First Love

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 24 March 2016

Hari ini cuaca kurang bersahabat, sepertinya hujan dari semalam enggan untuk berhenti turun. Rasanya malas sekali untuk bangun pagi ini. Ku putuskan untuk tarik selimut lagi dan tidur sampai siang. Tak berapa lama Alarm di Hp-ku berbunyi mengagetkanku. Dengan langkah lunglai dan mata yang masih mengantuk aku berjalan ke kamar mandi dan segera bergegas ke sekolah.

“Selamat pagi anak manis,” Ucap ibuku. Rupanya ibu dan adikku sudah menungguku di meja makan.
“Pagi Bu, kak,” aku membalas sapaan ibu lemas.
“Loh kok pagi-pagi udah lemes? Semangat dong kan hari ini hari pertama kamu masuk di sekolah yang baru.” ujar ibu yang berusaha untuk menyemangatiku.
“Duh males banget Bu cuacanya bikin mager,” jawabku lagi.
“Huh dasar anak males,” celetuk kakakku sambil melemparku dengan secuil roti dan mendarat tepat di jidatku.
“Aduuh.. kakaa.. apaan sih? iseng banget.” ujarku sambil cemberut.
“Sudah-sudah.. ayo habiskan sarapannya nanti terlambat ke sekolahnya.” kata ibuku berusaha untuk melerai aku dengan kakakku.

Segera ku habiskan sarapanku kemudian berangkat ke sekolah diantar oleh kakakku. Sesampainya di sekolah baru aku disambut dengan cipratan air dari motor yang lewat tepat di depanku. Alhasil baju dan rokku basah dan kotor jadinya. “Wooooiii.. kalau jalan lihat-lihat dong.. ngebut-ngebut aja lagi gak lihat apa hah.. basah nih.” Teriakku dongkol. Orang yang naik motor itu berhenti sebentar nengok ke arahku kemudian pergi lagi tanpa meminta maaf. “Sial banget hari ini baru masuk udah basah kuyup gini. Mana kotor banget lagi. Awas aja kalau sampe ketemu lagi tuh orang, bakalan gue minta tanggung jawab..” gerutuku kesal.

Aku berjalan memasuki halaman sekolah yang luas sambil celingak-celinguk cari ruangan guru. Murid-murid yang lewat banyak yang melihatku dengan tatapan aneh dan ada juga yang tertawa melihat bajuku kotor dan basah. Kemudian aku melihat seorang penjaga sekolah dan bertanya dimana ruangan gurunya. Lalu aku diantarkan ke ruangan guru. Sesampainya di ruangan guru, ada seorang ibu guru yang menyambutku dengan ramah dan bertanya kenapa bajuku bisa kotor dan basah. Aku ceritakan kejadian tadi di gerbang sekolah kemudian ibu guru mengantarku ke toilet sekolah untuk membersihkan bajuku yang kotor dan basah.

Setelah ku bersihkan bajuku, ibu guru mengantarku ke kelas karena bel sudah berbunyi dan kegiatan belajar akan segera dimulai. Sesampainya di kelas. “Pagi anak-anak, hari ini kita kedatangan murid baru pindahan dari bandung. Ayo Deera perkenalkan dirimu.” kata ibu guru menyuruhku. Dengan terbata-bata aku memperkenalkan diri. “Haa.. Hai teman-teman aku Deera Maharani. Salam kenal semuanya.” ucapku gugup.
“Haaaiii Deera.. salam kenal jugaa,” Teman-temanku menjawab kompak. Kemudian ibu guru menyuruhku duduk dikursi yang kosong di samping cowok yang terlihat sedang tertidur. Aku berjalan menuju kursiku dan tak sengaja tanganku menyentuh lengan cowok itu sehingga membuat dia terbangun dan menatapku dengan tajam.
“Eeh.. maaf gak sengaja.” ujarku. Cowok itu hanya melotot dan langsung melanjutkan tidurnya.

Ini cowok teraneh yang pernah aku temui, gumamku dalam hati. Lalu aku mengikuti pelajaran sampai bel tanda istirahat berbunyi. Cowok di sebelah aku terbangun lalu dia bergegas pergi ke luar kelas. Tiga orang cewek teman sekelas menghampiriku. “Haaii.. nama gue Clara. Salam kenal ya.” ujar seorang cewek cantik, tinggi, putih.
“Hai juga, aku Deera panggil aja Dee.” aku membalas jabatan tangannya.
“Hai.. gue Stevi.” kata cewek tinggi, hitam manis.
“Kalau gue Tania.” kata cewek agak gemuk tapi manis. Setelah perkenalan dengan Clara, Tania dan Stevi, Aku pun menjadi akrab dengan mereka. Dan kita bertiga menjadi sahabat baik.

Keesokan harinya di sekolah aku melihat cowok itu lagi sedang tidur di kelas. Ini udah hari kedua aku di kelas ini tapi aku belum tahu siapa namanya. Kenapa ini cowok kerjaannya tidur terus di kelas? apa dia abis begadang? gumamku dalam hati. Kemudian aku menuju ke kursi Clara. Dengan penasaran aku bertanya. “Eh Clara, itu cowok yang duduk di sebelah aku siapa sih? kok kayaknya tiap pagi tidur terus di kelas? emangnya abis begadang dia?”
“Wooii.. Dee pelan-pelan dong nanyanya.. satu-satu.. sabaaar.. kayaknya penasaran banget,” kata Clara sambil tertawa. “Cieee.. Dee.. naksir yaa?” Stevi nyamber.
“Iihh.. apaan sih Stevi nyamber aja kayak bensin.” kataku sambil cubit perut Stevi.
“Itu namanya Aldo, ketua tim futsal sekolah kita. Emang dia mah hobinya tidur di kelas. Tapi anaknya baik kok,” Clara kasih penjelasan panjang lebar.

Tak lama guru bahasa inggris datang dan kami pun duduk di bangku masing-masing. Satu jam berlalu bel istirahat pun berbunyi. Anak-anak bersorak dan langsung berhamburan ke luar kelas. Ku lihat cowok di samping aku pun bangun dan berdiri hendak ke luar dari kelas. Namun baru beberapa langkah dia berbalik bikin aku yang berjalan di belakang dia kaget dan berhenti mendadak. “Lo anak baru ya? gue Aldo. siapa nama lo?” ujar cowok itu. “Eeh.. aku Deera tapi panggil aja Dee.” ucapku sambil senyum. Setelah jabat tanganku Aldo pergi ke luar kelas. Meninggalkanku yang terbengong melihat tingkahnya dia. “Ih.. aneh banget tuh orang.” batinku dalam hati. Tanpa aku sadar rupanya ketiga sahabatku melihat ku sambil tertawa meledekku.

Hari demi hari ku lewati bersama dengan ketiga sahabatku. Sampai suatu ketika tiba-tiba saja Aldo mengajakku untuk pulang bareng dengannya.
“Dee.. entar pulang bareng gue yuk.. ada yang pengen gue omongin sama lo.” kata Aldo serius.
“Hmm.. gimana ya Do aku dijemput kakakku.” kataku ragu-ragu.
“Udah lo bilang aja pulang bareng temen.. ayolaah Dee kali ini aja.. pliiss.” kata Aldo lagi setengah memohon.
“Hmm.. ya udah deh aku bbm kakakku dulu ya.” kataku.
“Emang apa sih yang mau kamu omongin? Gak bisa ngomong sekarang aja?” kataku lagi.
“Nanti aja pulang sekolah, kalau di sini rame banyak yang kepo.. haha.” ujar Aldo sambil tertawa. Tak lama guru matematika muncul dan kami lanjut belajar. Aku sampai tak konsen belajar gara-gara ajakan Aldo tadi. “Duh kira-kira apa ya yang mau diomongin sama Aldo? jadi penasaran deh.” gumamku dalam hati.

Dan tibalah saat bel pulang berbunyi. Dengan hati yang dag-dig-dug aku membereskan buku ke dalam tas. Aku dikagetkan dengan suara Aldo. “Yuk pulang. Gue tunggu di parkiran ya.” ujarnya sambil berlalu pergi. Aku yang hanya bisa mengangguk dan kaget sedikit gak percaya kalau akan pulang bareng Aldo. Kemudian ketiga sahabatku menghampiri.

“Ciee.. Dee diajak pulang bareng sama pangeran.” celetuk Tania.
“Iih.. apaan sih kalian.. udah deh jangan ngeledek.” ujarku sedikit manja.
“Ya udah sih buruan sana susul pangerannya nanti kelamaan nunggu bete loh.” canda Clara.
“Hmm.. mulai deh.. kalian nih yaa ngeledekin terus.. gak tahu apa aku lagi deg-degan gini. Kira-kira apa yaa yang mau diomongin sama Aldo?” ujarku lagi.
“Yaa makanya lo susul gih sana biar lo tahu apa yang mau diomongin sama dia.” kata Stevi sambil dorong aku ke luar kelas.

Dengan langkah lunglai aku berjalan menuju ke parkiran motor sekolah. Ku lihat Aldo sudah duduk di atas motornya. Pas aku lihat motornya aku jadi teringat peristiwa waktu pertama kali aku datang ke sekolah ini. “Itu kan motor yang udah bikin baju aku basah dan kotor. Jangan-jangan orang yang nyipratin aku waktu itu si Aldo? masa sih?” gumamku dalam hati. “Wooii.. Dee.. buruan sini.” teriak aldo. Aku kaget dan buru-buru menghampiri Aldo. “Kayaknya aku pernah lihat ini motor deh. Jangan-jangan kamu ya yang waktu itu bikin baju aku basah dan kotor?” tanyaku penasaran. “Udah buruan naek entar gue ceritain.” kata aldo sedikit maksa.

Kemudian aku pun berboncengan dengan Aldo. Dia membawaku ke sebuah taman yang ada danaunya. Letaknya tak jauh dari sekolahku tapi aku belum pernah ke tempat ini. “Wah ternyata ada ya tempat sebagus ini di jakarta. Aku pikir cuma di bandung aja yang ada.” ujarku senang. Aldo hanya tersenyum melihat tingkahku yang kaya anak kecil. “Oiya, pertanyaan aku tadi belum kamu jawab? apa bener kamu yang waktu itu naik motor terus nyipratin baju aku?” tanyaku.
“Sabaaar non.. gue bisa jelasin semuanya.” jawab Aldo pelan.

“Hmm.. sebenernya emang iya gue yang waktu itu naik motor ngebut sampe bikin baju lo kotor dan basah. Sebenernya gue mau minta maaf waktu itu cuma gue lagi buru-buru jadinya gue langsung tancep gas.” katanya menjelaskan. “Pas waktu gue lihat lo lagi di kelas gue kaget cuma gue pura-pura tidur berharap lo gak inget muka gue, yang udah bikin baju lo kotor.” ujarnya lagi. “Naah sekarang gue mau minta maaf.. sorry banget yaa waktu itu udah bikin baju lo kotor.” katanya sambil memohon.

“Haah.. jadi kamu ngajak aku pulang bareng cuma mau minta maaf doang? kenapa gak ngomong di sekolah aja sih?” gerutuku sedikit kesal. “Bukan gitu.. sebenernya ada lagi yang mau gue omongin ke lo. Hmm.. Dee.. se.. sebenernya gue suka sama lo. Dari pertama kali gue lihat lo marah-marah gara-gara baju lo kotor. Ketemu lagi pas di kelas. Tiap hari gue selalu perhatiin lo di kelas. Gue pura-pura tidur tapi sebenernya gue ngelihatin tingkah laku lo. Cuma lo gak sadar karena lo pikir gue tidur. Makin lama rasa suka gue makin dalem ke lo. Gue juga gak tahu kenapa Dee.. mungkin gue kelihatan kayak orang bego ya.. hehehe. Tapi inilah perasaan gue yang sebenernya. Gue cuma berusaha jujur aja sama lo.” kata Aldo panjang lebar dan berhasil bikin aku melongo dan gak percaya apa yang barusan aku dengar.

“Wooii.. Dee.. yaah malahan bengong.” kata Aldo mengagetkanku.
“Eh.. iya kenapa Do?” kataku gugup.
“Yah.. gue udah ngomong panjang lebar gak didengerin.” ujar Aldo sedikit kecewa.
“Denger kok Do.. cuma aku sedikit gak percaya kamu kok bisa?” jawabku sambil garuk-garuk kepala yang sebenarnya gak gatel. “So.. lo mau gak jadi pacar gue?” tanya Aldo mengagetkan.
“Hah..” aku hanya bisa bengong denger ucapan Aldo barusan.
“Yah.. dia bengong lagi.” kata Aldo.
“Jadi gimana nih, mau kan lo jadi pacar gue?” kata ALdo lagi.
“Hm.. gimana yaa.. ya udah deh kita jalanin aja dulu.” kataku malu-malu.
“Yes.. akhirnyaa gue punya pacar juga..” kata Aldo kegirangan.

Dan setelah hari itu aku dan Aldo pun berpacaran sampai kita lulus sekolah dan sampai sekarang akhirnya kami menikah dana mempunyai dua orang anak. Kami pun hidup bahagia. He is my first and forever love for me.

Cerpen Karangan: Diyana Priyanti
Facebook: ochel_cute[-at-]yahoo.com

Cerpen First Love merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bandung In Love

Oleh:
Semenjak kejadian itu aku tak pernah menangis lagi, hanya tersenyum yang bisa aku lakukan. Saat itu aku sedang duduk di taman bunga di kampus indahku, ya ITB. “Hai Lili?”

Kebodohan Ku

Oleh:
“kau masih menyukainya, benar kan?” Suara itu membuyarkan lamunanku. “mungkin. Tapi rasa kecewa ini jauh lebih besar jika dibandingkan dengan rasa suka itu.” jawabku dengan wajah datar. Gadis berambut

Dia Misteri

Oleh:
Serentak ku terarah pada pandangannya. Wajahnya yang oval dan kulitnya yang sawo matang, menjadi pendukung suasana. Mungkin tak ada alasan bagiku untuk menolaknya, seorang kapten tim basket yang menjadi

Ada Apa Dengan Perpustakaan?

Oleh:
“Kiran, temenin gue ke perpustakaan yuk..” Aku hanya bisa mendengus bosan mendengar permintaan Shallom. Shallom, cewek yang paling nggak bisa aku mengerti jalan pikirannya, cewek yang agak labil, cewek

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *