Ditembak Brondong

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 16 August 2017

Sejak satu jam yang lalu Liza duduk di bawah pohon, lebih tepatnya di taman kampus di mana dia berkuliah. Gadis berambut sebahu dan memiliki mata coklat itu tengah melamunkan sesuatu yang membuatnya bingung sejak beberapa hari yang lalu.

Sahabat Liza yang bernama Jana pun mendekati Liza, lalu duduk di sampingnya.
“Kenapa kau tidak mengikuti kelas Linguistic?” tanya Jana.
Liza tetap diam, hal itu membuat Jana merasa kesal.
“Liza apa kau tidak mendengarku?” ulang Jana.
“Tentu saja aku mendengarmu,” gerutu Liza, wajahnya terlihat frustasi seperti orang yang sedang patah hati. Jana pun menggenggam tangan Liza.
“Ceritakan apa yang terjadi!”
Liza menoleh ke arah sahabatnya itu, menatap dengan dalam.
“Jika aku menceritakan padamu, apa kau akan menjaga rahasia?” Liza seakan tak percaya dengan ucapan Jana, hal itu membuat Jana terkekeh pelan.
“Apa selama ini aku pernah membeberkan rahasiamu?” Liza menghela napas panjang kemudian bertanya kepada Jana.

“Kau tahu Abby?”
“Tentu saja tahu, dia adalah mahasiswa semester empat yang diidolakan oleh banyak gadis di kampus ini.”
Liza mengernyitkan kening, mendengar ucapan Jana.
“Kau sudah tahu orangnya?” Liza bertanya lagi.
“Aku tahu Liza. Dia lumayan tampan bahkan dia memiliki tinggi badan yang cukup tinggi untuk lelaki seumurannya.”
Liza menganggukan kepala.

“Kenapa kau menanyakan dia?” Jana memicingkan matanya kepada Liza.
“Jangan-jangan kau mulai jatuh ke dalam pesonan Abby?” tambah Jana.
Liza mendengus kesal.
“Bukan seperti itu, tapi dia menyatakan perasaannya padaku tiga hari yang lalu.”
Sontak Jana langsung membelalakan mata mendengar pengakuan Liza.
“Di-dia menyatakan perasaannya padamu?” tanya Jana lagi seakan-akan ucapan Liza adalah kebohongan.
Liza mengangguk sekali lagi.
“Aku harus melakukan apa?” wajah Liza dipenuhi kebingungan.
“Jika kau memang suka dia terima saja.”
“Tetapi dia lebih muda dua tahun dariku.”
Jana tersenyum dan memeluk sahabatnya itu.
“Apa salahnya jika kalian saling menyukai,” bisik Jana.

Hari selanjutnya Liza kembali ke kampus seperti biasa, saat akan masuk kelas dia dihadang oleh Abby di depan pintu masuk. Abby menyeret tangan Liza hingga ke belakang kampus.
“Apa yang kau lakukan?” tanya Liza sambil mengusap tangannya yang terasa panas akibat cengkeraman tangan Abby.
“Apa tanganmu sakit?” Abby berusaha memenggang Liza namun Liza segera menepisnya.
“Jangan menyentuhku!” tukas Liza.
“Aku minta maaf.”
Liza hanya mendengus mendengar pernyataan Abby.
“Aku memaafkanmu.” Liza mengucapkan itu dengan sedikit kesal, melihat hal itu Abby bertambah gemas melihat wajah Liza.

“Kenapa kau tersenyum?”
“Karena kau cantik.” Liza memutar bola mata malas mendengar gombalan Abby. Liza pun segera beranjak dari tempat itu akan tetapi Abby mencegahnya.
“Apa lagi?”
“Kau belum membalas perasaanku,”
Liza menghela napas dalam-dalam, dia brondong, dan berjalan meninggalkan Abby, setelah beberapa langkah dia berhenti.
“Sepertinya aku akan mencoba menjalin hubungan denganmu,” ucap Liza sambil tersenyum manis lalu kembali berjalan. Mendengar itu Abby berteriak bahagia dia tidak menyangka jika cintanya akan terbalaskan.

Cerpen Karangan: Risa Ivansari
Facebook: Risa Ivansari

Cerpen Ditembak Brondong merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Memori Bersama IPA 1 Smansa Mamuju

Oleh:
Entah mengapa malam ini aku memikirkan sesuatu. Entah mengapa malam ini teringat Sesuatu. Entah mengapa malam ini hanya ada aku. Entah mengapa malam ini aku ingin menulis sesuatu. Kehidupan

Bertepuk Sebelah Tangan (Part 1)

Oleh:
Malam minggu di sebuah caffe… “Begini nasib jadi bujangan. Kemana-mana, asalkan suka. Tiada orang yang melarang. Hati senang walaupun tak punya uang, ooh. Hati senang walaupun tak punya uang,”

Never Ending

Oleh:
Sahabat, kata sahabat tak pernah ada sebelumnya di kamus seorang perempuan bernama Jeje Emeli Wijaya. Perempuan yang selalu menganggap tak ada seorangpun yang tulus berteman dengannya. Tapi tidak sebelum

My Story Love

Oleh:
Alunan lagu somebody’s me by enrique E. merubuhkan mimpi indahku malam itu. Semua sirna seketika saat ku tersadar lagu itu berasal dari handphone-ku, entah siapa yang meneleponku tengah malam

Tiga

Oleh:
3 Bulan dhiya sendiri. mencoba menyembuhkan luka lama.. 3 Bulan itu juga dhiya menolak untuk menjalani suatu hubungan.. Sampai suatu saat seorang lelaki yang bernama iki hadir di hidup

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *