Flashdisk Pembawa Cinta (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 25 November 2018

“bagaimana Wil” kata wanda
“apanya?”
“tentang perasaan loe ke Winda?”
“gua udah yakin, kalau gua ga akan nyatain perasaan gua ke dia”
“kenapa? Kok loe langsung pisimis gini sih?, loe cowok bukan”
“berisik loe.”
“loe tau, akan sangat sakit bila di hidup kita itu ada kata penyesalan, waktu ga akan bisa diputar, dan lebih baik kita sakit hari karena ditolak daripada menyimpan rasa sendiri, ingat kita tuh bukan cewek! Kita cowok! Dan cowok harus berani ambil resikO! Walau sesakit apapun resiko yang kita terima. Tapi itu adalah hasil dari perjuangan kita. Ingat tuh sob” kata wanda sambil menepuk pundakku.

Kata-kata Wanda masih terekam jelas di ingatanku. Aku masih terbayang bayang bagaimana semangatnya wanda mengucapkannya padaku

Saat aku berjalan, aku perhatikan setiap langkahku, dan langkahku terhenti. Aku melihat anak-anak itu terus memperhatikanku
“kenapa kalian memperhatikan gua seperti itu hah?”
“gapapa kok Wil?”

Dan tiba-tiba suara mix kantor terdengar mereka nama lengkapku Muhammad Willy Anugerah dipanggil ke kantor PKS.
Akupun langsung segera ke ruang pks. Sesampai diruang PKS aku bertemu dengan teman baikku wanda, sepertinya dia juga heran kenapa aku dipanggil, sama herannya denganku saat ini

“Will, kenapa loe dipanggil?”
“gua juga ga tau wan, yaudah gua masuk dulu yah. daripada kita sama-sama penasaran”

Sampai di ruang pks aku disuruh duduk oleh pak Rial. Guru yang paling ditakuti murid di sekolah ini.
“kamu tau kenapa saya panggil keruangan saya”
“tidak pak, apa yang udah membuat saya dipanggil pak?”
“saya dapat pengaduan dari murid kalau kamu itu suka dan menyimpan hal yang seharusnya tidak menjadi konsumsi siswa di flashdisk kamu. jawab! apa itu benar!”
“siapa yang bilang seperti itu pak, saya sama sekali tidak melakukan apa yang dia tuduhkan?”
“saya mau bukti, mana flashdisknya biar saya periksa isinya”

Tiba tiba seseorang masuk, seseorang yang tak diduga
“permisi pak”
“ada urusan apa kamu masuk ke ruangan saya?”
“saya Winda pak. Saya di sini ingin membela Willy, karena saya sangat tau Willy ga mungkin menyimpan yang aneh-aneh di flashdisk dan di laptopnya pak”
“kenapa kamu bisa seyakin itu hah?”
“karena saya juga sering melihat isi flashdisknya Willy pak, dan hanya ada game dan flm kartun jepang di dalamnya pak, juga kalau emang Willy menyimpan yang seperti itu di flashdisknya, kenapa ia berani mengumpulkan tugas pakai flashdisknya pak, kan bisa ketahuan oleh guru”
“alasan kamu dapat diterima”
Lalu yang ga disangka Wanda ikut masuk
“saya setuju dengan Winda pak!, saya juga punya bukti, ini laptop dan flashdisk Willy pak, silahkan bapak periksa datanya”

Pak Rial pun memeriksa data di laptop Willy. Dan pak Rial hanya menemukan foto keluarga, dan anime seperti yang dibilang winda.
“kan benar pak, wah bapak bisa saja dilaporkan Willy atas nama pencemaran nama baik bapak bisa ditangkap loh sama BKKBN”
“polisi kalii”
“maafkan saya Willy, bapak asal menerima laporan tanpa bukti yang jelas”
“gapapa pak, ini juga salah saya, saya terlalu menyukai anime dari pada berteman dan mengikuti ekskul di sekolah. Jadi anak-anak mungkin berpikiran yang tidak-tidak tentang saya”
“yah kamu harus merubah itu yah Wil, dan bapak akan segera menghilangkan isu itu”
Aku Winda dan Wanda pun keluar dari ruang PKS

“Nda.. Wan, makasih udah nolongin gua, gua ga tau kalau ga ada kalian pasti orang tua gua harus dipanggil”
“sama-sama Will, loe kan teman gua, loe selalu bantu gua, dan gua akan bantu loe”
Winda hanya tersenyum
“oh iya gua duluan ya, tadi gua dipanggil guru”
Kata Wanda berlari dan menepuk pundakku. Dia seperti memberiku kode dan aku tau maksudnya.

“Ndaa..” panggilku
“saya” jawab Winda
“kenapa mau nolongin aku?”
“kenapa? Hmm karena aku tau kamu ga salah”
“apa hanya karena itu?”
“emang kenapa salah ya?”
“Salah? Engg.. enggak salah kok malah aku bersyukur banget”
“hehe.. aku hanya ingin menolong seseorang yang dulu pernah nolongin aku”
“siapa?”
“kamu ga ingat sama aku ya Will?”
“maksudnya?”
“kamu ingat ga, pernah nolongin gadis kecil yang diejekin, dan terus dirusak bunganya sampai ia menangis, lalu ia datang, mendorong anak-anak nakal itu dan mengusir mereka pergi, kamu cari lagi bunga yang mirip lalu memberikan pada gadis itu, dan kamu berlari dan menyebut nama kamu, Bunga Cantik ga boleh nangis aku pulang dulu ya, oh iya nama aku Willy”
“oh iya aku ingat, ternyata Bunga Cantik itu kamu? itukan dah lama banget, kenapa kamu bisa kenal aku sekarang?”
“hanya firasat aku saja, oh iya dulu aku belum bilang terima kasih”
“haha.. kalau gitu kita seri”

Tanpa sadar kami berjalan sambil cerita Winda sampai kekelasnya dan ia pun masuk. Aku pun terus jalan ke kelasku yang cukup jauh dari kelas Winda”
Untuk pertama kalinya download dan nonton anime romance. Ceritanya menarik dan membuatku fokus dan melupakan segalanya,

“hay Will.. pasti sedang nonton anime yah, serius banget”
“ehh Winda.. iya nih Nda, ceritanya bagus”
Winda pun ikut menonton
“ohh anime ini, aku udah pernah nonton, kisahnya tentang seorang cowok yang menyukai seorang cewek, ia pendam rasanya, dan ternyata cewek itu tidak menyukainya. Ceritanya sedih banget tapi aku suka”
“bagus ceritanya” wah kisahnya seperti apa yang sedang aku alami” gumamku dan ternyata Winda mendengarnya
“emang kamu sedang mengalaminya Will?”
“ehh ga tau nda, tapi mungkin iya”
Winda hanya diam saat itu

Hari ini Wanda mengajakku ke taman bunga, karena menurut wanda taman adalah tempat yang bagus buat cari inspirasi tugas prakarya. Akupun melaju motorku ketaman. Sampai ditaman aku melihat Wanda tengah berkeliling mungkin ia sedang mencari ide, aku pun mengikutinya. aku melihat ke pohon yang di bawahnya ada bunga-bunga, aku teringat, tempatku menolong gadis kecil yang kupanggil bunga cantik yang ternyata saat ini menjadi ratu di hatiku. Aku duduk di bawah rumput, tempat yang sejuk. Aku membuka laprop dan mengambil flashdisk. Dan tanpa kusadari flashdisk aku hilang. aku menelusuri semak-semak bunga yang aku lewati tapi tak ketemu. Dan ada seseorang yang menemukannya.

“Willy”
“Winda, hay”
“hay Will pasti kehilangan flashdisk kan?”
“kok tau?”
“nih tadi aku jumpa waktu memetik bunga”
“makasih Nda”

Wanda menghampiri aku dan Winda
“ciee.. yang jodoh.. teman masa kecil dipertemukan kembali di tempat pertama mereka bertemu dengan perantara flashdisk”
Kata Wanda mengejekku
“apaan loe”
“udah-udah loe tunggu apa lagi, lagi ada winda di sini, gua mau cabut, gua ga mau jadi nyamuk”
Wanda pun menjauh
“kamu mau bilang apa Wil?”
Aku begitu gugup
“kok gugup? Emangnya serius banget ya? Wanda juga sering bilang ke aku, kalau kamu pengen bilang sesuatu”

“aku.. aku suka sama kamu Nda”
Winda tersenyum. ternyata apa yang dibilang Wanda benar ya, setelah diungkapkan rasanya lega banget” bisikku
Winda malah tertawa
“kenapa? lucu ya?”
“iya lucu banget, kamu ngomong sendiri, bisik-bisik tapi kedengaran”
Aku hanya garuk-garuk kepala sambil tersenyum malu. Lalu seketika ekspresiku berubah menjadi sedih

“aku takut banget”
“takut kenapa?”
“takut dijauhi sama kamu setelah ini, dan cerita aku bakalan sama seperti anime yang kamu ceritakan itu, sad ending”
“kamu tau ga Will, anime itu tidak sad ending, rupanya anime itu punya season 2”
“season 2?”
“iya, ceritanya setelah cowok itu menyatakan cinta. Ia pergi jauh. Dan beberapa lama kemudian mereka bertemu kembali, dan ternyata cewek itu juga suka dengan cowok itu. dan akhirnya mereka jadian deh” cerita Winda
“tapi itu kan anime, dan berbeda dengan kisahku”

“will aku boleh jujur ga?”
“jujur apa nda?”
“sebenarnya aku juga suka sama seseorang”
“siapa dia?”
“seorang Pangeran, karena aku ga tau namanya jadi aku panggil dia Pangeran Daun, pangeran yang pernah menolongku dulu”
Aku hanya diam
“aku juga suka sama kamu Wil”

Tiba-tiba Wanda datang dan meneriakiku
“cieee.. Willy, tuh kan gua bilang juga apa, nyatain perasaan loe, dan ternyata Winda juga punya perasaan yang sama seperti loe, Pangeran Daun, Bunga Cantik hahahahaa” ejek Wanda
Aku pun mengejar Wanda
“jadi loe mendengar dari tadi Wan?” aku mengejar Wanda tapi tak juga dapat. Aku pun kembali ke Winda
“Nda?”
“saya Will”
Tiba-tiba Wanda teriak
“tinggal bilang, Bunga Cantik kamu ga jadi pacarku? Tuh udah gua ajarin?” teriak Wanda dari jauh
“berisik loe Wan?” teriakku
Winda tertawa melihat tingkah kami berdua
“Nda? Mau ga jadi pacarku?”
Winda diam dan tersenyum. Lalu ia menjawab
“aku mau Will”
“terima kasih Nda”
“iss kok masih Nda.. Nda Will sih, tapi udah punya panggilan sayang”
“Pangeran Daun, Bunga Cantik, pakai yang itu donk”
Aku dan Winda hanya tertawa.

Semenjak ada Winda hidupku berubah. Bukan hanya download dan nonton anime, aku lebih banyak melakukan hal-hal bermanfaat.

“Maa.. terimakasih flashdisknya Maa.. flashdisk terindah dari Mama, flashdisk ini bukan hanya sekedar kado terindah dari Mama, flashdisk ini membuatku bertemu dengan Winda, flashdisk ini juga yang membuatku dekat dan jadian dengan Winda. Gadis cantik yang kukagumi disekolah, dan sekarang menjadi pacarku. Dan Winda juga ternyata adalah gadis impian masa kecilku yang kupanggil Bunga Cantik.” pikirku saat aku pulang sekolah dan langsung berlari memeluk Mama.

SELESAI

Cerpen Karangan: Nur Syafni
Blog / Facebook: Nur Syafni

Nama: Nur Syafni
Tempat, Tanggal Lahir: Medan, 25 Mei 1998
Hobbi: Membaca dan Menulis
Status: Mahasiswi di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial
Tahun: 2016

Cerpen Flashdisk Pembawa Cinta (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pewujud Imajinasi (Alvin)

Oleh:
Kenapa aku menjulukimu sebagai Pewujud Imajinasi? Hanya ada satu alasan. Ya! Kamu telah mewujudkan segala imajinasi-imajinasi indah yang selalu ku tuliskan dalam puisi. Sebelum mengenalmu, puisi itu bagai gumam

Perasaan Palsu

Oleh:
Manusia memang terkadang tidak bisa menafsirkan perasaan yang mereka rasakan baik disadari maupun tidak. Terkadang mereka bingung dengan perasaan yang berubah-ubah atau labil, dari perasaan benci dan kecewa berubah

I Know You Jealous To Me

Oleh:
“Matematika itu membosankan, mendingan Sains daripada Matematika yang cuma ngitung sampai pusing” “Apa kau bilang? Asal kamu tahu ya, Sains itu lebih membosankan daripada Matematika. Sains pelajaran baru di

Pengalaman Yang Tak Terlupakan

Oleh:
Sungguh!! Aku sangat malu jika mengingat hal itu, hal yang paling tak pernah terduga di umurku yang sekarang menginjak 17 tahun. Namaku tiara dewiana teman-teman memanggilku Tiara atau Ara.

Indah Bersama Ciptaan-Nya (Part 1)

Oleh:
Dulu, hiduplah pangeran bersama sang puteri di istana bumi. Mereka berbahagia, sangat berbahagia. Setiap hari, setiap waktu mereka selalu habiskan bersama-sama. Mereka menyambut pagi dengan senyuman kebersamaan, mereka melepas

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *