Diam Diam Suka

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 19 August 2015

Amy adalah seorang anak yang baru masuk SMA. Awalnya dia merasa sedikit canggung, tapi dalam hati kecilnya dia selalu berkata bisa. Amy, adalah seorang cewek yang periang tetapi saat hatinya terluka, riangnya hilang dan hanya sedih di hidupnya. Dia cepat putus asa, dia tak bisa berbuat apa-apa saat semua masalah terjadi.

Amy sangat pandai untuk menasehati orang lain, kebijaksanaannya keluar saat orang lain mendapat masalah, akan tetapi dia tidak bisa menasehati dirinya sendiri. Amy banyak menemukan cinta, tetapi Amy sulit menemukan sahabat. Baginya mencari sahabat itu tidak mudah, tidak seperti membalik telapak tangan. Dulu Amy mempunyai sahabat, mereka selalu bersama-sama dan mempunyai banyak kesamaan. Kamila namanya, orangnya baik, pintar, penasihat dan selalu mensupport Amy. Tapi sekarang, Amy dan Kamila harus berpisah, karena Kamila harus ke Jawa, dan Amy harus ke Maumere.

Selain mempunyai sahabat, Amy juga mempunyai cinta. Dalam cinta Amy banyak mengalami jatuh bangun dalam masalah, seperti, diputusin, memutuskan, jadian, menolak, tetapi satu, tidak pernah ditolak sebelumnya.

Hari ini, awal Amy masuk sekolah, dan menginjakkan kaki di kelas barunya. Dia sedikit takut, dan canggung, karena tak ada orang yang sama sekali ia kenal. Mungkin cuman seberapa, itu pun hanya kakaknya saja. Dia duduk di deretan ketiga di bangku ke empat. Amy duduk bersama kawan barunya. Orang itu mungkin teman pertama yang dia kenal.

Namanya Lia, orangnya lucu, walaupun ia termasuk orang tak mampu, namun ia tak pernah memikirkan itu, yang ia pikirkan hanya sekolah. Dia selalu ceria, senyuman selalu tergambar di wajahnya. Di dalam kelas, Amy cukup pintar. Yah bisa menjawab pertanyaan guru. Tapi Amy tahu, kalau dia mempunyai banyak saingan dalam kelasnya yang sekarang. Otomatis Amy harus belajar dengan giat.

Saat masuk SMA, Amy tak memiliki kekasih. Ketika pindah, Amy diputusin. Memang Amy merasakan sakit, tapi itu yang terbaik. Amy masih sering kontak sama mantannya, walaupun tak seperti dulu. Hubungan yang mereka jalani cukup lama, hingga mereka dijuluki pasangan selamanya. Tetapi kata-kata itu tidak benar, justru mereka pun berpisah.

Di kelas barunya, banyak anak-anak cowok, tapi belum ada yang menyentuh hati Amy saat itu. Ternyata tanpa Amy ketahui, ada seorang anak laki-laki diam-diam menyukainya. Awalnya Amy cuek padanya, karena Amy memang tak tahu dia. Tetapi, lama kelamaan si cowok mulai meminta nomor hp Amy dan mulai mengontak Amy, dan dari kejadian itu, Amy pun mengenalnya.

Awalnya Amy belum mengetahui, tetapi saat Amy melihat gerak-geriknya, Amy mulai sadar. Mulailah dari situ pikiran Amy muncul untuk menjebak dia agar mengungkapkan perasaanya. Awalnya si cowok tak berani, Amy pun bertanya lebih dulu, tetapi saat Amy bertanya, Amy masih main-main. Seminggu kemudian, dia mulai mengungkapkan perasaannya, walaupun hanya lewat alat bantu, karena Amy tahu, si cowok memang pemalu.

Si cowok itu bernama Putra. Cowok yang sudah membuat hidup Amy berubah, dan sifatnya Amy berubah semua. Sifat jeleknya Amy dari SMP, gak pernah ditemuin Amy lagi sekarang. Amy benar-benar menjadi lebih baik. Putra orangnya baik, walaupun awal pacaran sering membuat Amy sakit hati, tapi Amy berusaha sabar. Putra perhatian, selalu menasihati Amy, gak boleh gini, gak boleh gitu, dan Putra sangat menyayangi Amy, dia sangat setia sama Amy.

Di matanya, hanya Amy yang terindah. Di hubungan ini, Amy selalu sabar, dan selalu mengalah. Karena pada saat itu Putra belum terlalu kenal Amy, yah dia cuman meminta maaf jika ada salah aja. Itulah putra. Putra pintar di sekolah, tapi kadang-kadang dia malas untuk ngerjain tugas. Diingetin dulu baru dia kerjain. Putra gak ganteng, tapi dia manis. Itulah yang buat Amy suka dia, senyumnya membuat Amy senang untuk lihat dia.

Masuk tiga bulan hubungan mereka, semakin hari, semakin romantis saja. Putra berubah jauh dari perkiraan Amy, dia mulai mengerti Amy. Amy merasa senang, banyak kejadian-kejadian yang sangat menakjubkan. Amy hanya senyum-senyum saja jika diganggu sama Putra sekarang. Malahan kadang-kadang mereka berdua saling ganggu satu sama lain di kelas, dan sekarang juga, putra udah bisa cemburu. Lucu deh, masa dia cemburu sama Pak Guru.

Cerpen Karangan: Lasmy Indriyani
Facebook: Lasmy Indriyani
nama : Lasmy Indriyani
panggilan : Lasmy
tanggal lahir : 30 November 1998
zodiak : sagitarius
cita-cita : polwan dan penulis terkenal
sekolah : SMA NEGERI 1 Mamumere (NTT)
Sekian dulu cerita saya tentang dua remaja yang saling mencintai. Semoga hubungan mereka baik-baik saja.

Cerpen Diam Diam Suka merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Facebook Adalah Awal Perjalanan Cintaku

Oleh:
Hhhooaamhh… Mentari mulai menampakkan sinarnya di pagi yang cerah ini. Seakan ingin menyapa ku. “pagi dunia” ucapku dari ambang jendela. Perkenalkan namaku Nirmala Sari, aku bersekolah di SMPN 1

Detak Berdetak

Oleh:
Kenalkan, aku Jean. Aku anak yang paling nakal dari banyak siswa nakal yang kalian tau! Hei, jangan remehkan aku! Aku pernah memecahkan pot bunga kesayangan guru biologiku, aku pernah

Di Ujung Senja

Oleh:
Aku melangkahkan kaki menuju ruang kelas, suasana tampak ricuh teman-teman berkumpul entah apa yang mereka perbincangkan aku tak peduli. Hari ini classmeet karena akan diadakan lomba memasak antar kelas.

Kebahagiaan Ku

Oleh:
Cinta adalah segalanya untukku, ini semua dimulai ketika aku duduk di bangku kelas dua sma. Aku adalah perempuan pendiam yang hanya bisa mendelikan mata saja. Tak ada satu pun

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Diam Diam Suka”

  1. rindu says:

    cerita nya seru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *