Ending Question

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Penantian
Lolos moderasi pada: 31 March 2018

Ini tentang pertemuan singkat antara dua orang yang mulai merasakan jatuh hati, jatuh yang benar-benar jatuh. Ini bukan cerita tentang dua orang yang bertemu, lalu bahagia. Kalau kalian mengharapkan perjalanan cerita ini akan berakhir dengan bahagia, kalian salah besar. Mungkin ada yang menebak akan berakhir dengan kesedihan?, itu juga salah. Lalu berakhir dengan apa cerita ini? Jawabannya adalah, berakhir dengan tanda tanya. Mengapa begitu? karena kedua orang itu lebih memilih untuk saling menjauh, takut yang mereka rasakan bukan cinta, tapi yang lainnya.

Mungkin kalimat-kalimat di atas terlalu membingungkan. Baiklah langsung ke ceritanya saja.

5 tahun yang lalu,
“lusa udah pengumuman kelulusan aja ya.” kata Nanda.
Laki-laki yang diajak bicara hanya membalas dengan senyuman tipis, lalu menatap lamat-lamat nanda yang juga menatapnya.

Hanya beberapa detik, Rifky kembali melemparkan pandangan keluar jendela kelas XII A-1.

“ky?” panggilan itu menyadarkan lamunan laki-laki berkulit cokelat itu, saat itu ia sedang memandang keluar jendela kelas.
“iya? kenapa?” jawabnya, pandangannya beralih ke nanda.
“hal apa yang pengen banget kamu lakuin sekarang?” tanya nanda yang membuat Rifky mengerutkan dahinya.
“yang pengen aku lakuin?”
“iya, hal yang pengen banget kamu lakuin buat sekarang?.”
Rifky diam, mencoba mencerna kalimat yang ditanyakan sahabat yang telah berteman dengannya dua tahun belakangan ini.

“lama gak nih mikirnya?” godanya sesaat setelah rifky terdiam.
“jatuh hati” gumamnya. tatapannya berubah sendu, namun kalimatnya terdengar tegas.
Jawaban dari Rifky membuat mata nanda mengarah ke iris mata teduh berwarna hitam pekat itu.
“sama siapa?” tannya nanda, ada perasaan kecewa yang tersirat di matanya.

Keduanya bersitatap dalam waktu yang lama. Rifky mencari-cari sesuatu di dalam mata cokelat milik nanda. Mencari kebenaran, mungkinkah dia juga memiliki perasaan aneh yang sama? perasaan aneh yang entah kapan mulai tumbuhnya, dan sekarang mulai menjalar ke seluruh hidupnya.

“kamu!” gumam rifky sangat pelan. nyaris menyerupai bisikan.
“hah? maksudnya?”
“maksud aku, kalo kamu? hal apa yang pengen kamu lakuin?”
“aku pengen berusaha buat jujur sama seseorang yang sejak pertama aku ketemu dia, hati aku ngomong kalo ini saat yang tepat.” jelas nanda, ia sesekali tersenyum tipis disela sela ucapannya.
“saat yang tepat?” Rifky menaikan sebelah alisnya, heran.
“iya, waktu yang tepat buat aku ngungkapin segala rasa aku ke seseorang yang dengan menyebalkannya mengisi hari-hari aku. Tapi aku terlalu takut buat ngungkapinnya, ky. Aku takut saat aku ngungkapin semuanya, dia bakalan ngejauh.” Nanda mulai meneteskan air matanya, dan memilih untuk menundukkan kepalanya. Takut orang yang di hadapannya sadar, bahwa sedari tadi seseorang dalam ceritanya itu adalah dia, Seorang Rifky Ansyah, sahabatnya sendiri.

“Siapa di–”
“kamu, ky!” Ucap nanda, lalu ia berdiri dari duduknya dan berlari keluar dari kelas.

Satu hari setelah percakapan itu, Rifky terus mencoba menghubungi nomor telepon Nanda. Tetapi hasilnya nihil, Nanda tidak bisa dihubungi, bahkan ia tidak masuk sekolah.
Rifky mencoba meninggalkan beberapa pesan singkat untuk Nanda, namun tidak juga dibalas.
Alternatif terakhir jatuh kepada surat. Sore itu, ia mencoba menuangkan perasaannya dengan tulisan yang ia buat. Kata per-kata. paragraf per-paragraf. Sudah selesai. ia beranjak dari tempat dan berangkat menuju rumah Nanda.

Sesampainya di depan rumah Nanda, ia tidak masuk dan menemui nanda. Ia lebih memilih berdiri di depan pagar dan memberikan amplop persegi panjang berwarna silver itu ke satpam yang berjada di dekat pagar rumah nanda. Ia meminta agar satpam itu memberikan surat tersebut ke nanda tiga hari yang akan datang.

3 hari setelah hari itu…
Pagi ini, Surat berwarna silver itu sampai di tangan nanda lantas dibacanya pagi itu juga.

Dear nan,
assalamualaikum, nan.
kamu tau kan, aku laki-laki yang ga bisa basa basi. Dan sekarang aku bakalan to-the-point, aku belum tau pasti apa nama dari perasaan aneh ini. Tapi yang perlu ketahui adalah, kamu selalu jadi alasan dari degup jantung ini. Ohya, Kemarin aku take-off. Aku dapet kesempatan buat kuliah di canada. maaf ya, aku baru ngomong sekarang. Tunggu aku pulang, dan aku bakalan kasih kepastian dari rasa aneh itu.

Rifky.

Ini tahun kelima setelah nanda membaca surat itu, bahkan hampir kehilangan harapan buat nunggu.
Entahlah, ini satu-satunya kisah yang berakhir dengan tanda tanya. Sebab ada banyak tanda tanya yang harus dipecahkan. dan ada banyak hal yang membuat nanda ragu, haruskah ia tetap menunggu seseorang yang selama lima tahun tidak menghubunginya. atau mungkin ia harus berpaling? lagi-lagi tanda tanya.

ENDING QUESTION

Cerpen Karangan: Sulis Rinanda
Facebook: Sulisrinanda

Cerpen Ending Question merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pria Bawahan Dewi Fortuna

Oleh:
“Kalau saja angin tak sekencang ini pasti aku udah jalan bareng sama Vinni, sial!” gerutuku di depan jendela. Selalu saja begini. Ayah, kakak, adik, abang, semuanya terlalu ikut campur

Pelangi Senja Di Kelasku

Oleh:
Tidak ada nada pada tiap syair dalam tiap baitnya, aku memang tidak bernada. Apalagi tiap kata yang aku rangkai sangatlah sederhana. Sesederhana aku mencintaimu, tanpa kamu tahu, tanpa harus

Penggila

Oleh:
Lelaki itu duduk tak tenang pada batu cadas yang keras, sekeras deru debam kendaraan yang lalu lalang pada mulusnya Pantura yang tak pernah lengang. Sinar mentari pagi yang mulai

Kisah Gadis Tomboy

Oleh:
Kriiiing Bunyi alarm membangunkan gadis berambut panjang dan hitam legam dari tidurnya. Ia memandang jam tersebut sesaat dan bangkit dari kasurnya dengan malas. “haaaah, kenapa aku harus bangun sekarang?

A Reason

Oleh:
Dilla terus menulis dengan berusaha mengacuhkan sekitarnya. Dia berusaha mengendalikan diri, rapat sekbid ini memang terasa menyiksa karena ada Ray. Dia merasa jadi kurang terkendali kalau di dekat Ray.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Ending Question”

  1. Deva Aulia Firdaus says:

    kalau aku yang jadi nanda sich … Pasti perasaanku di lema banget … Bingung … Galau dan apalah itu

    Ya … Biarlah waktu yang akan menjawab semuanya … *baper* :V

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *