Disaat Cinta Hadir Kembali

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 7 December 2014

Di sebuah sekolah SMA Semarang, ada seorang murid yang bernama Dara. Dara adalah seorang gadis yang sederhana dan ceria. Dara lebih banyak teman cowok daripada cewek. Karena dia merasa lebih care berteman dengan cowok ketimbang cewek. Dan salah satu dari teman cowoknya itu, ada sosok yang membuat hati Dara bergejolak. Padahal pada waktu itu, Dara sudah punya calon tunangan. Teman-teman sekelasnya juga sudah pada tau tentang hal itu. Tunangannya sudah kerja dan sudah mapan. Namun.. pada saat itu hubungannya Dara dengan pacarnya sedang dalam masalah. Dan pada saat itulah si cowok itu mendekati Dara yang sedang galau. cowok itu bernama Gilang. Dara dan Gilang satu kelas. Suatu hari di dalam kelas, ketika jam istirahat berbunyi. Gilang mendekati Dara.
“Hai.. Dara.. akhir-akhir ini, kamu keliatan murung. Gak seperti biasanya, kamu kan biasanya cerewet? Wkwk” canda Gilang.
“ahh.. kamu ini Lang.. gak ada apa-apa kok.. i’m fine..” jawab Dara murung.
“Jangan bohong kamu Raa.. dari sorot matamu, gak bisa di bohongin. Ayolah.. curhat aja, mungkin aku bisa bantu” Senyum Gilang. Lalu mereka saling menatap. Seperti tatapan sepasang kekasih.
“Hmm.. iya Lang.. ako ada masalah dengan cowokku. Aku pusing.. dan aku capek… dengan semua ini. Tiba-tiba Dara menangis. Lalu Gilang mengusap air matanya.
“Hai… jangan nangis Ra.. mana Dara yang ak kenal dulu? Yang selalu ceria..”. lalu dalam hati Gilang berbicara “andai aku adalah kekasihmu, aku tidak akan membuatmu menangis seperti ini”.
Lalu bel pun berbunyi. Teman-temannya tiba-tiba menyorakinya.
Sejak saat itulah mereka saling ngobrol. Lalu Dara mempunyai tekad untuk memutuskan kekasihnya. Hingga suatu ketika pulang sekolah, di depan kelas mereka duduk bersama. Gilang mengungkapkan perasaannya kepada Dara. Kalau Gilang sudah menyukai Dara sejak awal bertemu. Begitu pula Dara. Lalu Dara berjanji akan memutuskan hubungannya dengan pacarnya.
Janji Dara pun ditepati. Dara telah memutuskan hubungan dengan kekasihnya. Lalu mereka pun menjadi pasangan yang sangat romantis. Jarang mereka terdengar gosip-gosip miring tentang hubungannya mereka di sekolah. Hingga membuat teman-temannya iri kepadanya. Bahkan gak sedikit teman dan gurunya yang bilang untuk mengundang di pernikahannya jika suatu hari nanti mereka berjodoh. Bahkan di rumah mereka pula. Mereka saling akrab dengan keluarganya.

Hari kelulusan pun sudah tiba. Anak-anak bersorak ria karena dinyatakan lulus semua. Tapi.. tidak dengan Dara dan Gilang. Mereka sedih karena akan berpisah. Karena Dara selesai lulusan akan bekerja di Jakarta dan kuliah disana. Sedangkan Gilang, kuliah di Semarang. Jadi, mereka pacaran long distance. Lalu setelah merayakan kelulusan, mereka makan bersama di kafe seperti biasanya. Gilang sangat sedih karena akan ditinggal pergi Dara. Kekasihnya yang selama ini selalu menemaninya disaat suka dan duka. Lalu Dara meminta keinginan kepada Gilang. Agar mengantarnya ke terminal. Tapi, Gilang menolaknya. Karena Gilang gak mau Dara melihatnya menangis ketika di terminal nanti. Dara pun mengerti maksud Gilang. Walau sedikit sedih karena keinginannya tidak dipenuhi. Di keramaian kafe, tiba-tiba Dara bersenandung lagu Pasto yang berjudul “Aku Pasti Kembali”.
“Aku hanya pergi tuk sementara. Bukan tuk meninggalkanmu selamanya. Aku pasti kan kembali pada dirimu. Tapi kau jangan nakal, aku pasti kembali..”. Suasana semakin haru, hingga akhirnya mereka menangis bersama.

Hari perpisahan itu pun terjadi juga. Gilang benar-benar tidak mengantarnya ke terminal. Padahal pada saat itu Dara sangat mengharapkan kedatangannya. Dara sangat sedih dan merana akan perpisahan itu. Dara seketika itu menangis. Sedangkan Gilang di rumahnya, dia menangis di kamarnya karena kepergian Dara ke Jakarta. Ketika di kamarnya Ibunya menemui Gilang.
“Nak.. kamu sedih karena Dara pergi ke Jakarta? Kenapa kamu tidak mengantarnya sampai ke terminal?” tanya Ibunya Gilang heran.
“Ak gak sanggup melihat Dara pergi dari hadapanku Bu, dia pasti sedih kalo dia lihat aku sperti ini” jawab Gilang.
“Tapi nak.. Dara pasti akan lebih sedih. Karena pasti dia mengira kamu gak peduli dengan kepergian dia?” jawab Ibunya dengan nasehatnya.
“Tapi Buu.. ak benar-benar gak sanggup” Gilang menangis.
“Temui dia Nak.. pasti dia masih menunggumu..” perintah Ibunya.
“Hmm… iya Bu…” semangat Gilang.

Lalu Gilang bergegas mengejar Dara ke terminal. Namun.. usaha Gilang sia-sia. Karena dia terlambat 15 menit yang lalu. Gilang sangat sedih dan sangat menyesal karena pasti membuat Dara menangis. Dara menangis sepanjang perjalanan dari Semarang ke Jakarta. Dara sangat kecewa dengan Gilang, karena dia merasa Gilang tidak peduli dengan dirinya.

Setiba di Jakarta Dara tinggal bersama tantenya. 1 minggu kemudian, Dara mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan swasta. Dara dikenal pimpinannya sebagai karyawan yang rajin dan pintar. Hingga rekan-rekan kerjanya menjadi iri kepadanya. Karena Dara hanya lulusan SMA. Tapi, banyak juga yang menyukainya karena Dara adalah gadis yang ramah dan ceria. Dipikiran Dara adalah bekerja dan bisa kuliah. Agar bisa membahagiakan orangtuanya dan pacarnya Gilang.

2 Bulan telah berlalu..
Gilang dan Dara masih tetap berkomunikasi dengan baik. Namun, suatu ketika Gilang telah menderita penyakit yang cukup parah. Lalu Dara menelpon Gilang..
“Hallo.. Assalamu’alaikum?”
“Wa’alaikumsalam..”
“Sayang… apa kabar? Udah baikan belum?” tanya Dara dengan nada prihatin.
“Belum nih Cinta.. masih atitt..” jawab Gilang dengan nada manja.
“Maaf ya Sayang.. kemarin-kemarin aku gak bisa jenguk. Urusan di kantor masih belum kelar. Insya Allah, besok pas weekend ak pulang..” ceria Dara.
“Ga usah sayang.. aku udah baikan kok. oh ya.. boleh aku minta sesuatu?” tanya Gilang.
“Iya.. apa Sayang?” Dara dengan nada penasaran.
“Bisa gak? 1 bulan ini kamu jangan kontakan sama aku dulu. Aku masih ingin istirahat” Gilang memohon.
“Haaa? kamu kenapa Sayang? Apa sms dan telepon dariku itu mengganggumu? Apa aku kurang perhatian sama kamu? Apa aku salah sama kamu?” jawab Dara protes.
“Bukan gitu Sayang.. aku masih butuh istirahat.”
“oke.. kamu aneh Sayang.. semenjak aku disini. Padahal aku disini selalu setia untukamuu.. udahlah.. Assalamu’alaikum..” komentar Dara seperti ingin menangis.
“Aku juga…” tiba-tiba teleponnya ditutup dan melanjutkan pembicaraannya sendiri, disini setia untukamuu Sayang.. Wa’alaikumsalam.

Sejak kejadian di telepon itu, mereka benar-benar tidak berkomunikasi selama hampir 1 Bulan. Tiba-tiba Dara ingin sekali tahu kabar Gilang lewat kakaknya Gilang. Namun, yang menjawab malah Gilang sendiri. Dan Gilang mengatakan lagi untuk tidak berkomunikasi selama 1 Bulan lagi. Hal ini membuat Dara down. Suatu hari Dara diam-diam merencanakan sesuatu untuk memberikan surprise kepada Gilang. Dara akan pulang kampung. Tiba di Semarang, 2 jam istirahat lalu Dara langsung ke rumah Gilang. Tapi setiba di rumah Gilang tidak di rumah. Melainkan pergi bersama temannya. Dara bingung dengan Gilang. Di dalam hatinya Dara berbicara sendiri. “katanya sakit, tapi malah jalan-jalan”.
Dara kira teman cowoknya tapi ternyata teman cewek Gilang. Betapa terkejutnya Dara melihat kekasihnya berboncengan dengan teman ceweknya. Padahal Dara sudah bela-belain pulang hanya untuk menjenguk Gilang. Pertengkaran hebat pun ga bisa terelakkan. Namun, mereka berbicara dengan santai.
“Ohh.. jadi gini alasan kamu? kenapa aku gak boleh komunikasi dengan kamu? Kamuuu… aku gak tau harus bilang apa lagi sama kamu mas..” Celoteh Dara dengan nada miris.
“Kamu salah paham Raa.. aku gak seperti yang kamu kira” jawab Gilang membela.
“Udahlah mas.. gak usah ditutup-tutupin.. sudah jelas kok.. aku capek mas.. aku mau pulang. Aku udah nunggu kamu 1 jam. Dan aku juga baru istirahat 2 jam.” Dara mengeluh dan matanya sudah berkaca-kaca.
“Mbak.. kami berdua gak ada apa-apa kok.. jangan salah paham mbak. Aku mau jelasin sama mbak dulu” tangkas Rita, teman ceweknya Gilang.
“iya Sayang… tolong… jangan pergi dulu” mohon Gilang.

Lalu Dara bergegas pergi. Di sepanjang perjalanan pulang Dara terus menangis dan menangis. Hingga matanya bengkak karena terus-menerus menangis. Orangtuanya pun bingung melihat anaknya seperti tu. Sejak peristiwa itu Dara tidak pernah menghubungi Gilang lagi. Karena Dara menghilangkan jejaknya dengan ganti nomor handphone. Tahun demi tahun berlalu. Namun, Dara tak pernah melupakan kejadian itu. Bagi Dara, Gilang adalah mantan yang terindah dan beribu kenangan manis bersamanya. Selama bertahun-tahun Dara tak pernah lagi bercinta dengan pria manapun, meski banyak cowok yang menembaknya. Pendidikan S1 pun bisa dilalui oleh Dara. Dara berhasil menggapai cita-citanya untuk bisa meraih gelar sarjana Ilmu Pendidikan Alam di Unindra. Gilang pun demikian bisa menggapai cita-citanya meraih gelar sarjana Bahasa Inggris di Unnes. Gilang juga tidak pernah berpacaran lagi setelah hilang kontak dengan Dara. Padahal Gilang selalu ingin mencari kabar Dara, namun selalu gagal. Ketika bertanya kepada orangtuanya juga malah dimarahi oleh mereka. Karena mereka tahu perlakuan Gilang ke anaknya.

Singkat cerita, Dara kembali ke Semarang. Karena dia ingin bekerja di kota kelahirannya. 2 minggu kemudian, ternyata Dara diterima kerja menjadi pendidik di sekolah SMA nya dulu. Antara senang dan sedih. Senang karena diterima kerja dan sedih karena dengan bekerja disana, menjadi ingat momen-momen indah kebersamaan dengan kekasihnya dulu. Hari pertama di sekolah, tiba-tiba senior-senior teman kerjanya alias Gurunya Dara dulu, bertanya sesuatu kepada Dara hingga membuat dia senyum dan meringis.

“Bu Dara.. kamu yang dulu pacarnya Pak Gilang kan? Wah-wah.. kalian ini.. benar-benar pasangan romantis. Dulu pas sekolah sama. Sekarang satu kerjaannya sama” tanya Bu Rahma menggoda.
“hehe.. Ibu Rahma.. maksud Ibu apa ya? Saya tidak mengerti. Saya sudah putus hampir 5 tahun Bu..” jawab Dara Heran.
Tiba-tiba bel pun berbunyi. Mereka pun terpotong pembicaraannya. Namun, Dara masih penasaran dengan candaannya Ibu Rahma.

1 minggu berlalu. Dara mengajar anak-anaknya dengan baik dan kasih sayang. Di suatu hari senin tiba. Anak-anak dan guru-guru berhamburan keluar menuju ke lapangan untuk melaksanakan upacara seperti biasanya. Betapa kagetnya Dara melihat Gilang berbaris untuk upacara. Gilang pun melihatnya. Betapa kagetnya Gilang dan wajahnya penuh dengan tanda tanya. Tak kuasa Dara ingin menumpahkan air matanya. Lalu Dara meminta izin untuk ke toilet. Ketika di toilet, Dara menangis sejadi-jadinya. Dara baru sadar dan tahu maksud Ibu Rahma. Bahwa Gilang juga bekerja menjadi pendidik di sekolah itu. Lalu Dara kembali ke barisan paling belakang upacara. Pada saat itu, gilang juga demikian, berbaris paling belakang. Hingga mereka bersebelahan. Lalu mereka sedikit berbincang pas waktu istirahat.

“hai.. Ibu Dara.. jadi pendidik disini?” tanya Gilang dengan raut wajah yang bahagia.
“iya Pak Gilang..” jawab Dara ketus.
“Raa…. aku kangen sama kamu…” Gilang mulai menggoda.
“Maaf pak.. ini masih upacara. Tolong, jangan berisik” Dara sinis. Sampai teman-temannya melihatnya.
“iya.. Bu Dara.. Maaf..”jawab Gilang merendah.

Setelah selesai upacara, teman-teman kantornya pada menggodanya. Karena mereka rata-rata pada tahu kalau mereka pernah berhubungan cinta. Hingga membuat Dara kesal dan diam aja di kantor. Karena dia sangat membenci kalau masa lalunya selalu di ungkit-ungkit. Selama 1minggu Dara selalu diam dan menjauh ketika Gilang ingin mengajak berbicara empat mata dengannya. Suatu hari ketika di depan kelas sekolah saat jam pulang, anak-anak dan sebagian guru-guru sudah pada pulang. Gilang mendekati Dara lagi. Dan kali ini Dara menanggapinya.

“Raa.. please… listen to me” keluh Gilang.
“Dengarkan apa Pak Gilang? Ak sudah capek, pengen pulang” jawab Dara senyum.
“kamu itu salah paham Ra.. aku sudah berkali-kali mencari keberadaanmu. Tapi hasilnya nihil. Kamu bagaikan hilang di telan bumi. Ak kehilangan arah. Dan sekarang Tuhan malah mempertemukan kita disini. Aku sangat bahagia sekali.” Senyum Gilang dan matanya berkaca-kaca.
“Hmm…. salah paham gimana Lang? Aku sakit hati Lang.. melihat kejadian itu. Udah ga ada tuk dijelasin lagi. Diem-diem ak juga tau facebook kamu. Apalagi kamu dengan dia pas di facebook. Kamu itu akrab banget. Aku tau, kamu sekampus dengan dia kan? Bagaimana dengan hubungan kamu itu? Baik-baik aja?” Dara menangis.
“Maafkan aku Ra.. aku udah bikin kamu sakit hati. Tapi, kamu salah Raa.. hubungan kami emang baik-baik aja tapi sebatas persahabatan. Kami bersahabat sejak SD dan dia juga tetanggaku, pas waktu itu aku lagi ospek untuk menyiapkan pembekalan esoknya” Gilang membela.
“Owhh… trus, apa maksud kamu untuk tidak komunikasi lagi?!” jawab Dara tegas.
“Kalau itu, memang salahku Ra.. aku begitu karena ak ingin fokus dengan kuliah. Tapi, aku ingin tetap bersamamu. Aku hanya ingin sedikit mengurangi komunikasi kita” jawab Gilang.
“Apaa…?? Jadi… tapi… aku sudah terlanjur sakit hati sama kamu Lang..” Dara mengusap air mata.
“Tolong Ra.. kembalilah padaku.. aku masih sangat mencintaimu Ra.. aku berjanji akan membahagiakanmu. Aku juga disini terluka karenamu Ra.. aku tak pernah menggantikanmu. Aku selalu menunggumu.” Tepis Gilang.
“Tolong.. Beri aku waktu Lang..” jawab Dara.

Sejak saat itu, mereka mulai akrab. Tapi, Dara selalu mengalihkan pembicaraan ketika Gilang meminta jawaban dari Gilang yang kemarin ketika di depan kelas. Lambat laun anak-anak didiknya pun tahu akan kisah hubungannya mereka dulu. Murid-muridnya selalu menggodanya ketika membahas tentang pelajaran bahasa inggris. Namun, Dara selalu bersikap tenang dan tegas.

Suatu hari ketika Dara sedang mengajar anak-anak, tiba-tiba Gilang lewat depan kelasnya dan Gilang menyapa Dara.

“Pagi Bu Dara..” Senyum Gilang.
“iya.. Pagi Pak Gilang..” jawab Dara sambil melirik anak-anak.
“Ciee.. cieeh… suitt suitt.. CLBK nie Bu Guru kita.. hahaha” sorak anak-anaknya.
“Hussttt… anak-anak ini.. sudahh.. cepat dikerjakan tugasnya. 20 menit lagi, harus sudah di kumpulkan” tegas Dara. Dara salah tingkah di hadapan anak didiknya.
“yaahh… Bu… rumusnya aja lupa.. kok 20 menit lagi? Kan tadi Ibu bilang sampai Bel berdering? masih ada sisa setengah jam lebih Bu..” komentar salah satu anak didiknya.
“udah.. jangan banyak protes. Cepat kerjakan.” Jawab Dara tegas.

Bel istirahat berdering. Gilang menghampiri Dara untuk mengajak makan siang bersama di kantin. Saat itu Dara mempersiapkan jawabannya kepada Gilang. Dara menerima Gilang kembali. Gilang sangat bahagia dan teriak hamdalah keras sekali, hingga seisi kantin memandang heran mereka. Cinta Dara telah hadir kembali dan penantiannya selama ini berbuah manis dan bahkan semanis madu. Lambat laun semua warga sekolah, tempat mereka bekerja mengetahui akan hubungannya mereka. Semuanya turut bahagia. Dalam waktu 6 bulan berpacaran, lalu Gilang melamar Dara. Mereka menikah dan dikaruniani dua anak. Dan mereka bahagia untuk selamanya.

TAMAT

Cerpen Karangan: Widi Astuti
Facebook: widi astuti gosuksesgo
dari dulu sejak aku SMP senang sekali membuat cerpen. tapi 5 tahun ini aku tak jarang untuk membuat cerpen lagi. dan sekarang, di sela-sela waktuku kuliah aku ingin menggali lagi bakat nulisku ini, yang sempat tenggelam. hehe

Cerpen Disaat Cinta Hadir Kembali merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Love N Life

Oleh:
Sapaan itu terdengar masuk pada telinga setelah tiga tahun tidak ku dengar. Aku segera membalikkan tubuhku ke belakang melihat gadis itu yang berjalan mendekati dan tersenyum manis padaku, senyum

Move On

Oleh:
Wajah cantik itu termenung. Fitri galau, memandangi satu foto yang dia simpan dalam buku diarynya. Potret dirinya bersama sang mantan, Fauzan. Rampung setahun mereka putus. Hari ini, hari anniversary

Ketiban Cinta Cowok Misterius

Oleh:
Di sudut ruang kelas xi ipa 1 ada sosok misterius yang duduk di bangku belakang pojok kelas. Suasana kelas menjadi sunyi karena kelas yang masih sepi dari keramaian. Sinar

Karena Saya Sayang Kamu

Oleh:
Maria menekan tombol telepon beberapa kali. Terdengar bunyi tut-tut beberapa kali, tapi ia tetap menunggu sambutan dari sana. “Halo,” terdengar suara perempuan separuh baya. “Maaf, Tante. Bisa bicara dengan

Story Love Wisnu Puji

Oleh:
Tanggal 20 Mei 2012, pukul 21.45 adalah awal kisah kami berdua. Dari pertanyaan “maukah kamu jadi pacarku?” dan jawaban “iya aku mau” dari bibirku. Resmi sudahlah hubungan kami berdua.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *