Dua Malaikat Yang Kukenal

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 6 November 2017

– Cinta tidak berarti menemukan seseorang yang sempurna. Tapi menemukan seseorang yang mampu melengkapi kekurangan yang ada pada diri kita –

Namanya Keanu. Dia Sahabat sejak kecil dari Bryan, almarhum tunanganku. Tapi walaupun Keanu adalah sahabat Bryan, aku hanya sempat bertemu langsung dengan Keanu beberapa kali dan itu pun hanya sebentar. Salah satunya karena dia adalah seorang aktor terkenal yang sangat sibuk.

Dua tahun lalu, aku dan Bryan bertemu di sebuah tempat hiburan malam untuk pertama kali. Di sana pekerjaanku adalah menghibur para tamu yang datang. Semenjak hari itu kami sering menghabiskan waktu bersama. Kami jatuh cinta satu sama lain. Dia sosok yang baik, pengertian, humoris dan satu hal lagi.. dia mampu menerima diriku apa adanya. Aku sangat menyayanginya.

Sebenarnya Bryan juga sering membicarakan tentang Keanu padaku sebelumnya. Mulai dari kehidupan mereka waktu kecil yang sangat sulit hingga sukses seperti sekarang. Sewaktu kecil mereka bertetangga dan sudah sangat akrab layaknya kakak beradik. Mereka saling memiliki. Itulah yang membuatku jarang ikut jika mereka berdua sedang ingin keluar bersama. Karena saat mereka sedang ngobrol, mereka akan melupakan keberadaanku, Bryan dan Keanu seperti mempunyai dunia lain saat bersama. Aku hanya mengenal Keanu saat Bryan bercerita. Apalagi saat karir Keanu sedang menanjak. Laki-laki itu sudah jarang bertemu tunanganku.

Aku baru bertemu lagi dengan Keanu saat pemakaman Bryan dua bulan yang lalu. Tunanganku meninggal akibat overdosis nark*ba. Waktu itu sedang hujan gerimis dan semua orang sudah meninggalkan pemakaman. Hanya tinggal aku saja di sana. Sungguh aku memang belum siap jika kehilangan sosok Bryan di dalam hidupku. Kemudian dari belakang Keanu datang dan menaungi diriku dengan payung yang dibawanya. Aku bisa melihat dengan jelas ada kesedihan yang sangat dalam di wajah Keanu. Tetapi sesaat kemudian, dunia menjadi gelap gulita. Sampai aku tahu Keanu telah membawaku ke rumah sakit. Dan dari sanalah, Aku mengetahui jika diriku sedang mengandung janin Bryan.

Aku baru menyadari bahwa Keanu adalah seseorang yang sangat peduli pada orang lain. Dan sebenarnya, diam-diam aku mengagumi kesabaran Keanu dalam menghadapi masalah berat dalam hidupnya. Walaupun sekarang dia adalah pujaan banyak orang, kaya raya, dan terkenal tetapi tidak banyak orang yang tahu jika Keanu tumbuh dari tempaan-tempaan keras kehidupan. Banyak kesedihan yang sudah dilaluinya. Di usianya yang ketiga tahun, Keanu sudah ditinggalkan oleh ayahnya untuk menikah lagi. Tujuh belas tahun kemudian ibunya meninggal dunia. Lalu akhirnya Keanu harus bekerja sendiri untuk membiayai hidupnya. Bryan juga bercerita kalau Keanu sempat bertunangan dan mempunyai seorang bayi yang terpaksa dilahirkan prematur. Namun akhirnya tiga bulan kemudian putri yang disayangi Keanu itu meninggal dunia. Karena itulah Keanu memutuskan hubungan dengan tunangannya, tapi mereka putus baik-baik tanpa petengkaran. Kabar buruk datang lagi, ketika tunangan Keanu itu tewas dalam sebuah kecelakaan. Semenjak itu Keanu tidak pernah lagi diberitakan dekat wanita manapun.

Keanu juga terkenal sebagai seorang yang dermawan, bertoleransi tinggi, dan sederhana. Terbukti dengan yayasan yang sudah didirikannya untuk membantu para penderita kanker. Dan juga kehidupannya yang sangat sederhana walaupun semua orang tahu Keanu mempunyai harta yang sangat melimpah. Ya, Keanu sungguh berhati mulia, oleh karena itu semua orang menyukai dirinya.

Yang membuatku amat terkejut adalah ketika seseorang yang tidak kukenal mengantarkan banyak sekali barang kebutuhan khusus wanita hamil untukku. Dan dia bilang semua itu dari Keanu. Kiriman itu datang setelah pertemuan kami di pemakaman Bryan dua hari yang lalu. Tentu saja aku sungguh heran. Walaupun dia sahabat Bryan tapi kami tidak begitu mengenal satu sama lain, dan kenapa dia bisa begitu baik padaku. Kukira setelah Bryan tidak ada, hubunganku dengannya juga akan berakhir.

Sampai suatu ketika Keanu menelepon diriku saat aku berada di butikku. Dia menanyakan kabarku dan juga kabar dari anakku. Aku bilang padanya bahwa kami sangat baik.

Sebuah moment terjadi saat Keanu tiba-tiba datang menyelamatkanku ketika aku nyaris ditabrak sebuah mobil dengan kecepatan tinggi. Waktu itu aku baru saja keluar dari butik dan ingin menyeberang jalan untuk mengambil mobil yang terparkir di seberang jalan. Keanu memeluk tubuhku dan mendorongku cepat ke sudut jalan. Situasi berlangsung begitu cepat dan yang aku tahu kemudian adalah mendapati tubuh kami terjatuh dengan posisiku telah berada di atas tubuh Keanu. Kulihat dari pelipis Keanu mengalir darah segar. Sepertinya dia membentur sesuatu.

Aku masih syok ketika Keanu membantuku duduk. Dia mengamati seluruh tubuhku dan bertanya dengan nada khawatir, “Kim? Apa kau baik-baik saja? Bagaimana dengan kandunganmu? Apa kau merasa sakit? Kim?” Dia tampak lebih histeris dari diriku. Tapi sungguh aku merasa baik-baik saja.
“Kau terluka. Keningmu berdarah.” Kataku. Memang Keanu yang sedang terluka di sini tetapi dia malah mengkhawatirkan keadaanku.
“Ini bukan apa-apa. Sebaiknya kita ke rumah sakit untuk memeriksa keadaanmu dan juga bayimu.” Dia segera saja mengangkat tubuhku dalam pelukannya. Setelah diperiksa, memang tidak terjadi apapun pada kandunganku. Kondisi kami sungguh baik. Aku sangat berterimakasih pada Keanu untuk pertolongannya hari itu. Aku berhutang padanya.

Satu bulan kemudian…
Aku tidak tahu alasan Keanu sehingga dia terlalu banyak berbuat baik padaku sampai detik ini. Walalupun kami masih jarang bertemu langsung tapi dia selalu mengirimkan barang kebutuhan untukku. Sebenarnya apa alasannya?

“Kenapa kamu melakukan ini semua?” Tanyaku pada Keanu ketika kami bertemu lagi di makam Bryan.
Dia menatapku beberapa saat dengan mata abu-abunya, lalu menjawab, “Aku hanya ingin menjaga anak Bryan. Anak Sahabatku sendiri.” Jawabnya. Tapi Kenapa aku belum puas dngan jawaban Keanu?

Aku termenung untuk mencoba mencerna kalimatnya lagi, “Kau mempunyai kehidupanmu sendiri, Keanu. Kau tidak berkewajiban menjagaku ataupun bayiku. Aku tahu kau adalah sahabat Bryan tapi sungguh, Aku tidak ingin merepotkan siapapun di sini. Aku bisa menjaga anak Bryan dengan tanganku sendiri. Jadi tolong, Berhentilah merepotkan dirimu karena kami.” Pintaku.

Kemudian kedua tangan Keanu menggenggam kedua bahuku sambil menatapku dengan wajah dinginnya yang khas, “Aku mohon jangan lakukan ini. Jangan minta aku mengabaikan kalian, karena sebenarnya aku sudah menyayangi bayimu semenjak dokter mengatakan bahwa kau sedang mengandung. Aku bahagia dengan kehadirannya dan ingin menjaganya seperti ayahnya sendiri. Aku ingin melindungi kalian berdua.”
Pengakuan itu justru membuatku amat terkejut. Aku menggeleng lemah, “Apa itu benar? Keanu.. Kau?”
Dia mengangguk dengan senyum tipis, “Apa aku bisa menjadi ayah angkat untuknya?”

Aku bisa merasakan air hangat mengalir di pipiku, Tatapan Keanu terlihat begitu serius dan aku sudah merasa tersentuh lebih dulu karena itu.

Kuelus-elus lembut rambut suamiku. Dia sedang berbaring dengan kepala yang bersandar di pahaku. Kami sudah hendak tidur ketika Keanu mengajakku mengobrol tentang nama anak kami nanti. Kandunganku sekarang sudah menginjak bulan kelima. Dan setelah menjalani USG, kami mengetahui jika calon bayi kami berjenis kelamin perempuan. Aku bahagia, begitu juga dengan Keanu. Dia malah yang merasa begitu excited dengan perkembangan si jabang bayi. Bahkan untuk setahun ke depan, Keanu tidak akan mengambil tawaran film apapun. Dia bilang ingin menemaniku sampai anak kami lahir.

Dulu.. Aku menyangka jika apa yang dilakukan oleh Keanu pada aku dan anakku adalah sebuah bentuk rasa kasihan. Tetapi setelah menjalani semuanya, aku sadar Keanu memang benar-benar menyayangi bayiku. Mungkin rasa sayangnya muncul karena dulu Keanu pernah kehilangan calon anaknya sendiri. Aku bisa mengerti itu.

“Bagaimana kalau kita memberikannya nama Selena? Atau Emma? Kelihatannya anak kita nanti akan menjadi gadis kecil yang cantik dan feminin. Bagaimana menurutmu?” Tanyanya.
Aku tersenyum kecil mendengarnya, “Mungkin Marry?”
Dia menggeleng, “Maafkan aku, sepertinya itu kurang cocok. Aku bisa membayangkan di ulang tahunnya yang kelima nanti, dia akan memakai gaun, bandana dan sepatu merah muda. Rambutnya panjang lurus. Anakku akan jadi gadis manis yang cantik.”

Keanu hanya membutuhkan seorang teman dalam hidupnya. Maka dari itu aku berusaha menjadi teman yang baik. Terlalu banyak kesedihan yang telah dialaminya selama ini, masa lalunya memang berat. Dan aku berusaha menghilangkan kenangan buruk itu sedikit demi sedikit. Dia pernah mengatakan secara tidak langsung jika sebenarnya kesedihannya tidak pernah berakhir, kesedihannya tentang sebuah kehilangan hanya berubah ke bentuk lain. Intinya, Dia masih menyimpan semua luka itu. Aku berjanji pada diriku sendiri.. Bila mulai sekarang, Keanu akan selalu merasa bahagia, bersama kami, aku dan anakku. Untuk Bryan, Dia telah mejadi kenangan yang sangat manis untuk hidupku. Dia masih menempati salah satu sudut ruang di hatiku, tapi Keanu datang untuk memenuhi semua kekurangan di dalamnya. Dua sahabat itu telah menjadi bagian yang istimewa dalam perjalanan hidupku. Aku merasa sangat beruntung bisa bertemu dengan mereka berdua. Aku amat menyayangi mereka berdua. Terimakasih Bryan dan juga Keanu.

END

Cerpen Karangan: Yustin Andara
Blog: lawansepi.blogspot.com

Cerpen Dua Malaikat Yang Kukenal merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Surprise Sweet Seventeen

Oleh:
Hari ini adalah hari ulang tahunku yang ke tujuh belas tahun. Sesuatu yang kuharapkan yaitu keluargaku mengingat dan merayakan ulang tahun yang hanya terjadi setahun sekali. Aku berharap ayah

Murder In Love

Oleh:
“Ini adalah foto orang yang akan kau bunuh. Namanya Tata. Bunuh ia dengan cara yang sadis. Bunuh dia secepatnya. Ku beri 50 juta. Bill.” Itu adalah isi surat yang

Drama Yang Berakhir Tak Bahagia

Oleh:
Bukannya teman makan teman, tapi entah mengapa perasaan itu timbul begitu saja dalam hati tanpa bisa dicegah. Pertama kali aku mengenal Evan, aku langsung jatuh hati padanya. Ia memang

Kenapa Semua Berubah

Oleh:
Pada hari itu aku masih berumur 15 tahun, aku pada saat itu masih kelas 2 sma pada saat itu aku masih culun dan lugu, teman ku sejati ku aldo

Me,U,Chat n Love

Oleh:
“Nih.”kataku sambil menyodorkan dua lembar kertas tisu untuknya. Erin terus menangis sesenggukan,”Hiks…Hiks….bener deh Foy,gua gak nyangka ternyata Indra itu playboy.Tukang Selingkuh!” “Untunglah.Sadar juga.” “Malah selingkuhnya sama Nora,lagi.Kuntilanak zaman 2012.Huuh!!Eeeeghh,Indra

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

3 responses to “Dua Malaikat Yang Kukenal”

  1. savitri says:

    Ya kadang ketika kita mencintai yang lain bukan berarti kita melupakan yang ada di masa lalu justru kita akanjadikan masa lalu sebagai kenangan .

  2. dinbel says:

    Goodddds jobssss

  3. Dhea says:

    Sepertinya penulis penggemar berat Keanu Reeves ya? Hehe
    Kisah hidup ‘Keanu’ disini sama dengan kisah hidup Keanu Reeves.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *