Dilema Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Lucu (Humor), Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 25 July 2013

Namaku vina, aku, anisa, novia, dyta, fida dan dwima sahabatan dari kelas satu.
Sekarang sudah kelas tiga.

Kami sedang berlari menuju sekolah.
SMAN TCK, karena terlambat

“sudah datangnya terlambat, pakai acara memperkenalkan diri pada member lagi, ayo push up kalian, kaki di atas kepala di samping” kata pak sukirman dengan gigit tonggos dua di tengah, hitam pula, guru bp mnyebalkan ini memang selalu saja membuat kami di tertawakan. karena tingkahnya yang super bloon
“haah, aduh pak saya belum makan tadi pagi, cuma makan dua sendok, tapi sendoknya pakai sendok semen” kata anisa manja
“eh, kingkong, lo makan apa bunuh diri! Push up, kalau ga push up, biar saya yang push-up?” kata pak sukirman memperlihat giginya yang terlanjur maju kaya kelinci, sambil push-up di lapangan dengan semangat 45.
“lariii” kata dwima membuat kami berhambur pergi. Meninggalkan pak sukirman guru ajaib itu

“selalu saja kalian, pokoknya ibu tidak mau mengizinkan kalian masuk sebelum wc kalian bersihkan” kata bu mayang mengelus ketek.
“tenang kan ada harpic” kata novia sambil ngupil
“pakai sabun kekuatan sepuluh tangan ajah” kata anisa dengan tanduk di kepala karena kesal.
“menyeballlkan rasakan kekuatan seupuluh tangan” kata fida dan dwima sambil memukul kepala temannya sampai korengan.
Terpaksa kami membersihkan wc yang terkenal angker baunya.

Sedang asiknya kami membersihkan
Seorang lelaki lewat dan terjatuh, hidungnya berdarah.

“waduhh, korban lantai licin nih” kata anisa sambil tertawa lebar memperlihatkan mulutnya yang bau bawang putih,
“bukannya di todong eh di tolong malah di tawain” kata fida menyikut anisa.
Anisa, fida dan novia bukannya menolong malah perang kata-kata. Membuatku heran geleng-geleng tangan.
“kami eh kamu ga apa-apa?” kataku sambil berusaha menolongnya, namun sapu di tanganku malah jatuh mengenai mukanya,
“ga apa-apa gimana, sekarang malah tambah rusak muka gue” kata cowok berambut botak di tengah dan berlalu pergi sambil memegang jidat.
“eh yang sakit kan hidung, kenapa jidat yang di pegang” kataku tak habis pikir,
“oh ia salah megang dunk, terus masalah buat loooh” katanya berlari pergi membuatnya terjatuh lagi, kali ini lebih parah karena masuk lubang got, *muat ga ya?

Di kantin siang ini, memang terasa panas sekali, apalagi saat novia menumpahkan kuah mie ke tanganku, *panas banget kan? Ia sekaligus menyebalkan, berteman dengan mereka, sama saja seperti bidadari dan 5 kurcaci, tapi kurcaci yang menyebalkan*
“aduh sorry… Sorrry vin, gue sengaja” kata novia gugup
“hah, sengaja!!!” kataku dengan keluar tanduk.
“eh… Ehh liat siapa yang datang, bukankah itu, manusia botak di tengah yang jatuh di wc” kata dyta menunjuk orang yang di maksud dengan hidung di tambal sekaligus tangan di perban.
“ah, ga mungkin dia, lagian kenapa admin alfrednya hadirkan tokoh pemeran cowoknya bloon gitu, kalau gini kamu aja deh dyt.. Yang jadi pemeran utamanya” kataku sambil menelan ludah, apalagi saat orang itu mengambil sedotan dan meminum saos bukan jus di sebelahnya.
“benar-benar bloon” kata fida sambil mengelus jenggot.

“mama tempe ga hari ini…?”
“tahu kali” kata mama kesal
“ia ada orang botak di tengah, terus bloon lagi, kok ada ya manusia aneh kaya gitu mah?”
“huussshht, mama ga suka vina, putri cantik mama ini menghina orang lain, memang masalah buat loooh” kata mamaku berlalu di ke dapur, karena tertawa akhirnya kepeleset di dapur.
“vinaaaa, tolong mami dong”
“memang masalah buat looo!” kataku tertawa berjingkrak.
“dasar, cepat tolong mama”
“oh, ia bentar… Bentar…” kataku berlari ke lantai dua sambil mengambil kotak p3k.
“mama ga kenapa-kenapa, cuma butuh di bangunkan!” kata mamaku kesal sambil bangun sendiri.

“ia jadi gitu mah.. Ceritanya”
“oh.. memang cerita apa, kan kita berdua baru duduk” kata mama kesal lagi.
“oh belum ya, pura-pura aja ngerti mah..”

“tapi kalo di pikir-pikir lucu juga ya, anak sekolah botak di tengah, Tapi faktanya kalo kotak eh botak di belakang karena mikirin masa lalu, kalau botak di depan mikirin masa depan, kalo botak di tengah, banyak mikirin masa sekarang dong”
“vinnaaa jangaaan tidurrr!”

Di kantin
“oh jadi kalau botak di tengah banyak mikirin masa sekarang, berarti benar dong, kan tahu sendiri guru killer alias bu rani, kalau ngasih soal kaya apa?” kata anisa sok tau.
“mmmh pantas dia botak” kata dwima
“tapi ngapain kita bahas dia ya?” kata fida
“ia juga ya, jangan-jangan vina suka ya, sama tuh botak milenium” kata dyta sambil kabur
“haah, enak aja!. Buat lo ajah dyt” kataku mengejar dyta dan kawan-kawan.

Di rumah
“vina anak ku, ada kabar gembira, rumah di sebelah sekarang ada penghuninya”
“terusss… Gue harus bilang mbeeek gitu, terus kenapa mah?”
“ia, kan mama bisa minjem duit sama mereka” kata mama mengepalkan tangannya.
“huuuh, dasar, ternyata ada udang di balik tepung”

Sedang asiknya aku membaca buku di kamar, suara ketukan terdengar, oke itu pasti mama.

Aku terbelalak kaget saat membuka pintu, si botak, seorang pria dan mamaku sedang berdiri di depanku.

“botaaak!!!”
“haaah” jawab si botak dengan jantung hampir keluar.
“maaf ya? Namanya kevin bukan botak?” kata bapak di dekatnya
“aku pak roger dan ini anak ku kevin” lanjutnya

“ia kami tetangga baru di sini. Baru pindah dari prancis”
“haaah perancis” jawab mamaku dngan mata melotot
“ia maksudnya prancis, prapatan ciamis” kata pak roger nyengir sapi.

“ya sudah pak diminum dulu kopinya” kata mamaku, pak roger langsung mengambilnya dan membuka matanya hendak menuangkan kopi ke dalam matanya.
“salah pak… Salah pak.. Yang benar di sini” kata mamaku sambil menunjuk lobang hidungnya karena kesal di ikuti ingusnya yang meler.

Ya, begitulah akhirnya kami punya tetangga baru, bapak roger dan anak si botak alias kevin, meraka adalah sama, yaitu sama-sama gila, dan gajebonya seperti guru sekolah kami pak sukirman.
Pak roger lumayan ajib.
Sedangkan anaknya kevin lumayan ajaib. Ya, ajaib kok ada manusia kaya gitu.

Aku masih menyeka rintik hujan yang mengguyurku. Siang ini aku menunggu jemputan mamaku, kelima sahabatku, dyta, anisa, novia, fida, dan dwima sudah pulang duluan naik odong-odong.

“hey, ngapain disini, mau pulang bareng” kata seseorang sambil membuka helmnya.
Saat ia memperlihatkan wajah aliennya aku hampir jatuh, karena dia adalah kevin, si botak ajaib itu.

Aku melirik kiri kanan, memastikan tidak ada yang melihatku di bonceng, kalau tidak mereka akan menertawakan ku.

“makasih ya? Kevin, aku turun disini aja” kataku beberapa meter dari rumahku.
“ok, siiip? Sama-sama vina”

Aku memperhatikannya berlalu pergi.
“ternyata dia ganteng juga si botak”

Di sekolah
Hari ini ada yang berbeda, hatiku bergembira tanpa sebab,
“apa yang kau lakukan!!, kenapa pensilku kau gigiti?” kata novia merampas pensilnya dari mulutku

“eh, soriii… Sooorrrii, kalian lihat si botak ga, kok hari ini dia ga masuk ya?” kataku sambil melihat wajah teman-temanku yang diam terpana memandangku.
“ya, maksudnya kalau ada dia kan bisa kita kerjai” kataku memberi alasan.
“huuuh dia mau bohong” kata teman-temanku bersamaan sambil menarik hidungku ke atas,
“anak-anak hari ini teman kita kevin, tidak bisa hadir bersama kita, menurut surat dari keluarganya, ia sakit dan sedang terbaring di rumah duka, eh maksudnya rumah sakit” kata guru mayang di sebelum memulai pelajarannya.

Aku pulang naik ojeg hari ini,
Aku mampir ke sebuah rumah sakit dimana kevin si botak di rawat.
Sebuah kamar segiempat dengan sebuah tempat tidur.
3 buah kursi berjejer di antara meja. Pak roger sedang berlipat tangan sambil menutup mata serta mendngarkan musik di dekat anaknya.
Dan seorang yang ku maksud sedang terbaring dengan selang menjalar di hidung, dan kedua tangannya.
“maaf pak roger, apa yang terjadi” kataku berulang-ulang karena pak roger tak menanggapi.
Sampai ke teriakan ke sepuluh ada hasil. Pak roger berkata
“kalau mau saya dengar, kamu buka headsead di kupingku ini nak”
“oh ia, tapi tuh dengar” kataku menahan malu.
“itu contoh anak kingkong!!” kata pak roger kesal.

“ibunya telah meninggalkan kami tahun lalu, setelah mengetahui kevin terkena penyakit serviks, eh salah penyakit tumor otak
Otaknya berfungsi tapi itu membuatnya lemah dalam beraktivitas, rambutnya mulai rontok, terpaksa ia mengunakan topeng yamg sengaja ku beli untuknya” kata pak roger menahan tangis sambil membuka topeng anaknya,

Sesosok wajah bak artis ariel peter parker di depanku, rambutnya masih utuh, tapi memang terlihat menipis.

“dasar bodoh, kenapa kau malu pada dirimu sendiri kevin, lihatlah papamu menjaga dari semalam untuk kesembuhanmu” kataku melirik pak roger sambil menahan tangis.
“beberapa bulan lagi kita akan un dan habis itu lulus, aku mohon kamu harus bisa ikut, demi ayahmu atau demi a.. A.. Ku kevin” kataku berlalu
“pasti sayang” kata roger tertawa.
“eh, ceritanya kamu koma!, kenapa bisa ngomong” kata pak roger mencekik leher anaknya.
“menyebalkan!, baca dong skripsi” kataku kesal.

Hujan sore ini masih menyisakan kilau pelangi, aku tertegun memandang rumah pak roger dari jendela lantai dua ini.
“biasanya pak roger akan berteriak, bercanda gurau ala militer dan di akhiri tertawa anaknya, mereka akan berlari dan bermain layaknya orang bloon dengan kevin duduk di kursi roda, aku tahu sekarang, pak roger mengetahui hidup anaknya tak akan lama lagi, perlahan namun pasti kevin akan berlalu, dan hal terakhir yang bisa pak roger lakukan adalah menghibur anaknya begitu juga kevin tak ingin memperlihatkan kesedihan dalam hatinya,

Kevin yang terkadang terlihat tegar
Kevin yang terkadang terlihat kuat
Kevin yang terkadang manja pada ayahnya,
Kevin yang terkadang terlihat bersifat anak-anak sekali
Ternyata di balik itu semua ada hal aneh yang bisa ku pahami, tentang kasih sayang orang tua, tentang cinta yang tanpa pamrih,

“kevin demi apapun gue sayaang sama dirimu, apalagi setelah ku tahu dirimu ternyata sangat ganteng” teriak ku di jendela

“huuuh, menyebalkan, ternyata ada udang di balik tepung” sebuah suara yang tak asing bagiku,
“kevin!!!” kataku loncat-loncat
“ia gue kevin, siapa bilang ariel” kata kevin sambil berpangku tangan, dan menahan tangis di pipinya.

“aku tahu aku kuat karenamu, dan semua hal terbaik di senyumku saat ini karenamu, entah mengapa aku merasa sangat lebih baik di dekatmu” kata pak roger membuka kedua tangannya lebar-lebar membuatku dan kevin saling berpandang
“dasar tua-tua keladi!!, harusnya itu teks kevin ayah” kata kevin kesal.
Aku dan kevin tertawa bersama untuk pertama kalinya, sementara pak roger dan ibuku tersenyum menahan tangis.

Sebulanpun berlalu, kevin melewati masa-masa sulitnya dengan dorongan dari ayahnya di kursi roda,

Tak banyak hal yang bisa ku lakukan.
Meski awalnya aku merahasiakan perasaan dan cintaku pada kelima sahabatku, tapi bak bau telur busuk yang akhirnya ketahuan.

Aku sendiripun tak tahu kenapa cinta pertama ku adalah kevin dan aku tak tahu kenapa aku mencintainya.

Hal terakhir yang ku ingat sebelum akhirnya ia pergi untuk selamanya adalah, sebuah senyum hangat dan luar biasanya ia melewati dua bulan dari vonis awal dokter

Ini ceritaku dan aku percaya apapun masalahmu tak akan ada yang mengalahkan kekuatan cinta.

Cinta dapat mengalahkan segalanya
Khusunya rasa takut
Cinta dapat tumbuh subur
Khususnya rasa sayng.

Kevin tenanglah di alam sana, disini aku menanti di bawah terang cahaya bulan, tak akan padam di terjang badai.
Kebersamaan hangat. Inspirasi yang kau tanam dalam diriku telah menjadikanku seorang pahlawan perang, khususnya diriku sendiri.

Kuburan kevin masih basah, aku, dyta, fida, novia, anisa dan dwima hanya dapt memandang dari jauh dan pergi

Kekosongan malam ini, ku menatap langit dan disana ku tulis namamu dengan tinta terbaik kevin.

Tamat

Cerpen Karangan: Alfred Pandie
Facebook: Alfredpandie[-at-]yahoo.com

Cerpen Dilema Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


I Miss You Yoona

Oleh:
Yoona terbaring lemah di kasur rumah sakit. Ia mengidap kanker otak stadium 2. Menurut dokter, kanker Yoona sudah termasuk parah. Orangtua Yoona selalu mendoakan yang terbaik untuk Yoona. Pada

Titania’s Life (Part 2)

Oleh:
“Jangan pernah bermain-main dengan cinta, nanti sakitnya pasti akan terasa.” Titan sudah memasuki kelasnya, begitu juga dengan Daffa yang berjalan di belakang Titan. “Tan, kamu dari mana?” Kata Sarah.

Special Day

Oleh:
Pagi yang cerah untuk hari yang istimewa. Yap! Hari ini tepat tanggal 23 Desember, Grace dan David akan merayakan hari jadinya yang ke-1 tahun 11 bulan. Grace yang notabene

Doni

Oleh:
Aku punya teman. Namanya Doni. Tak tahu kenapa dia bernama begitu. Tapi kami adalah teman dekat. Hanya saja, ada satu hal yang sangat kubenci dari dia. Dia sama sekali

Sahabatku Cintaku (Katakan Cinta)

Oleh:
“Sudah menunggu lama tuan bawel” suara itu menghentikan lamunanku memandangi langit sore penuh keindahan, Pandanganku yang begitu lepas tanpa hambatan apapun membuat jiwaku begitu tenang, dan dia yang aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *