First Gift

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja, Cerpen Romantis
Lolos moderasi pada: 23 April 2014

“Cie Alsey!.. cinta datang tiba-tiba nih!” teriak Carl, salah satu teman sekelasku. “aduh, mukanya memerah!” tambah Kavitha menggoda. Lalu bagaimana aku? Aku tetap duduk di bangku ku, menundukkan kepala, sambil menyembunyikan senyum dan wajahku yang memerah.

Memang, sudah tiga hari ini, aku jadi bulan-bulanan di kelas. Ah memang sudah wajar. Kak Rafi, kakak kelasku, yang sekarang sedang dekat denganku, sejak Ujian Akhir Sekolah usai, kami tambah dekat. Lalu kenapa tiba-tiba? Itu karena, awalnya kita tidak saling kenal. Tapi, urutan absen yang membuat kita duduk sebangku. Entahlah, tapi menurutku dia memang asik. Sejak awal aku memang sudah mempunyai firasat berbeda, saat dia mulai mencoba membuka pembicaraan dengan gaya sok coolnya yang sebenarnya itu terlihat konyol di mataku. Ada tatapan mata yang berbeda, yang seketika melelehkan hatiku yang biasanya tak luluh bahkan oleh kata-kata puitis sekalipun. Oh Tuhan! Apakah dia?! Hatiku menjerit bimbang. Ah, sudahlah. Biarkan air mengalir! Aku mulai menarik nafas dalam, mencoba menenangkan diriku. Mulai memberanikan diri menatap teman-temanku yang dari tadi menggodaku.

Aku berdiri, lalu berjalan pelan keluar kelas dan mencoba tidak menghiraukan temanku. Menuju tangga. Ternyata benar kata teman-temanku. Kak Rafi memang ada disana. 10 menit lagi bel masuk. Masih lama. Ku rasa akan panjang jika digunakan untuk ngobrol. Dia menyapaku. Memberi tanda jika dia sudah menunggu disana. Aku mendekat, dan lagi-lagi dengan gaya konyolnya itu mengajakku bicara. “Ehmm.. jadi, kamu benar tidak ada acara kan sepulang les besok?” tanyanya penuh harap “Iya. Jadi sebenarnya ada apa?” tanyaku “Ehm, temui aku di taman depan ya. Please!” kata Kak Rafi tapa memperhatikan pertanyaanku “Sebenernya ada apa?” tanyaku lagi. “Ehm. Besok juga tahu! Eh, sebenarnya ada sesuaatu yang ingin aku kasih. Tutup mata sebentar ya!” Katanya. Aku mencoba tidak tersenyum. Walaupun sebenarnya sangat malu.

1 menit. Dan tidak ada perintah untuk membuka mataku. Agak jengkel, dan aku membuka mataku. Dan kak Rafi sudah tidak ada. Aku berputar melihat sekelilingku, dan menyadari bahwa ada setangkai mawar diletakkan di depanku. Dihiasi pita warna merah yang aku yakin dia menghiasnya sendiri. Dan sepotong kertas yang telah dibakar pinggirnya, itu membuatku kagum. Bertuliskan “sweet smile” Ahh.. baru kali ini! Aku bisa merasakan jantungku berdebar kencang. Ouhh.. aku berjalan kembali ke kelas, sambil tersenyum sendiri melihat setangkai mawar itu. Dan tiba-tiba di depan kelas.. “CIEEEE!!” teman sekelasku berteriak kencang, dan menyadarkanku. Aku tersadar! Ku kira dunia ini hanya ada aku dan dia.

Sehari setelah itu, aku menepati janji ku untuk menemuinya di taman sekolah. Memang telat 10 menit, aku gunakan itu untuk memastikan bahwa di sekolah hanya ada sedikit murid. Aku melihat kak Rafi mondar mandir di depan kolam. Aku mendekat, melambaikan tanganku. Senyum mengembang di wajahnya. Ah aku tidak kuat! Lagi-lagi dia membuatku terpesona.

Dia mengajakku duduk di bangku panjang dekat kolam. Mengambil sesuatu dari dalam tasnya. Sebuah buku, bersampul tebal. Ah bukan! Itu album foto! Ya, itu album foto. Menunjukkanku foto-foto di dalamnya. Aku benar-benar tidak percaya. Itu fotoku! Dari hari pertama, aku duduk sebangku bersamanya. Saat aku mengerjakan soal, menggabar sketsa wajah, dan bahkan kebingunganku saat mencari nomer peserta. Bagaimana bisa? Aku bahkan tidak sadar sama sekali. Aku masih melihat foto-foto itu, membuka halaman satu persatu. Hingga sebuah kalimat darinya, yang membuatku membeku. “Alsey, maukah kamu jadi pacarku?” Kata kak Rafi yang sudah berada di bawahku, dengan posisi jongkok dan menyodorkan sebuah kotak berisi kalung.

Cerpen Karangan: Ishma Aqriba
Facebook: ishma aqriba

Cerpen First Gift merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Itu Kesetiaan

Oleh:
“Ya ampun. Kok hari ini tugasnya makalah semua. Jadi ribet ini bawanya.” Talitha menggerutu di sepanjang perjalanan menuju perpustakaan. Sesekali Ia membenahi letak tumpukan makalah di tangan kirinya. Tak

Sayonara

Oleh:
Aku capek memendam rasa yang nggak terbalas ini. Aku capek dengan sikap Azraq itu. Dia cuek, dia sadis, dia nggak peduli, dia nggak pernah senyum sama aku. Dia pikir

Cinta yang Tumbuh di Kota Medan

Oleh:
“Kiki, cepetan! Udah ditunggu Uwak tuh!” teriak ibuku yang sedang menungguku di ruang tamu. “iyaa bu.. tunggu.. bentar lagi kok..” sahutku seraya membereskan barang-barangku ke koper. Tak lama kemudian,

Karena Kita (Part 1)

Oleh:
Kau datang dan jantungku berdegup kencang, Kau buat ku terbang melayang… Alunan nada ponsel Tata berbunyi nyaring, menandakan seseorang di seberang sana sedang menunggu untuk sebuah keperluan. “halo..” “halo,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *