For You

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 31 August 2016

“Udah selesai wawancaranya?,” tanya Riska.
“Udah. Nunggu lama? Sorry ya?!”
“Ditanya tentang apaan masalah tulisan lo yang berhubungan dengan tanggal kemerdekaan?”
“Seputar pahlawan. By the way, kapan lo wawancara untuk instrumen lagu kebangsaan yang lo buat?”
“Bentar lagi Fel. Di aula atas. Kalau lo kan langganan di aula bawah. Anterin gue ke kantin yuk! Laper gue! Lo mau kan?”
“Boleh.”

Felly Anggi Wiraatmaja. Seorang penulis novel dengan debut di umurnya yang kiat masih muda. 16 tahun. Yah… banyak tulisan yang telah ia buat. Blog, Facebook, Twitter, dan masih banyak lagi. Almamaternya telah menjadikan ia sebagai produksi buku dalam perpustakaan sekolahnya. Dengan nama almamater yang melunjak setiap tahunnya, telah membawa berbagai media masa untuk mencarinya. Banyak penerbit yang ingin merekrut namanya.Tapi, yang hanya ia terima adalah sekolahnya.
Berbagai pertanyaan telah terlontar untuknya. Mulai dari uang honor dari sekolah, siapa inspirasi di balik semua tulisannya sehingga dapat menginspirasi dan memotivasi dalam menghadapi persoalan hidup. Terutama, kehidupan seputar remaja yang emosinya masih sangat labil dan membutuhkan pengawasan.

“Permisi Mbak Felly, boleh saya duduk di samping anda?”
“Oh, boleh kok, silahkan!,” jawab Felly dengan mengulurkan tangannya.
“Mbak, perkenalkan nama saya Adhe. Saya dari media cetak kabar burung yang ingin meminta waktu anda untuk wawancara sebentar seputar diri anda serta karir anda yang semakin melonjak di umur yang sekian mudanya. Bisakah anda memberikan waktu anda sebentar untuk saya?”
“Bisa, silahkan.”
Tiba-tiba Felly terkejut saat wartawan itu membawa penyuting dalam wawancaranya. Mereka sengaja mengambil view di kantin untuk menggunakan Felly dalam menerangkan sedikit fasilitas di sekolahnya.

“Yakin lo bisa jawab semua pertanyaan mereka setelah penyutingnya keluar?,” tanya Riska di tengah ia memakan mie ayamnya dengan santai tanpa menghiraukan watawan yang sedang datang.
“Entahlah, gue masih ragu untuk hal itu Ris. Nanti, bantuin gue ya kalau gue kesulitan!”
“Yah.. gue sih bakalan bilang apa adanya yeee! Jadi, jangan salahin gue kalau ada apa-apa. Lagian, gue sama lo kan beda bidangnya, Fel. Gue seorang musisi dan lo seorang penulis.”
“Tapi, lo kan juga menulis tangga nada juga kan Ris. So, beda dikit lah!”

Setelah semua persiapan wartawan telah lengkap, wawancara Felly telah dimulai. Riska yang tengah asik makan meninggalkan Felly ke meja yang lain untuk meanjutkan makannya dan meihat pertunjukan wawancara Felly.
“Bisa kita mulai?”
Felly mengangguk. Dan penyuting memberikan intruksi untuk memulainya.
“Felly Anggi Wiraatmaja dan juga Riska Dwi Lestari. Kami bersama penulis dan juga musisi remaja yang telah berhasil debut dan membawa perhatian publik untuk mendatanginya. Inilah, Hot News Kabar Burung,” salam pembuka dari wartawan.
“Felly, apa yang kamu inginkan dari hari Kemerdekaan tahun ini? Setiap orag pasti mengidoakan sosok seseorang yang dianggap telah menjadi pahlawan? Menurut anda, siapakah dia?”
“Saya ingin, Indonesia semakin jaya dan makmur. Korupsi, Penculikan, KDRT, dan hal kriminal lainnya bisa berkurang dengan adanya SDM yang berkualitas. Baik dari segi Intelektual maupun nilai moral yang dimilikinya. Melestarikan budaya sekitar, dan menjaganya untuk masa depan anak cucu kita nanti. Untuk masalah Pahlawan, bagi saya ada toga orang yang saya anggap sebagai Pahlawan.”
“Bisakah anda menyebutnya?”
“Ibu saya yang selalu menemani saya dikala sedih maupun senang. Teman saya yang memberikan kenyamanan, dan juga kedaiman dalam pergaulan, serta cinta pertama saya yang memberikan saya pelajaran hidup dalam segi mencintai seseorang.”
“Siapakah dia?”
“Arkana Aditya. Penyuting kalian!”
Seketia semua mata tertuju pada Arka. Mereka menatap kejut Arka
“Kenapa lo nggak ngasih tahu kita Ka? Lo pasti tahu banyak kan tentang penulis itu?,” tanya salah satu rekan Arka.
Arka hanya terdiam mendengar pertanyaan rekannya.
“Bisakah anda memberikan penjelasan tentang kisah asmara anda dengan seseorang yang bernama Arka?”
“Dia adaah orang yang pertama kalinya membuat saya terjatuh karena kepergiannya. Membuat saya menangis karena rindu padanya. Membuat saya tersiksa setengah mati saat melihatnya. Namun, saat ibu saya memberikan semaangat pada saya, di situla saya mulai bangkit. Setiap saya menulis, meyoritas saya menceritakan dia. Memang skit rasanya saat mengingat masa lalu. Tapi, masa lalu biarlah berlalu. Biarlah masala lalu itu bersemayam dalam hati kita, tapi jangan jadikan masa lalu sebagai kambing hitam untuk membuat sebuah alasan bagi kita untuk sulit bangkit dari masa lalu itu. Selama kita mau berusaha, semuanya tidak akan sia-sia. Karena, Allah tidak akan pernah memberikan hambanya harapan palsu sebagaimana kebasaan manusia. Dan, semua yang tidak mungkin bisa terjadi karena kuasa dari tangan-Nya.”
Setelah pertanyaan terakir dan jawab terakhir dari Felly, semua yang hadir di sana memberikan aplaus untuk Felly. Tidak salah jika mereka memanggil Felly sebagai malaikat yang tak terlihat. Karena, ia hanya bisa hadir dalam tulisan.

Cerpen Karangan: Pratiwi Nur Zamzani
Facebook: Pratiwi Nur Zamzani (Pakai Kerudung Putih)
Nama saya Pratiwi Nur Zamzani. Dapat menghubungi melalui akun facebook saya yaitu Pratiwi Nur Zamzani ( Pakai kerudung putih ) atau E-mail pratiwinurzamzani[-at-]yahoo.co.id. Dengan no Telepon 082 – 330 – 080 – 113. Prestasi yang pernah saya raih adalah juara 3 Mading, puisi dan cerpen pernah diterbitkan di majalah SPEKTRUM serta berbagai buku antologi lainnya.

Cerpen For You merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Anak Tomboi Jatuh Cinta Part 1 & 2

Oleh:
Part 1 – aww.. Sakiit Seorang anak sedang memperlihatkan atraksi sepedanya pada setiap orang di sekolah itu, entah guru bahkan para pedagang asongan pun menikmatinya. Atraksi yang sedang dilakukannnya

SMS Harapan

Oleh:
Sore ini hari tidak begitu bersahabat, selepas asar, tiba-tiba aku dan muhayir tak bisa pulang ke rumah karena hujan. Sehingga kami menunggu di masjid hingga hujan reda, Alhamdulillah tidak

Agape (Egoisme Cinta Bagas dan Dita)

Oleh:
“Sampai kapan kamu akan terus merasa sedih atas apa yang sebenarnya tidak merugikan atau menyakitimu?” “Bagaimana? Apapun yang merugikannya, pasti menyakitiku juga.” “Dia menyakiti dirinya sendiri dengan mabuk.” “Maka

Precious Chocholate

Oleh:
Langit mulai berwarna, Matahari sudah mulai tersenyum, aku bergegas dan bersiap untuk segera pergi ke tempat kerjaku, aku bekerja disebuah toko cokelat bernama “Precious Chocholate”, disana aku menjadi pelayan

Permintaan Terakhirku

Oleh:
“Happy birthday Mega.. Happy birhday Mega.. Happy birthday, Happy birthday Happy birthday Mega.” Terdengar suara dari balik pintu. Dengan sigap ku alihkan pandanganku menuju ke arah pintu. Seketika mataku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *