanku akhirnya ku melakukannya, aku mencoleknya, tapi dia terlalu jutek untuk berbalik melihatku. Setelah tiga kali kulakukan diatidak berbslik juga, akhirnya kuputuskan untuk berbicara padanya tanpa menatapnya, “Maaf kalau aku selalu menatapmu, maaf kalau aku selalu membuatmu salah tingkah, kalau di maafin sykur tapi klau tidak dimaafin yah terserah kamu” ucapku singkat. Kukira dia merespon perkataanku, ternyata sama sekali tidak, ia malah meninggalkanku entah kemana.

Hari-hari berikutnya, aku tidak pernah lagi iseng padanya, tapi kalian tahu, saat aku sedang baca buku di bangku ku sendiri, ia duduk di dekatku… Astaga, mimpi apa aku semalam? Aku tak percaya… berkal-kali aku bertanya padanya “kamu tidak salah tempat dudukkan? ini aku, orang yang sering membuatmu salah tingkah?” Tanyaku tak percaya dan ia hanya menjawab seadanya “tidak. Sejak itulah dia tidak malu lagi denganku dan sejak itu juga aku mulai kagum padanya.

Banyaknya tugas sekolah, ternyata ternyata membuat aku akrab dengannya. Dan tugas-tugas itulah yang membuatku sms-an dengannya, kamu tahu… betapa senangnya hatiku ketika ia membalas sms ku. Walau itu sms tentang tugas. Dan tanpa ku tahu, pastinya, aku merasa jatuh hati padanya kebahagian terasa sempurna, saat ku rasa membalas perhataian ku padanya, walau ku tahu, di balik kejutekannya dia punya perhatian lebih padaku. Apalagi, teman-teman ku juga sering bercerita kalau dia punya perhatian lebih padaku.
Aku tidak bisa memendam perasaanku sendiri, dan ku putuskan untuk curhat pada temanku. Dan aku juga jujur kalau aku merasa cemburu kalau dia dekat–dekat kepada temanku. Dan temanku menyarankan agar aku jujur padanya. Setidaknya, ku coba membuat surat, di dalam surat itu tertulis

For You
Pertemuan yang terjadi antara kita, membuatku merasa kagum padamu atas sifat jutekmu padaku. Engkau tak pernah terlihat senyum lebar, senyumu yang jutek itu membuatku tanpa sadar tertarik padamu. Ketertarikanku bertambah, saat engkau secara sadar, duduk di sampingku dan tidak malu lagi padaku. Dan entah kapan aku juga merasa jatuh hati padamu. Jatuh hati pada seorang pria jutek dan dingin merupakan kesalahan terbesarku. Seringkali ku coba menghilangkan perasaan ini, tapi entah kenapa semakin ku ingin melupakanmu, semakin juga aku merasa kamu mendekat padaku…
Ku harap engkau mengerti dengan ini. Aku tak tahu pasti, apakah ini cinta atau rasa kagum semata yang jelas aku merasa cemburu ketika engkau mendekati wanita lain.

Ketika surat ini hedak ku berikan padanya, tanpa sengaja aku mendengarnya berbicara tentang aku pada temannya yang intinya dia hanya menganggap ku sebagai teman. Sungguh, hatiku terasa sakit mendengar kata itu. Dan ku urungkan niat ku untuk memberikan surat itu.

Di perjalanan menuju kelas, tanpa sadar aku menetaskan air mata. Tanpa ku sangka aku salah jatuh cinta. Di benakku timbul berbagai pertanyaan. Jadi, selama ini untuk apa perhatian padaku? selama ini untuk apa dia memberikan tanda-tanda suka padaku?? Untuk apa dia selalu mendekatiku kalau dia hanya menganggapku teman?
Betapa bodohnya diriku, menganggap ia punya perasaan yang sama padaku ternyata dia hanya menganggapku tak lebih dari teman.

Sekarang, ku lalui hariku tanpa sedikit pun senyuman. Tidak ada lagi aku yang dulu, yang bersamangat ke sekolah, hari–hari ku di sekolah kembali lagi, duduk di bangku sendiri. Ternyata, dia tahu tentang perasaanku. Hingga suatu hari, dia datang datang menghampiriku dan menceritakan semuanya “aku sudah tahu semuanya, aku tahu semuanya, aku tahu bahwa kamu pernah jatuh hati padaku. Sebenarnya dari dulu aku juga suka padamu. Tapi aku terlalu naif mengakui perasaanku sendiri bahwa aku suka padamu” jelasnya.
Trus, sekarang maunya kamu apa? Tanyaku kembali
“aku tidak mengharapkan apa-apa, aku hanya sekedar memberitahumu tentang perasaan ini”. Dan pembicaraan itu terhenti setelah kami harus belajar kembali.

Cerpen Karangan: Nur Rizqa
Facebook: nur rizqa

Cerpen Dia merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Lupa Caranya

Oleh:
Sabtu malam ini aku hanya menghabiskan waktuku dengan bermain gitar bareng Naco dan Saka di rumah. Pukul 20.00 tiba-tiba Naco merasa bosan dan mengajak kami untuk hang out setidaknya

Tangga Simfoni

Oleh:
Senja itu selepas jam kuliah berakhir, “Wi, kita mampir dulu di Pocin yuk ngeprint TA (Tugas Akhir) di tempat langganan lo,” ajak Nadia -teman berangkat dan kuliah bareng yang

Bias Asa Nadia

Oleh:
Melelahkan. Sudah lama aku tidak beres-beres kamar tidur. Akhirnya setelah melewati bulan-bulan yang sibuk aku bisa menikmati sejenak hari libur. Setelah dua hari kemarin dihabiskan berlibur bersama teman-teman sekantor,

Cinta yang Kembali Hadir!

Oleh:
“tuuut tuuut tuut”,,handphoneku berdering menandakan tanda pesan masuk,ku lihat nama kontak yang tertera ,,hati berdebar ada perasaan yang merasuk di dada, ku takut perasaan itu muncul kembali… merusak apa

I Will Always Love You

Oleh:
Dede Risan pov 2010 Cinta, seperangkat rasa yang membalut berbagai ekspresi hati yang tengah merajalela, mengalahkan bentuk lain dari kasih sayang. membentuk lekuk senyuman yang terkadang menyulitkan kegilaan tidak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Dia”

  1. waw,,, cerita yang keren! menyentuh banget! mengingatkan keseharian remaja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *