Fate of Love

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 9 September 2021

Ada pepatah mengatakan “Dalam pertemuan antara dua orang, pertemuan pertama hanyalah kebetulan, pertemuan kedua tidak bisa dihindari, dan pertemuan ketiga merupakan takdir.”

Pertemuan pertamaku dengannya, saat itu aku baru saja pulang kuliah, sambil berjalan lemas lesu menuju taman, lalu aku duduk di bangku taman untuk mencari udara segar sejenak, aku merasa sedih karena kegagalan yang aku alami pada tes ujian tadi.

Tiba-tiba ada seorang perempuan datang menghampiri dan duduk disampingku, lalu ia bertanya padaku
“Hai” Sapanya padaku secara tiba-tiba
“Oh, Hai.” Aku lumayan terkejut dengan sapaannya
“Kamu tidak apa-apa? Kenapa kamu terlihat sedih?” Tanya dia padaku
“Oh, Aku hanya sedih karena gagal tes saat ujian.” Sambil menghela nafas
“Masih ada kesempatan lain dan hari baik itu akan datang, ayo dong ceria coba senyum aja.” Dia melihatku sambil tersenyum dan menatap mataku yang seakan-akan meyakinkanku agar tetap semangat.

Aku terdiam sejenak dengan jeda waktu yang lambat laun berlalu
“Yah kamu benar juga.” Jawabku yang lemas lesu mencoba untuk tersenyum
“Hahaha, wajah kamu aneh kalau senyum.” Katanya seperti sedang mengejekku
“Aneh gimana bagian mana coba?” Aku membantah ucapannya
“Nah gitu dong jangan sedih lagi.” Jawabnya yang seakan senang karena aku tak sedih lagi
“Yah makasih atas sedikit hiburannya, oh ya namaku Fiki.” Jawabku padanya
“Namaku Aika, keliatannya kamu sudah ceria lagi, jadi sampai jumpa semoga kita bisa bertemu lagi.” Dia berdiri dan pergi begitu saja.

Tak terasa beberapa bulan pun telah berlalu, saat itulah pertemuan kedua kami, saat itu aku pulang kuliah tiba-tiba tiada angin, tiada awan mendung, hujan deras yang tak terduga tiba-tiba mengguyur bumi, untung aku selalu membawa payung lipat dalam tasku, setibanya di lobby depan aku tak sengaja bertemu lagi dengannya

“Loh kamu Aika kan? Yang hibur aku di taman dulu? Gimana kabarnya?” Sapaku padanya
“Bentar kamu Fiki yang sedih dulu itu? Sekarang kelihatan lebih ceria, aku baik-baik saja kok. Kalau kamu?” Jawabnya yang selalu memiliki aura positif
Aku senang karena dia masih mengingat diriku walau sudah beberapa bulan berlalu, meski yang diingat dariku hanya wajah sedihku
“Hahaha, kamu emang suka bercanda, aku baik-baik juga dan kenapa yang kamu ingat dariku malah kesedihanku dah?” Jawabku yang agak merasa kesal pada diri sendiri
“Aku ingatnya lihat wajah kamu pas sedih sih.”
Seolah dia menjawab sambil menertawaiku

“By the way, Kamu gak bawa payung Aika?”
“Iya nih gak bawa, aku kira hari ini gak bakalan hujan, kan tadi pagi matahari terbit cerah banget.”
“Aku cuman bawa payung satu, kalau ikut aku ke kafe depan gimana? Sambil nunggu hujan reda juga. Tapi gapapa berbagi payung berdua sampai kafenya?”
“Boleh tuh, lagian cuman ada satu payung doang jadi mau gimana lagi.”

Kami pun berbagi payung berdua sampai kafe depan kampus, hal yang romantis seperti di film-film ini, tak kusangka akan terjadi pada hidupku, walaupun tak ada obrolan sama sekali sampai kami tiba di kafe dan sepertinya Aika merasa biasa saja, kami pun pesan kopi dan menikmatinya bersama

Aku mencoba memulai obrolan
“Gak nyangka kita sama satu kampus.”
“Aku juga gak nyangka, kayaknya kita beda jurusan, sama beda gedung jadi gak pernah ketemu.” Jawab Aika
Dia memang selalu positif dan ceria, juga tahu apa yang perlu dilakukan agar kami dapat mengobrol
“Emang kamu ambil jurusan apa Aika? Aku sih ambil jurusan Teknik Informatika.”
“Oh kamu ambil jusuan komputer, kalau aku ambil jurusan akuntansi.”
Kami pun mengobrol dan bercanda ria banyak hal seputar jurusan yang kami ambil, kehidupan sehari-hari kami, tujuan setelah lulus dan hal lainnya.

Tak terasa waktu pun berlalu, langit yang hitam pun berubah menjadi langit yang cerah, kami pun keluar kafe dan ternyata ada pelangi indah yang membentang.
“Wah indah banget pelanginya, jarang ada pelangi abis hujan.” Kta Aika yang kegirangan senang
“Iya, gak sia-sia nunggu hujan reda kalau bisa lihat pelangi indah begini. Hujan udah reda dan arah pulang kita beda nih, Tapi tunggu bentar kita tukaran kontak aja, biar bisa saling komunikasi atau kasih kabar gimana?”
“Boleh tuh.”
Kami pun saling bertukar kontak

“Ya udah, sampai jumpa Aika.”
“Sampai jumpa lagi Fiki.”
Hal yang indah seperti pelangi tak harus dimiliki, seperti Aika yang tak mungkin menjadi milikku.
Kami pun berpisah dan begitulah pertemuan kedua kami, kami tak pernah bertemu lagi tapi setidaknya masih bisa komunikasi walaupun hanya jarak jauh.

Bertahun-tahun pun berlalu, aku harus pulang dan ambil cuti kerja, karena Orangtuaku menjodohkanku dengan anak sahabatnya agar mereka bisa bersama, dan katanya mereka membuat janji “Jika diantara mereka mempunyai anak perempuan, dan anak laki-laki mereka akan menjodohkannya.”

Aku pun tiba di rumah, beberapa hari setelah tiba aku dan orangtuaku bertemu dengan sahabatnya untuk acara perjodohan.

Sesampainya di tempat pertemuan hal tak terduga terjadi
“Aika!” Teriakku
“Fiki!” Teriak Aika
“Kalian sudah saling kenal ternyata.” Ucap orang tuaku dan sahabatnya
“Hahaha, gak sangka kita bakalan berjodoh.” ucapku dan Aika
“Aku seneng banget ternyata kamu orang yang dijodohin sama aku.” Kata Aika dengan wajah yang senang sekali sambil melihatku karena aku lah orang yang berjodoh dengannya.
“Yah aku juga kaget ternyata kamu yang jadi jodohku Aika.” Aku pun tak menyangka ternyata pelangi yang begitu indah sepertinya bisa aku miliki selamanya

Beberapa hari kemudian pun kami menikah dan berakhirlah bahagia.

TAMAT

Cerpen Karangan: Rofiq Hidayat
Blog / Facebook: Ini Rofiq
Hanya seorang pelajar yang mencoba untuk membuat cerpen

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 9 September 2021 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com

Cerpen Fate of Love merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Surat Dalam Stoples

Oleh:
“Kepada Mala, Bagaimana kabarmu, perempuanku? Apa kau baik-baik saja? Ku harap kau selalu baik. Dan bahagia. Masihkah kau seperti dulu –menyukai hujan serta aroma yang dihaturkannya?- Dan masih seringkah

My Leprechaun

Oleh:
Tiga tahun sudah aku berpacaran dengan Danar, dia tiga tahun lebih tua dari ku, dan dua hari lagi aku merayakan ulangtahunku. Walaupun dia lebih tua dariku, bukan berarti dia

Luh Sari

Oleh:
BALI… Tak pernah terbayang olehku kalau aku akan kembali menginjakan kaki di Pulau ini. Tanah tempat aku dilahirkan 32 tahun yang lalu. Hari ini untuk pertama kalinya sejak 12

Antara Aku, Kamu Dan Desa Passeno

Oleh:
Hari itu Bos dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menugaskanku ke desa Passeno, sebagai Pendamping Desa untuk mengawasi perumusan RAPBDES (Rancangan Anggaran Pembelanjaan Desa) Passeno. “Mengingat anggaran

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *