Dreamer

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 11 October 2013

Aku sadar sekarang, gak semua harapan bisa sesuai dengan yang kita mau iya kan?
Aku seorang pemimpi, ya, walau aku tau mimpi tanpa usaha takkan berhasil.

Ada beberapa pengalaman yang telah kuteliti selama ini, contohnya saja sekarang banyak yang sedang menjalani hubungan long distance relationship, bagi mereka kata sayang atau cinta gampang terucap begitu saja, tapi yang susah adalah pembuktiannya, apa lagi mereka sedang diuji dengan kehadirannya jarak yang seharusnya tak memisahkan cinta yang telah tercipta..

Yang ku bayangkan adalah bagaimana expresi mereka saat bertemu nanti, apa yang akan terjadi selanjutnya setelah pertemuan pertama itu? Akankah mereka tetap saling menyayangi sama seperti sebelum bertemu? Atau perasaan itu akan berubah? “Tapi bagaimana jika dia benar-benar sayang padamu? Tak perduli seburuk apapun kamu, pasti dia akan tetap ada di pelukanmu.” tampaknya aku menjawab sendiri semua pertanyaanku itu..

Semua orang pasti ingin kebahagian, aku pernah berpikir kalaupun kebahagiaanku adalah saat dipisahkan dengan jarak yang entah berpuluh-puluh kilometer, sebaiknya aku tetap disini, menunggu sampai kebahagiaan itu hilang dengan sendirinya.
Aku juga harap apa yang akan terjadi nanti akan lebih indah, bukan hanya bagian cerita dari mimpi-mimpiku selama ini.

Beberapa pertanyaan kembali terlintas, apakah di setiap detak jantungnya yang ada cuman bayanganku? Apakah dia akan khawatir dengan keadaanku? Apakah dia ikut merasakan sakit hati jika aku disakiti? Aku rasa batin setiap orang itu beda, mungkin ada yang terlalu kuat, dan ada yang terlalu lemah. Andaikan saja aku bisa mengatur alur hidupku sendiri, rasanya ingin aku mempersatukan batin yang terlalu lemah dengan batin yang terlalu kuat, agar mereka bisa saling melengkapi, tapi apa yang telah digariskan Allah itu sudah yang terbaik dari yang terbaik.

Aku ingin berhenti jadi seorang pemimpi, sudah seharusnya aku menghadapi semua kenyataan dunia yang setiap harinya akan terus berputar mengiringi setiap gerakan langkahku.
Sudah seharusnya menghadapi kenyataan dan berhenti munafik karena menutupi perasaan.

Baiklah, aku mungkin telah kehilangannya berulang kali, dan ku harap tak akan lagi.
Kini aku akan berusaha untuk lebih mengerti dia dan beberapa kesibukannya.
Aku akan lebih sabar menunggu waktu 6 atau 7 tahun lagi sampai waktu mengatakan “inilah waktu yang tepat untuk bertemu”
Aku akan berusaha untuk tidak menyalahkan jarak, waktu dan keadaan. Sepertinya aku harus mulai mencari cara untuk merasa nyaman di zona area yang telah ku pilih dan mengungkapkan semuanya pada masanya nanti.
Sekarang mungkin aku masih belum memahami sebenarnya apa itu cinta yang harus terpisahkan dengan jarak.
Tapi seseorang selalu meyakinkanku bahwa dia akan tetap ada di sampingku sampai suatu saat nanti kami benar-benar dipersatukan lalu dipisahkan kembali oleh takdir..

Kepercayaan, ketabahan, kesabaran percayalah semuanya akan membuahkan hasil yang baik
nantinya. Mulailah belajar mengikhlaskan kerinduan.
Aku tak ingin mimpi terus membawaku terbang ke langit yang tinggi, menjanjikan bintang dan bulan yang sepertinya bisa kumiliki hanya dengan menutup mata, aku hanya ingin ada yang mengajaku berlari dari mimpi dan memperlihatkan kepadaku bagaimana caranya menikmati kebahagian yang begitu sederhana tapi dapat kurasakan selamanya.
Tak bisakah alur cerita cinta ini kususun seperti drama FTV yang selalu happy ending?
Detik akan terus berjalan tanpa pernah mau menunggumu berlarian keluar dari kehampaan.
Ada beberapa kalimat yang pernah kubaca dan sampai saat ini terus terngiang di benakku

“aku tak tau apa itu kehampaan, yang biasa orang-orang katakan. Tapi, ketika aku tak tau detik hidupmu, aku merasa ada bagian kosong disini. Lalu, cukuplah bagiku untuk tahu, bahwa hampa adalah ketika detik kita tak beriringan. Maka, tetaplah bersamaku.”

kubaca berulang-ulang kalimat itu, sedang kucari apa makna sebenarnya dari kalimat itu? Apakah bagi sang penulis kalimat itu kehampaan adalah disaat dia kehilangan? Atau apakah kehampaan disaat tidak ada kebersamaan?

I’m here, waiting for your promise.
although who knows how long.
I love you.
without ever know ‘why’ and ‘why’
You have a special room my heart, always.
and, they do not need to know. ~~

Good night

Cerpen Karangan: Talitha Oktavia Humaira
Blog: Talithahumaira9.blogspot.com

Talitha Oktavia Humaira
Manado, Sulawesi Utara

Cerpen Dreamer merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bersamamu

Oleh:
“Untung kamu sudah datang, pembukaan lomba bentar lagi mulai tuh.” Pak Sartono – guru agama di SMP 2 Mataram tempat aku sekolah – mengomeliku yang datang tergopoh-gopoh berlari kecil

Halaman Terakhir Diaryku

Oleh:
Senja itu aku masih duduk di kursi taman sebelah rumah kostku, kubuka buku Diari masa remaja ku yang telah usang, yang sengaja aku minta adikku untuk mengirimkannya ke rumah

Maling Bertobat

Oleh:
“Sauurr! Sauur!” teriak Gentong sambil memukul-mukul kentongan yang besarnya hanya sepersepuluh dari bobot tubuhnya. Salah seorang menimpuknya dengan roti kecil yang langsung mendarat tepat di pipi kanan Gentong. Tanpa

Bukan Benci tapi Cinta

Oleh:
Andin, itulah nama panggilanku di sekolah. Dulu aku dan dia begitu dekat bahkan mirip orang pacaran karena kami memang satu kelas. Dia adalah Evan. Tapi semua itu hanya kenangan

Perpisahan Yang Tak di Duga

Oleh:
“Mengapa kita dipertemukan jika akhirnya kita harus dipisahkan?” Benar kata orang bahwa bumi tidak pernah berhenti berputar. Begitu juga ini terjadi pada kehidupan kadang kita berada diatas dan kadang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *