Ditengah Derasnya Hujan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Galau, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 9 June 2013

“itu orangnya?” bisik ziara menggebu.
aku mengangguk pelan.
“sudah berapa lama suka?”
“dua tahun”
“dari lo SMA?”
“dari gue SMA sampe kuliah”
“elo emang gila banget risya”
aku menunduk. aku tidak suka dikasihani.
“naksir itu sebentar selebihnya adalah sayang”
“sayang?” gumamku pelan. aku tidak mengerti apa itu sayang, untukku itu adalah hal yang tabu.
“dia punya pacar?”
“tepat disampingnya. sudah berganti empat selama dua tahun” pandanganku berubabh nanar.
“makanan favoritenya?”
“nasi goreng di sebelah kampus”
“minumannya?”
“lemon tea hangat tidak terlalu asam”
“kerjaannya?”
“penulis”
“sudah berapa banyak buku yang dia tulis?”
“beberapa dan gue punya semua”
“ko gue ga tau?”
“cuma gue yang tau dia”
“mobilnya?”
“banyak.”
“rumahnya?”
“daerah kalibata”
“pendidikan terakhir?”
“sarjana hukum”
“kok kerjaannya penulis?”
“mengikuti kata hati”
“pernah mengobrol?”
“tidak sama sekali”
“hanya berani menatap?”
“ya. hanya berani menatap dan tidak mengucap”
ziara menutup mulut. menggelengkan kepalanya.

Kamar kesya. pukul 16.00

“sya?”
“apa?”
“masih belum berani menyapa pangeranmu itu?”
aku diam.
“sampai kapan kamu memendam sya?”
“sampai Tuhan mengizinkan”
“tidak menyesal?”
“untuk apa?”
Aku lihat ziara yang hanya menatapku lirih. Aku tau, betapa khawatirnya ziara terhadap perasaanku. ziara memang sahabat sejatiku, aku sedih itu airmatanya. begitu kata ziara. aku memang merasakan tekanan batin akhir-akhir ini. Gerry! nama lelaki yang dua tahun ini mengusik fokusku. memberantakan khayalku.
“lo harus ajak dia ngobrol”
“maksudmu kenalan?”
“itu lo tau sya, gue kira lo cuma tau anatomi manusia” usik ziara usil.
“lo perlu seseorang sya”
“gue butuh”
“nah itu lo pinter. gue kira lo hanya tau kebutuhan dasar manusia”
aku mengerutkan alis.

Kampus. 13.00

aku berjalan menuju taman. aku senang menghabiskan waktuku dibawah pohon rindang.selain itu, ini memang tampat aku dan ziara berbagi. hempasan angin menggelitik pori-poriku. aku membiarkan mataku menjelajahi kesana-kemari. tapi, aku lihat langit semakin gelap. awan hitam mulai menampakan wajahnya, dan benar… hujan mulai turun. buliran itu kini terlihat.
hujan begitu cepat derasnya, hingga tak memberi aku peluang untuk berlari mencari tempat teduh. untung pohon ini bisa menjadi payung sementara.
plak plak…!! suara sepatu suara melangkah semakin dekat semakin jelas. lelaki berpostur tinggi, hidung yang mancung dan kulit yang putih.
hap!! aku berhasil menebak siapa dia. siapa yang berlari pelan menuju kearahku, maksudku pohon rindang ini. dia sekarang sibuk mengusir tetasan airhujan yang tertinggal di bajunya. dia terus sibuk sampai tidak peduli aku memperhatikannya.
brug!! buku berukuran sedang jatuh tepat dihadapanku. reflek, aku mengambilnya dengan sigap. memberikan buku itu kepada lelaki yang sedari tadi belum juga menghentikan kesibukannya.
“terimakasih”
singkat tapi bermakna. suara yang asing. suara pertamanya yang berhasil menyelidik labiran kosong hatiku, aku tersenyum.
“mahasiswi universitas indonesia?
“FIB”
dia mengulurkan tangan.
“gerry. anak fakultas…” gerry belum selesai aku menyerobot.
“fakukltas hukum. gerry wicaksono. kelahiran 21 april 1987. anak pertama dan dua bersaudara. alamat daerah kalibata. makanan favorit nasi goreng di sebelah kampus, minuman lemon tea hangat tidak terlalu asam, kerjaan penulis. sejak lama aku mengegumimu ger”
suaraku bergesekan dengan derasnya airhujan. aku gemetar, tidak percaya aku melakukan hal sebodoh itu. gerry menatapku dalam, kini aku semakin terpaku dibuatnya. dia mengusik arah tujuanku, yang semula mengenalnya berubah menjadi ingin memilikinya. untuk berapa lama aku dan dia diam, hanya saling menatap. suasana semakin mencekam. kosa kataku terkunci. sampai hujan berhenti. aku kebingungan. aku kehabisan cara untuk menujukan. aku kehabisan ide untuk mengungkapkan. untuk beberapa lama…

“gerry?”
suara wanita yang tak asing untukku. alena. kekasih gerry sejak 5 bulan lalu. gerry cepat membalas lambaian wanita cantik itu, sebelum bergegas ia menyempatkan bola matanya melirik kearahku. semakin jauh semakin lama punggung kokohnya tak terlihat lagi. jelas aku melihat, gerry membiarkan aku menggigil karena dinginnya sikap dia. dia berlalu seolah tidak ada yang aku utarakan. dia tidak peduli, sama sekali tidak. peristiwa itu hanya kehangatan di tengah derasnya hujan.
pipiku basah.

Cerpen Karangan: Atikah Windy
Blog: atikahwindy7.blogspot.com

Cerpen Ditengah Derasnya Hujan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Payung Hijau

Oleh:
Gadis itu duduk di bangku stasiun, tangannya dimasukkan ke dalam saku sweater yang berada di bagian pinggangnya dengan rok berwarna abu-abu yang sedikit basah karena kehujanan. Matanya melirik kanan-kiri

Dia Bukan Untukku

Oleh:
Namaku Lili, aku seorang gadis yang selalu ceria. Walau terkadang masalah dalam hidupku selalu datang silih berganti. Aku termasuk pribadi yang tertutup, mungkin karena aku jarang sekali bergaul dengan

Kembali Tapi Tak Sama

Oleh:
Matahari pagi itu seperti mengintip di balik mendungnya langit. Matahari selalu tersenyum meski tampak sedih di balik mendung. Dua kaki kecil bergantian ke depan dan kebelakang menelusuri pinggir jalan

Ada Apa Dengan Sunset?

Oleh:
Dia! Dia, sangat senang melihat matahari terbit. Keindahannya begitu luar biasa, karya agung sang maha kuasa. Namanya mentari hidupnya sederhana dan penuh perjuangan. Terkadang rasa lelah selalu ia dapat

Aku Hanya Boneka Untuknya

Oleh:
“hadduhh pasti dapet ceramahan lagi nih dari Pak Guntur…” seru Livy sambil melirik jam tangannya Livy pun mempercepat langkahnya dan sesekali berlari kecil menuju kelasnya dan GUBRAAKK!! Livy menabrak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *