Don’t Say Goodbye

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Romantis
Lolos moderasi pada: 20 July 2015

Dengan berbangga hati, kulangkahkan kakiku untuk berjalan ke sekolah, hari ini adalah hari yang sangat istimewa bagiku, kalian tau kenapa?, Karena hari ini aku akan menjadi kakak kelas tujuh dan delapan, ya hari ini adalah hari pertamaku di kelas Sembilan. Tentu saja perasaanku begitu gak karuan, sedih, bahagia, seneng, khawatir, gaje, aneh, lier, deg-degan semua menjadi satu.

“Hoi.. orang aneh!!” Kudengar suara perempuan melengking di telingaku, dia berlari menuju tempat ku berdiri.
“Hm?”
“Apa kau sudah tau masuk kelas Sembilan mana?” Tanyanya spontan
“Tidak, emang kenapa?” Jawabku asal
“Kalau begitu ayo kita liat, kita terobos kerumunan itu berdua!” Ucapnya bangga sambil menunjuk kerumunan orang dekat mading papan pengumuman.

Belum sempat ku menjawab, dia langsung menarik tangan kananku, kulihat dia tidak terlihat berubah sama sekali, sejak pertama bertemu lalu libur dan sampai sekarang, malah terkesan semakin semakin imut saja. Ya, Kalian benar dia adalah pacarku panggil saja echa, sudah 8 bulan kami menjadi pacar, tidak ada hal aneh terjadi di antara kami, kami berdua aku-akur saja.

“aku kembali~”
“Hm? Apa kau sudah melihatnya?” Tanyaku pada echa setelah echa keluar dari kerumunan.
“kita berdua masih terpisah kelas…” Ucapnya pelan
“Aku di kelas 9c kamu 9b..” Lanjutnya lagi
“Hm… Kita berdua tidak beruntung” Jawabku pelan
“Tapi., kelas c dan b itu kan dekat!!! Jadi setiap istirahat kau masih bisa memberiku makanan, yea~” Ucapnya mencoba menyemangatiku
“Pikiranmu hanya makanan saja, tapi kau benar juga…” Jawabku sambil tersenyum kecil
Kita berdua pun tersenyum bersama.

KRING!!!

Kelas baruku, kelas 9b walaupun terpisah dari echa tapi kelas kita tetap berdekatan alias gak jauh-jauh amat, dan aku juga terpisah kelas dengan leo, huh!.

Kulihat juga sekeliling kelas 9b belum ada apa-apa hanya ada beberapa wajah yang menurutku asing alias tak kenal disini, juga belum ada tiang bendera, tak apalah namanya juga baru masuk?, oh ya di kelas ini aku duduk sebangku dengan yusuf dia adalah temanku sekelasku di kelas 7.

“Ah~ Hari pertama masuk udah cape begini, padahal kan belum belajar sama sekali..” ucapku dalam hati

KRING!!!!
Bel pulang sekolah pun berbunyi
Memang hari ini terasa sebentar karena cuman perkenalan dulu belum belajar.

“Hoi! Orang aneh!!” teriak seorang perempuan yang tak lain adalah echa dari depan pintu kelas 9b
“Oh? Kau masih beres beres buku ya… padahal yang lainnya sudah pulang..” Ucapnya sambil berjalan mendekatiku
“apa kau mendapatkan teman baru? Apa kau kesepian? kau terlihat lesu. Apa kau sakit? Apa mau ku bawa ke uks? Atau ku ambilkan obat? Apa kau lapar? Apa kau sangat lapar? Apa kau ingin makan? Apa kau sangat ingin makan? Apa kau…”
“Stttss, jangan bicara lagi, sekarang ayo kita makan,” Ucapku memotong pertanyaan echa
“Ternyata kau memang lapar! Oke…” Jawabnya sambil membantuku mengeluarkan kotak makanan.

Seperti biasa kita berdua makan masakan buatanku bersama, walaupun kali ini kita memang benar benar berdua karena ketidakhadiran tiang.

“Oh ya bhgahimhna dhngean kleshlasmu? apha kahu bteha? (oh ya bagaimana dengan kelasmu? apa kau betah?)” Tanyaku sambil terus mengunyah
“Hm? apa kau bilang?”
*Glek..
“Apa kau betah dengan kelasmu?” Tanyaku sekali lagi usai menelan.
Echa hanya mengangguk pelan sambil tersenyum.
“Syukurlah…” Ucapku lega

“oke selesai..”

Setelah selesai kita berdua diam sebentar untuk menenangkan perut dan pikiran. sambil beres beres juga tentunya.

“Oh ya, apa kau tidak bosan berpacaran denganku?” Tanyaku tiba tiba sambil menduduki bangku di sebelah echa
“Pertanyaan macam apa itu, pokoknya aku nyaman selama berpacaran denganmu karena tiap hari makan makanan gratis..” Jawabnya gembira
“Tapi kan yang namanya pacaran itu kata orang orang sih, orang yang pacaran itu pasti sudah berciuman ataupun sayang sayangan sedangkan kita selama ini hanya bisa sampai pegangan tangan saja, kata temanku juga kita seperti teman biasa bukan seperti pacaran” Ucapku lagi
*Cletak! Suara jitakan terdengar tepat setelah ku selesai berbicara
“Aw! Kenapa kau memukulku?” Tanyaku sambil mengelus ngelus kepala
“Karena kau mesum!!”
Aku hanya melihat ke arahnya, terlihat mukanya seperti memerah.
*Cletak!!
Sekali lagi suara jitakan itu kembali terdengar
“Ya! Kenapa kau menjitaku lagi?” Ucapku sambil terus mengelus ngelus asal jitakan
Terlihat echa sedang menarik napasnya dalam-dalam
“ku peringatkan ya, Orang lain ya orang lain, kita ya kita! Jangan samakan kita dengan orang lain mengerti?!! kita pacaran dengan cara kita sendiri bukan dengan cara orang lain!!” Ucapnya dengan nada membentak
Aku terdiam sejenak.
“berarti.. suatu saat kita pun bisa berciuman?” Tanyaku asal
*Cletak!!!
Ketiga kalinya kepalaku menjadi bahan jitakan.
“Sudahlah ayo kita pulang! hari ini kau jadi mesum sekali,” ucapnya sambil pergi berjalan cepat meninggalkanku
“TungguLah!!~, Aku kan hanya bertanya apakah suatu hari nanti kita bisa berciuman? hey..!!”
*CLETAK!!!!

“Apa kau masih marah, padaku?” Tanyaku mengawali pembicaraan
“Tidak lah, kemarin aku hanya kesal saja..” Jawabnya sambil mencoba tersenyum
“Maafkan aku,”
“Ya tentu kalau begitu ayo kita makan…” Jawabnya lagi
Aku hanya mengiyakannya dengan gembira.

Hari demi hari telah kulewati bersama echa, tak terasa aku dan echa sudah 2 bulan menjadi kelas 9, artinya hubunganku dengan echa sudah berlangsung sekitar 10 bulan, 2 bulan lagi menuju 1 tahun :D, sejauh ini hubungan kami masih aman-aman saja, semuanya berkat echa yang berpikiran dewasa, dia selalu memaafkanku ketika aku berbuat kesalahan, aku seperti anak kecil saja, aku ingin sekali sedewasa echa namun aku belum bisa menjadi seperti itu, karena aku masih berpikiran seperti anak-anak. Seharusnya aku yang berpikiran dewasa tapi ya sudahlah nanti juga aku pasti bisa seperti echa tentunya.

“Hei!!” Pundakku ditepuk oleh seorang laki-laki berambut hitam yang tidak lain adalah yusuf
“Hm?”
“sedang melamunkan apa ni?” Tanyanya padaku
“Tidaklah, siapa yang melamun?” jawabku balik bertanya
“D-I-Y-O” Ejanya jelas..
“Emang ada apa sih?” Tanyaku sedikit kesal
“Apa kau tidak dengar, Besok terakhir bayar untuk study tour, karena besoknya lagi kita akan berangkat study tour!!! ye ah ~!!” Jawabnya gembira
“Oh.. begitu ya…”
“Kau tidak senang?”
“Tentu aku senang…!!” Jawabku sambil mencoba tersenyum
“ekpresimu aneh…” Yusufpun pergi meninggalkanku.

Kring!!!
Bel pulang sekolah pun berbunyi.

Setelah semuanya keluar kelas, aku menunggu echa datang.
“Hai… Apa kau menunggu lama?” Tanyanya sambil berjalan ke arahku
Aku hanya menggeleng pelan.
“Kau kenapa? Tidak seperti biasanya?” Tanyanya sedikit khawatir
“Tidak apa-apa cuman sedang bingung saja…” Jawabku singkat
“hm? Bingung? ”
“Ya, aku bingung kira-kira siapa ya yang sms tadi malam,” Jelasku singkat
“Maksudnya?” Tanya echa bingung
“Kemarin malam ada yang sms ke nomorku, entah siapa ku gak tau tapi sepertinya dia kenal padaku..” Jelasku lagi
“Apa isi smsnya? kau masih ingat?” Echa duduk di dekatku
“kalau tdak salah, Katanya:
” “Diyo, besok aku akan pulang ke Indonesia, aku sangat sangat rindu padamu, kau juga begitu kan? nanti akan kubawakan hadiah nanti,” Begitu katanya..” Jelasku
“oh.. Kenapa kau tak balas dan tanyakan saja?” Usul echa
“itu dia masalahnya, aku sms gak dibales, ditelfon apalagi… huh~” Keluhku
“Hm.. udahlah jangan dipikirkan, oh ya, aku punya berita bagus untuk kita!!” Ucapnya gembira
“Apa itu?”
“Kau.. tau? Kita study tour di bus yang sama!!! Yeea!~” Jawabnya bahagia
“Benarkah!? Yea!! Ternyata hari ini kita beruntung…”
“yap! untung saja aku absen ke 9 kalau absen ke 21 keatas gak bisa tuh sebus dengan kelas 9b..” Jawabnya bangga
“bener tu! beruntung sekali kita berdua…”
Kita berdua pun makan dengan bahagia. sampai-sampai rasa penasaranku hilang karena terlalu bahagia.

“Yosh! Waktunya berangkat” Ucapku dalam hati sembari membawa barang barang untuk study tour.

“Sebelum kita berangkat alangkah baiknya kita berdo’a bersama untuk keselamatan dan keamanan kita di perjalanan, berdo’a menurut kepercayaan dan agama masing-masing, berdo’a mulai..” Ucap salah seorang guru pembimbing di bus kami.

Bus pun berangkat.. ~Yuhuuu~

Aku duduk di bangku ketiga dengan yusuf dan aldi, sedangkan echa duduk di bangku keempat alias tempat duduk di belakangku. Selama di perjalanan aku, echa dan teman teman 9b juga 9b banyak menghabiskan waktu dengan mengobrol, bermain music, ngegosip, makan-makan, dan ada juga yang tidur.

2 jam berlalu, namun bus yang kunaiki ini masih tetap saja ramai and riweuh, entah minum obat apa, jangan tanyakan saya. 4 jam berlalu perlahan-lahan semuanya menjadi tenang, mungkin yang membawa kerusuhan sudah tidur ataupun istirahat karena cape begitupun aku.

-z-z-z-z-z-z-

“Perhatian semuanya segera benahi barang-barang kalian karena kita sudah sampai pada tujuan”

Suara itu menjadi pertanda bahwa kita semua sudah sampai di tujuan. oh ya tujuan study tour kali ini adalah ke dufan dan gelanggang samudera yang tentunya berada di Jakarta, ancol.

“Wahh, tempat ini sepertinya tambah indah saja,” Ucapku dalam hati.

Setelah melakukan study di gelanggang samudera, kita semua langsung pergi dan berangkat lagi menuju dufan! untuk tour kami. yea.

Setelah sampai disana Kami semua diberi pengarahan untuk selalu bepergian bersama-sama, dan pulang ke bus tepat pada waktunya.

“Kalian semua mengerti?!” Tanya salah seorang pembimbing
“Ya!!”
“kalau begitu selamat bersenang-senang dan jangan lupa pulang ke bus tepat pada waktunya..” Saran lagi seorang pembimbing kepada kami.

Aku bepergian bareng dengan echa tentunya, juga dengan ketiga temanku, nabila, Zahra, fiky.

“Oke, pertama-tama kita akan main apa?” Tanya elsa pada semuanya
“Halilintar!!”
“Histeria!!”
“Koro-koro!!”
“Ondel ondel!!”
“Rumah kaca!!”
“Oke oke stop, ngomong-ngomong disini tidak ada namanya permainan ondel-ondel…” Ucap elsa meluruskan
“hahaha bener tuh! bagaimana kalau pertama-tama kita naik halilintar saja? Lumayan kan, kulihat antriannya cukup sedikit…” Usul Zahra
Semuanya hanya mengangguk setuju.
“Jadi ondel-ondel itu gak ada ya? Sayang sekali padahal aku suka sekali ondel-ondel..” Ucapku di tengah perjalanan
*CLetak! “Tentu saja itu gak ada, dasar aneh!” ucap elsa setelah usai menjitaku
“Apa salahlku coba?” tanyaku sambil mengusap ngusap kepala.
“Hahahaha” Semuanya tertawa karena ulah kita berdua.

Setelah mengantri cukup lama akhirnya aku kebagian giliran untuk naik halilintar, pertama-tama rasanya tuh deg-degan banget, pas tengah tengah itu deg-degannya makin kencang dan akhirnya setelah sampai kakiku pegal-pegal. serasa masih melayang-layang gitu.

“Rasanya aku gak kuat jalan lag…” Ucapku setelah menaiki halilintar

Semuanya hanya menatap tajam ke arahku, bahkan echa pun ikut-ikutan.

Setelah menaiki halilintar kita semua makan bareng di kantin terdekat sambil menikmati waktu luang, namun tiba-tiba…

*Pak
“Kau diyo kan?” terdengar suara perempuan di belakangku
Semuanya hanya diam melihatku, aku menoleh perlahan lahan ke belakang…
“e-m, k-au, sia-pa ya?” Tanyaku gugup
“wah!! Ternyata benar!! Kau diyo sukma!!!” Ucap perempuan itu ceria
*Hug ~
Perempuan dengan rambut lurus itu tiba tiba saja memelukku, tentu saja aku kaget!!, selama ini aku hanya bisa berpelukan sekali dengan echa, orang yang sudah dekat denganku, namun ini orang yang baru kukenal, kenapa dia tiba tiba memelukku?”

Terlihat sorot mata echa berubah seketika, Dengan segera aku melepaskan pelukannya.
“Se-sebenarnya kau ini siapa!!? Hah!?” Tanyaku gugup dengan nada sedikit membentak
“Oh? Kau sudah lupa ya,? Aku susi teman semasa sd mu” Jawabnya ramah
Aku berpikir sejenak, mencoba untuk mengingat-ngingat.
“Susi? Gadis kucel itu?” Tanyaku asal.
“Tidak sopan! Hari ini aku adalah susi yang berbeda, kau lihat kan?” Jawabnya kesal
“Maaf, maaf.. bukannya kamu pergi belajar ke luar negeri bersama ayahmu kan?” Tanyaku lagi
Teman-temanku hanya diam melihatku dan susi berbicara.
“Hm! hari ini aku sudah pulang, apa kau tidak ingat? Aku kan sudah memberitahukanmu!” Jawabnya lagi
“Kapan?.. ja-ja-ngan jangan kau yang mengirim pesanku kemarin malam, bahwa kau akan datang ke Indonesia?” Tanyaku kaget
“Akhirnya kau sadar…” ucapnya lega sambil mulai duduk di bangku kosong dekat kami.
“Tidak kusangka aku bisa bertemu dengan mu disini, dunia memang sempit ya?” Tanyanya padaku sambil tersenyum

Aku hanya terdiam terpana.

“Oh, ya ngomong-ngomong apakah ini teman-temanmu? kenalkan kepadaku pliss” Pintanya tiba-tiba
“Oke, yang dibelah sana yang berjambul itu fiky di sebelah kirinya zahra di sebelah kirinya zahra ada nabila dan…”
“Aku echa pacarnya diyo…” Ucap echa sewot memotong pembicaraanku
“oh? Salam kenal kalau begitu saya susi, teman semasa sd diyo,” Jawabnya ramah.

Kami semua akhirnya mengobrol dan makan bersama setelah selesai makan, kami semuanya juga bermain wahana bersama-sama, pertama bermain hysteria lalu koro-koro dan juga kincir angin, aku duduk berdua dengan echa sedangkan susi dengan nabila dan fiky dengan Zahra kita semuanya memasuki wahana bersama tetapi berbeda tempat, berdua-berdua.

“Wah, Lhat ini, pemandangan disini, ini lucu sekali!!!” Ucapku sembari melihat ke luar jendela kincir angin
“hm… eh orang aneh, apa kau menyukai temanmu yang bernama susi itu?” Tanya echa blak-blakan
Mataku terbelalak mendengar pertanyaan itu.
“te-tentu saja ti-tidak, aku han-nya menyukaimu,” Jawabku gugup
“tapi tadi mukamu merah, saat melihat susi,” Ucap echa sembari memalingkan matanya
“e-m, emh… ta-ta…”
“Ternyata kau memang menyukainya,” ucap echa memotong ucapanku

Bulir bulir air mata kulihat keluar dari mata seorang echa. jujur saja, aku sangat merasa bersalah setelah melihatnya, rasanya ingin kujelaskan semuanya tapi aku tak dapat menyusun kata-kataku dengan baik yang keluar hanya “anu” emm” Tapi”.

“Aku memang menyukainya…” Ucapku pasrah
Terlihat mata echa terbelalak terus mengucurkan air mata.
“Tapi, aku lebih lebih lebih menyukaimu…” lanjutku
“aku bukan sekedar menyukaimu tapi aku mencintaimu…” Lanjutku lagi
“-apa yang kukatakan? Aku benar benar bodoh,-” ucapku dalam hati
*Hiks..
“Benarkah?” Tanya echa ragu
“Ya tentu..” Ucapku pelan sambil mengusap sisa sisa air mata di matanya.

Akhirnya kami berdua keluar dari kincir angin dengan senyuman kebahagiaan.

“Ada apa dengan kalian?” tanya Zahra
“Nothing..” Jawab echa singkat

Kami berenam termasuk susi akhirnya meneruskan perjalanan dengan menaiki beberapa wahana lagi, dan tak terasa sudah waktunya kita semuanya pulang ke bus begitu juga susi, dia akan pulang dijemput ayahnya di depan dufan katanya, jadi aku bisa sedikit tenang, karena tadi kukira dia pulang sendirian.

“Bye, bye, nanti kita bertemu lagi ok, di kampung halaman” Ucap susi lalu pergi meninggalkan kita semua

Aku, echa dan teman temanku pun pergi ke bus untuk pulang ke rumah, “Ah~ Serunya~” Ucapku sambil melentang tubuh di bantalan kursi bus.

“Apa semuanya sudah lengkap?” Tanya pembimbing di bus kami
“Ya!!”
“Oke waktunyaa berangkat”

Dengan ini kita semua mengakhiri study tou kami, semuanya tak seriweuh semula, semua serasa lebih tenang, ya mungkin karena mereka semua kelelahan, seperti saya.

Perjalanan pulang dipakai semuanya untuk istirahat begitu juga denganku dan echa, dan tak terasa waktunya aku pulang ke rumah. setelah berpamitan kepada semuanya aku pun pulang ke rumahku.

Setelah sampai di rumah aku langsung tidur sampai pagi. Di pagi hari aku sangat terkejut, ya bukan karena telat bangun tapi ada sesosok perempuan yang duduk di kasurku pagi ini.

“Oh, Selamat pagi, kau sudah bangun ternyata,” Ucapnya ramah
“Susi?” Tanyaku ragu
“Hm? Ada apa?” Tanyanya ramah
“Tidak ada.” Jawab singkat sambil berjalan ke kamar mandi

Setelah selesai mandi, aku mencoba beristirahat sejenak, untung saja hari ini libur, ya sekolah memberi kebijakan libur satu hari setelah study tour.

“ah~” Ucapku sambil memejamkan mata dan merebahkan diri di kursi
“Hai, DIyo!” Suara susi kembali terdengar di telingaku
“Hm?” Ucapku sambil membuka sebelah mataku
“Apa kau punya acara hari ini?” Tanyanya sambil duduk di dekatku
Sontak aku langsung saja bangun.
“Emangnya kenapa? oh ya kenapa kau bisa ada disini!?” Tanyaku penasaran
“Tadinya aku mau mengajakku bermain main gitu, aku kan sudah bilang waktu di dufan” Jawabnya sambl tersenyum ramah
“Kau ini, terus kenapa kau bisa masuk kamarku tanpa seizing dariku?” Tanyaku sedikit kesal
“Ibumu mengizinkannya kok,” Jawabnya santai
“Huh~ terserahah, hari ini aku mau istirahat mungkin besok baru ada waktu” Ucapku asal

Percakapanpun kami terus berlanjut sampai sore.

Keesokan harinya
Seperti Biasa setelah pulang sekolah aku dan echa makan berdua dengan tiang setelah pulang ke rumah aku langsung dihadapkan dengan susi yang sepertinya menagih janjiku yang kemarin yaitu “Pergi Bermain” Sebenarnya aku itu males tapi ya sudahlah~. Aku dan susi bermain-main bersama dari mulai mengunjungi sekolah sd sampai pergi ke lapang tak lupa juga foto-foto, entah kenapa rasanya masa-masa anak sd terulang kembali.

Hari berganti hari tak terasa sudah 1 bulan setengah susi tinggal di indonesia untuk berlibur dan selama itu juga aku terus bermain-main dengan susi, sampai saat itu susi belum memutuskan untuk pergi kembali menuntut ilmu di luar negeri. sampai di hari berikutnya susi pun memutuskan untuk kembali ke luar negeri untuk kembali menuntut ilmu.

“Em, diyo?” Tanya susi pelan
“Hm? Ada apa?” Jawabku bertanya balik
“Sebelumnya kan aku berjanji akan memberimu hadiah setelah kepulanganku, dan… ini hadiahnya..” Ucap susi sambil menyodorkan selembar kertas padaku
“Hm? Ini apa?” Tanyaku bingung
“Itu tiket liburan ke paris selama 1 minggu” Jawabnya senang
“P-pa-paris? Bukankah itu tempat kamu belajar? Apa maksudnya?” Tanyaku gugup
“singkatnya aku mengajakmu untuk berlibur 1 minggu ke paris bersamaku,” Jelasnya
“Ta-tapi kan i—ini mahal.. a-ku tak bisa menerimanya…” Jawabku
“Ini sebanding kok dengan apa yang telah kamu berikan kepadaku…” Ucapnya
“Oh ya, putuskan besok kau mau ikut atau tidak, karena besoknya lagi tiket ini gak akan berlaku, jadi hanya berlaku sampai besok saja,” lanjutnya lagi
Aku hanya bisa terdiam tanpa bisa berkata-kata.
“Akan kupikirkan” Jawabku singkat
“oke sampai jumpa besok,” Jawab susi lalu pergi meninggalkan rumahku

Karena ini terlalu mendadak akhirnya kuminta saran dari echa. aku pun mengambil hp dan mulai mengirimkan pesan:

Me: Hoiiii

Echa: ada apa?

Me: Aku butuh pendapatmu bisa kan?

Echa: Tentang apa?

Me: ***Menjelaskan semuanya***

Echa: em… itu sih terserah kamu, tapi menurutku sebaiknya kau menerimanya karena ini kesempatan sekali seumur hidupmu,

Me: Tapi, kau gak apa-apa kan aku tinggal?

Echa: Kalau cuman seminggu ya tentu tidak apa-apa, pergilah,

Me: Thank You, :* I love you so much..

Echa: lebay! ;p

Keesokan Harinya
Aku sudah dapat ijin dari orangtuaku dan juga dari echa jadi sekarang aku siap untuk berangkat.

“Jadi kau putuskan untuk berangkat?” Tanya susi
“Hm! Karena ini kesempatan sekali seumur hidupku…” Jawabku yakin
“Oke kalau begitu ayo berangkat…” jawabnya singkat

Aku dan susi pun berangkat menuju bandara dengan membawa koper tentunya. Di perjalanan menuju bandara aku terus memikirkan echa dan echa, entah kenapa aku terus saja memikirkannya.
“Apa kau yakin akan pergi?” Tanya susi sesampainya di bandara
Aku hanya diam.
“Penumpang tujuan ke perancis harap segera memasuki pesawat, karena 10 menit lagi pesawat akan berangkat”
“Apa kau yakin dengan keputusanmu?” Tanya susi lagi
Aku hanya mengangguk pasti.

*Blushhh
Pesawat menuju paris pun lepas landas dan terbang dengan cepat.

Di kejauhan kulihat seorang perempuan sedang berlari-lari menuju bandara, tidak salah lagi itu echa!!.

“Diyo…!!! Tunggu…” Teriaknya sambil terus berlari
“Aku belum mengucapkan selamat tinggal padamu, kau jangan pergi dulu!!!” Teriaknya lagi..

Terlihat perempuan itu kelelahan dan berhenti sejenak, lalu melanjutkan berlari lagi menuju bandara, namun kali ini dia tidak berteriak melainkan menangis. setelah sampai di bandara perempuan yang bernama echa itu duduk terdiam di bangku di antara kerumunan orang.
“di..yoo…” ucapnya terisak
“Hm? Ada apa? Echa..?” Tanyaku sambil berjalan membawa koper menghampirinya
Matanya terbelalak tak percaya.
“K-aau tidak jadi pergi?” Tanyanya sambil mengusap air mata yang mengalir
“Seperti yang kau lihat,” Jawabku singkat
“Ta-tapi mengapa? I-tu kan kesempatan sekali seumur hidupmu…” Tanyanya gugup
Aku pun duduk di sampingnya
“Karena ini pun kesempatan sekali seumur hidupku..” Ucapku pelan
“Maksudnya?” Tanyanya bingung.
“Happy Anniversary 1 year…” Bisikku di telinganya

deg

deg

deg

“Ternyata, kau i.ngat…” Ucapnya pelan
Tangisan mulai kembali mewarnai matanya.
“Kenapa kau bersedih lagi?” Tanyaku heran
“Tidak, aku tidak bersedih cuman terlalu bahagia saja,” jawabnya sambil terus mengusap air mata yang mengalir
“Syukurlah,” Ucapku lega

*Chu ~
Tiba-tiba bibirnya menempel pada pipiku. Sontak wajahku pun menjadi merah tomat, perasaanku gak karuan, aku tak bisa berkata-kata lagi, dan aku hanya bisa melihat echa yang terlihat malu.

“Terimakasih…” ucapnya pelan

SELESAI

Cerpen Karangan: Diyo Sukma
Facebook: Yo C’Uzumaki Deidara

Cerpen Don’t Say Goodbye merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bunga Krisan Itu Untukmu

Oleh:
Sayup-sayup rona matahari berganti dengan siluet malam, kembali membuka ingatan pada kata, mata dan hati yang pernah terucap. Siluet malam menghantarkan rona lebih terang dari siang, lebih tenang dari

Cokelat Cinta dari Kak Andra

Oleh:
“Vankaaa..!! Ke sini kamu, cepat!” Teriak Raisya. “Ada apa sih Ra? Nggak usah teriak-teriak juga bisa kan?!” Tanyaku ketus. “Ya deh, maaf Van. Gini Van, aku mau cerita sama

The End (Part 3)

Oleh:
Saat Leon akan berjalan menuju kelasnya, Richard berjalan keluar dari ruangan kelas. Tapi tiba-tiba saja, langkahnya goyah. Karena merasa heran, Leon menghentikan langkahnya. Ia melihat Richard yang sempoyongan dengan

The Rainbow Express

Oleh:
Jessie merasa bahwa dialah wanita yang paling beruntung di dunia. Mungkin ada benarnya, karena ayahnya adalah seorang pebisnins sukses, dilahirkan dengan wajah cantik, pintar, dan juga populer. Berbeda dengan

l Had To Choose Who

Oleh:
Akhir-akhir ini si ganteng bersaudara, tak lain Justin Bieber dan adeknya Luke hemmings yang famous banget di Heatman University tempat aku menuntut ilmu sekaligus jalan untuk menyongsong masa depan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *