Diary Cinta Yunna

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja, Cerpen Romantis
Lolos moderasi pada: 6 December 2014

Siang itu terik matahari terasa menusuk ubun-ubun, namun tak menyurutkan semangat yunna untuk menuju ke sekolahnya. Yunna memang selalu datang telat, seperti biasa sesampainya di sekolah dia lebih banyak diam. Bel istirahat pun berbunyi, buru-buru yunna, lala dan nita berjalan menuju kantin. Lala dan nita adalah sahabat dekat yunna, sejak smp sampai sekarang. Oiya, yunna, nita, dan lala sekarang duduk di kelas sebelas di sma merah putih.

Saat mereka sedang asyik ngobrol, tiba-tiba ada seorang cowok yang menumpahkan minuman hingga baju yunna kotor.
“woy, hati-hati dong! Kalau jalan itu pake mata” seru yunna dengan nada kesal.
“eh, sory ya. Kamu gak papa kan? Aku gak sengaja” sahut cowok itu sambil berusaha membersihkan baju yunna.
“ah, udah deh jangan sok baik gitu kamu.” yunna melotot sambil berlari meninggalkan cowok itu dan kawan-kawannya.
Dengan perasaan yang sangat kesal yunna berlari menuju kelas. “kenapa kamu yunn?” tanya rere.
“tau ah kesal banget aku, liat nih baju aku kotor” sahut yunna.

Bel pergantian pelajaran pun berbunyi, seperti biasa yunna selalu cabut jika pelajaran matematika tiba, yunna berusaha mencari cara supaya bisa keluar dari kelas. “aduh pak, kepala saya pusing. Saya permisi ya pak mau ke ruang uks” pinta yunna. “ehm, kebiasaan kamu. Ya sudah pergi sana.” jawab pak karno sambil mengernyitkan dahi.
“alasan kamu gak pernah habis ya, yunna yunna. Ckckck” bisik rere. Yunna hanya tertawa sambil menjulurkan lidah tanda mengejek lalu segera berlari menuju ruang uks.

Saat yunna sedang berlari tiba-tiba dia menabrak seseorang. Bruakkk, yunna terdorong dan terjatuh ke lantai hingga membuat sikunya berdarah. “kamu tidak apa apa?” terdengar suara orang yang menabraknya tadi. “iya tidak apa apa kok” sahut yunna sambil berusaha berdiri.
Ternyata yang menabrak yunna itu adalah cowok yang tadi di kantin.
“maaf soal yang tadi ya, oiya nama kamu siapa? Aku yudi anak kelas duabelas ipa” yudi mangulurkan tangannya. “iya, aku yunna, anak kelas sebelas” jawab yunna dingin.
“siku kamu berdarah, ayo kita ke ruang uks. Aku obati lukamu” sahut yudi.
Mereka pun berjalan menuju uks dan yudi mengobati luka yunna.

Mentari pagi bersinar, tampak yunna sedang berjalan menuju sekolah. Seperti biasa, yunna memang lebih suka berjalan kaki padahal jarak dari rumah menuju sekolah lumayan jauh. Karena itulah dia sering terlambat.

Bel tanda pelajaran pertama pun berbunyi, seperti biasa yunna duduk di samping rere. Ya, rere memang teman sebangku yunna tapi rere dan yunna tidak begitu dekat. Karena menurut yunna rere tidak begitu asyik untuk jadi teman curhat. Yunna lebih sering menghabiskan waktu bareng lala dan nita. Ya meskipun mereka tidak sekelas dengan yunna tapi mereka cukup dekat dangan yunna. Maklum, mereka sudah berteman sejak smp.

Jam terakhir pun telah usai, saatnya pulang sekolah. Tapi yunna masih santai duduk di bangkunya padahal yang lain sudah pada bubar. Saat yunna baru saja keluar, ternyata di depan pintu sudah ada yudi yang dari tadi berdiri menunggu yunna.
“hey” seru yudi. “kakak? Ngapain disini, udah lama?” sahut yunna.
“hehe, nungguin kamu dong. Gak begitu lama lah” sahut yudi. “oh, ada perlu apa?” seru yunna “cuma mau ngajakin kamu pulang bareng aja” sahut yudi. “mau kan?”
“emm, ya udah deh” seru yunna.

Yudi adalah ketua osis di sekolah dan lumayan pintar di kelas, dia suka sekali bermain piano. Namun sayang, yudi sedikit agak cuek dan jutek.
“kenapa aku terus memikirkan nya, kenapa dia tidak pernah lepas dari pikirannku. Ya tuhan, kenapa aku ini. Sebelumnya aku gak pernah ngalami hal seaneh ini, aku bahkan baru mengenalnya” seru yudi dalam hati.
Ya, yudi memang sangat selektif dalam memilih cewek, karena itulah yudi hampir tidak pernah menyimpan rasa sama siapa pun. Seingatnya, baru dua kali dia pacaran dan rasanya sangat membosankan. Menurutnya cewek itu ribet, suka ngatur, gak boleh ini gak boleh itu, gak boleh kesini gak boleh kesitu, dan masih banyak lagi.
Abcdefg ( aduh bo’ cape deh eke frustasi getoh ) !!

Seperti biasa, pagi ini yunna kembali terlambat. Ia mencoba untuk melompat pagar sekolah, bukan hanya dia saja tapi ada beberapa anak laki-laki yang terlambat. Saat yunna sudah selesai melompat tiba-tiba datang satpam sekolah, spontan mereka berlarian dan yunna pun melempar tasnya di semak-semak dekat belakang sekolah supaya tidak ketahuan jika dia datang terlambat. Bruakkk!! Saat yunna melempar tasnya, terdengar bunyi yang lumayan keras. Sepertinya tas yunna mengenai seseorang, tapi yunna tidak peduli, dia melanjutkan berlari hingga tiba di kelas.

“telat lagi kamu yun?” seru rere. “iya nih. Hehe” jawab yunna ngos-ngosan.
Jam belajar pun segera dimulai, guru sibuk memberikan pengumuman liburan akhir tahun.

Bel pulang pun berbunyi, dengan cepat yunna berlari ke arah belakang sekolah untuk mengambil tasnya, tapi ternyata dia tidak menemukan tasnya. Dia berusaha mencarinya dan tanpa sadar yudi datang menghampirinya. “ini tas kamu kan?”. “eh, kakak? Iya ini tas aku, tapi kok bisa ada sama kakak?” seru yunna bingung. “iya tadi pagi tas ini hampir mencelakai kepalaku” sahut yudi. “oh, maaf ya tadi aku sedang panik kak, hehe” jawab yunna malu-malu. Dan semenjak itu mereka pun sangat dekat, kemana-mana selalu berdua. (so sweet deh)

Libur sekolah pun telah tiba…
“yunnaa! Bangun udah pagi, katanya kamu mau liburaan sayang” teriak mama yunna membangunkan yunna. Yudi pun datang menjemput yunna. Ya, mereka telah merencanakan akan pergi berlibur kebali selama seminggu dan hanya berdua saja.
Sesampainya di bali, mereka ceck in di hotel dan memesan dua kamar. Usai mengemas barang-barang, mereka pergi ke pantai dewata. Mereka ingin melihat sunrise di pantai berdua. Sambil melihat sunrise mereka terlihat sangat asyik bercerita. Sebenarnya yunna masih terlalu takut untuk kembali menginjakkan kaki di pantai. Cerita masa lalunya yang kelam, membuatnya terlalu takut, namun bersama yudi, yunna seakan mendapatkan kekuatan untuk itu.

Desiran ombak pantai sangat membuat mereka semakin nyaman. “yunna, sini deh seru loh” seru yudi. “gak ah kak, aku takut”.
Jingga pun hampir menampakkan diri, ditemani dengan hembusan angin pantai yang begiu lembut. Tampak yunna dan yudi duduk di karang pantai memandangi sunset yang begitu indah.
“yunn, sebelumnya aku gak pernah sebahagia ini. Cuma sama kamu aku bisa se have fun ini, makasih ya yunn” seru yudi. Yudi membuka suara, sontak yunna kaget dengan apa yang yudi katakan. “apa kakak ini, ada ada aja deh, hehe jadi malu nih yunna kak” seru yunna.
“yunna, sejak pertama kita kenal, aku merasa kalau kamu itu yang terbaik buat aku. Aku sayang sama kamu yunn, tepat di pantai ini dan di depan matahari yang sudah mulai beranjak pergi dari pelupuk mata kita, aku ingin kamu tau kalo aku pengen banget memiliki kamu seutuhnya. Yunna, kamu mau kan jadi bunga yang terindah di hati aku?”
Mendengar itu yunna sangat terkejut, bahkan dia tidak mampu berkata lagi. Dia hanya diam dalam kebingungan.
“yunn, kenapa diam? Kamu gak mau sama aku?” seru yudi.
“ehh, ehm gimana ya kak. Aku juga sayang sama kakak, tapi aku takut kecewa kak” jawab yunna.
“aku janji akan bahagiakan kamu yunn, aku serius sama kamu, aku gak akan pernah kecewain kamu. Percayakan sama aku” jawab yudi.
“iya kak, aku percaya kok, kita jalani aja dulu ya kak” jawab yunna.

Sinar mentari beranjak pergi diiringi jingga yang mengusik sunyi… Satu minggu pun berlalu, mereka sudah kembali ke rumah. Dan hari ini hari kembali masuk sekolah, pagi ini yudi menjemput yunna dan mereka pergi bersama-sama. Semenjak saat itu hari-hari mereka berubah manjadi manis, semanis coklat. Yudi dan yunna sangat bahagia, dan tidak akan pernah terpisah oleh jarak dan waktu

The end

Cerpen Karangan: Lina Agustina
Facebook: Liennacabbiiyychoncuacua

Cerpen Diary Cinta Yunna merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Anak Bangsa

Oleh:
Rasa kesal di hati membuatku geram. Seperti kata guru seniku bahwa Angklung LAGI LAGI diklaim negara tetangga. Apa-Apaan mereka itu!. Seperti tidak ada kebudayaan Hai, namaku Ara. Aku adalah

Mantan Orang Ganteng

Oleh:
Di sebuah komplek yang kumuh, hiduplah seorang pria sebatang kara yang buruk rupa bernama Sirna Ejo. Orang-orang di sana telah mengenalnya, mereka menyebutnya Si Siluman Buangan, kejam memang, tapi

Makro?

Oleh:
Ada medan magnet lain yang menyelimuti perpustakaan sekolahku. Entah kapan tepatnya hal itu bermula, yang jelas aku merasakan desiran asing setiap masuk ke dalamnya. Jantungku berdebar lebih kencang, namun

Bunda

Oleh:
Aku masih tidak percaya apa yang sedang ku lihat sekarang. Selembar kertas ulangan yang di sana tertera nilai 70. Kenapa nilai ulanganku jelek sekali? Biasanya aku selalu mendapat nilai

Dia Yang Tak Kukenal

Oleh:
Aku meletakkan sepatuku di rak khusus alas kaki yang terbuat dari kaca. Aku memasuki rumah sederhana yang terletak di sebelah selatan Surabaya. Hari ini, Aku pulang sangat terlambat. Biasanya,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Diary Cinta Yunna”

  1. yani says:

    I like cerpen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *