Dunia Yang Kelabu Karena Tirai Hujan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 21 February 2017

Hujan rintik telah menitik di seluruh permukaan wajah gadis malang yang tengah duduk di sudut kotak rumah mungil miliknya, bersama dengan datangnya langit berubah menjadi keabu-abuan ditemani oleh angin yang dingin menyapu permukaan sehingga angin berdesis pelan, sangat pelan seperti berbisik, menyampaikan segenap rahasia yang bagai tidak akan pernah terungkapkan.

Rumput dan ilalang di depannya ikut berduka melihat tuannya bersedih. Nayian cecak pun di tembok dinding rumahnya menghibur agar tersenyum kembali. Tapi Hayati masi tetap bermain-main dengan hujannya, di depannya ada tanah yang bercampur pasir sudah seperti adonan siap pakai karena rintik hujan yang berasal dari dua kelopak matanya yang indah. Entah apa yang mebuatnya seperti itu, sehingga suasana ceria yang menjadi kebiasaannya selama ini berubah menjadi kelabu seperti halnya tirai yang berisikan hujan.

Isak tangis yang halus dan merdu sudah mulai nampak jelas kedengaran di teliga, seperti bunyi peringatan saat detik-detik Bom waktu akan meledak dan menghancurkan apa yang ada di sekelilingnya. Rupanya, Hayati seperti itu karena terluka. Luka yang menghampiri perasaannya saat itu, sudah tidak bisa ia bendung lagi. Sebab, luka itu telah menyayat-nyayat hatinya sehingga tidak utuh lagi.

Cinta memang aneh, sebab memiliki banyak hasil yang akan diperoleh darinya, selain dapat menguntungkan si pelaku juga dapat menimbulkan bahaya si pelaku yang tidak terima dengan hasil yang diperolehnya.
“Tapi, kenapa jika cinta sekejam itu banyak orang yang menyukainya?”.
Pertanyaan itu sudah pernah kulontarkan beberapa kali, namun dari pertanyaan itu sebagian besar hasil dari jawabannya sama. Drooopppssss
“Katanya Cinta itu menantang, makanya banyak yang suka dan mengerjakannya. Meski beberapa kali harus terluka, Aneh kan…!”.

Seperti halnya Hayati, walaupun hubungannya dengan Amir sudah hampir satu tahun namun selama mereka menjalin hubungan special (Berpacaran). Tidak semuanya sehalus aspal di jalan tol, sesekali dalam perjalanan cintanya terdapat jalanan yang kasar bahakan berlubang dan butuh waktu dan tenaga untuk membuatnya halus dan baru kembali.

Hari ini, gejolak asmaralah yang membuat Hayati seperti itu, sebab siang itu saat kami ke Toko buku, di perjalanan ia memergoki pacarnya sedang jalan dengan wanita lain yang menurutnya wanita itu jauh lebih baik dari dirinya.
Lagi-lagi cinta memang aneh! Selain, wajah yang harus tampan dan cantik tidak serupa kalau hayati juga tidak secantik rupa. Ibarat membeli barang yang harganya mahal tapi tidak sesuai.
“Rugi lah..”

Bukan hanya Hayati, gadis malang yang dunianya harus kelabu karena tirai hujan yang menutupinya. Aku pun pernah merasakan hal yang sama dengannya, bahkan jauh lebih buruk dibandingkan masalahnya sekarang. Kalau Hayati cuma memergoki pacarnya jalan dengan wanita lain dia sudah drop seperti itu, bagaimana denganku waktu itu, saat tahu kalau orangtua tidak merestui hubungan kami. Padahal kami sudah jalan cukup lumayan lama dan karena alasan itu hubungan kami jadi berakhir. Tapi, ntar dulu…!
Kalian pernah berfikir tidak kenapa laki-laki yang kita anggap adalah yang terbaik dan kita temani selama itu jalan bareng di kehiduan kita tiba-tiba menerima keputusan dari pihak keluargaku. Bukan mempertahankan tapi malah melarikan diri, dia tidak sendiri. Laki-laki itu pergi membawa bahagia yang kupunya bersama dengan wanita lain tanpa aku sadari sebelumnya. Karena kehadirannyalah, laki-laki yang kuanggap pelindungku ini berani pergi dan meninggalkanku sendiri…

Seperti cerita di sinetron yang sudah diatur oleh sutradara dan dilakonkan oleh si penokoh, tersusun rapi tanpa ada sedikitpun kecurigaan dari awal sehingga hasilnya sangat keren dan mengagetkan banyak penonton bahkan yang melakoninya sekalipun ikut merasakan. Itulah alasan kenapa sampai saat ini, aku masih tetap bertahan dengan kesendirian karena beralasan dari pengalaman itu.

Percayalah, manusia tidak akan mati jika ia tidak melakukan hubungan yang spesial dengan lawan jenisnya. Jangan pernah takut dengan kesendirian, karena tidak semua kehidupan itu akan damai jika tidak bersama dengan kaumya adam. Walaupun itu adalah salah satu kebutuhan dari sekian banyak kebutuhan manusia pada umumnya, namun Tuhan itu maha adil, mereka yang bernyawa telah diciptakan untuk berpasang-pasangan. Maka, tunggu saja kapan masa indah itu akan tiba dan menghampiri kehidupan kita untuk menjadikannya jauh lebih sempurna kebahagiaan yang telah dimiliki bersama dengan sahabat dan orangtua terkasih.

Cerpen Karangan: Suhartina
Facebook: Suhartina

Cerpen Dunia Yang Kelabu Karena Tirai Hujan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pelangi

Oleh:
“alama…” Hening sejenak. Menyebalkan banget sih adik kelas ini. Emangnya dia nggak punya mata apa? bisa – bisanya bola yang dia tendang mengenai mukaku. huh… mukaku bonyok dehh ditambah

Hujan Di Awal Desember

Oleh:
Hari itu sedari pagi langit Jakarta tak menampakkan keceriaannya, sepanjang hari hanya kemuraman yang diperlihatkan. Membuat siapa saja yang melihat jadi malas buat melakukan segala aktivitasnya. Kecuali yang memang

Citarasa Cinta Masa SMA (Part 1)

Oleh:
Namanya Aldiara Sanjaya. Begitu sempurna untuk dikagumi para kaum hawa di sekolahku. Secara fisik, ia tinggi, atletis dan jelas saja tampan. Seorang yang berotak encer dalam bidang akademik dan

He Come Again

Oleh:
Menikmati indahnya pelangi setelah hujan reda memang sudah kebiasaanku. Ingin sekali aku menyentuh jembatan yang berwarna-warni itu, bermain di atasnya dan menghilangkan nelangsa yang menyelimuti hatiku. Pengkhianatan datang menghapiriku

Inikah Senja

Oleh:
Ketika senja berlalu pergi, ketika sinar jingganya mulai kelam, ketika langit biru mulai menghitam, Ia, wanita yang manis itu menumpahkan segala air mata pengharapannya. Menumpahkan segala rasa sesal akan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *