Drama Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 6 January 2016

“hai teman-teman,” terdengar suara Huda ketua kelas di kelasku menyapa semua siswa yang berada di kelas, mendengar suara itu semua yang berada di dalam kelas menghadap ke Huda semua, “sebentar lagi peringatan untuk ulang tahun sekolah kita, setelah mengikuti rapat antar ketua kelas tadi kelas kita mendapatkan untuk mementaskan drama,” kata Huda begitu antusias. “dan sekarang kita mengadakan rapat kelas untuk menentukan drama yang akan kita pentaskan nanti,” lanjut Huda penuh semangat.

Dar.. Dar… Dar… Huda memukul meja guru dia memberi tanda sidang kelas dimulai.
“oke, siapa yang mau menyarankan untuk drama kita nanti?” tanya Huda kepada semua siswa yang ada di kelas.
“Romeo Juliet deng,” ucap Ariel memberi saran.
“boleh juga, pertama Romeo Juliet,” sambil menulis di papan tulis.
“selanjutnya,” lanjut Huda.
“ande ande lumut da,” ucap Meli ikut memberi saran.
“oke, yang selanjutnya,” ucap Huda.

Semua diam membuktikan tidak ada lagi yang memberi saran, Huda memulai untuk voting drama yang akan dipentaskan Romeo Juliet atau ande ande lumut. Setelah voting dilaksanakan, yang terpilih adalah Romeo Juliet, Huda mulai menentukan siapa saja yang bertugas untuk pementasan. Setelah selesai, Huda memilih siapa yang akan memainkan peran Romeo dan Juliet.

“Uyo,” panggil Huda, membuatku sadar dari lamunanku.
“kamu yang akan menjadi Romeo dan Ofah yang akan menjadi Julietnya,” ucap Huda penuh semangat.
“apa? Aku da?” kataku berbarengan bersam Ofah.
“tuh kan kamu kompak, pasti cocok menjadi pasangan Romeo Juliet,” ledek Huda.
Aku hanya diam, karena Ofah memang wanita yang aku cintai dan aku sudah lama memendam rasa ini.
“selanjutnya, Ariel dan Ifah peran pengganti jika peran utama nanti berhalangan,” lanjut Huda.

Sepulang sekolah kami mulai berlatih sesuai perannya masing-masing, hari pertama aku berlatih bersama Ofah, sehingga latihan pertama tidak begitu lancar. Hari demi hari berlalu kami selalu berlatih saat pulang sekolah. Akhirnya sampai juga pada saat pementasan, pentas drama kelas kami dimulai pada jam 9 nanti. Kami semua bersiap-siap untuk pementasan drama nanti. Aku memutusakan untuk berlatih sekali lagi bersama Ofah di kelas. “cie yang lagi kasmaran,” ledek Imam yang sedang membawa meja bersama Ega di sebelahku.

Tiba-tiba Imam terpeleset dan meja yang Imam dan Ega bawa jatuh menimpa kakiku dan kaki Ofah.
“Aaaaa!!” jeritku bersama Ofah.
“aduh, maaf yo, tidak sengaja, tadi aku terpeleset maaf yo,” ucap Imam merasa bersalah.
“iya nggak apa-apa, sebentar juga sembuh, minta maaf sama Ofah saja tuh,” balasku sambil menunjuk Ofah yang sedang menangis karena kakinya kejatuhan meja. Karena kejadian ini, aku dan Ofah hanya duduk di kelas, tidak jadi memerankan Romeo dan Juliet, peranku digantikan oleh Ariel dan ifah.

“masih sakit fah?” tanyaku pada Ofah.
“lumayan yo,” jawabnya.
“oh, bagus lah, pementasan 2 jam lagi dimulai, kamu mau melihatnya?” ajakku.
“boleh juga yo,” jawab dia sambil tersenyum. Karena dia masih susah untuk berjalan, aku merangkul Ofah untuk berjalan ke ruang pementasan drama kelasku. Sesampainya di sana kami duduk berdua layaknya sepasang kekasih, “huh, padahal aku ingin pura-pura menjadi pacar Ofah walau hanya sehari,” kataku dalam hati.

Setelah drama hampir selesai, Ariel mengubah menambah adegan di drama yaitu, “hai, kalian lihat lelaki dan perempuan yang di sana,” sambil menunjuk ke arah kami.
“dia adalah Adikku dan adik Juliet yang sama-sama sedang kasmaran, dia juga hampir sama kisahnya denganku sehingga di bersembunyi agar tidak ketahuan oleh Ayah dan Ibu, aku sudah lama tidak melihat mereka ternyata hari ini dia datang untuk menemui aku dan Juliet,” lanjut Ariel. Aku dan Ofah terdiam dan sangat malu.

“kemarilah adikku, orangtua kita dan orangtua Juliet sudah merestui hubungan kami, kamu juga pasti sudah direstui,” ucap Ariel mengajakku naik panggung.
Semua penonton bertepuk tangan dan mau tidak mau aku dan Ofah menuju panggung. Ofah kakinya masih lumayan sakit sehingga aku harus menitah Ofah. “lihat, mereka pasangan yang serasi bukan,” lanjut Ariel menjadikanku semakin malu. Sesampainya di atas panggung aku sangat terkejut karena Ariel menyuruhku untuk menyatakan perasaanku pada Ofah walau hanya drama ini seperti betulan.

“wahai adikku, nyatakanlah perasaanmu di depan orangtua kalian, agar mereka mengetahui semua,” ucap Ariel seperti kakak yang sangat berwibawa. Dengan rasa yang malu, aku menuruti kata-kata Ariel, sambil membungkuk aku berkata “oh, wahai Jelitaku, maukah kau menjadi kekasihku?” aku mulai memainkan drama.
“aku bersedia menjadi kekasihmu George,” Ofah membalas aktingku. Semua penonton bertepuk tangan. Tirai ditutup dan author menutup jalan cerita Romeo dan Juliet.
“itulah kejutan dari drama kali ini, Romeo dan Juliet mempunyai Adik yang saling mencintai, mereka memutuskan untuk menikah di hari yang sama, dan mereka hidup dengan bahagia,” ucap author.

“yeah…. Drama kita sukses besar,” ucap Huda di dalam. “akting kamu sangat bagus yo,” lanjut Huda sambil menepuk pundaku. “hm,” jawabku singkat.
“lihat ini pasang serasi di kelas kita Jelita dan George,” ucap Ariel sambil menunjuk aku dan Ofah yang sedang duduk berdekatan, sehingga semua siswa yang ada di kelas melihatku.
“ha?” jawabku dan Ofah kaget.
“aku tahu, kalian berdua saling jatuh cinta kan, ini kesempatan bagus untuk menyatakan perasaan kamu yo,” ucap Ariel seakan dia tahu apa yang ada dalam pikiranku.
Aku melihat Ofah, tiba-tiba Ofah mengedipkan mata kirinya seperti memberi isyarat agar aku menyatakan perasaanku pada Ofah.

“emm… Fah, apa yang tadi aku katakan di panggung adalah betul-betul perasaanku padamu, jadi maukah kamu jadi pacarku?” kataku walaupun cukup malu.
“aku mau yo,” jawab Ofah sambil tersenyum.
“yeah!!!” semua siswa yang ada di dalm keras bersorak seakan berada di pesta pernikahan.
Aku sangat senang karena aku bisa mengungkapkan perasaanku di hadapan semua temanku, walau sebenarnya sangat malu tapi aku sangat puas.

Cerpen karangan: Adi Waluyo

Cerpen Drama Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pacarku Pemain Futsal

Oleh:
Malam ini aku masih tak bisa tidur nyenyak, aku pun masih duduk termenung di teras depan rumahku sambil menatap indahnya suasana malam ditemani dengan suara-suara binatang malam yang mulai

Cinta Di Tepi Danau

Oleh:
“Pagi yang dingin.” kataku sambil berdiri di halte bus. Pagi yang berkabut dan terlihat banyak genangan air di jalan. Angin dingin begitu menusuk kulit. Sang surya juga terhalangi awan

Benci Berujung Pelaminan

Oleh:
Malam itu dalam sebuah kamar yang bersahaja nampak tersemat sebuah cerita dari penghuninya dimasa lalu, hingga sekarang ia hidup bersama mengarungi khalayak hati sampai badai sempat menerjang seorang lelaki

Panggil Aku Sayang

Oleh:
Pada hari yang cerah ini aku mengawali hariku dengan berangkat ke sekolah, seperti yang lainnya aku baru kelas 8 di sekolah menengah pertama. Aku punya 3 sahabat tapi sekarang

Pre Mathematic National Examination

Oleh:
Esok hari ketiga UN SMA, tepatnya UN Matematika. Aku mencoba belajar dengan mengerjakan latihan-latihan soal yang ada di buku latihan UN matematika. Soal demi soal terus ku lewati, waktu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *