Don’t Go

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 11 May 2018

Namaku Raihan Alfiansyah. Umurku 17 tahun. Ya, seperti anak remaja lainnya aku juga telah mengerti apa itu cinta. Di sekolah aku terkenal sebagai kakak kelas sekaligus ketua OSIS yang dingin, cuek dan pendiam. Tapi ada satu hal yang pasti membuat kalian terkejut. Ya, aku telah menyatakan cinta di depan umum kepada adik kelasku bernama Nadia. Dan kami mulai menjadi sepasang kekasih. Pada awalnya memang berjalan baik, tapi entah mengapa akhir-akhir ini hubungan kami sedikit renggang. Aku juga tidak tahu apa penyebabnya, ditambah sekarang Nadia juga agak pendiam tidak seperti biasanya. Tapi pikiran negatif yang menghampiri otakku segara kutepis jauh-jauh. Lebih baik aku mengurus persiapan untuk acara pensi besok.

Ditengah-tengah persiapan, aku mendengar suara riuh dari kerumunan siswa. Kuhampiri kerumunan itu dan betapa terkejutnya aku ketika melihat Aryn mantan pacarku dulu hampir jatuh dari tangga saat memasang hiasan. Secepat mungkin aku berlari dan menangkapnya sebelum dia benar-benar jatuh. Kami sempat saling menatap sampai akhirnya sebuah suara menyadarkan kami. Aku pun membantu Aryn untuk berdiri lalu menoleh ke sumber suara tadi. Tapi kini aku lebih terkejut saat mendapati Nadia tengah menatapku sambil menangis. “kita putus” ucapnya tiba-tiba.
Deg…
Betapa terkejutnya aku mendengar perkataannya barusan. Belum sempat aku mengatakan apa-apa, Nadia sudah berlari menjauhiku. Aku pun baru tersadar sekarang.

Segera kucari Nadia di sekeliling sekolah, tapi aku tak menemukan siapapun. Hingga poselku bergetar menandakan ada panggilan masuk, aku pun mengangkatnya.
“Halo”
“Halo nak Raihan, Nadia ada sama nak Raihan nggak? kok dari tadi tante coba telfon nggak diangkat” Teryata yang meneleponku tante Risa, ibunya Nadia. Mau tak mau aku harus menjawab jujur.
“Nadia nggak sama saya tante”
“Oh, ya udah. Terimakasih ya nak Raihan”
“Iya tante”
Setelah panggilan berakhir, aku segera mencari lagi Nadia.

Di tengah jalan yang sepi, akhirnya aku melihat seseorang yang sedang kucari dari tadi. Tapi kulihat Nadia dihampiri preman dan ia mulai menangis ketakutan. Dengan sisa tenagaku, aku berlari dan memukul wajah preman itu. Tak mau kalah, preman itu berusaha memukulku tapi selalu meleset. Akhirnya perkelahian terjadi. Tapi beberapa saat kemudian, preman itu pergi meninggalkan kami.

Kuhampiri Nadia yang sedang duduk memeluk lutut sambil menangis. Kusejajarkan tubuhku dengannya dan mulai kuusap rambutnya “Nad, kamu baik-baik aja?” tanyaku lembut. Dia mendongakkan kepalanya. Hatiku seperti teriris melihat wajahnya dipenuhi air mata. Segera kupeluk erat tubuhnya membiarkannya menangis di pelukanku. Dia meronta ingin dilepaskan tapi aku semakin memeluknya erat. “Lepasin aku kak” ucapnya masih sedikit terisak “nggak, aku nggak akan lepasin kamu sebelum kamu jelasin kenapa kamu mau kita putus” jawabku tegas “kakak itu cinta sama kak Aryn, jadi buat apa kita masih pacaran?” jelasnya “hey, aku cuma cinta sama kamu, bukan sama Aryn!” jawabku “Tapi tadi kakak peluk pelukan sama kak Aryn! udahlah kak, kita itu udah nggak cocok! jadi biarin aku pergi dari kehidupan kakak” ucapnya lirih “nggak, jangan! kamu cuma salah paham, please dengerin aku kali ini aja! Raihan itu cuma cinta sama Nadia, nggak akan sama yang lain! oke” jelasku lembut.

Kurasakan tangisannya mulai mereda, perlahan kulepas pelukanku dan menatapnya “jadi kamu maafin aku kan? please jangan pergi” Nadia menatapku dan tersenyum lalu mengangguk. Aku kembali merengkuhnya ke dalam pelukanku sambil tersenyum bahagia.

Cerpen Karangan: Frida Sisma Yunita
Facebook: frida sisma yunita

Cerpen Don’t Go merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


I’m Pecundang Hero (Part 2)

Oleh:
Sepanjang perjalanan aku tidak berkata sepatah kata pun, namun dia banyak sekali bercerita tantang kehidupannya yang baru pertama kali ini naik motor, terus pulang selarut ini dan diantar oleh

Separuh Jiwaku Kembali

Oleh:
Harum semerbak bunga-bunga yang bermekaran di taman depan kamarku membangunkanku dari mimpi, entah mimpi indah ataukah mimpi buruk, yang jelas aku sudah lupa dengan semua itu. Kulangkahkan kaki mendekati

Salah Sangka

Oleh:
“KRINGGG”. Bel berbunyi menandakan mata pelajaran matematika akan segera dimulai. Tapi, seperti biasa Pak Leon guru matematika kelas IX F terlambat masuk di kelas ini. Sehingga seluruh siswa berkeliaran.

I Will Always Love You

Oleh:
Dede Risan pov 2010 Cinta, seperangkat rasa yang membalut berbagai ekspresi hati yang tengah merajalela, mengalahkan bentuk lain dari kasih sayang. membentuk lekuk senyuman yang terkadang menyulitkan kegilaan tidak

Selamat Natal Kasih (Part 1)

Oleh:
RAY dan KASIH berkenalan di sebuah acara pernikahan sahabat Kasih, yang juga merupakan keluarga Ray. Ray anak seorang yang sangat kaya sedangkan Kasih dari keluarga yang sederhana. Awalnya hubungan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *