Dream Beat Love

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 15 November 2016

Hi, namaku Azania Nur Fatimah aku type cewek yang paling tidak suka kalau ditatap terlalu lama, satu hal yang harus kuakui yaitu bahwa aku orang yang kaku dan tidak mudah bergaul, di sekolah pun aku hanya punya beberapa teman dekat itu pun hanya di sekolah, tapi aku tidak mempermasalahkan hal itu yang penting aku tetap bersikap baik dan tidak melakukan hal-hal bodoh, lebih penting lagi aku masih bisa sekolah dan melanjutkan cita-citaku.

Aku bersekolah di SMK Pertiwi Indonesia di jurusan Teknik Komputer dan Jaringan. Aku sekarang sudah kelas XII dan hari ini adalah hari pertama masuk sekolah. Walau baru pertama kali masuk tapi sekolahku sudah memulai pembelajaran meskipun tidak sepadat hari biasanya. Karena hari pertama masuk aku datang lebih awal dari biasanya, saat sampai di gerbang aku bertemu Carla

“Hi, Carla”
“Hi, juga Zan. Tumben kamu berangkat sepagi ini!”
“Iya, hari ini kan hari pertama masuk sekolah kalo berangkat siang nanti jadi hari yang nggak spesial dong,”
“pake spesial segala emang nasi goreng,.?”
“bukan sih, udah lah yuk masuk kelas!”
“yuk” kami pun berjalan menuju kelas yang tidak jauh dari gerbang masuk tadi. Di kelas sudah lumayan banyak yang datang.

Jam pertama hari ini adalah Bahasa Indonesia, tapi gurunya nggak masuk karena mengampu PLS kelas X. Karena itu kelas jadi berisik banget deh, kalo aku cuma diam sambil baca novel.
Kriiiing… Kriiiing… Kriiiing…
“Eh Za ke ksntin yuk,” ajak Dinda temen sebangkuku sekaligus teman dari kecil.
“Ayo, aku juga belum sarapan nih,” Aku dan Dinda pun berjalan ke kantin.
“Kamu mau makan apa Za?”
“Aku bakso aja deh, kamu?”
“Aku juga bakso deh,”

Setelah memesan kami pun segera mencari tempat duduk yang masih kosong. Saat aku masih duduk menunggu pesanan aku merasakan ada orang yang memperhatikanku, tapi setelah kutengok ke belakang tidak ada orang yang melihatku tapi aku yakin ada orang yang sedang memperhatikanku tapi entah orangnya ada dimana.

“Eh Za, bakso loe udah datang tuh,!” seru Dinda mengejutkanku.
“Oh ya,”
“Loe tuh kenapa sih?”
“Nggak papa kok Cuma tadi aku ngerasa ada yang ngliatin kita terus,”
“Cuma perasaanmu aja kali?”
“Nggak mungkin, kamu tau kan insting gue tuh tajem,”
“Oh ya? Masa?”
“Iya”
“Pikirin nanti aja, habisin tuh bakso di depan loe, keburu bel masuk”
“Baiklah”

Hari ini aku harus ke perpustakaan cari buku buat makalah Sejarah besok, Karena aku malas pergi sendiri aku pun mengajak Dinda.
“Din, ke perpustakaan yuk,.?”
“Ayo emang kamu ngapain? Cari novel?”
“Bukan, mau cari buku buat makalah Sejarah kok.”
“oh,”

Sesampainya kami di perpustakaan aku langsung menuju ke bagian buku-buku pelajaran sedangkan Dinda ke bagian non-fiksi.
“Hi lagi cari apa?”
“Lagi cari buku buat makalah.” Aku pun menoleh ke belakang di belakangku ada cowok tinggi, kulitnya sawo matang dan berambut hitam lebat. Siapa Dia, aku nggak pernah lihat.
“Em kenalian aku Rendy Narendra, aku siswa pindahan dari Surabaya XII Teknik Kendaraan Ringan.”
“oh,”
“Boleh aku bantu?”
“Nggak usah udah ketemu kok, Aku duluan ya?”
“Eh tunggu namamu siapa?”
“Aku Azania Nur Fatimah, panggil aja Zania.”
“Za, balik yuk,” Dinda datang dan mengajakku kembali ke kelas.
“Oh ya, eh Din kenalin nih Rendy, Rendy ini Dinda,”
“Hi, kok aku baru liat kamu ya?”
“Aku anak pindahan dari Surabaya.”
“Oh, pantesan baru liat sekarang.”
“Balik ke kelas yuk, keburu masuk nih,” ajakku pada Dinda.
“Ayo, kita duluan ya Ren,”
“Ya,” Aku dan Dinda pun pergi dan kembali ke kelas.

Setelah pertemuan kami di perpustakaan waktu itu kami bertiga pun menjadi sahabat, kita seringkali mengerjakan berbagai tugas bersama walau Rendy berbeda jurusan dengan Aku dan Dinda, Dia tetap datang saat aku dan Dinda mengerjakan tugas bahkan Dia pun ikut membantu kami.

Tak terasa setahun berlalu kami sudah menempuh Ujian Nasional, hari sabtu besok adalah hari pembagian hasil ujian.
Hari ini adalah hari pembagiannya Aku sudah tidak sabar lagi, sambil menggu hasil ujian Aku, Dinda dan Rendy mencari tempat duduk. Bapak Kepala Sekolah sudah di atas panggung untuk mengucapkan salam perpisahan kepada para siswanya, setelah selesai kami disuruh kembali ke kelas kami masing-masing untuk pembagian hasil Ujian. Sepulang sekolah kami bertiga kembali berkumpul untuk saling memberitahu hasil ujian masing-masing. Alhamdulillah kami semua lulus dengan hasil yang lumayan baik.

Malam harinya Rendy mengajakku makan malam sebagai perayaan kelulusan kami, Dinda tidak bisa ikut karena ada acara keluarga. Setelah makan kami duduk di tempat biasa kami biasa bersama.

“Za, aku mau ngomong sesuatu sama kamu boleh nggak?”
“Boleh,”
“Kurang lebih satu tahun kita bersama selama itu pula makin lama aku makin sayang sama kamu Za, tapi bukan sayang sebagai sahabat tapi sayang antara laki-laki sama perempuan. Za kamu mau nggak jadi pacar aku?” saat itu juga hati rasanya berhenti berdetak.
“Kamu serius Ren?”
“Iyalah Za, gimana?”
“Gini gue juga sayang sama loe, tapi bukan seperti yang loe omongin itu tapi sayang sebagai sahabat itu aja. Lagi pula ada satu hal yang harus kamu tau,..”
“Apa itu?”
“Dua minggu lagi mungkin kita udah nggak bisa ketemu lagi Ren<” “Emang kenapa?” “Karena aku harus pergi ke England.” “ngapain? Kamu kok nggak ngasih tau aku?” “Nglanjutin kuliah, kebetulan aku dapet beasiswa disana, aku mau ngasih tau kamu tapi karena banyak urusan jadi aku sering lupa,” “tapi setidaknya kamu kan bisa SMS aku atau nggak WA atau apalah,” “tapi ini kan bukan masalah biasa ini kan soal pertemanan juga,” “tapi itu kan nggak masalah kalo pake sosmed?!” muka Rendy terlihat merah padam. “udahlah kamu nggak usah marah,” “gimana nggak marah kita kan sahabatan tapi hal sebesar itu kamu sembunyiin dari aku!” “Sorry aku minta maaf, tapi sekarang kamu kan udah tau,” “Ok, jadi kamu berangkat kesana udah pasti?” “iya, tanggal 14 besok, doain aku ya,” “aku pasti selalu doain kamu, tapi keputusanmu yang nolak aku juga udah pasti?” “Ya, kita kan nggak mungkin LDR! Tadi juga udah aku jelasin kan kalo aku Cuma bisa nganggep kamu sahabat dekat aku aja.” “baiklah kalo itu keputusanmu aku terima.” “itu harus, karena kamu tau kan mimpiku tidak boleh hilang hanya gara-gara cinta yang entah akan abadi atau tidak.” “kamu betul pergilah jangan merasa terbebani soal pertanyaanku tadi ya” “Iya, makasih ya” “Sama-sama” “balik yuk?” Dua minggu kemudian Rendy dan Dinda mengantarkanku ke bandara. Semenjak itu kami bertiga berhubungan lewat sosial media saja. Aku percaya cinta sejati akan pasti datang disaat yang tepat. Cerpen Karangan: Nur Khabibah Facebook: Khabibah Aguera

Cerpen Dream Beat Love merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Itu Absurd

Oleh:
Sepulang dari pemakaman Reza Ramadan, Ibnu langsung pulang ke kos-kosannya, di pemakaman dia melihat Nisa Nurgus tak kuasa membendung air matanya, padahal yang meninggal bukanlah orangtuanya, bukan juga keluarganya,

The Legend of Bumiati

Oleh:
“Ning.. nong ning… gung..” Suara alunan gamelan terdengar syahdu mengiringi pementasan Tari Ronggeng Dukuh Klayang. Sumiati terus meliuk-liukkan badannya, mengikuti alunan suara gamelan. Sekilas dia mengkibaskan selendangnya, membuat tariannya

Cinta Berawal dari Teman

Oleh:
Namanya adalah Cinta Adhinda Wulandari. Dia seorang remaja berumur 16 tahun yang terbilang cukup kaya. Dia juga suka membaca buku dan jutek, walaupun begitu Cinta juga dikit-dikit ngeluangin waktunya

Selamat Tinggal

Oleh:
Rasa marah dalam hatiku masih menggelora. Betapa tidak? Sahabatku sendiri, sahabatku satu-satunya, mengkhianatiku. Ia pergi meninggalkan diriku dengan janji-janji palsunya. Percuma saja, selama 3 tahun terakhir, aku berteman dengannya,

Yang Ku Nanti

Oleh:
“Aku mulai mengaguminya ketika pertama kali aku melihatnya, tetapi aku hanya melihat, mengaguminya dari jauh, dan menyukainya dalam diam.” Veilina Ryvana adalah nama panjangku. Aku adalah salah satu siswi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *